;

Jamsostek di Indonesia Masih Bias Terhadap Pekerja Formal Dinilai Ikut Andil Terhadap Kondisi Produktivitas Pekerja Yang Rendah

Jamsostek di Indonesia Masih Bias Terhadap Pekerja Formal Dinilai Ikut Andil Terhadap Kondisi Produktivitas Pekerja Yang Rendah
Sistem Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) di Indonesia yang masih bias terhadap pekerja formal dinilai ikut andil terhadap kondisi produktivitas pekerja yang rendah. Padahal, produktivitas itu menjadi kunci agar Indonesia bisa memanfaatkan bonus demografi, sehingga mampu lepas dari jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap) sebagai isyarat untuk menggapai status negara kaya atau Indonesia Emas pada 2045. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, lapangan kerja di sektor  informal tercatat masih sangat tinggi yaitu mencapai 57,95%. Bahkan,  menurut Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Faakultas dan Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), jumlah pekerja informal cenderung lebih tinggi pada kelompok eksonomi yang lebih lemah yaitu 68,2% pada kelompok miskin, 62,5% pada kelompok rentan, dan 54,2% pada calon kelas menengah.  Karena itu, perluasan kepesertaaan jaminan sosial merupakan kunci bagi terciptanya kesetaraan dan kesejahteraan serta bakal mendorong produktivitas pekerja di Tanah Air. Skema penerimaaan bantuan iuran (PBI) untuk jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKm) bagi pekerja miskin dan rentan dinilai bisa menjadi awal untuk perluasaan kepersertaan jaminan sosial ketenagakerjaan. Apalagi skema ini telah diterapkan di BPJS Kesehatan dan dirasakan menfaatnya. (Yetede)
Tags :
#Nasional
Download Aplikasi Labirin :