Sekoah Rakyat Direncanakan Dimulai pada 14 Juli 2025 di 100 Titik Lokasi
Akhir 2025, Tanggul Rob Muara Angke Ditargetkan Selesai
Pemprov Daerah Khusus Jakarta tengah membangun tanggul mitigasi rob sepanjang 1,4 km di Muara Angke, Pluit, Jakut. Tanggul itu semula sudah terbangun setinggi 1,1 meter kemudian ditambah 2,5 meter tinggiannya guna meredam ketinggian air laut yang mencapai 1,8 meter. Tanggul dengan ketinggian 3,6 meter tersebut merupakan program pengendalian banjir jangka menengah dan ditargetkan tuntas pada Desember 2025. Alokasi anggarannya Rp 52 miliar. Gubernur Jakarta, Pramono Anung meninjau pembangunan tanggul mitigasi rob tersebut pada Kamis (12/6). Tanggul ini melengkapi program pengendalian banjir jangka panjang, yakni pembangunan tanggul pengaman pantai atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). NCICD juga kerap disebut tanggul laut raksasa atau giant sea wall. Proyeknya dikerjakan Pemprov Jakarta dan pemerintah pusat.
”Tanggulnya dinaikkan (ditambah) 2,5 meter lebih karena sekarang elevasinya (ketinggian air laut) 1,8 meter. Mudah-mudahan selesai Desember,” ujar Pramono. Dinas Sumber Daya Air Jakarta juga akan melanjutkan pembangunan tanggul mitigasi rob sepanjang 1 km pada tahun 2025. Dengan begitu, secara keseluruhan, Muara Angke akan dilindungi tanggul sepanjang 2,4 km. Muara Angke termasuk salah satu kawasan langganan rob di pesisir Jakarta. Pemprov Jakarta mencatat terjadi kenaikan frekuensi rob di Jakut dan Kepulauan Seribu, yang biasanya hanya sekali setahun, kini bisa terjadi setiap bulan. Ketinggian air mencapai 1,3 meter. Pramono mewanti-wanti lurah, camat dan pemerintah kota agar memastikan tak ada okupansi hunian baru setelah penataan, karena eksekusi program pengendalian banjir bukan hal mudah. Apalagi, akan berlanjut dengan pembangunan NCICD. (Yoga)
Pemerintah Harus Kaji Ulang Perhitungan Penduduk Miskin
Pemerintah AS Menegaskan Tidak Akan Mengubah Tarif Atas China
Adira Finance Rilis Obligasi dan Sukuk Berkelanjutan
Gaji Hakim Naik Hingga 380% untuk Tingkat Junior
Indonesia Segera Miliki FLNG Terbesar
Penjualan Mobil pada 5 Bulan Ini Masih Lesu
Ekspor Alas kaki naik 13,80% Tahun Ini
Sektor Tambang Hadapi Banyak Tantangan Tahun Ini
Meski diterpa tantangan global seperti pembatasan impor oleh China dan penolakan tambang di kawasan konservasi, emiten-emiten sektor pertambangan di Indonesia tetap menunjukkan optimisme dan strategi adaptif untuk mempertahankan kinerja bisnisnya.
Tokoh-tokoh penting dalam artikel ini adalah para direktur utama dari emiten pertambangan besar:
-
Arsal Ismail, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), menyatakan bahwa perusahaan tetap mempertahankan target produksi dan penjualan batu bara sebesar 50 juta metrik ton pada 2025. Untuk mengantisipasi penurunan permintaan dari China, PTBA memperluas pasar ke negara-negara seperti Vietnam, Thailand, Korea, dan Jepang.
-
Arianto Sabtonugroho Rudjito, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), optimistis terhadap penjualan emas tahun ini dan telah menyiapkan anggaran investasi sebesar Rp7 triliun untuk proyek pengembangan, termasuk peningkatan produksi nikel.
-
Restu Widiyantoro, Direktur Utama PT Timah Tbk. (TINS), menekankan perbaikan tata kelola, pengamanan wilayah tambang, serta peningkatan cadangan sebagai strategi menjaga pertumbuhan produksi hingga 12% tahun ini.
-
Herwin Hidayat, Direktur PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS), menyebut rampungnya pabrik heap leach milik anak usaha PT Citra Palu Minerals pada kuartal III/2025 sebagai "game changer". Target produksi emas BRMS tahun ini dipatok 70.000–75.000 troy ounce, naik signifikan dari tahun lalu.
Keseluruhan strategi perusahaan-perusahaan ini menunjukkan bahwa meskipun tekanan jangka pendek tak terelakkan, visi jangka panjang tetap dijaga melalui ekspansi pasar, pembangunan fasilitas pengolahan, serta investasi besar-besaran. Hal ini mencerminkan bahwa sektor pertambangan nasional masih menjadi pilar penting dalam perekonomian Indonesia, selama dijalankan dengan tata kelola yang baik dan adaptif terhadap tantangan global.
Pilihan Editor
-
Tujuh Kantor Pajak Besar Penuhi Target Setoran
14 Dec 2021 -
Rencana Riset dan Inovasi 2022 Disiapkan
14 Dec 2021 -
Berkah Disrupsi Rantai Pasok
14 Dec 2021 -
RUU Perampasan Aset Diusulkan Lagi
14 Dec 2021 -
Menimbang Dua Skema Mata Uang Digital
13 Dec 2021









