;

Emas Tetap Primadona di Tengah Ketidakpastian

Hairul Rizal 07 Dec 2024 Kontan (H)
Tahun 2025 diproyeksikan menjadi tahun yang penuh tantangan bagi pasar komoditas global, dengan prospek melemahnya harga komoditas secara umum akibat perlambatan ekonomi global, khususnya di Tiongkok. Ibrahim Assuaibi, Direktur Laba Forexindo Berjangka, mengungkapkan bahwa ketegangan geopolitik yang mereda serta pemulihan ekonomi Tiongkok yang belum signifikan menjadi faktor utama pelemahan permintaan, khususnya untuk energi seperti minyak dan batubara. Harga batubara diperkirakan berada di bawah US$ 100 per ton, sementara minyak mentah diproyeksikan di kisaran US$ 50 hingga US$ 80 per barel.

Namun, sentimen positif datang dari tren energi hijau, yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan untuk komoditas seperti nikel dan timah. Lukman Leong, Analis Doo Financial Futures, memproyeksikan harga emas akan tetap kuat sebagai aset safe-haven, dengan potensi mencapai US$ 3.000 per ons troi di 2025, didukung oleh permintaan bank sentral sebagai cadangan devisa.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka, Sutopo Widodo, menegaskan pentingnya diversifikasi investasi untuk mengurangi risiko dalam menghadapi ketidakpastian pasar, terutama yang dipicu oleh kebijakan tarif yang mungkin diimplementasikan oleh pemerintahan Donald Trump. Kebijakan semacam itu dapat memperburuk prospek komoditas melalui potensi perang dagang dan perlambatan ekonomi global.

Investor disarankan untuk memanfaatkan momentum pelemahan harga komoditas untuk strategi buy on weakness di pasar fisik, sembari berfokus pada tren jangka panjang seperti energi terbarukan dan kendaraan listrik yang diprediksi mendukung permintaan logam industri.

Pendanaan 3 Juta Rumah: Optimalkan Sumber Beragam

Hairul Rizal 07 Dec 2024 Kontan
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menghadapi tantangan besar dalam merealisasikan target program 3 juta rumah per tahun, terutama terkait pendanaan. Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan bahwa anggaran yang dimiliki Kementerian PKP saat ini hanya sebesar Rp 5,27 triliun, jauh dari kebutuhan Rp 53,6 triliun. Alokasi ini berasal dari pecahan anggaran Kementerian PUPR yang totalnya mencapai Rp 116,22 triliun untuk 2025. Dengan demikian, terdapat kekurangan anggaran sebesar Rp 48,33 triliun untuk memenuhi target tersebut.

Bonny Z. Minang, anggota Satgas Perumahan, menjelaskan bahwa pembangunan akan difokuskan pada 1 juta unit rumah susun di perkotaan dan 2 juta unit rumah di pedesaan, dengan 26 unit rumah per desa di 75.000 desa. Untuk tahap awal, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 21,6 triliun sebagai cicilan untuk pembangunan rumah di pedesaan. Selain APBN, pendanaan juga direncanakan berasal dari berbagai sumber, seperti BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, dana pensiun, asuransi, dan program TJSL BUMN serta swasta.

Pengamat infrastruktur Nirwono Yoga menyarankan pemerintah memanfaatkan aset daerah dan menggalakkan gotong royong di desa untuk mengatasi kendala anggaran dan lahan. Strategi ini diharapkan membantu pemerintah mencapai target ambisiusnya dalam mengentaskan kemiskinan melalui penyediaan perumahan yang layak.

Ketatnya Likuiditas Membayangi Ekspansi Bisnis

Hairul Rizal 07 Dec 2024 Kontan
Tantangan likuiditas perbankan di tahun 2025 diperkirakan meningkat seiring dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel hingga 42,2% dari tahun sebelumnya, dengan target penerbitan mencapai Rp 140 triliun–Rp 180 triliun. Kondisi ini berpotensi membuat pemerintah dan perbankan bersaing dalam menarik dana masyarakat, yang dapat memperlambat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK).

Royke Tumilaar, Direktur Utama BNI, mengakui bahwa peningkatan penyerapan dana masyarakat ke instrumen SBN dan Bank Indonesia (BI) dapat menyulitkan bank untuk melakukan ekspansi kredit. Ia menekankan perlunya kehati-hatian dalam ekspansi agar sejalan dengan pertumbuhan DPK.

Ita Tetralastwati, SEVP Tresuri BNI, menambahkan bahwa BNI akan menggenjot dana murah melalui layanan digital, optimalisasi produk tabungan, serta memanfaatkan instrumen surat berharga likuid sebagai cadangan likuiditas.

Sementara itu, Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi, menekankan pentingnya kreativitas perbankan dalam mencari sumber likuiditas alternatif. Ia juga melihat bahwa insentif likuiditas makroprudensial dari BI dapat membantu perbankan menjaga stabilitas likuiditas.

Efdinal Alamsyah, Direktur Kepatuhan OK Bank, mengungkapkan bahwa imbal hasil SBN yang tinggi akan menarik banyak dana masyarakat, sehingga bank perlu mengerem ekspansi kredit jika likuiditas tetap ketat. Hal ini bisa memengaruhi kinerja bank secara keseluruhan. Perbankan disarankan untuk mengupayakan berbagai alternatif pendanaan guna mengatasi tantangan tersebut.

Kerugian Asuransi Melonjak akibat Bencana Alam

Hairul Rizal 07 Dec 2024 Kontan

Perusahaan asuransi global diperkirakan akan membayarkan klaim senilai lebih dari US$ 135 miliar atau setara Rp 2,13 kuadriliun sepanjang tahun 2024 akibat bencana alam. Menurut laporan Swiss Re Institut, bencana alam seperti banjir, badai, dan angin topan diperkirakan akan menyebabkan peningkatan kerugian bagi industri asuransi tahun ini sebesar 17% dari tahun sebelumnya. Kerugian yang harus ditanggung perusahaan asuransi itu sekitar 43,5% dari total perkiraan kerugian ekonomi global tahun ini yang disebabkan oleh bencana alam, yakni sebesar US$ 310 miliar. Swiss Re Institute mengatakan, total kerugian ekonomi global itu diprediksi meningkat sebesar 6% dibandingkan tahun lalu karena semakin banyaknya korban perubahan iklim. Selain karena meningkatnya risiko bencana alam, kenaikan kerugian perusahaan asuransi juga didorong kenaikan inflasi hingga kenaikan biaya pembangunan kembali properti. Musibah banjir besar di Eropa dan Timur Tengah mengakibatkan nilai kerugian yang diasuransikan di kawasan itu mendekati US$ 13 miliar. Dari jumlah itu, US$ 10 miliar diatribusi ke Eropa. Dengan meningkatnya risiko bencana alam dan tingkat inflasi, Swiss Re Institute melihat kerugian yang diasuransikan akan terus naik 5%-7% per tahun. Pemanasan global mengakibatkan cuaca ekstrem lebih sering terjadi. Kondisi itu buntut dari suhu tinggi dan efek dari panas ekstra di atmosfer dan laut.

Prospek Cerah di Sektor Batubara

Hairul Rizal 06 Dec 2024 Bisnis Indonesia (H)

Meskipun harga batu bara cenderung turun belakangan ini, prospek bisnis batu bara masih positif, terutama dengan proyeksi kenaikan permintaan pada tahun 2025. Sektor batu bara di Indonesia diprediksi akan tetap tumbuh, didorong oleh tingginya permintaan baik domestik maupun ekspor, khususnya di Asia Tenggara. Beberapa emiten batu bara seperti PT Adaro An-dalan Indonesia (AADI), PT Golden Energy Mines (GEMS), PT Bukit Asam (PTBA), dan PT Bumi Resources (BUMI) menunjukkan optimisme terhadap masa depan industri ini. Julius Aslan, Direktur Utama AADI, menyebutkan bahwa prospek batu bara akan tetap menarik pada 2025, meskipun ada transisi menuju energi terbarukan. Selain itu, kebijakan pemerintah yang mendukung sektor batu bara juga menjadi faktor yang memperkuat optimisme ini. Namun, meskipun ada prediksi penurunan harga batu bara pada 2025, banyak analis dan emiten yang masih optimis dengan potensi arus kas yang kuat dan dividend yield menarik dalam beberapa tahun mendatang. Analis MNC Sekuritas memprediksi harga batu bara akan berada di kisaran US$140 per ton pada 2025, sedangkan Ciptadana Sekuritas meyakini bahwa harga yang tinggi dapat menghasilkan arus kas yang kuat bagi emiten.


Peningkatan Peran Investasi dalam Perekonomian

Hairul Rizal 06 Dec 2024 Bisnis Indonesia

Struktur ekonomi Indonesia bergantung pada empat komponen utama: konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor, dan impor. Hingga kuartal III/2024, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang utama ekonomi, dengan kontribusi mencapai 53,08%. Namun, tekanan terhadap konsumsi rumah tangga meningkat akibat menurunnya daya beli masyarakat, penurunan kelas menengah, serta perubahan dari sektor formal ke informal. Untuk mengatasi hal ini, sektor investasi menjadi komponen penting yang dapat diandalkan. Kontribusi investasi terhadap PDB sedikit meningkat pada kuartal III/2024, mencapai 29,75%. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan P. Roeslani, mengungkapkan bahwa Indonesia tetap menjadi tujuan utama bagi investor asing, dengan potensi investasi yang luas di sektor mineral, perkebunan, perikanan, dan kelautan, yang dapat dimaksimalkan melalui hilirisasi. Namun, tantangan bagi pemerintah adalah mengatasi hambatan yang dapat mengurangi minat investor. Upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk unggulan dan menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda menjadi kunci untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

Stabilisasi Harga Beras untuk Masyarakat

Hairul Rizal 06 Dec 2024 Bisnis Indonesia

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 diprediksi akan berlangsung dengan lebih stabil dari sisi pangan, terutama beras. Harga beras saat ini relatif stabil, dengan harga beras premium dan medium di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) pada berbagai zona. Ketua Umum Perpadi, Sutarto Alimoeso, memprediksi bahwa tidak akan terjadi gejolak harga beras menjelang Nataru, didukung dengan panen di beberapa daerah dan stok beras pemerintah yang cukup. Direktur Supply Chain Perum Bulog, Mokhamad Suyamto, juga memastikan distribusi beras tepat sasaran untuk menjaga kestabilan harga. Selain itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa stok beras mencapai 2 juta ton, yang merupakan yang terbesar dalam lima tahun terakhir, dan Kementan telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung swasembada pangan beras. Program-program optimasi lahan dan perluasan area tanam juga tengah dijalankan untuk memastikan keberlanjutan pasokan beras di masa mendatang.




Mobilitas Nasional Diprediksi Capai 110 Juta Orang

Hairul Rizal 06 Dec 2024 Bisnis Indonesia

Periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru), pergerakan masyarakat diproyeksikan mencapai 110,67 juta orang, mengalami peningkatan sebesar 2,8% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Aan Suhanan, menyebutkan bahwa pergerakan ini terbagi menjadi perjalanan antar-provinsi sebanyak 55,86 juta orang dan dalam provinsi sebanyak 54,81 juta orang. Daerah dengan pergerakan masyarakat tertinggi adalah Jawa Timur, diikuti oleh Jawa Tengah, Jawa Barat, DIY, dan Sumatra Utara. Mobil menjadi moda transportasi yang paling banyak dipilih, diikuti sepeda motor, bus, kereta api, dan pesawat terbang. Korlantas Polri akan fokus pada pengelolaan arus lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan serta memastikan keamanan masyarakat selama perjalanan.


PPN 12% Hanya Menyasar Kelompok Mampu

Hairul Rizal 06 Dec 2024 Kontan (H)
Presiden Prabowo Subianto memastikan kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% akan diberlakukan mulai 1 Januari 2025, sesuai amanat Undang-Undang No. 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Namun, PPN 12% hanya akan dikenakan secara selektif pada barang-barang mewah, seperti kendaraan bermotor, hunian mewah, kapal pesiar, dan barang serupa, sesuai pengaturan dari Kementerian Keuangan.

Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR, menegaskan barang kebutuhan pokok, jasa kesehatan, pendidikan, dan keuangan tetap bebas dari PPN, untuk meringankan beban masyarakat. Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR, menambahkan bahwa kebijakan ini akan membebankan tarif PPN hanya kepada konsumen barang mewah, sehingga tidak langsung memengaruhi kebutuhan dasar.

Namun, Fajry Akbar dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) mengkritik kebijakan ini karena klasifikasi barang mewah yang terkena PPN 12% masih belum jelas. Selain itu, rencana ini berpotensi bertabrakan dengan kebijakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang ingin memberikan insentif PPnBM bagi otomotif. Ia juga mengingatkan bahwa sistem multitarif PPN memerlukan revisi UU HPP agar lebih sinkron dengan kebijakan perpajakan yang ada.

Meski bertujuan meningkatkan pendapatan negara, kebijakan ini berisiko menambah beban bagi masyarakat di tengah pelemahan daya beli. Pemerintah disarankan lebih berhati-hati agar tidak memperburuk kelesuan ekonomi domestik.

Ekonomi Indonesia Masih Tertinggal dari Vietnam

Hairul Rizal 06 Dec 2024 Kontan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diproyeksikan berada di kisaran 5%-5,3%, meskipun dihadapkan pada sejumlah tantangan eksternal seperti perlambatan permintaan global, penurunan harga komoditas, dan ketidakpastian geopolitik. Menurut Enrico Tanuwidjaja, ASEAN Economist UOB Indonesia, perekonomian Indonesia akan tetap bertumbuh positif dengan proyeksi 5,3%, didukung pemulihan perdagangan elektronik, arus investasi asing, dan sektor pariwisata. Namun, pertumbuhan ini masih lebih rendah dibandingkan Vietnam (6,6%) dan Filipina (6,5%).

Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, menyoroti risiko eksternal seperti kebijakan proteksionis AS dan penurunan harga komoditas utama Indonesia, seperti minyak mentah, batubara, dan CPO. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5,15% pada 2025, yang masih akan didorong konsumsi rumah tangga dan investasi.

Kedua ekonom sepakat bahwa pemerintah perlu mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan investor. Hal ini bisa dilakukan melalui kebijakan fiskal yang proaktif, penguatan diversifikasi ekspor, serta upaya menarik investasi asing demi menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Pilihan Editor