Agustina Widayati Membawa Gerabah Pundong Menembus Pasar Export
Agustina Widayati (40) hanya lulusan SMA. Namun, kreativitas dan semangat ingin maju membuat perempuan asal Kecamatan Pundong, Bantul, DI Yogyakarta, ini bisa membawa kerajinan gerabahnya menembus pasar ekspor ke sejumlah negara. Bersama sang suami, Parjono (50), Agustina merintis usaha kerajinan gerabah atau keramik di Desa Srihardono, Pundong, pada 2003. Usaha yang diberi nama Parjono Keramik Jaya (PKJ) itu betul-betul dimulai dari nol. ”Awalnya kami memproduksi gerabah yang sangat standar, yakni gerabah yang habis dibakar kemudian dijual, tanpa dicat atau diproses. Istilahnya gerabah merahan,” kata Agustina di rumah sekaligus tempat usahanya, Senin (25/11).
Sebelum merintis usaha itu, sang suami telah memiliki bekal keterampilan dari pekerjaannya sebagai desainer di tempat usaha kerajinan gerabah serupa di Pundong. Kecamatan itu dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan gerabah di DIY, bersama Kasongan yang juga telah melegenda. ”Setelah menikah, suami membuat usaha gerabah sendiri karena kalau ikut kerja dengan orang terus penghasilannya tak bisa menghidupi keluarga secara layak,” ujar Agustina. Parjono mengurus produksi, Agustina menangani pemasaran dan desain. Dari produksi gerabah sederhana itu, keduanya terus meningkatkan keterampilan dan kualitas produk dengan memakai bahan baku tanah liat terbaik dari Kasongan berciri khas warna terakota. Selain itu, variasi jenis produk dan modelnya juga terus dia kembangkan.
Agustina rajin mengikuti tren gerabah terkini lewat berbagai pelatihan, pameran, ataupun sumber-sumber lain. Kini, jenis produk yang dibuat PKJ di antaranya mencakup guci, vas, kap lampu, tempat lilin, hingga mangkuk buah. Kapasitas produksinya mencapai 2.000 buah gerabah per bulan. Pada 2015, Agustina menyewa lahan di depan rumahnya untuk gudang produksi untuk memperluas pemasaran dan meraih kepercayaan sejumlah vendor di Yogyakarta, yang membeli dalam skala besar gerabah dari perajin kemudian mengekspornya. Agustina mengombinasikan gerabah dengan anyaman rotan. Metode tersebut dipakainya sejak 2018 dan menjadi salah satu spesialisasi PKJ. Selain itu, dia mengembangkan desain gerabah dengan cat bakar sehingga memunculkan tekstur permukaan yang unik, membuat gerabah memiliki tampilan rustik atau seperti fosil.
Pada 2018, Agustina mendapat penghargaan Satu Indonesia Awards tingkat Provinsi DIY dari Astra, karena dia juga mempekerjakan penyandang disabilitas dalam usahanya. Agustina mengikuti berbagai pelatihan untuk mempelajari seluk-beluk proses ekspor. Peluang muncul saat mengikuti pameran Indonesia International Furniture Expo (Ifex) di Jakarta pada 2023. ”Waktu itu produk saya diminati calon pembeli dari Yunani, Mauritius, dan Dubai (UEA). Yang pertama pesan pembeli dari Yunani sebanyak 1.000 vas yang diekspor Agustus 2023. Menyusul pesanan dari Mauritius,” katanya. Pasar ekspor berikutnya dia dapatkan saat mengikuti Jogjakarta International Furniture and Craft Fair (Jiffina) 2024. Waktu itu, dua calon pembeli dari Perancis dating langsung ke rumah dan tempat produksinya. Menurut Agustina, penghasilan dari ekspor langsung lebih tinggi ketimbang menjual ke vendor. (Yoga)
Waspadai Dampak Kenaikan PPN
Jamsostek di Indonesia Masih Bias Terhadap Pekerja Formal Dinilai Ikut Andil Terhadap Kondisi Produktivitas Pekerja Yang Rendah
PT Petrosean Tbk Meraih Dua Penghargaan dalam Acara Investor Daily ESG Appreciation Night
Kadin Optimis Dapat Pertumbuhan Ekonomi Capai 8%
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 8%. Untuk itu, White Paper atau arah pembangunan bidang ekonomis tahun 2024-2029 diluncurkan. Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menerangkan, Kadin Indonesia adalah mitra strategis Pemerintah dalam membangun ekonomi Indonesia lima tahun ke depan. Dunia usaha nasional optimis dengan target yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto tersebut. "Kuncinya adalah kolaborasi dan aligment antara Pemerintah dan dunia usaha. Kadin Indonesia memainkan peran sebagai enabler yang menjembatani kedua belah pihak," ucap dia.
Arsjad mengatakan, dukemen White Paper ini secara rinci menjelaskan inisiatif/isu terkini disertai dengan inisitif utama (bold moves) yang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Dia klaim White Paper relevan dengan kondisi Indonesia untuk lima tahun ke depan. Arsjad menjelaskan, White Paper itu menjadi panduan sinergi dunia usaha dan pemerintah untuk membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dokumen ini menerjemahkan visi Asta Cita Presiden Prabowo ke dalam langkah konkret dan memberi fokus lebih mendetail pada sektor kunci pertumbuhan, seperti digitalisasi, industri, energi, dan UMKM. (Yetede)
Dipastikan Harga Tiket Pesawat Turun 10%
Pemerintah mengumumkan penurunan tarif tiket pesawat hingga 10% selama periode Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Penurunan tersebut telah memperhitungkan sejumlah komponen tarif yang ada pada harga tiket pesawat. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan penurunan tarif tiket pesawat tersebut memperhitungkan komponen tarif yang ada pada harga tiket pesawat. "Selama dua minggu terakhir kami bekerja memang tidak selalu dibuka ke umum tapi yang jelas kami berupaya, terutama menjelang momen puncak Nataru.
Dari semua elemen meliputi biaya dan jasa bandar udara, avtur, fuel surcharge, maka bisa dikurangi harga tiket itu kurang dari 10% dari harga biasanya secara nasional," kata AHY. Ia menuturkan, elemen pada komponen tarif tersebut telah melibatkan sehingga dampaknya bisa lebih dijangkau masyarakat. "Jadi Pak Menhub, bersama stakeholder lainnya, termasuk bagaimana maskapai BUMN, ini juga sama-sama menyadari pentingnya penurunan harga tiket untuk membantu masyarakat kita dan juga menggerakkan ekonomi termasuk pariwisata," pungkasnya. (Yetede)









