;

Fintech Terkepung oleh Ketatnya Likuiditas

Ekonomi Hairul Rizal 27 Nov 2024 Kontan
Fintech Terkepung oleh Ketatnya Likuiditas
Industri fintech peer-to-peer lending menghadapi tantangan pengetatan likuiditas, terutama karena rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menurunkan bunga maksimal pinjaman konsumtif dari 0,3% menjadi 0,2% per hari mulai awal tahun depan. Penurunan bunga ini dapat mengurangi margin keuntungan perusahaan fintech dan berdampak pada likuiditas mereka.

Nucky Poedjiardjo, Direktur Utama Easycash, berharap kebijakan bunga harian 0,3% dipertahankan hingga 2025 untuk menjaga likuiditas pinjaman bagi masyarakat unbanked dan underbanked. Menurutnya, kebijakan ini perlu dievaluasi mengingat kondisi makroekonomi global yang belum stabil.

Senada, Indra Suryawan, Direktur Marketing Maucash, menilai bahwa penurunan bunga maksimal akan lebih berdampak pada retail lender dibandingkan superlender seperti bank, yang saat ini semakin aktif bermitra dengan fintech dalam menyalurkan pinjaman secara channeling.

Di sisi lain, Ivan Tambunan, CEO Akseleran, menekankan pentingnya penguatan fundamental dan mitigasi risiko untuk menjaga minat lender dan mendorong kesehatan keuangan. Berkat strategi ini, Akseleran berhasil mencatat laba sejak Januari 2024.

Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital Celios, menambahkan bahwa kepercayaan dan minat lender memainkan peran penting dalam menjaga likuiditas fintech lending. Ketidakpastian ini, jika tidak dikelola dengan baik, dapat memengaruhi volume pinjaman yang disalurkan ke masyarakat.
Download Aplikasi Labirin :