;

Efisiensi, Jawaban di Tengah Konsumsi Lesu

Hairul Rizal 28 Nov 2024 Kontan
Kinerja PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) pada kuartal III-2024 mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 15,8% (yoy) menjadi Rp 5,22 triliun, meskipun pendapatan naik tipis 1,3% menjadi Rp 88,46 triliun. Analis Eka Rahmah dari Binaartha Sekuritas menjelaskan, penurunan ini disebabkan oleh daya beli konsumen yang melemah dan peralihan konsumen ke produk alternatif yang lebih murah. Pangsa pasar HMSP juga turun menjadi 27,9% dari 29% pada tahun sebelumnya.

Menurut Oktavianus Audi, VP Marketing Kiwoom Sekuritas Indonesia, kenaikan cukai rokok sebesar 10% pada awal 2024 dan lonjakan pembayaran cukai sebesar 17,8% (yoy) memberikan tekanan signifikan pada laba HMSP. Namun, keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan cukai rokok di 2025 memberikan peluang HMSP untuk menerapkan strategi efisiensi dan menjaga stabilitas harga.

Analis Maybank Sekuritas, Willy Goutama, mencatat bahwa efisiensi operasional HMSP berhasil meningkatkan margin laba kuartalan menjadi 6,2% dari 3,7% di kuartal sebelumnya. Pendapatan kuartalan HMSP juga meningkat 7% menjadi Rp 30,6 triliun, didukung oleh permintaan yang lebih tinggi untuk tembakau dan cengkeh. Namun, Willy menggarisbawahi bahwa persaingan dari produsen rokok lapis II dan III semakin ketat.

Proyeksi kinerja HMSP di akhir 2024 tetap menghadapi tantangan. Eka Rahmah memprediksi pendapatan HMSP mencapai Rp 117,8 triliun dengan laba bersih Rp 7,6 triliun. Willy Goutama memperkirakan laba bersih sebesar Rp 7,15 triliun, turun dari Rp 8 triliun pada 2023, sementara Oktavianus Audi memprediksi laba bersih Rp 7,12 triliun dengan pendapatan Rp 117,2 triliun..

Meskipun prospek HMSP masih menghadapi tantangan daya beli masyarakat yang lemah dan persaingan ketat, stabilitas cukai rokok di tahun depan memberikan peluang untuk perbaikan kinerja melalui efisiensi operasional.

Kepemimpinan Daerah Baru Jadi Penentu Ekonomi Lokal

Hairul Rizal 27 Nov 2024 Kontan (H)
Momentum Pilkada serentak di 545 daerah, termasuk di provinsi besar seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, membawa harapan untuk penguatan ekonomi nasional, khususnya melalui kepemimpinan daerah yang pro-investasi dan pertumbuhan. Ekonom Yusuf Rendy Manilet dari Core Indonesia menekankan pentingnya kepala daerah yang terpilih untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), menghindari regulasi yang tumpang tindih dengan pusat, serta mendorong kemandirian pendanaan pembangunan.

Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Paramadina, menyoroti perlunya perencanaan kebijakan yang matang, efisien, dan tidak boros. Ia juga menekankan pentingnya kepala daerah memprioritaskan kepentingan publik, menjalin kerja sama antardaerah, serta menghindari nepotisme dan korupsi.

Dari perspektif makroekonomi, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, Rizal Taufikurahman, menghitung kontribusi pilkada terhadap PDB sebesar 0,211%, dengan catatan anggaran Rp 37,52 triliun digunakan secara efektif, terutama untuk sektor jasa seperti percetakan, iklan, makanan, dan logistik. Namun, Rizal menilai respons sektor-sektor ini masih kurang optimal.

Pilkada memberikan peluang bagi daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dipimpin oleh kepala daerah yang fokus pada pembangunan strategis dan berorientasi pada kepentingan publik.

Waspada Lonjakan Utang Jika Pajak Tak Maksimal

Hairul Rizal 27 Nov 2024 Kontan
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mengingatkan risiko peningkatan utang pemerintah Indonesia jika target kenaikan tax ratio yang dicanangkan Presiden Prabowo gagal tercapai. Target tax ratio sebesar 23% dari PDB pada 2025–2029 diperlukan untuk mendukung program-program populis, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari 5% menjadi 7%.

OECD memprediksi kegagalan menaikkan tax ratio akan menyebabkan lonjakan rasio utang terhadap PDB, dari 38,55% pada 2024 menjadi 44,55% pada 2045. Hal ini berisiko mengurangi minat investasi karena kekhawatiran terkait kondisi fiskal Indonesia. Oleh karena itu, OECD menekankan pentingnya pemerintah menjaga batas utang publik dan defisit fiskal sambil meningkatkan tax ratio serta pertumbuhan ekonomi.

Menurut Badiul Hadi dari Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), mencapai target tax ratio 23% adalah tantangan besar karena saat ini hanya berada di kisaran 9%-11%. Ia menilai diperlukan reformasi struktural yang konsisten, ekstensifikasi pajak pada sektor digital dan sumber daya alam (SDA), serta intensifikasi melalui penyederhanaan administrasi dan pengawasan penghindaran pajak.

Laporan IMF turut memproyeksikan rasio utang Indonesia akan mencapai puncaknya pada 2025 sebesar 40,7% dari PDB, lalu menurun secara bertahap hingga 39,6% pada 2029, dengan asumsi adanya pengelolaan fiskal yang disiplin. Sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan stabilitas politik juga diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik serta meningkatkan kepatuhan pajak. 

IPO dan Saham PUPS AADI: Potensi atau Risiko?

Hairul Rizal 27 Nov 2024 Kontan
IPO PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menawarkan dua opsi menarik bagi pemegang saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO): (1) berpartisipasi dalam Penawaran Umum Pemegang Saham (PUPS) AADI atau (2) hanya menikmati dividen. Pemegang saham ADRO berpotensi menerima dividen sebesar US$ 2,62 miliar (sekitar Rp 1.335 per saham) dan dapat membeli saham AADI melalui skema PUPS dengan rasio 100:23.

Hendriko Gani, Investment Analyst Stockbit Sekuritas, menjelaskan tiga skenario bagi AADI dan ADRO, Skenario dasar terdiri dari PE AADI diproyeksikan 5 kali di harga Rp 10.900, sementara ADRO mencapai 6,6 kali di Rp 1.900, Skenario bullish terdiri dari PE AADI naik menjadi 5 kali, sementara ADRO mencapai 8,9 kali di Rp 2.850, Skenario bearish terdiri dari PE ADRO turun ke 3,8 kali di harga Rp 1.110.

Hendriko menegaskan, investor ADRO yang hanya menerima dividen tanpa berpartisipasi dalam PUPS AADI berpotensi menghadapi penurunan harga saham ADRO tanpa mendapat keuntungan dari kenaikan harga AADI.

Sukarno Alatas, Head of Research Kiwoom Sekuritas, melihat peluang kenaikan harga saham AADI usai IPO. Investor yang membeli saham AADI melalui PUPS cenderung mendapatkan volume lebih besar, meskipun ada risiko penurunan harga ADRO setelah cum date dividen.

Indri Liftiany, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, menilai saham AADI berpotensi tinggi diminati pasar, meskipun ada risiko odd lot (jumlah saham kecil) sulit dijual. Ia juga mencatat kemungkinan penurunan laba ADRO pasca-spin-off AADI, yang akan memengaruhi pembagian dividen di masa depan.

Opsi berpartisipasi dalam PUPS AADI dianggap lebih menarik karena potensi kenaikan harga saham AADI, tetapi investor perlu mempertimbangkan risiko penurunan harga saham ADRO.

Dorongan Orang Dalam Topang Kinerja Saham

Hairul Rizal 27 Nov 2024 Kontan
Aksi akumulasi saham oleh "orang dalam" emiten, seperti direksi, komisaris, dan pemegang saham pengendali, ramai terjadi di tengah kondisi pasar yang tertekan. Misalnya, jajaran direksi dan komisaris PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) serta PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) membeli saham perusahaan mereka. Selain itu, konglomerat Prajogo Pangestu meningkatkan kepemilikan saham di PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrosea Tbk (PTRO).

Menurut Hendra Wardana, Founder Stocknow.id, aksi pembelian saham oleh orang dalam sering kali menjadi sinyal kepercayaan terhadap valuasi perusahaan yang dianggap murah dan prospek jangka panjang yang menjanjikan, terutama di tengah ketidakpastian pasar. Praktisi pasar modal Agus Pramono menambahkan bahwa pembelian saham ini menunjukkan keyakinan terhadap kinerja fundamental perusahaan, terlepas dari gejolak pasar.

Fendi Susiyanto, Founder & CEO Finvesol Consulting, menjelaskan bahwa kondisi pasar yang tertekan memberi momentum bagi orang dalam untuk melakukan akumulasi, yang sekaligus menunjukkan komitmen mereka terhadap pengelolaan perusahaan. Daniel Agustinus, Certified Elliott Wave Analyst, menyoroti pentingnya sosok yang melakukan aksi tersebut, karena reputasi mereka dapat mempengaruhi sentimen pasar.

Namun, Daniel mengingatkan agar investor tidak serta-merta mengikuti langkah manajemen tanpa menganalisis fundamental perusahaan. Pendapat ini didukung oleh Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, yang menegaskan bahwa setiap investor harus menyesuaikan strategi investasi dengan profil risiko dan target masing-masing.

Sebagai rekomendasi, Hendra menyarankan speculative buy untuk saham BREN dengan target harga Rp 7.600, serta trading buy untuk saham BMRI dan JSMR dengan target harga masing-masing Rp 6.800 dan Rp 4.800.

Persiapan BPR Penuhi Ketentuan Modal Baru

Hairul Rizal 27 Nov 2024 Kontan
Batas waktu pemenuhan modal inti minimum sebesar Rp 6 miliar bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) konvensional dan syariah akan berakhir pada 31 Desember 2024, sesuai dengan POJK Nomor 5 Tahun 2015. Hingga kini, dari total 1.377 BPR yang terdaftar, beberapa di antaranya menghadapi kendala dalam memenuhi ketentuan tersebut, meskipun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mendorong proses konsolidasi, termasuk merger bagi BPR dengan pemegang saham yang sama.

Ketua Umum DPP Perbarindo, Tedy Alamsyah, menyatakan bahwa proses pemenuhan modal inti berjalan lambat, terutama karena dampak pandemi Covid-19 yang masih memengaruhi pertumbuhan laba BPR. Tedy berharap BPR yang belum memenuhi ketentuan tetap diberikan kesempatan beroperasi, selama kondisi keuangannya sehat, dengan lingkup kegiatan yang disesuaikan dengan kapasitas modal yang dimiliki.

Ketua Umum Kompartemen BPR Syariah (BPRS) Asbisindo, Cahyo Kartiko, juga mengungkapkan bahwa beberapa BPR syariah mungkin akan mengembalikan izin operasionalnya ke OJK karena tantangan persaingan, terutama dari lembaga keuangan berbasis digital.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa hingga kuartal III-2024, 53 BPR telah menyelesaikan konsolidasi menjadi 17 unit. Selain itu, 13 BPR telah mendapat persetujuan merger menjadi 5 unit, sementara 75 BPR lainnya sedang dalam proses penggabungan menjadi 26 unit. Proses konsolidasi diharapkan dapat membantu BPR memenuhi persyaratan modal inti dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri keuangan yang ketat.

Fintech Terkepung oleh Ketatnya Likuiditas

Hairul Rizal 27 Nov 2024 Kontan
Industri fintech peer-to-peer lending menghadapi tantangan pengetatan likuiditas, terutama karena rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menurunkan bunga maksimal pinjaman konsumtif dari 0,3% menjadi 0,2% per hari mulai awal tahun depan. Penurunan bunga ini dapat mengurangi margin keuntungan perusahaan fintech dan berdampak pada likuiditas mereka.

Nucky Poedjiardjo, Direktur Utama Easycash, berharap kebijakan bunga harian 0,3% dipertahankan hingga 2025 untuk menjaga likuiditas pinjaman bagi masyarakat unbanked dan underbanked. Menurutnya, kebijakan ini perlu dievaluasi mengingat kondisi makroekonomi global yang belum stabil.

Senada, Indra Suryawan, Direktur Marketing Maucash, menilai bahwa penurunan bunga maksimal akan lebih berdampak pada retail lender dibandingkan superlender seperti bank, yang saat ini semakin aktif bermitra dengan fintech dalam menyalurkan pinjaman secara channeling.

Di sisi lain, Ivan Tambunan, CEO Akseleran, menekankan pentingnya penguatan fundamental dan mitigasi risiko untuk menjaga minat lender dan mendorong kesehatan keuangan. Berkat strategi ini, Akseleran berhasil mencatat laba sejak Januari 2024.

Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital Celios, menambahkan bahwa kepercayaan dan minat lender memainkan peran penting dalam menjaga likuiditas fintech lending. Ketidakpastian ini, jika tidak dikelola dengan baik, dapat memengaruhi volume pinjaman yang disalurkan ke masyarakat.

ITMG Fokus Pacu Penjualan Batu Bara

Hairul Rizal 27 Nov 2024 Kontan
PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menargetkan volume penjualan batubara sebesar 24,2 juta-24,5 juta ton pada tahun 2024, meningkat 17,22% dibandingkan capaian 20,9 juta ton pada tahun 2023. Hingga sembilan bulan pertama tahun ini, ITMG telah menjual 17,1 juta ton batubara, naik 11,76% dari periode yang sama tahun lalu.

Namun, Yulius Kurniawan Gozali, Direktur Komunikasi Korporat ITMG, menyebutkan bahwa pendapatan perusahaan menurun akibat penurunan harga rata-rata penjualan batubara (Average Selling Price/ASP) sebesar 19,32% secara tahunan (yoy), dari US$ 119 per ton menjadi US$ 96 per ton. Hal ini menyebabkan laba bersih perseroan pada kuartal III-2024 turun 32,72% yoy menjadi US$ 273 juta. Meskipun demikian, margin laba bersih pada kuartal III-2024 meningkat menjadi 24% dibandingkan 19% pada periode yang sama tahun lalu.

ITMG menargetkan laba bersih tahun 2024 sebesar US$ 354 juta, meski realisasinya masih bergantung pada berbagai faktor seperti volume penjualan, harga komoditas, dan efisiensi biaya. Untuk mencapai target, ITMG fokus pada optimalisasi produksi dan pengendalian biaya, terutama di tengah tren harga batubara yang fluktuatif.

ITMG saat ini memiliki cadangan batubara sebesar 1,3 miliar ton dan berencana memanfaatkan sumber daya ini secara maksimal sambil menjalankan efisiensi operasional. Penurunan harga batubara di pasar ekspor pada tahun 2023 menyebabkan laba bersih ITMG turun signifikan sebesar 58,30%, dari US$ 1,2 miliar pada 2022 menjadi US$ 500,33 juta pada 2023.

Menurut Yulius, dinamika pasar dan harga batubara yang tidak dapat diprediksi menuntut perusahaan untuk terus menerapkan manajemen kas yang hati-hati serta strategi efisiensi untuk menjaga keberlanjutan operasional.

Memanggungkan Kuliner Kampung lewat Bank Jateng Pawone

Yoga 27 Nov 2024 Kompas (H)

Bank Jateng Semarang, rangkaian lomba lari Bank Jateng Borobudur Marathon 2024. Pelari dari sejumlah kota mengikuti kegiatan itu. Borobudur Marathon merupakan lomba lari yang digelar atas kerja sama Pemprov Jateng, Bank Jateng, harian Kompas, dan Yayasan Borobudur Marathon. Mengambil tema ”Run On, Mark It”, lomba yang bakal diikuti 10.500 pelari ini digelar pada Minggu (1/12). Dalam ajang ini, penyelenggara juga melibatkan pelaku UMKM setempat, termasuk Farida, melalui program Bank Jateng Pawone. Ini pertama kali Farida ikut acara di luar Magelang dan berskala besar seperti Borobudur Marathon. Setahun berjalan, usahanya meluas dengan sistem menitipkan ke warung-warung. Produksinya melonjak dari puluhan menjadi ratusan getuk per hari. Getuk itu pun telah dijual ke Magelang, Yogyakarta, hingga daerah lain. Ida kini tidak lagi menjahit. Penjualan getuk Rp 1.500 per buah lebih baik dari menjahit. Suami dan anaknya pun ikut membantunya. Ia optimistis produknya bisa berkembang saat ikut Bank Jateng Pawone. ”Kami didampingi chef profesional. Program ini juga tambah ilmu dan teman,” ujarnya.

Kebanggaan juga dirasakan Yohanes COS (61) dan istrinya, Anastasya Nunung (56), pemilik UMKM Gandem Marem dengan produk wedang uwuh serta wedang jahe. ”Saya sudah woro-woro ke teman supaya datang ke Borobudur Marathon. Ada produk saya. Program ini bagus karena mau turun ke bawah. Jadi, enggak mesti kafe atau restoran besar yang lolos. Industri rumahan seperti kami pun bisa ikut,” ucap Nunung, yang ruang tamunya jadi etalase produk. Nunung dan suaminya merintis usaha sejak 2018 karena tertarik dengan minuman berbahan rempah. Butuh satu tahun untuk menemukan resep pas untuk wedang uwuh yang terdiri atas 10 bahan, dari daun pala, daun cengkeh, kayu manis, kapulaga, jahe, hingga kayu secang. Saat pandemi Covid-19 merebak pada 2020, produknya laris manis. Saking banyaknya pesanan, mereka sampai kehabisan bahan. Yohanes mengakui, penjualan produknya menurun setelah pandemi. Itu sebabnya, ketika dinyatakan masuk program Bank Jateng Pawone, ia bersyukur. Mereka dapat ilmu baru soal manajemen penjualan. (Yoga)


Partisipasi yang Setara dan Penuh dari Seluruh Masyarakat, Termasuk Perempuan, Menjadi Kunci Kesejahteraan

Yoga 27 Nov 2024 Kompas

Hampir setengah dari penduduk kita perempuan dan 70 % berada pada usia kerja. Pemberdayaan potensi perempuan secara maksimal akan membawa dampak positif yang besar bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, perempuan harus berada dalam ruang pengambilan keputusan; memiliki akses untuk terlibat; ikut dalam perencanaan sampai pelaksanaan kebijakan, program, dan anggaran; serta melakukan kontrol terhadap implementasinya. Harapan ini disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi pada CEO Insight: Women’s Leader Discussion ”Menuju Kesetaraan Jender yang Inklusif dan Berkelanjutan: Membangun Kebijakan Berbasis ESG untuk Pemberdayaan Perempuan”, di Jakarta, Selasa (26/11).

CEO Insight yang merupakan kerja sama harian Kompas dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) itu menghadirkan pembicara Dirut PLN Enjiniring, Chairani Rachmatullah, VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati, Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Sosial dan Budaya Kementerian PPPA, Eko Novi Ariyanti Rahayu Damayanti, dan Partner Skystar Capital, Geraldine Oetama. ”Pimpinan perusahaan perlu memperhatikan hal-hal yang menghalangi promosi perempuan di perusahaan, khususnya akses perempuan untuk masuk dalam posisi tingkat senior di perusahaan,” kata Arifatul. Agar perempuan bisa sampai pada posisi pemimpin, perusahaan harus memiliki kebijakan perekrutan dan promosi yang memastikan bahwa perempuan yang memenuhi syarat memiliki kesempatan untuk duduk dalam posisi tingkat senior di organisasi.

Arifatul berharap perusahaan hendaknya memberi kesempatan perempuan untuk meniti kariernya serta mendampingi perempuan agar sukses dalam karier dan keluarga. ”Karena ketika perusahaan memberikan kesempatan bagi perempuanuntuknaik ke posisi kepemimpinan, ini merupakan langkah strategis dan humanis untuk memajukan organisasinya,” katanya. Arifatul menegaskan, partisipasi yang setara dan penuh dari seluruh masyarakat, termasuk perempuan, menjadi kunci kesejahteraan suatu bangsa. ”Kesetaraan bagi perempuan harus bisa diterima dan dirasakan secara merata oleh seluruh perempuan Indonesia,” ujarnya. (Yoga)


Pilihan Editor