OJK Resmi Atur Ketat Kegiatan Usaha Bullion Bank dengan Sejumlah Regulasi
OJK resmi mengatur kegiatan usaha bulion bank dengan menetapkan sejumlah regulasi ketat. Salah satunya syarat utama yang harus dipenuhi oleh pelaku usaha jasa keuangan adalah memiliki modal minimum sebesar Rp 14 triliun. Syarat tersebut ditetapkan lantaran kegiatan usaha bulion merupakan bisnis berisiko, terlebih saat ini baru tahap awal. Sehingga perlu lembaga jasa keuangan yang sudah memilki modal kuat, serta infrastruktur. "Kami lihat ini bagian bisnis berisiko, maka selain modal yang tingi juga harus ada backup dalam bentuk jaminan kolateral baik deposito setara kas senilai emasnya.
Ini untuk mencegah risiko kegagalan, ini memang dirasa berat, tapi ini the best practice di negara lain," ungkap Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Lembaga Pembiayaan, Perusahaann Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Ahmad Nasrullah pada Media Briefing. OJK menekankan bahwa kegiatan bullion bank bertujuan untuk mengoptimalkan emas yang dimiliki masyarakat agar memberikan manfaat ekonomi yang besar. Nantinya LJK yang mengajukan izin usaha kepada OJK dapat melakukan empat kegiatan, antara lain simpanan emas, pembiyaan emas, perdagangan emas, dan penitipan emas. (Yetede)
Mengoptimalkan Daya Tarik KEK
Bali Menjadi Jantung Pariwisata di Indonesia
Pemerintah Akan Memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih.
PT KAI Gelar KAI Access 12.12 Online Promo untuk Nataru
Zulhas Klaim tidak Melakukan Penebangan Pohon Baru dalam Menyiapkan Lahan untuk Program Cetak Sawah di Merauke
Rencana Induk Pembangunan IKN Belum Berubah
Pentingnya SDM Handal di Asuransi Aviasi
Asuransi aviasi telah menjadi elemen yang sangat penting dalam pengelolaan risiko di sektor penerbangan, sesuai dengan UU No. 1/2009 tentang Penerbangan. Asuransi ini memberikan perlindungan optimal bagi operator udara dan stakeholder terkait, sekaligus memastikan ketenangan pikiran. Namun, ada beberapa tantangan yang perlu diatasi, terutama terkait dengan kompetensi para pihak yang terlibat langsung dengan risiko penerbangan, seperti loss adjusters dan claim officers.
Salah satu masalah utama adalah kurangnya loss adjuster aviasi dalam negeri yang kompeten dan mampu bersaing di pasar internasional, karena banyak penunjukan lebih memilih pihak dari luar negeri, seperti Singapura. Di sisi lain, kekurangan tenaga ahli di bidang kedirgantaraan juga menjadi hambatan dalam menangani insiden pesawat udara. Oleh karena itu, pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dalam asuransi aviasi sangat diperlukan.
Data kecelakaan penerbangan yang meningkat, seperti pada semester I 2024 dengan 14 kecelakaan, menunjukkan pentingnya peningkatan keterampilan dalam sektor asuransi aviasi, terutama dalam menghadapi kondisi pasar yang kompetitif dan penurunan tarif yang bisa meningkatkan risiko. Menanggapi hal ini, AAUI (Asosiasi Asuransi Umum Indonesia) mengakui bahwa hanya sedikit perusahaan asuransi yang mampu menerima risiko asuransi aviasi, dengan hanya sekitar 10% yang memiliki risk appetite untuk sektor ini.
Selain itu, meskipun sektor asuransi aviasi sedang berkembang pasca-pandemi, masih terdapat kekurangan tenaga ahli yang memiliki sertifikasi spesifik dalam lini produk aviasi. Saat ini, keterampilan teknis sebagian besar didapatkan melalui pengalaman kerja atau pelatihan singkat, dan belum ada sertifikasi khusus untuk tenaga ahli aviasi. Oleh karena itu, penting untuk mempercepat pembentukan tenaga ahli yang profesional di bidang ini agar Indonesia dapat mengikuti perkembangan sains, teknologi, dan produk asuransi di sektor penerbangan.
Revisi Penyaluran BBM Subsidi untuk Efisiensi
Pemerintah Indonesia terus berusaha menemukan skema yang ideal dalam penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, dengan tujuan agar subsidi tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang membutuhkan. Perubahan skema, yang awalnya berupa bantuan langsung tunai dan subsidi untuk UMKM serta angkutan umum berpelat kuning, mengalami penyesuaian setelah protes dari pengemudi ojek online yang ingin mendapatkan BBM bersubsidi. Pemerintah kemudian memutuskan untuk memasukkan pengemudi ojek online sebagai bagian dari UMKM yang berhak menerima subsidi, meskipun dengan proses seleksi lebih ketat.
Pemerintah bekerja sama dengan PT Pertamina untuk mengintegrasikan aplikasi ojek online dengan sistem MyPertamina, guna memastikan data pengemudi yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi tercatat dengan baik dan mencegah penyalahgunaan. Selain itu, beberapa pihak, seperti Fabby Tumiwa dari IESR, mengusulkan pemberian bantuan tunai kepada pengemudi ojek online sebagai pengganti selisih harga antara BBM subsidi dan non-subsidi. Meskipun demikian, implementasi skema ini cukup rumit karena memerlukan data yang akurat dan pengawasan ketat.
Ferdy Hasiman dari Alpha Research juga menekankan pentingnya pencocokan data penerima subsidi, baik untuk UMKM maupun bantuan langsung tunai, agar dana subsidi dapat tepat sasaran. Selain itu, perlu adanya revisi terhadap Perpres No. 191/2014 untuk memperjelas klasifikasi kendaraan yang berhak menerima BBM subsidi.
Dengan demikian, pemerintah sedang berupaya untuk menciptakan sistem penyaluran subsidi yang lebih efisien dan tepat sasaran, meskipun prosesnya masih menghadapi tantangan besar, terutama terkait dengan pendataan yang akurat dan pengawasan yang ketat.
Investor Baru Bergabung di IKN Nusantara
Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara akan segera kedatangan investasi sebesar Rp5 triliun dari lima pelaku usaha, baik dari dalam maupun luar negeri. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa lima proyek investasi swasta yang mencakup sektor perkantoran, hotel, rumah makan, hingga pembangunan area hijau siap melakukan groundbreaking dalam waktu dekat. Salah satu investor asing, Sojitz asal Jepang, akan berfokus pada pembangunan perumahan di kawasan tersebut.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, menambahkan bahwa total investasi yang akan terealisasi mencapai sekitar Rp5 triliun. Selain itu, Plt. Deputi Sarana dan Prasarana Otorita IKN, Danis H. Sumadilaga, mengungkapkan bahwa groundbreaking perdana akan dilaksanakan oleh Presiden Prabowo dalam waktu dekat, meskipun sektor investasi yang akan diprioritaskan belum diungkapkan secara rinci. Dengan adanya investasi tersebut, pembangunan IKN Nusantara semakin menunjukkan kemajuan dan akan melibatkan berbagai sektor yang beragam.









