Waspadai Daya Beli
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan tingkat inflasi pada April rendah dan menunjukkan tren tidak biasa. Padahal, April merupakan periode awal Ramadhan yang secara musiman kerap diikuti dengan lonjakan inflasi. Suhariyanto mengatakan, salah satu penyebab tingkat inflasi rendah adalah penurunan permintaan barang dan jasa dari masyarakat. Hal ini sebagai dampak implementasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di berbagai wilayah.
BPS mencatat, pada bulan lalu, tingkat inflasi mencapai 0,08 persen dengan inflasi tahun ke tahun 2,67 persen. Suhariyanto mengatakan, selain tingkat inflasi inti yang rendah, pasokan bahan pangan saat ini terjaga di banyak daerah. Komoditas yang dominan menyebabkan inflasi adalah emas dan perhiasan. Penurunan tarif angkutan udara menjadi faktor utama deflasi yang memberikan andil 0,05 persen kepada kelompok transportasi. Suhariyanto mengatakan, yang memberikan andil ke inflasi adalah bawang merah, minyak goreng, dan sebagainya. Sedangkan cabai merah dan bawang putih mengalami deflasi.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, inflasi inti yang melambat menjelang Ramadhan semakin memperkuat adanya tren pelemahan daya beli masyarakat. Penurunan inflasi inti ini juga selaras dengan kontraksi kinerja manufaktur dengan adanya penyebaran pemutusan hubungan kerja (PHK) secara meluas. Menteri Keuangan Sri Mulyani mewaspadai kontraksi kinerja manufaktur Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Sri mengatakan, kinerja manufaktur Indonesia bahkan lebih buruk dibandingkan beberapa negara tetangga, seperti Jepang dan Korea Selatan.
Seperti dilansir situs IHS Markit yang menyebutkan, kemerosotan manufaktur Indonesia pada bulan lalu, disebabkan penutupan pabrik akibat pandemi. Selain itu, adanya penurunan permintaan, output, dan keluangan kapasitas pun menjadi lebih besar dari biasa nya.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023