;

Dampak Wabah Covid-19 - Selamatkan Manufaktur!

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 09 May 2020 Bisnis Indonesia, 05 May 2020
Dampak Wabah Covid-19 - Selamatkan Manufaktur!

Penurunan indeks manufaktur yang mencemaskan di tengah kondisi pandemi Covid-19 perlu disiasati dengan kebijakan jangka pendek yang lebih terarah untuk menahan koreksi lebih dalam.

IHS Markit kembali merilis Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia periode April 2020 yang anjlok ke level terendah sepanjang sejarah survei sebesar 27,5. Indonesia menjadi negara dengan indeks terendah di Asia Tenggara, tepat di bawah Myanmar dengan angka 29,0. Menurut laporan tersebut, penurunan ini dipengaruhi oleh kebijakan untuk menahan penyebaran pandemi Covid-19 yang telah berdampak pada penutupan pabrik hingga penurunan permintaan dan hasil produksi. 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengonfirmasi ketika daya beli masyarakat tertekan atau tidak ada demand, secara otomatis perusahaan industri harus melakukan penyesuaian, termasuk penurunan drastis utilitasnya.

Agus mengungkapkan, penurunan PMI Indonesia sangat memengaruhi angka PMI di Asia Tenggara. Pasalnya, volume sektor manufaktur Indonesia lebih besar dibandingkan dengan negara lain di kawasan ini. 

Untuk jangka pendek, Kemenperin akan berusaha menyeimbangkan strategi pertumbuhan ekonomi dan pembatasan penyebaran Covid-19. Kemenperin telah melakukan pemetaan sektor industri pada tiga kelompok, yakni suffer, moderat, dan high demand

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, penurunan PMI Indonesia tersebut merupakan puncak pemburukan industri sektor manufaktur di Tanah Air. Dia menegaskan PMI Indonesia yang anjlok pada April harus diwaspadai karena turun sangat drastis hanya dalam 1 bulan.

Adapun, ekonom Indef Bhima Yudhistira menyarankan sejumlah langkah konkret untuk menyelamatkan manufaktur dengan cara memperbesar stimulus fiskal, memberikan diskon tarif listrik bagi sektor padat karya, dan menyesuaikan harga BBM.

Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Indef Andry Satrio Nugroho menambahkan, solusi yang dapat dilakukan adalah memacu industri dalam menghadapi kondisi ini. Pemerintah bisa membantu melalui instrumen yang bisa menurunkan biaya utilitas.

Ketua Apindo Hariyadi B. Sukamdani menambahkan ketika ada relaksasi PSBB, ekonomi akan kembali pulih. Akan tetapi, risiko terhadap penularan Covid-19 juga akan makin besar.

Download Aplikasi Labirin :