;

Wavin Bangun Pabrik US$ 125 Juta di Batang

24 Nov 2020 Investor Daily, 24 November 2020
Wavin Bangun Pabrik US$ 125 Juta di Batang

Produsen pipa plastik asal Belanda, Wavin BV akan membangun pabrik senilai US$ 125 juta atau Rp 1,7 triliun di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan Wavin dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Den Haag, Kamis (19/11). 

“Kami menawarkan Wavin bisa membangun pabriknya di KIT Batang. KIT Batang menawarkan harga tanah yang sangat kompetitif. Fasilitas dan infrastrukturnya juga sangat memadai,” kata Bahlil kepada Presiden APAC Wavin Group Freek Crump dan penanggung jawab Wavin wilayah Asia Pasifik Johanes Dress

Menurut Bahlil, dengan masifnya pembangunan infrastruktur di Indonesia, Wavin bisa berperan sebagai pemasok kebutuhan pipa, dan dapat memenuhi kebutuhan pipa nasional. Di sisi lain, dengan adanya kebijakan pemerintah memperketat impor untuk kebutuhan material pembangunan infrastruktur, Wavin telah mengambil langkah yang tepat dengan rencana pembangunan pabriknya di Indonesia. Bahlil mengungkapkan, produsen pipa itu berencana untuk membangun pabriknya di salah satu lokasi di Pulau Jawa. Namun berdasarkan kalkulasi logistik dan transportasi, wilayah tersebut kurang efisien. Sementara itu KIT Batang dinilai siap menyediakan lahan seluas 20 hektare untuk dijadikan lokasi investasi

Wavin merupakan produsen pipa plastik dunia berbasis di Zwolle, Belanda, dan telah berdiri sejak 1955. Perusahaan tersebut mampu mengembangkan berbagai produk pipa yang ramah lingkungan untuk kepentingan fasilitas drainase dan suplai air.

Di sisi lain, di tengah tekanan berat akibat pandemi Covid-19, realiasi investasi manufaktur mencapai Rp 72,3 triliun sepanjang kuartal III-2020, naik 69,3% dibandingkan periode sama tahun 2019. “Dari nilai investasi tersebut, sektor industri pengolahan berkontribusi sebesar 34,6% terhadap total investasi Indonesia yang sebesar Rp 209 triliun pada kuartal III-2020,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin) R Janu Suryanto di Jakarta, belum lama ini

Janu melanjutkan, realisasi PMA sektor industri pengolahan pada Januari-September 2020 didominasi oleh sektor industri logam dasar dengan nilai US$ 4,4 miliar atau berkontribusi sebesar 45,8%. Selanjutnya, industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia senilai US$ 1,21 miliar atau berkonbtribusi 12,5%, serta industri makanan sebesar US$ 1,07 miliar dengan kontribusi 11%.

Download Aplikasi Labirin :