Aksi Garuda Menghadapi Nataru
Kisruh Kenaikan Tarif Pajak
Pemerintah Harus Mengkaji Ulang Rencana Menggunakan Saldo JHT
Dampak Kemenangan Trump dan Bagi Perekonomian Indonesia Kedepan
Kasus Pembunuhan Orang Tua oleh Anak
Drama Satu Babak Bubarkan Utusan Presiden Soal Kerukunan
Momentum Kebangkitan Saham BUMN
Meskipun kinerja saham sejumlah emiten BUMN mengalami penurunan sepanjang tahun, ada potensi kebangkitan yang dapat terjadi hingga akhir tahun, didorong oleh sejumlah katalis positif. Sentimen yang dapat menjadi momentum bagi saham BUMN antara lain penggunaan sisa anggaran lebih (SAL) dalam APBN untuk pinjaman BUMN dan pembentukan Danantara, yang diharapkan dapat meningkatkan likuiditas BUMN. Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya, dan Associate Director BUMN Research UI, Toto Pranoto, mendukung kebijakan ini, namun menekankan pentingnya penggunaan SAL untuk kebutuhan modal kerja jangka pendek.
Tantangan tetap ada, terutama dengan arus modal asing yang belum stabil dan kinerja IHSG yang masih tertinggal dibandingkan indeks saham Asia Tenggara. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo, serta ekonom Aviliani menilai bahwa sentimen global dan ketidakpastian geopolitik masih berpengaruh. Namun, dengan adanya Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), kehadiran infrastruktur publik dan jaminan investasi dapat menarik lebih banyak investor.
Pada akhirnya, momentum akhir tahun seperti Santa Claus rally dan window dressing diprediksi akan membantu meningkatkan harga saham BUMN besar. Analis Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan untuk membeli saham BUMN seperti BNI, BBRI, BMRI, TLKM, PGEO, PGAS, dan ANTM, yang diprediksi dapat menunjukkan pertumbuhan seiring dengan kebijakan moneter pro-growth dan pertumbuhan kredit.
Prabowo dan Target Swasembada Pangan Nasional
Presiden Prabowo menargetkan Indonesia akan mencapai swasembada pangan dalam 4-5 tahun dan siap menjadi lumbung pangan dunia. Program utama untuk mencapainya adalah pengembangan food estate yang berfokus pada komoditas seperti padi, jagung, singkong, kedelai, dan tebu dengan penambahan luas panen minimal 4 juta hektar pada 2029. Beberapa kebijakan yang dijanjikan meliputi penyediaan pupuk, benih unggul, pestisida, serta pembangunan infrastruktur pertanian yang lebih baik, dan pemanfaatan teknologi dan inovasi digital dalam pertanian.
Namun, tantangan besar seperti alih fungsi lahan, usia petani yang semakin tua, ketergantungan pada teknologi yang belum merata, dan perubahan iklim perlu diatasi. Meski demikian, dalam waktu singkat, pemerintah telah merespons distribusi pupuk yang lebih cepat.
Untuk memastikan keberlanjutan program swasembada pangan, Presiden Prabowo menekankan pentingnya pendekatan sistem yang holistik, keberlanjutan ekonomi dan lingkungan, serta memperhatikan kepentingan sosial dan budaya masyarakat lokal. Insentif bagi petani, termasuk asuransi, serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar juga diperlukan. Dengan memenuhi enam kriteria tersebut, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kedaulatan pangan Indonesia.
Bisnis Penerbangan Menggeliat Jelang Nataru
PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney) memproyeksikan adanya peningkatan pergerakan penumpang sebesar 4,52% pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyebutkan bahwa jumlah penumpang internasional diperkirakan mencapai 2,2 juta, meningkat 23,2% dari tahun sebelumnya, sementara penumpang domestik diperkirakan mencapai 6 juta. Meskipun terjadi peningkatan jumlah penumpang, pergerakan pesawat diproyeksikan mengalami penurunan sebesar 2,84%.
Bandara yang diprediksi mengalami pergerakan penumpang terpadat adalah Bandara Cengkareng (CGK) dan Bandara I Gusti Ngurah Rai (DPS). Untuk mendukung hal ini, Garuda Indonesia Group akan menyediakan 1,4 juta kursi penerbangan selama periode Nataru, dengan 741.514 kursi disediakan oleh Garuda Indonesia dan 717.560 kursi oleh Citilink. Selain itu, pemerintah memastikan bahwa maskapai BUMN seperti Garuda, Citilink, dan Pelita Air akan menurunkan harga tiket pesawat sebesar 10% selama Nataru, sebagai bagian dari komitmen bersama untuk meringankan biaya transportasi udara.
Reog, Kebaya, Kolintang: Warisan Budaya Mendunia
UNESCO telah mengakui Reog Ponorogo, kebaya, dan kolintang sebagai bagian dari Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) dunia. Pengakuan ini dilakukan dalam sidang ke-19 Komite untuk Pelindungan Warisan Budaya Tak Benda yang berlangsung di Asuncion, Paraguay, pada Desember 2024. Reog Ponorogo dan kebaya menjadi bagian dari daftar WBTb Indonesia yang diakui dunia, sementara kolintang, alat musik tradisional dari Minahasa, juga diakui dengan penetapan sebagai WBTb yang ke-16 asal Indonesia.
Pengakuan ini menunjukkan pentingnya pelestarian budaya tak benda, dan mencerminkan nilai lintas budaya yang dimiliki oleh alat musik seperti kolintang yang mirip dengan balafon dari Afrika Barat. Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, mengapresiasi pencapaian ini dan berharap dapat meningkatkan kesadaran global mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya serta mempererat kerja sama lintas negara. Dia juga berharap agar kolintang menjadi simbol pemersatu antar negara melalui musik, serta mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan pada 2030.









