Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penentu Pulihnya Ekonomi
Kinerja PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) pada kuartal I-2025 berada di bawah ekspektasi analis, terutama disebabkan oleh lesunya permintaan semen dan efisiensi anggaran pemerintah yang memperlambat realisasi proyek infrastruktur besar seperti IKN. Menurut Miftahul Khaer, analis dari Kiwoom Sekuritas, meskipun volume penjualan INTP menurun, penurunannya masih lebih kecil dibanding industri secara keseluruhan, mencerminkan karakter defensif perusahaan.
Miftahul memproyeksikan kinerja stagnan sepanjang 2025 karena kelebihan pasokan semen di pasar dan outlook ekonomi yang belum membaik. Ia menyarankan investor untuk wait and see, mengingat volatilitas kurs dan harga energi.
Sementara itu, Budi Rustanto dari OCBC Sekuritas lebih optimistis dengan pemulihan terbatas di semester II-2025 seiring stimulus pemerintah seperti program 3 juta rumah rakyat, diskon PPN properti, serta kelanjutan proyek infrastruktur (LRT, MRT, jalan tol). INTP juga diuntungkan oleh permintaan ekspor klinker yang kuat serta harga jual yang lebih baik. Budi tetap merekomendasikan buy saham INTP dengan target harga Rp 6.100 per saham.
Dari sisi strategi jangka panjang, INTP terus mengembangkan energi hijau, seperti penggunaan RDF dan biomassa, serta produk semen ramah lingkungan. Fasilitas biomassa di pabrik Grobogan direncanakan beroperasi kuartal III-2025, dan target penggunaan bahan bakar alternatif ditingkatkan menjadi 42% pada 2030.
Aqil Triyadi dari Panin Sekuritas mencatat bahwa INTP tahun ini lebih fokus pada profitabilitas ketimbang ekspansi pangsa pasar. Ia mencatat market share naik tipis menjadi 30,1% dan menyebut bahwa dividen INTP menurun menjadi 16% dari sebelumnya 29% karena akuisisi Semen Grobogan dan rencana buyback saham senilai Rp 2,5 triliun hingga 2026. Aqil merekomendasikan hold dengan target harga Rp 5.500.
Kinerja INTP masih menghadapi tekanan dalam jangka pendek, tetapi prospek jangka panjang tetap menjanjikan jika permintaan membaik dan strategi efisiensi serta transisi energi terus dilanjutkan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023