Respon Pekerja Setelah Upah Naik
Presiden Prabowo, Jumat (29/11) mengumumkan kenaikan upah minimum sebesar 6,5 % mulai 2025. Kebijakan itu disambut positif buruh, terutama yang masa kerjanya belum genap setahun. Respons mereka antara lain; “Harapan saya, untuk lowongan kerja tahun depan tidak lagi ada syarat batasan usia. Saya berniat mencari pekerjaan baru disebabkan untuk pekerjaan sekarang merasa stuck dan tidak dapat mengembangkan kemampuan yang saya miliki. Saya juga berharap ada kebijakan pengupahan yang semakin baik ke depan. Apabila saya mendapatkan pekerjaan baru disertai kesejahteraan yang lebih baik, situasi ini membantu saya mengasah keterampilan lebih bagus dan mendapatkan pengalaman baru,” ujar Aisah Nur (24) Karyawati swasta di Jakarta
“Saya menyambut baik kenaikan upah minimum 6,5 %. Namun, angka tersebut harus terus disesuaikan dengan inflasi dan kebutuhan hidup yang terus berubah, terlebih kebijakan pemerintah ke depan semakin membebani masyarakat, khusus kelas menengah. Harapannya, dengan adanya kenaikan upah, daya beli, khususnya bagi pekerja dan kelas menengah, bisa meningkat serta dapat membantu menjaga kesejahteraan. Jika dilihat dari situasi saat ini, kenaikan 6,5 % memang dapat membantu,” kata Shifa Nur Fadilla (25) Karyawati swasta di Jakarta. (Yoga)
Angkat Potensi Ekonomi Lokal dengan Festifal Pesona Minangkabau
Festival Pesona Minangkabau yang dihelat pada 5-8 Desember 2024 di Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, tidak hanya menampilkan pergelaran seni dan budaya, tetapi juga mengangkat potensi ekonomi lokal. Bazar dalam festival menjadi etalase memperkenalkan produk-produk lokal. Festival Pesona Minangkabau 2024 yang masuk daftar Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipusatkan di IstanoBasa Pagaruyung. Selain itu, sejumlah kegiatan juga diadakan di Lapangan Cindua Mato dan nagari-nagari sekitar. Di Istano Basa Pagaruyung, festival dihadiri ratusan pengunjung yang datang silih berganti. Selain pergelaran seni dan budaya, festival juga menghadirkan bazar kuliner dan kerajinan lokal, termasuk produk potensial dari setiap kecamatan di Tanah Datar. Stan Kecamatan Rambatan, Sabtu (7/12) misalnya, menghadirkan produk-produk potensial dari nagari-nagari, seperti kuliner pongek Simawang dan palai bilih Singkarak serta kerajinan ”baju milik” dari Nagari Padang Magek.
”Kehadiran stan kami di sini diharapkan membuat orang lebih mengenal produk lokal unggulan dari Kecamatan Rambatan. Kalaupun festival usai, peminat bisa mencarinya di pasar-pasar sekitar Tanah Datar,” kata koordinator stan Kecamatan Rambatan, Dayantos, Sabtu siang. Di stan Kecamatan Sungayang, sejumlah produk lokal yang dijual, antara lain, gula merah enau, buah tab/kolang-kaling, keripik singkong, dan nasi boka/bekal. Produk-produk tersebut dijual dengan rentang harga Rp 10.000-Rp 20.000. ”Nasi boka itu nasi bekal yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk pergi ke sawah atau berburu. Isinya khas, ada telur, ikan sapek (sepat), jengkol, tempe dengan lado (cabai) merah. Biasanya dijual di Banda Gadang,” kata petugas stan Kecamatan Sungayang, Lia Pramita Indah Tiara (37). (Yoga)
PPN Multitarif yang Rumit
Arus Deras Modal ke Pasar Saham
Arus modal ke pasar saham yang deras membuat IHSG BEI menguat tajam hingga 3,78, dari 7.114 ke 7.383 pada pekan pertama Desember 2024. Kondisi ini diyakini bakal berlanjut di tiga minggu tersisa 2024, seiring banyaknya sentimen positif yang masuk ke pasar, mulai dari window dressing, stabilitas ekonomi dalam negeri, arah kebijakan The Fed. hingga santa claus rally. "Aksi borong sama oleh investor diprediksi makin deras di tiga minggu terakhir tahun 2024. Hal ini di dorong oleh meningkatnya minat (investor) pada saham-saham unggulan, seiring dengan momentum window dressing dan santa claus rally," kata FOunder Stocknow.id Hendra Wardana. Hendra mengungkapkan, fundamental ekonomi Indonesia yang stabil dan prospek pertumbuhan positif di tahun depan, memberikan landasan kuat bagi investor asing untuk kembali masuk pasar di penghujung tahun ini. (Yetede)









