;

Negara akan Subsidi Bunga Kredit Rumah

R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Kontan, 4 Mei 2020

Negara terus menggelontorkan stimulus ke sektor keuangan. Setelah mengumumkan relaksasi kredit produktif bagi para pelaku UMKM, kini giliran kredit rumah dan kendaraan mendapat subsidi bunga dari negara. Sasarannya adalah para nasabah kredit pemilikan rumah (KPR), dan nasabah kredit kendaraan bermotor (KKB).

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anto Prabowo mengatakan, sejumlah beleid terkait subsidi kredit konsumsi kini masih disusun pemerintah bersama Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dimana kisi-kisi yang ada menerangkan target penerima subsidi KKB yakni nilai kredit di bawah Rp 500 juta sedangkan KPR untuk tipe rumah 21 m2 hingga 70 m2 dan diberikan selama enam bulan sejak April hingga September 2020.

Hal ini disambut baik sejumlah bankir, sebagaimana turut dikonfirmasi Direktur Konsumer Bank Rakyat Indonesia (BRI), Handayani dan Direktur Konsumer Bank CIMB Niaga, Lani Darmawan yang juga menyatakan pihaknya telah mulai restrukturisasi sejak Maret seraya berharap proses restrukturisasi dibuat seoptimal mungkin agar tak memberatkan debitur maupun bank pelaksana.  

Direktur Finance, Treasury, and Strategy Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon L Napitupulu dalam rapat bersama Komisi VI DPR pekan lalu, menyatakan, Covid-19 praktis memukul bisnis KPR terutama segmen non subsidi wilayah zona merah yang mendekati berhenti.

Di industri multifinance, Direktur Mandiri Tunas Finance (MTF) Harjanto Tjitohardjojo juga mengaku telah diajak OJK berkoordinasi membahas hal ini.

Sedangkan Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyatakan pihaknya telah melayangkan surat permohonan keringanan ke OJK untuk menjaga cashflow perusahaan namun sejauh ini OJK belum merespons permintaan tersebut.


Korporasi Dibayangi Potensi Lonjakan Kerugian Kurs

R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Kontan, 4 Mei 2020

Pandemi Covid-19 menimbulkan ketidak pastian di pasar keuangan global. Akibatnya, nilai tukar mata uang negara emerging market, termasuk rupiah, melemah terhadap dollar AS sehingga berpotensi mempengaruhi kinerja keuangan emiten saham maupun korporasi di Tanah Air pada umumnya. Hal ini seperti dikatakan Wisnu Prambudi Wibowo, Head of Research Analyst FAC Sekuritas dimana emiten yang memiliki beban utang dalam dollar AS. dan menggantungkan bahan baku impor seperti sektor farmasi

Salah satu emiten yang terdampak dapat terlihat dari kinerja keuangan PT Suparma Tbk (SPMA) yang menanggung rugi periode berjalan sebesar Rp 24,55 miliar pada kuartal pertama 2020. Di periode yang sama tahun lalu, emiten ini masih mencatat laba periode berjalan Rp 39,86 miliar.

Sebagaimana di konfirmasi Sara K Loebis Sekretaris, Perusahaan PT United Tractors Tbk (UNTR) juga mengalami kondisi serupa dengan mencatatkan rugi neto nilai tukar dalam mata uang asing sebesar Rp 557,75 miliar, meningkat lebih dari empat kali lipat dari rugi nilai tukar di periode sama tahun lalu, sebesar Rp 107,77 miliar. Hal dini karenakan utang dalam mata uang asing yang cukup banyak.

Disisi lain, menurut Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony kinerja sejumlah emiten bisa kembali pulih di jangka panjang karena biasanya emiten sudah melakukan hedging guna menjaga keuntungan dari rugi kurs dan berpotensi membaik bila kurs rupiah kembali stabil. Hal ini juga menyebabkan harga sejumlah saham, seperti PGAS dan UNTR akan mengalami koreksi dalam, untuk investor ini menjadi peluang untuk masuk.

Awal dari Perlambatan Ekonomi Indonesia

R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Kontan, 4 Mei 2020

Pandemi virus korona Covid-19 menekan perekonomian dunia, tanpa terkecuali ekonomi Indonesia. Kuartal I-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan mulai melambat. Beberapa ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2020 di bawah proyeksi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati maupun proyeksi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yaitu di kisaran 3%-4,2%.

Menurut Ekonom Bank Danamon, Wisnu Wardhana, perlambatan ini terlihat dari beberapa indikator diantaranya konsumsi rumah tangga yang turun, surplus neraca dagang, Ketiga pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi melambat dibanding kuartal I-2019. Keempat konsumsi pemerintah juga terpuruk.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga mencatat, penjualan ritel di kuartal I-2020 turun 5,4% year on year (yoy) turun dari periode sama tahun lalu yang tumbuh 10,1% yoy. Sedangkan neraca dagang mengalami surplus sebesar US$ 2,62 miliar yang artinya net ekspor ikut menjadi penggerak perekonomian kuartal pertama tahun ini. Disisi lain belanja pemerintah terpuruk seiring dengan realisasi belanja K/L yang diperkirakan melambat menjadi 11% yoy dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 25% yoy.

Karena itulah, Ekonom Indo Premier Luthfi Ridho dan , Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian sependapat dalam memperkirakan, perlambatan akan lebih parah pada kuartal kedua yang hanya tumbuh sekitar 2,5% dan sepanjang tahun di kisaran 3,6%.

Eropa Bersiap Longgarkan Aturan Lockdown Covid-19

R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Investor Daily, 4 Mei 2020

Laporan situs laman worldometers.info pada Minggu (3/5),  pukul 12.18 GMT menunjukkan 245.172 korban meninggal  dunia dan sebanyak 3.504.349  terinfeksi virus corona secara  global. Pandemi ini telah membuat   setengah dari populasi  manusia berada dalam lockdown,  dan mendorong laju perekonomian global ke arah penurunan  terburuk sejak Depresi Hebat.

Eropa bersiap melonggarkan  aturan lockdown lebih lanjut secara hati-hati,  menyusul tanda-tanda bahwa pandemi virus  corona Covid-19 mungkin melambat. Italia  yang terdampak parah oleh virus tersebut  dilaporkan menyusul Spanyol, dengan mengizinkan orang-orang berada di luar ruangan Pelonggaran karantina  bertujuan mencoba memulihkan ekonomi yang dilumpuhkan  oleh lockdown selama berpekanpekan, sekaligus untuk meredakan tekanan yang dialami populasi yang terkurung.

Setelah berada dalam karantina dua bulan di Italia, orangorang akan diizinkan untuk  berjalan-jalan di taman dan mengunjungi kerabat, meski demikian, masih  ada beberapa kebingungan soal  tingkatan pelonggaran.  Contohnya Pietro Garlanti (53 tahun), yang  berprofesi sebagai petugas  kebersihan dan Marghe Lodoli, yang memiliki tiga anak, merupakan sebagian warga yang bingung dengan aturan ini. Sementara Pemerintah  Italia menekankan bahwa tindakan pencegahan masih diperlukan.

Hal ini diikuti juga Jerman, Slovenia,  Polandia dan Hongaria bahkan di beberapa negara Asia seperti Korea Selatan dan Thailand, dengan kebijakan yang berbeda di setiap negara, pemerintah masing – masing tetap berpegang pada langkah-langkah  untuk mengendalikan penyebaran virus, dan melakukan lebih banyak pengujian untuk mencoba melacak infeksi.

Meski demikian, Para ahli tetap memperingatkan, bahwa penyakit  ini dapat menyerang sekali lagi.   memperingatkan bahwa banyak negara  yang masih belum melalui wabah terburuk mereka. Di Filipina, kemunculan tanda  terbaru tetap menjadi ancaman  serius dan mendorong pemerintah menangguhkan semua  penerbangan masuk dan keluar  negara selama sepekan, mulai  Minggu dalam upaya meringankan kepadatan fasilitas karantina.

RI Ekspor Komoditas Pertanian Rp 219 Miliar

R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Investor Daily, 4 Mei 2020

Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya menggenjot ekspor komoditas pertanian di tengah pandemi Covid-19. Hal itu mengingat permintaan komoditas pertanian di pasar global saat ini tetap tinggi. Pekan lalu Kementan melepas ekspor 26 komoditas pertanian sebesar 117.700 ton senilai Rp 219 miliar ke 30 negara. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, sektor pertanian adalah solusi yang pasti untuk mencegah krisis darurat akibat Covid-19. Untuk itu, Mentan meminta pelaku usaha pertanian agar tetap berproduksi dan menjalankan kewajibannya yakni memenuhi pangan dalam negeri dan juga ekspor.

Kepala Karantina Pertanian Tanjung Priok Purwo Widiarto mengatakan, selama pandemi Covid-19 ini, produksi pertanian melimpah dan layak untuk ekspor. Sesuai persyaratan negara tujuan ekspor, semua produk wajib mendapatkan sertifikasi karantina dari otoritas karantina pertanian dan 26 komoditas pertanian tersebut telah mendapatkan sertifikasi karantina dan sudah memenuhi persyaratan teknis dan sudah layak baik pyhtosanitary certificate (PC) untuk komoditas tumbuhan maupun health certificate (HC) untuk komoditas hewan ekspor seperti dikonfirmasi Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan). Ia menambahkan , sekarang barang yang diekspor tidak lagi dalam berbentuk barang mentah, akan tetapi sudah diolah menjadi makanan bermutu yang digemari masyarakat dunia, contohnya kelapa tidak hanya serabutnya, tapi sudah diolah terlebih dahulu memjadi produk berkualitas. Untuk itu saat ini kita dinilai sedang mengarah ke industri pengolahan

 


Tokopedia Selidiki Kebocoran Data Pengguna

R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Investor Daily, 4 Mei 2020

Tokopedia, platform belanja online asal Indonesia, tengah menyelidiki dugaan peretasan yang mengakibatkan 15 juta data pengguna bocor dan dijual di pasar gelap daring (dark web). Namun, perkembangan terakhir, data pengguna yang bocor diduga tembus 91 juta hal ini, Namun VP of Corporate Communications Tokopedia Nuraini Razak, menyatakan pihaknya masih terus melakukan investigasi seraya menyakinkan bahwa data penggunanya aman serta memastikan bahwa tidak ada kebocoran password yang dapat digunakan untuk login ke akun pengguna maupun terkait pembayaran. Tokopedia juga menyatakan telah menerapkan keamanan berlapis, termasuk dengan one time password (OTP), atau kode verifikasi yang dikirimkan lewat SMS yang hanya dapat diakses secara real time oleh pemilik akun serta menganjurkan pengguna untuk selalu mengganti password akun secara berkala demi keamanan dan kenyamanan serta memastikan 

Industri Broadband Internet Berkibar di Tengah Covid

R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Investor Daily, 5 Mei 2020

Pandemi Covid-19 yang mengharuskan masyarakat bekerja dan belajar dari  rumah telah mendorong permintaan yang tinggi  terhadap broadband internet dan layanan televisi  berbayar (pay TV). Itulah sebabnya, jumlah pelanggan di industri ini justru melonjak dengan diberlakukannya kebijakan jaga jarak dan pembatasan  sosial berskala besar (PSBB) Maret-April lalu.

Menurut CEO & President Director PT Link Net Tbk Marlo Budiman, potensi broadband internet  di Indonesia masih sangat besar.  Mengacu data Media Partner Asia  (MPA). Menurutnya, Link Net  terus konsisten melakukan roll-out  jaringan, khususnya ke kota-kota  potensial di Jawa, dengan mengoptimalkan infrastruktur Java backbone  yang dimiliki.  Marlo Budiman optimistis target  pasar yang dicanangkan pada tahun  ini akan tercapai dan akan menjalankan ekspansi ke lima kota, yakni Solo, Semarang, Serang, Cilegon, serta Bali karena didukung juga populasi dan daya beli yang tinggi

Yang menarik, kata Marlo, bisnis  internet service provider (ISP), atau fix  broadband dan pay TV, berbeda dengan industri telekomunikasi seluler.  Jika di industri seluler diwarnai perang  tarif (price war) dan harga layanan  cenderung  turun, di bisnis ISP harga  layanan justru naik setiap tahun.    Tapi yang pasti, operator broadband  internet lebih mengutamakan produk  dan kualitas layanan. Kenaikkan harga ini karena pengaruh konten yang dibeli  dalam dolar AS dan dijual ke rupiah serta impor equipment dari  Tiongkok yang juga menggunakan  dolar AS.

Dihubungi terpisah, President Director & CEO Indosat Ooredoo, Ahmad  Al-Neama, menyatakan, selama masa  pandemi Covid-19, Indosat Ooredoo  telah mengambil langkah proaktif  dan progresif untuk mendukung  karyawan, pelanggan, dan komunitas. Alhasil, kinerjanya tetap positif.

Hal yang sama juga disampaikan  oleh General Manager Corporate  Communication PT XL Axiata Tbk  Tri Wahyuningsih, yang memastikan  rencana bisnisnya sesuai target meski  negeri ini dilanda Covid-19. Dia menuturkan, XL Axiata tidak  menargetkan pertumbuhan jumlah  pelanggan yang signifikan. Tetapi,  pihaknya menargetkan untuk menggapai pelanggan yang memiliki kategori produktif. Dan tahun ini, XL Axiata masih fokus  pada strategi untuk mendorong dan  meningkatkan bisnis layanan data, sehingga bisa menjadi penyedia layanan  data terdepan.

Adapun VP Corporate Communication Telkom Arif Prabowo menjelaskan, Telkom mengalokasikan capex  sekitar 25% dari pendapatan perseroan  tahun ini. Belanja modal akan dimanfaatkan untuk penguatan seluruh lini  bisnis baik mobile maupun fixed line. Sebagian besar  capex terutama digunakan untuk pembangunan BTS 4G serta penguatan  sistem IT, pembangunan jaringan akses dan  backbone berbasis fiber, tower, data  center, serta modernisasi jaringan. Ia menambahkan sejak kebijakan Work From Home dan PSBB, konsumsi bandwidth layanan data oleh konsumen  Tel komGroup mengalami lonjakan  khu susnya untuk segmen home service  melalui produk IndiHome dan segmen  per sonal service dari Telkomsel. Menurutnya Telkom saat ini tengah ber transformasi menjadi perusahaan  telekomunikasi digital dengan semakin fokus pada pengembangan  bisnis dan layanan digital dalam tiga  aspek, yakni digital connectivity, digital  platform, dan digital services.  


Penguatan Kinerja Kalbe Farma di Tengah Wabah

R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Investor Daily, 5 Mei 2020

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menunjukkan penguatan kinerja keuangan di tengah pandemi Covid-19. Wabah penyakit tersebut berdampak positif terhadap penjualan sejumlah obat maupun alat kesehatan perseroan sebagaimana Analis Danareksa Sekuritas  Natalia Sutanto yang mengungkapkan permintaan sejumlah  produk perseroan baik obat,  alat kesehatan, maupun  produk kesehatan diperkirakan meningkat di tengah pandemi Covid-19 serta didukung oleh rencana pemerintah untuk memangkas pajak perusahan yang masih dibahas dan masih menunggu pengumuman resmi pemerintah dalam waktu dekat.

Kalbe Farma mencetak peningkatan penjualan  sebesar 8% dari Rp 5,36  triliun menjadi Rp 5,79 triliun  hingga kuartal I-2020. Kenaikan tersebut juga berimbas  terhadap pertumbuhan beban  penjualan dari Rp 2,86 triliun  menjadi Rp 3,17 triliun. Laba  bersih meningkat sekitar 12,4%  dari RP 595 miliar menjadi Rp  669 miliar

Disisi lain, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin menuturkan bahwa penjualan divisi obat resep, divisi consumer healty, dan divisi nutrisi, divisi logistik dan distribusi diperkirakan membuahkan hasil lebih baik tahun ini. Namun, Wabah virus corona diikuti dengan pelemahan nilai tukar rupiah, ungkap dia, mendorong Mirae Asset Sekuritas untuk memangkas turun target pendapatan dan laba bersih Kalbe Farma tahun ini.

Penjualan perseroan diperkirakan hanya tumbuh 7% menjadi  Rp 24,2 triliun atau setara  dengan perkiraan manajemen perseroan mencapai 6-8%  tahun ini. Sedangkan laba bersih  perseroan tahun ini direvisi  turun hanya mencapai 0,2%  atau cenderung mendatar menjadi Rp 2,5 triliun. Rendahnya  pertumbuhan tersebut juga dipengaruhi atas perkiraan merosotnya margin keuntungan  perseroan.

Perlindungan Hukum Perppu Covid-19 Bukan Imunitas Absolut

R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Investor Daily, 5 Mei 2020

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran DPR RI secara virtual menegaskan, peraturan perlindungan hukum dalam Perppu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk penanga nan Covid-19 bukan merupakan imunitas penuh atau absolut bagi pejabat pelaksana karena dalam ketentuan tersebut tetap diberikan prasyarat yaitu sepanjang dilakukan dengan itikad baik dan sesuai peraturan perundang-undangan.

Lebih lanjut, ia mengatakan pelaksanaan Perppu itu dilakukan dengan tata kelola yang baik sesuai pasal 12 ayat 1 dan dilaporkan pemerintah dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sehingga tetap diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menkeu juga menyampaikan Pemerintah mengharapkan dukungan dari DPR khususnya Badan Anggaran DPR dalam rangka pengesahan Perppu 1 tahun 2020 menjadi Undang-Undang,

Ketua Badan Anggaran DPR RI Said Abdullah mendukung Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Covid-19 karena ekonomi dan keuangan negara dalam kondisi sulit yang harus segera mendapatkan solusi.

Meski mendukung penuh, namun DPR RI tidak serta merta menghilangkan kewajiban konstitusional pemerintah untuk mendapatkan persetujuan DPR atas Perppu Nomor 1 Tahun 2020. Alasannya, agar ke depan tidak menimbulkan masalah hukum, dan di sisi lain perppu itu bisa menjawab kebutuhan obyektif dari permasalahan yang ditimbulkan sebagai dampak penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu.

Link Net Tetap Ekspansif

R Hayuningtyas Putinda 10 May 2020 Investor Daily, 5 Mei 2020

PT Link Net Tbk  dengan merek dagang First Media, pemimpin industri pay TV  dan fixed cable broadband internet  di Indonesia, tetap ekspansif di  tengah pandemi Covid-19. Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 2 triliun untuk penetrasi sebagaimana dikonfirmasi CEO & President Director PT Link Net Tbk Marlo Budiman.

Marlo mengungkapkan dalam Media Visit ke Beritasatu  Media Holdings melalui konferensi  video, broadband internet saat ini sudah merupakan  utilitas primer rumah tangga di Indonesia, setara air dan listrik.  Apalagi selama masa pandemi  Covid-19 yang diharuskan untuk  belajar dari rumah dan bekerja dari  rumah (work from home/WFH).

Hadir juga pada kesempatan tersebut jajaran manajemen Link Net,  yakni Deputy CEO & Chief Operating  Officer Link Net Victor Indajang,  Enterprise Sales Director Link  Net Agung Satya Wiguna, dan  Deputy Chief Marketing Officer  Link Net Santiwati Basuki. Di  jajaran manajemen dan redaksi  grup Beritasatu Media Holdings  (BSMH), hadir CEO BSMH  Nicky Hogan,Chief Operating  Officer BSMH Anthony Wonsono,  dan News Director BSMH Primus  Dorimulu.

Sementara itu, menurut Santiwati  Basuki, pandemi Covid-19 menimbulkan dampak berbeda antara bisnis  layanan residensial dan enterprise Link  Net. Residensial justru tumbuh pesat  karena WFH, sedangkan pertumbuhan segmen enterprise cenderung flat.

Pada kesempatan yang sama, Victor Indajang menambahkan, perusahaan  memastikan layanan Link Net tetap  berjalan sebagaimana mestinya di  masa wabah Covid-19. Link Net membagi kapasitas untuk karyawan yang  harus bekerja di lapangan (work from  field), bekerja dari rumah (WFH),  dan bekerja dari kantor (work from  office/WFO).

Di lain sisi, Marlo mengatakan,  untuk menunjang WFH, Link Net  memanjakan pelanggan dengan memberikan harga dan layanan promosi  sejak pertengahan Maret hingga akhir  Mei. Pada Maret-April, perseroan telah membuka channel baru serta memberikan diskon yang sangat tinggi 50% bagi pelanggan untuk melakukan upgrade paket dan upgrade speed termasuk diskon untuk online e-learning school. Sedangkan untuk pelanggan baru juga dimanjakan dengan diskon tambahan dengan bonus berlangganan Cathplay 3 bulan, free channel tiga bulan. Selanjutnya, dari perolehan pelanggan baru, Link menyisihkan Rp 10.000 untuk donasi bagi tenaga medis.

Selain  itu, sebagai bagian mendukung WFH, Link Net sudah meluncurkan solusi study from home  (STH), First Klaz, produk e-learning  management system yang bisa dipakai  untuk sekolah, guru, kepala sekolah,  dan administrator. Bahkan, solusi ini  juga bisa dipakai oleh orang tua murid  untuk kegiatan belajar-mengajar. “Guru-guru bisa meng-upload materi-materi studi dan bisa meng-upload  video-video pengajaran. Orang tua  juga bisa mendapatkan login, sehingga  bisa memantau belajar anak-anaknya”  ujar Marlo.


Pilihan Editor