Jakarta-Pemerintah Sudah Dapat Rp 279 M dari Pajak Netflix Cs
Realisasi pemungutan pajak pertambahan nilai (PPN) dari pengguna platform digital seperti Netflix, Spotify, Facebook, dan sebagainya terus meningkat. Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suryo Utomo mengungkapkan, realisasi pajak digital dari Netflix Cs di bulan Oktober meningkat 306% dari bulan September, yakni mencapai Rp 297 miliar.
“Memang betul sampai September untuk setoran 6 PMSE (perdagangan melalui sistem elektronik) asing yang sudah kita tunjuk Rp 97 miliar. Sampai Oktober sudah ada 16 PMSE asing yang ditunjuk, dan setoran sampai Oktober 2020 adalah Rp 297 miliar,” ungkap Suryo dalam konferensi pers APBN KiTa edisi November untuk realisasi Oktober, Senin (23/11/2020).
Kenaikan yang cukup signifikan itu disebabkan utamanya oleh PMSE yang ditunjuk sebagai pemungut PPN semakin banyak. Untuk di bulan November, PMSE yang ditunjuk menjadi 24 platform, atau bertambah 8 platform dari bulan Oktober 2020. Lalu, di Desember juga akan bertambah lagi.
DPRD Pematangsiantar Setujui R-APBD Tahun 2021 Rp 916 Miliar Lebih
DPRD Pematangsiantar secara aklamasi menyetujui Ranperda tentang R-APBD Tahun 2021 Rp 916.719.840.742 menjadi Perda (Peraturan Daerah) pada rapat paripurna di Gedung Harungguan, Senin (23/11) sore, dihadiri Wali Kota Dr Hefriansyah SE MM.
Pendapat akhir 7 fraksi (PDI-P, Golkar, Hanura, NasDem, Gerindra, Demokrat dan PAN Persatuan Indonesia) di rapat paripurna sebelumnya dipimpin Wakil Ketua DPRD Ronal Darwin Tampubolon SH didampingi Timbul M Lingga SH (ketua), menyatakan senada menerima dan ditetapkan Ranperda tentang R-APBD Tahun 2021 jadi Perda.
Plt Sekretaris DPRD Wanden Siboro SH membacakan komposisi inti Ranperda tentang R-APBD Tahun 2021 meliputi ; belanja Rp 916.719.840.742, pendapatan Rp 887.919.840.742 berarti defisit Rp 28.800.000.000. Pembiayaan daerah meliputi ; penerimaan pembiayaan daerah Rp 36.000.000.000 dan pengeluaran pembiayaan daerah Rp 7.200.000.000, pembiyaan netto Rp 28.800.000.000, sehingga SILPA tahun berkenan Rp 0 (nihil).
Di akhir penutupan rapat paripurna, pimpinan rapat mendaulat Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah menyampaikan pendapat akhir. Wali Kota memberi apresiasi kepada seluruh anggota DPRD atas kerja keras membahas dan memberi persetujuan Ranperda tentang rancangan APBD Tahun 2021.
Belanja Daerah Simalungun Tahun 2021 Rp 2,2 T Lebih
Rapat paripurna DPRD Simalungun, Senin (23/11) petang, dengan agenda penyampaian laporan hasil pembahasan Badan Anggaran atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun Anggaran (TA) 2021, berlangsung cukup singkat sekira setengah jam.
Laporan hasil pembahasan Badan Anggaran disampaikan Maraden Sinaga. Hasil pembahasan Rancangan APBD Simalungun TA 2021 di antaranya, pendapatan daerah Rp 2.356.250.649.418, pendapatan transfer Rp 1.960.526.730.946, lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 149.430.862.500, belanja daerah Rp 2.252.831.996.773, pembiayaan daerah: penerimaan Rp 19.120.688.328 dan pengeluaran Rp 122.539.340.973. Sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan Rp 0.
Ketua DPRD Timbul Jaya Sibarani mengatakan, setelah penyampaian laporan Badan Anggaran atas hasil pembahasan Rancangan APBD TA 2021, pihak DPRD selanjutnya akan melakukan rapat masing-masing fraksi. Sesuai jadwal, setiap fraksi akan dimintai persetujuannya tentang R APBD TA 2021 untuk dijadikan Peraturan Daerah (Perda) pada Rabu 24 November 2020.
Penerimaan Pajak Sumut I Terealisasi 78,51%
Plt Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pajak Sumatera Utara I Max Darmawan mengatakan, hingga 11 November 2020 realisasi penerimaan pajak di wilayah kerjanya sebesar 78.51% dari target senilai Rp16,68 triliun atau bertumbuh 3,12 % dari sebelumnya -2.62 %.
Secara nasional, capaian pertanggal 11 November 2020 adalah 72.32 % dari target sebesar Rp1.198,82 triliun, dan Growth -18.17 % dari sebelumnya -17.57 %. Max Darmawan menambahkan, peringkat pertama secara nasional masih diduduki Kanwil Kepri dengan capaian 86.89 % dari target Rp6.33 triliun dan Growth 1.44 % dari sebelumnya sebesar 2.15 %. “Kinerja pertumbuhan bruto dan netto Sumut I kembali pada kondisi off the track untuk pencapaian 100% di tahun ini,” ungkapnya
Belanja Negara Tumbuh 13,6%
Menko Perekonomian Airlangga
Hartarto mengatakan pihaknya berharap pada kuartal IV 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik, ke minus 1,6% hingga
positif 0,6%. Pada kuartal III-2020
pertumbuhan ekonomi minus 3,49%,
lebih baik dari kuartal II-2020 yang
minus 5,32%. Sedangkan kuartal I
masih tumbuh 2,97% (year on year),
karena pandemi Covid-19 di Indonesia baru terkonfirmasi pertama kali
di ujung triwulan I atau Maret lalu.
Bahkan, Gubernur Bank Indonesia
(BI) Perry Warjiyo lebih optimistis.
Ia mengatakan pekan lalu, ekonomi
RI diperkirakan positif pada kuartal
IV-2020 atau sudah keluar dari resesi.
Menkeu menjelaskan lebih lanjut, untuk belanja pemerintah pusat realisasinya Rp 1.343,8 triliun atau naik 19,9% dibanding tahun lalu yang sebesar Rp 1.120,8 triliun. Angka tersebut setara dengan 68% dari target serapan dalam APBN yang sebesar Rp 1.975,2 triliun Belanja non-K/L juga meningkat 26,8% dengan realisasi Rp 618,2 triliun. Ini mencapai 54,3% dari total anggaran dalam Perpres No 72 Tahun 2020. Menkeu juga memaparkan, realisasi pendapatan negara hingga akhir Oktober tahun ini tercatat mencapai Rp 1.276,9 triliun.
Wavin Bangun Pabrik US$ 125 Juta di Batang
Produsen
pipa plastik asal
Belanda, Wavin BV
akan membangun
pabrik senilai US$ 125
juta atau Rp 1,7 triliun
di Kawasan Industri
Terpadu (KIT) Batang,
Jawa Tengah. Komitmen
tersebut disampaikan
dalam pertemuan Wavin
dengan Kepala Badan
Koordinasi Penanaman
Modal (BKPM) Bahlil
Lahadalia di Den Haag,
Kamis (19/11).
“Kami menawarkan Wavin bisa
membangun pabriknya di KIT Batang.
KIT Batang menawarkan harga tanah
yang sangat kompetitif. Fasilitas dan
infrastrukturnya juga sangat memadai,” kata Bahlil kepada Presiden
APAC Wavin Group Freek Crump dan
penanggung jawab Wavin wilayah Asia
Pasifik Johanes Dress
Menurut Bahlil, dengan masifnya
pembangunan infrastruktur di Indonesia, Wavin bisa berperan sebagai pemasok kebutuhan pipa, dan dapat memenuhi kebutuhan pipa nasional. Di
sisi lain, dengan adanya kebijakan
pemerintah memperketat impor untuk
kebutuhan material pembangunan
infrastruktur, Wavin telah mengambil
langkah yang tepat dengan rencana
pembangunan pabriknya di Indonesia.
Bahlil mengungkapkan, produsen
pipa itu berencana untuk membangun
pabriknya di salah satu lokasi di Pulau
Jawa. Namun berdasarkan kalkulasi logistik dan transportasi, wilayah
tersebut kurang efisien. Sementara itu
KIT Batang dinilai siap menyediakan
lahan seluas 20 hektare untuk dijadikan lokasi investasi
Wavin merupakan produsen pipa
plastik dunia berbasis di Zwolle,
Belanda, dan telah berdiri sejak
1955. Perusahaan tersebut mampu
mengembangkan berbagai produk
pipa yang ramah lingkungan untuk
kepentingan fasilitas drainase dan
suplai air.
Di sisi lain, di tengah tekanan berat
akibat pandemi Covid-19, realiasi investasi manufaktur mencapai Rp 72,3
triliun sepanjang kuartal III-2020, naik
69,3% dibandingkan periode sama
tahun 2019.
“Dari nilai investasi tersebut, sektor
industri pengolahan berkontribusi
sebesar 34,6% terhadap total investasi
Indonesia yang sebesar Rp 209 triliun pada kuartal III-2020,” kata Kepala
Pusat Data dan Informasi Kementerian
Perindustrian (Kemenperin) R Janu
Suryanto di Jakarta, belum lama ini
Janu melanjutkan, realisasi PMA
sektor industri pengolahan pada Januari-September 2020 didominasi oleh
sektor industri logam dasar dengan
nilai US$ 4,4 miliar atau berkontribusi
sebesar 45,8%. Selanjutnya, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia
senilai US$ 1,21 miliar atau berkonbtribusi 12,5%, serta industri makanan
sebesar US$ 1,07 miliar dengan kontribusi 11%.
Investasi Hijau, Belanda Incar Kebun Pala Papua
Dikutip dari data Badan Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Pertanian, pala di
kabupaten Fakfak sebagian besar
masih berupa hutan pala yang
tersebar di delapan distrik, dengan
volume produksi terbesar terdapat
di Distrik Teluk Patipi.
Hampir 80% lahan di Kabupaten
Fakfak ditumbuhi oleh tanaman
pala (myristica fragrans houtt). Luas
area tanaman pala di Kabupaten
Fakfak mencapai 6.071 hektare
(58% dari total luas area ta naman
pala di Provinsi Papua Barat) dengan
produksi mencapai 1.884 ton (11%
dari total produksi pala Indonesia),
dengan jumlah petani yang terlibat
langsung dalam budi daya tanaman
pala sebanyak 2.300 KK.
Dia menuturkan bahwa investasi yang akan dibawa oleh Verstegen tersebut diharapkan dapat mendorong sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) karena banyaknya masyarakat yang berkebun pala. Dengan investasi di bidang perkebunan dan pengolahan pala, di harapkan pula harga komoditas rempah tersebut bisa terdongkrak dan bisa memiliki pasar tersendiri.
Pemerintah Provinsi Papua Barat
diketahui terus berupaya mendorong pengembangan terintegrasi
dari hulu hingga hilir untuk lima
komoditas unggulan di daerah
tersebut.
Kelima komoditas unggulan
meliputi kakao, rumput laut, kopi,
pala, dan kelapa varietas dalam.
Pemda setempat juga mendorong
munculnya industri kreatif dari
pengembangan komoditas unggulan tersebut.
Dalam grand desain yang disusun bersama sejumlah mitra pemerintah ini, kata Charlie, diantaranya mendorong agar industri kreatif muncul dari pengembangan lima komoditas unggulan tersebut. Dengan demikian, ada manfaat yang lebih besar serta dampak ekonomi yang lebih masif dari pengembangan itu.
Penerimaan Pajak, Pungutan Amblas, Konsolidasi Fiskal Rawan Bablas
Mengacu pada
data realisasi
penerimaan
yang dirilis
Kementerian
Keuangan,
proyeksi paling optimistis realisasi
penerimaan pajak pada tahun ini
hanya berada di kisaran -13% dan
angka pesimistis di kisaran -19%
Ironisnya, di tengah tren kinerja
penerimaan pajak yang terpuruk,
sebuah laporan dari Tax Justice
International justru menunjukkan
bahwa praktik penggerusan pajak
terus belangsung.
Laporan itu mencatat, praktik
penghindaran pajak memiliki dampak yang besar terhadap negara
dengan penghasilan terbatas seperti
Indonesia.
Kajian paling anyar lembaga
tersebut menunjukkan bahwa
praktik penghindaran pajak di
Indonesia mencapai US$4,86 miliar setiap tahun. Angka tersebut
setara dengan 4,39% dari total
penerimaan pajak nasional.
Pajak yang hilang akibat penghindaran yang dilakukan oleh korporasi tercatat mencapai US$4,78
miliar.
Adapun penerimaan pajak yang
hilang karena orang kaya yang
menyembunyikan kekayaannya
di luar negeri mencapai US$78,83
juta.
Realisasi penerimaan pajak
sampai Oktober 2020 tercatat
mengalami kontraksi makin dalam. Data Kementerian Keuangan
menunjukkan realisasi penerimaan
hanya sebesar Rp826,9 triliun,
terkontraksi sebesar 18,8%. Angka
ini melebar dibandingkan dengan
realisasi September yang hanya
di kisaran 16%.
Selain disebabkan oleh ekonomi
yang belum sepenuhnya pulih,
Menteri Keuangan Sri Mulyani
Indrawati mengatakan bahwa kontraksi penerimaan pajak tersebut
juga disebabkan oleh banyaknya
insentif untuk dunia usaha.
Di sisi lain, Danny Darussalam
Tax Center (DDTC) telah melakukan penghitungan terbaru terkait
dengan proyeksi penerimaan pajak
pada tahun ini.
Dalam kajiannya, DDTC mencatat
penerimaan pajak pada tahun ini
berada pada kisaran Rp1.084 triliun
atau -19% untuk target pesimistis
dan Rp1.154 triliun atau -13%
untuk target yang optimistis.
Realisasi defisit APBN tersebut
telah mencapai 73% dari target.
Namun, Menkeu mengatakan
besarnya defisit itu mengindikasikan bahwa tata kelola anggaran
tergolong produktif.
Infrastruktur Dasar, 15 Proyek SDA Siap Diresmikan
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mencatat ada 15 proyek bidang sumber daya air yang siap beroperasi setelah selesai dibangun secara tahun jamak. Direktur Bendungan dan Danau Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Airlangga Mardjono menjelaskan masih merekap progres dari pembangunan bendungan lainnya
Data Kementerian PUPR mencatat ada 46 proyek pembangunan bendungan existing, serta 16 proyek bendungan baru, di antaranya di Sumatra Selatan, Jambi, Banten, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Barat. Hingga 2019, daya tampung bendungan di Indonesia mencapai 13,53 miliar meter kubik dari total 235 bendungan, naik dari periode 2014 yang sebesar 12,42 miliar meter kubik dari total 220 bendungan. Tiga proyek SDA yang bakal segera beroperasi yaitu proyek Pompa Pengendali Banjir Sub Das Bendung, Sumatra Selatan, proyek pengendali banjir Sungai Asahan, Sumatra Utara serta proyek Perkuatan Tebing Sungai Martapura di Sumsel.
Pengiriman Ekspres 2021, Persaingan Jasa Kurir Kian Sengit
Head of Logistics PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) Junaidi mengatakan akan menyasar pasar logistik lebih luas lagi dengan memperluas jangkauan layanan pengiriman barang dari luar kota melalui Gosend Intercity Delivery dan juga meningkatkan kualitas layanan pengiriman barang melalui Gosend Web Portal. Junaidi menegaskan Gosend akan mempermudah para pengguna dan pelaku usahan mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam mengembangkan pasar khususnya pada masa adaaptasi kebiasaan baru. Untuk layanan Gosend Web portal memudahkan pengguna mengirim barang dala jumlah banyak ke beberapa alamat tujuan tanpa perlu khawatir dengan selisih harga. Data Gojek mencatat, sebanyak 94% pelaku UMKM yang juga social seller merasakan manfaat teknologi Gojek selama pandemi sebanyak 77% pengantaran dalam kota dan 32% Gosend Intercity.
CEO PT Global Jet Express (J&T Express) Robin Lo memfokuskan untuk mengembangkan pelayanan dari berbagai sisi seperti efisiensi paket dengan penggunaan mesin sortir otomatis pada gudang sortir yang ada di beberapa kota termasuk kota-kota kecil bisa memberikan efisiensi waktu sekaligus meminimalkan kontak dengan paket. Perusahaan meluncurkan layanan tambahan J&T Eco yang tersedia di lokapasar tertentu dan mencakup area Jabodetabek. Pada 2021, menurutnya peluang jasa pengiriman barang akan kian meningkat seiring dengan peningkatab transaksi online.
Sementara itu, VP of Marketing PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) Eri Palgunadi tetap menargetkan bisnis pengiriman bisa tumbuh hingga 30% dengan disokong strategi kolaborasi dengan pihak-pihak dalam ekosistem dan mendukung kemajuan ekosistem merupakan solusi untuk mengatasi berbagai tantangan seperti pandemi Covid-19. Oleh karena itu, JNE menggelar program, seperti promosi diskon ongkos kirim guna mendorong minat masyarakat berbelanja online sekaligus memacu penjualan pelaku UMKM.
Sebaliknya, Presiden Direktur PT Citra Van Titipan Kilat (Tiki) Yulina Hastuti memunculkan sejumlah produk andalan yang baru saja dirilis selama pandemi Covid-19 yakni seller online booking yaitu layanan bagi penjual online yang dapat melakukan pemesanan langsung dan rutin melalui aplikasi sekaligus mengintegrasikannya dengan situs daring pelanggan. Yulina menargetkan Tiki fokus mengembangkan jaringan distribusi agar bisa menjangkau hingga lebih dari 90% wilayah Indonesia selama 5 tahun mendatang.









