;

Bank Sentral Diproyeksikan Tahan Bunga Acuan

Leo Putra 16 Dec 2019 Tempo

Bank Indonesia diproyeksikan akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate pada level 5 persen hingga akhir tahun ini. Bank Sentral juga diprediksi akan memperkuat upaya pelonggaran likuiditas menjelang akhir tahun.

Namun, untuk mengundurkan likuiditas tersebut, ekonom Institute for Development of Economics and Finance, Bhima Yudhistira Adhinegara, mengatakan bank sentral perlu memastikan penurunan suku bunga simpanan dan kredit. Apalagi suku bunga acuan telah turun empat kali pada tahun ini. Salah satu kebijakan yang berpeluang ditempuh Bank Indonesia dalam rapat dewan gubernur (RDG) pekan ini adalah pelonggaran giro wajib minimum (GWM). Pada RDG November lalu, bank sentral telah memangkas GMW sebesar 1 persen untuk bank umum konvensional maupun syariah, masing-masing menjadi 5,5 persen dan 4 persen. Adapun sentimen perekonomian global cenderung menguatkan bank sentral agar menahan bunga acuan. Direktur PT Anugerah Mega Investasi, Hans Kwee, mengatakan pelaku pasar keuangan global pada akhir 2019 ini masih menanti satu kesepakatan penangguhan perang dagang antara Cina dan Amerika Serikat. Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, pekan lalu memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 1,50-1,75 persen.

PLN-Pertamina Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

Leo Putra 16 Dec 2019 Tempo

PT PLN (Persero) mempersiapkan sejumlah fasilitas penunjang perkembangan kendaraan listrik tahun depan. Executive Vice President Pengembangan Produk PLN, Julita Indah, menyatakan semua upaya tersebut dilakukan untuk membangun ekosistem kendaraan listrik.

Tahun depan, upaya ini diawali dengan penambahan jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) hingga 10 kali lipat. Sepuluh wilayah dipilih berdasarkan potensi pasar kendaraan listrik. Julita menuturkan saat ini terdapat lima SPKLU yang sudah dibangun di Jakarta., Tangerang, Bandung, Denpasar, dan Surabaya. PLN tengah memasang 15 stasiun tambahan di kota tersebut serta memasang instalasi baru di Yogyakarta, Semarang, Makassar, hingga Kalimantan Timur. Julita tak merinci anggaran yang telah disiapkan PLN untuk proyek tersebut. Dia hanya memberi gambaran, untuk membangun satu stasiun pengisian daya dibutuhkan dana Rp 300-400 juta. PLN juga mengkaji kemungkinan untuk memperpanjang diskon tarif pengisian daya di rumah. Saat ini PLN memberi potongan harga hingga 30 persen tarif pengisian daya kendaraan listrik di rumah mulai pukul 22.00 hingga pukul 04.00. Pemilik kendaraan listrik yang ingin menambah daya di rumah pun diberikan diskon. Pemilik kendaraan motor mendapat diskon 75 persen, sementara pemilik mobil 100 persen.

Produk Kriya dan Kuliner Paling Banyak Diminati

Leo Putra 13 Dec 2019 Tempo

Platform perdagangan digital Blibi.com mengklaim animo masyarakat terhadap produk dalam negeri kelas UKM terus bertumbuh. Juru bicara Blibi.com, Geoffrey L. Dermawan, mengatakan penjualan produk UKM selama Harbolnas 12-12 mencatatkan pertumbuhan positif.

Meskipun enggan memerinci jumlah, Geoffrey mengatakan setidaknya produk UKM yang diminati masyarakat ketika Harbolnas 2019 sudah beragam. Sementara beberapa tahun lalu produk busana jadi pilihan utama, tahun ini produk kriya menggeser di urutan pertama. Produk kriya yang dimaksud Geoffrey ialah meja, sofa, kabinet, dan diffuser. Selain Kriya, Blibi menyebut realisasi penjualan dengan pertumbuhan positif juga teraksa di sektor kuliner. Pendiri perusahaan logistik Paxel, Zaldy Masita, mengatakan intensitas antaran makanan secara online sudah masuk tiga besar dalam kategori barang secara keseluruhan. Zaldy mengatakan berkembangnya bisnis logistik yang menyanggupi pengiriman barang secara instan dalam hitungan jam jadi alasan para pelaku bisnis kuliner bernai berekspansi. Menurut dia, hitungan internal antaran barang di Paxel, sektor kuliner tahun ini sudah menembus angka jutaan kali.

Revitalisasi Industri Tekstil Butuh Investasi Rp 175 Triliun

Leo Putra 12 Dec 2019 Tempo

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Anne Patricia Sutanto, mengatakan industri tekstil dan produk tekstil harus didorong untuk meningkatkan daya saing di tengah gempuran produk impor. Menurut dia, salah satu upaya yang mesti dilakukan adalah merevitalisasi mesin yang sudah tua.

Revitalisasi industri tekstil, kata Anne, membutuhkan investasi sekitar Rp 175 triliun. Sedangkan investasi mesin produksi mencapai Rp 75 triliun dari total nilai investasi tersebut. Dengan target investasi tersebut, Anne memprediksi kontribusi devisa industri tekstil dan produk tekstil bisa meningkat hingga 10 kali lipat dalam jangka waktu 12 tahun dari US$ 49 miliar pada 2030. Sedangkan target net devisa, yaitu pendapatan ekspor dikurangi impor, diproyeksikan mencapai US$ 30 miliar. Asosiasi, kata Anne, juga telah menyampaikan enam rekomendasi kepada pemerintah untuk perbaikan industri tekstil. Diantaranya soal bahan baku, pasar, komersial, sumber daya manusia, energi dan teknologi, serta kebijakan lingkungan. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahlil Lahadalia, mengatakan revitalisasi alat produksi industri tekstil merupakan tindak lanjut pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan asosiasi pertekstilan di Istana.

Peserta Turun Laju Omzet Melambat

Leo Putra 12 Dec 2019 Tempo

Perhelatan Hari Belanja Nasional (Harbolnas) 2019 berlangsung di tengah lesunya kondisi ekonomi yang berdampak pada melemahnya konsumsi masyarakat. Ketua Pelaksana Harbolnas 2019, Ignatius Untung, mengatakan hal itu berdampak negatif terhadap capaian omzet ataupun target lain dari acara ini.

Panitia Harbolnas 2019 menargetkan transaksi pada 11-12 Desember menyentuh angka Rp 8 triliun. Untung mengatakan target awal panitia sebetulnya “hanya” Rp 7,8 triliun. Tapi target transaksi dinaikkan setelah beberapa perusahaan , termasuk platform pembayaran online LinkAja, ambil bagian. Menurut dia, promo yang diberikan aplikasi sitem pembayaran milik empat bank pemerintah tersebut bisa mendongkrak transaksi. Meski secara kuantitas target transaksi meningkat, laju pertumbuhannya relatif melambat dibanding pada tahun sebelumnya. Pada Harbolnas 2017-2018 terjadi pertumbuhan transaksi dari Rp 1,4 triliun menjadi Rp 2,1 triliun. Hampir dua kali lipat dari pertumbuhan transaksi pada 2018-2019 yang sebesar Rp 1,2 triliun. Jumlah peserta pun menyusut dari 300 perusahaan menjadi 235 perusahaan. Tren lesunya belanja dan konsumsi masyarakat juga terekam dalam riset Bank Indonesia. Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Endy Dwi Tjahjono, memperkirakan tingkat konsumsi rumah tangga pada kuartal IV 2019 tak sekuat tahun sebelumnya.

Kinerja Ekspor Jasa Melambat

Leo Putra 11 Dec 2019 Tempo

Kinerja ekspor jasa hingga akhir tahun ini diprediksi tumbuh melambat ketimbang capaian tahun lalu. Berdasarkan data Bank Indonesia, realisasi ekspor jasa hingga triwulan ketiga sudah mencapai US$ 23,16 miliar. Angka ini tumbuh tipis jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 22,63 miliar atau naik 2,3 persen. Adapun capaian ekspor jasa sepanjang 2018 mencapai US$ 30,31 miliar, naik signifikan dari capaian tahun sebelumnya sebesar US$ 25,3 miliar.

Staf Ahli Bidang Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman Kementerian Koordinator Perekonomian, Edi Prio Pambudi, menuturkan salah satu penyebab perlambatan pertumbuhan sektor jasa adalah adanya pengaruh ketidakpastian kondisi ekonomi global, seperti perang dagang Amerika Serikat dengan Cina. Selain itu, sinyal negatif dari pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang Indonesia. Meski begitu, Edi yakin capaian kinerja ekspor jasa secara riil lebih baik ketimbang data yang disampaikan pemerintah. Dia menuturkan salah satu hal yang menjadi masalah saat ini adalah catatan statistik sektor jasa yang belum lengkap. Di samping itu, masih ada standar pencatatan yang berbeda antara satu institusi dengan institusi lain.

Implementasi Aturan Perdagangan Elektronik Butuh Waktu

Leo Putra 11 Dec 2019 Tempo

Para pelaku bisnis e-commerce memprediksi implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik bakal butuh waktu lama. Presiden Bukalapak, Fajrin Rasyid, mengatakan banyak sekali hal yang harus disiapkan para pegiat perdagangan dalam jaringan (daring). Dia mencontohkan butir pasal ihwal mandatori menjadi berbadan hukum saja perlu persiapan panjang.

Menurut dia, mengajak mitra kalangan usaha kecil dan menengah yang lebih dari 2,5 juta usaha berbadan hukum tak semudah itu. Kalaupun para mitra tak bersedia, pemerintah dan platform e-commerce juga perlu mematangkan definisi wajib pajak individu dan entitas yang adil. Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung mengatakan definisi mitra memang menjadi salah satu fokus utama. Dalam e-commerce, kata dia, banyak juga orang pribadi yang menjual barang bekasnya. Menurut Untung, aksi niaga tersebut tak bisa disamakan dengan aksi niaga entitas berbadan hukum resmi. Selain definisi mitra UKM. Untung mengatakan mandatori pembatasan barang, pelapak, dan kandungan bahan impor diperlukan aturan teknis yang sangat ruwet. Sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menjanjikan urusan birokrasi bakal bebas biaya. Dia mengatakan, untuk mempermudah, kementerian akan mengatur mekanisme pelpaoran, pengajuan izin, dan tenggat perantara dalam peraturan menteri.

Petugas Kesulitan Pantau Barang Bawaan di Bandara

Leo Putra 10 Dec 2019 Tempo

Direktur Kepabeanan Internasional da Antar-Lembaga Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Syarif Hidayat, mengakui sulit memeriksa semua barang bawaan pribadi penumpang yang datang dari luar negeri. Setiap hari, sekitar 30 ribu penumpang yang datang dari luar negeri melalui pintu masuk bandara.

Meski begitu, Bea dan Cukai memiliki sistem pengawaan dan assesment yang dijalankan sejak penumpang membeli tiket. Hasil assesment dan profiling itu dijadikan latar belakang pemeriksaan. Kepala Seksi Patroli dan Operasi Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta, Heryanto, mengatakan banyak pelaku jasa penitipan (jastip) belanja mengakali aturan batas barang bawaan penumpang. Salah satu modus yang paling banyak dilakukan adalah splitting. Pasalnya, dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 203 Tahun 2017, setiap penumpang diberi batas dalam membawa barang belanja senilai US$ 500 sebagai barang bebas pajak. Jika lebih, barang tersebut wajib dikenai pajak. Aturan tersebutlah yang dijadikan celah pelaku jastip dalam menghindari pajak. Modus lain yang juga sering dipakai adalah melaporkan barang palsu yang dibawa ke luar negeri namun saat pulang membawa barang serupa yang asli.

Pertumbuhan Transaksi Harbolnas Diprediksi Melambat

Leo Putra 10 Dec 2019 Tempo

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Ignatius Untung, mengatakan panitia Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) mengendurkan target perolehan transaksi pada acara tahun ini. Dia memperkirakan Harbolnas yang berlangsung pada 11-12 Desember 2019 membukukan transaksi Rp 8 triliun, atau bertumbuh 17,6 persen dari tahun sebelumnya.

Dengan target tersebut,idEA hanya membidik kenaikan transaksi tahunan Rp 1,2 triliun. Padahal, pada 2018, kenaikan transaksi bisa mencapai Rp 2,1 triliun. Menurut Untung, bisnis e-commerce di Tanah Air memasuki fase mature. Basis penjualan, kata dia, sudah cukup besar dan berlangsung cukup lama. Walhasil, pengusaha e-commerce agak sulit mencetak angka pertumbuhan yang tinggi. Untung mengatakan bahwa terjadi seleksi alam pada industri e-commerce, dengan indikator banyak pemain yang bertumbangan. Terus meningkatnya sisi penawaran, kata Untung, terlihat dari munculnya 300 platform yang mendaftar dalam perhelatan Harbolnas tahun ini. Namun panitia hanya menerima 235 entitas. Contoh e-commerce yang tumbang adalah Rakuten Indonesia. Perusahaan yang berasal dari Jepang dan berkolaborasi dengan MNC Group ini akhirnya usaha. Sampel lain adalah Qlapa, pemain lokal yang berasal dari usaha rintisan (start-up) penjual kerajinan tangan, yang kini gulung tikar tak kunjung untung. Yang terbaru ialah pernyataan taipan pendiri Grup Lippo, Mochtar Riady, yang mengakui harus menutup Mataharimall.com.

Industri Pupuk Kurang Gas

Ayu Dewi 06 Dec 2019 Kompas

Kontrak gas mayoritas pabrik pupuk berakhir pada tahun 2021-2022. Produksi gas cenderung turun, sementara permintaanya naik. Tanpa kepastian pasokan gas, industri pupuk terancam.

Pilihan Editor