UU HPP Belum Sentuh Tiga Jenis Pajak
Transformasi Subsidi Energi Berdampak pada Masyarakat Ekonomi Kelas Menengah Berpenghasilan Rendah
Transformasi subsidi energi berdampak pada masyarakat ekonomi kelas menengah berpenghasilan rendah. Kelompok masyarakat tidak masuk dalam data, penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Pun tiada instrumen dari pemerintah yang menyokong pemenuhan kebutuhan seiring dengan penyesuaian harga energi. Harga energi akan mengalami penyesuaian seiring dengan langkah pemerintah melakukan transformasi subsidi. Kebijakan pemerintah ini berdampak positif dalam mencegah kebocoran anggaran. Artiannya anggaran subsidi lebih tepat sasaran. Ada tiga skema transformasi subsidi energi yang digodok oleh pemerintah.
Skema pertama dengan mengalihkan mekanisme subsidi tidak langsung menjadi subsidi langsung. Artiannya subsidi diberikan langsung kepada yang berhak dengan pola seperti pembagian BLT. Dengan mekanisme ini maka fasilitas umum seperti rumah sakit dan rumah ibadah masih mendapatkan subsidi listrik. Begitu pula dengan kendaraan umum yang masih mendapatkan subsidi BBM. Sedangkan skema terakhir yakni tetap menggunakan mekanisme subsidi tidak langsung namun pemerintah menentukan siapa yang berhak. Formulasi ini sudah digagas sejak era pemerintahan Joko Widodo melalui revisi Peraturan Presiden Nomor 119 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM. (Yetede)
IPO Jumbo Bertebaran di Penghujung 2024
Menekan Kredit Bermasalah di Akhir Tahun Ini Bisa Tumbuh Berkelanjutan
Perbankan nasional cukup percaya diri (pede) kinerja di akhir tahun ini bisa tumbuh berkelanjutan. Salah satu yang difokuskan adalah menjaga kualitas kredit terus membaik dari tahun ke tahun. Seiring dengan penyaluran kredit yang diperkirakan meningkat, bank berusaha untuk melakukan monitoring dan penagihan nasabah kredit bermasalah, Selain itu, bank juga melakukan hapus buku untuk menekan peningkatan rasio kredit bermasakah (non performing loan/NPL). Seperti yang tercermin dari survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) triwulan IV-2024. NPL, gross perbankan berada di levek 2,43%, kemudian membaik pada Desember 2023 ke 2,19%.
Diharapkan, pada Desember 2024 NPL juga terus ditekankan perbankan. Namun demikian, masih terdapat potensi peningktaan NPL yang berasal dari pemburukan kredit restrukturisasi kolektibilitas 1 dan kredit kolektibilitas 2, seiring dengan menurunnya kondisi debitur dikarenakan perekonomian yang belum stabil. Seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) yang pede NPL di akhir September 2024, tercatat NPL gros BRI di level 2,9%, angka ini membaik dibandingkan dengan September 2023 di level 3,07%. BRI juga tetap menjaga NPL coverage di level 215,4% pada kuartal III-2024. (Yetede)
Nilai Transaksi Aset Kripto Melesat Tahun Ini
Pemerintah Akan Turunkan Harga Tiket Pesawat Domestik 10% untuk Libur Nataru
Maruarar Kembali Minta BTN jadi Bank Perumahan
Zulhas Sebut Presiden Prabowo Sepakat Bahas Status Kelembagaan Bulog
Mengatasi Dampak Fluktuasi Nilai Tukar
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memberikan dampak yang signifikan terhadap pasar saham dan berpotensi menggerus kinerja sejumlah emiten, terutama yang bergantung pada bahan baku impor. Sektor-sektor seperti farmasi, industri kimia, dan konsumer sangat sensitif terhadap volatilitas nilai tukar, yang bisa meningkatkan biaya operasional mereka. Namun, emiten dengan orientasi ekspor, seperti PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG), berpotensi memperoleh keuntungan dari pelemahan rupiah karena harga jual produk mereka, seperti CPO, seringkali dipengaruhi oleh kurs dolar AS.
Menurut Suryandi, Director of HR & Corporate Affairs PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), meskipun perusahaan mereka mengimpor beberapa bahan baku, dampak pelemahan rupiah terhadap kinerja TPIA tidak terlalu signifikan. Yang lebih penting adalah pengendalian impor, karena pasokan produk petrokimia di pasar sudah banyak dijajah oleh barang impor, terutama dari China. Di sisi lain, Joni Tjeng, Corporate Secretary TAPG, menjelaskan bahwa meski harga CPO dipengaruhi oleh nilai tukar dolar AS, harga CPO global saat ini masih berada pada level yang baik, dan perusahaan mereka sudah melakukan pinjaman dalam satuan rupiah, sehingga terhindar dari risiko fluktuasi kurs.
Para analis juga mencatat bahwa meskipun pelemahan rupiah memberi dampak negatif pada sektor yang bergantung pada impor, dampak ini bisa diimbangi jika perusahaan dapat meningkatkan penjualannya. Abdul Azis Setyo Wibowo, analis dari Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai bahwa penjualan yang tumbuh dapat mengurangi efek negatif pelemahan rupiah pada sektor farmasi dan konsumer.
Secara keseluruhan, pelemahan rupiah yang dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama kebijakan ekonomi Presiden AS Donald Trump, membawa sentimen negatif bagi beberapa sektor, terutama sektor yang membutuhkan arus modal asing dan perusahaan dengan orientasi impor. Namun, sektor ekspor dan perusahaan yang telah mengatur manajemen keuangan dengan bijak, seperti TAPG dan TPIA, dapat mengurangi dampak tersebut.
Pragmatisme dalam Demokrasi Daerah
Pilkada 2024 yang akan berlangsung di seluruh Indonesia pada Rabu, 27 November 2024, merupakan ajang demokrasi yang sangat dinantikan oleh masyarakat. Pilkada ini akan memilih kepala daerah, termasuk gubernur, bupati, dan wali kota, di 38 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota. Pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan secara serentak ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian lokal, terutama melalui sektor UMKM, transportasi, perhotelan, percetakan, dan hiburan yang akan mendapatkan dorongan dari kegiatan kampanye dan peredaran uang yang meningkat.
Namun, meskipun dampak Pilkada terhadap ekonomi nasional tidak terlalu signifikan, kegiatan ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan sementara dan permintaan tambahan yang dapat menggerakkan ekonomi daerah secara temporer. Bagi dunia usaha, Pilkada telah menjadi rutinitas yang dapat dipahami, dan para pengusaha berharap agar kepala daerah terpilih dapat menciptakan lingkungan usaha yang kondusif serta mendorong investasi dengan kebijakan yang ramah bagi dunia usaha.
Namun, ada kekhawatiran bahwa perubahan kebijakan sepihak yang populis dan jangka pendek oleh kepala daerah bisa menghambat implementasi kebijakan pembangunan yang lebih panjang dan terkoordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Oleh karena itu, pemimpin daerah yang terpilih diharapkan untuk lebih fokus pada peningkatan pelayanan publik dan perizinan berusaha, serta memastikan bahwa kebijakan yang diambil bermanfaat bagi kepentingan masyarakat, bukan hanya untuk meningkatkan elektabilitas.
Pada akhirnya, masyarakat diharapkan dapat menyalurkan hak pilihnya dengan bijak dalam suasana yang aman, damai, dan tertib, demi kemajuan dan kemakmuran daerah. Pemerintah dan dunia usaha berharap agar Pilkada 2024 dapat menghasilkan pemimpin yang berkomitmen untuk mewujudkan keberlanjutan pembangunan dan mendukung dunia usaha dengan kebijakan yang jelas dan stabil.









