;

Integrasi Data Disiapkan di Program Vaksin Korona

Ayu Dewi 25 Nov 2020 Kontan

Pemerintah memastikan upaya penyediaan vaksin virus korona atau Covid-19 akan transparan. Salah satu upaya dengan menyiapkan big data yang terintegrasi atas produksi, pengiriman, pendistribusian sampai ke penyuntikan. Lewat Kementerian Badan Usaha Milik Negara, pemerintah tengah mengebut persiapan big data ini.

Salah satunya dengan meminta PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bio Farma sebagai agregatornya. “Data ini merupakan milik pemerintah, bukan Telkom. Telkom dan Bio Farma sebagai agregator menjaga data ini terekam dengan baik,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir, Selasa (24/11).

Muhamad Fajrin Rasyid, Direktur Digital Business Telkom Indonesia menjelaskan, Telkom memang melebarkan bisnis digital termasuk di dalamnya mengembangkan big data analytics sebagai basis data vaksinasi Covid-19 untuk membantu KPC-PEN. Menurutnya, sistem informasi ini dibuat Telkom mencakup beberapa tujuan. Salah satunya adalah mengintegrasikan data dari berbagai sumber kementerian dan lembaga seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Kesehatan.


Kebijakan Gula Mesti Komprehensif

Ayu Dewi 25 Nov 2020 Kompas

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud menyebutkan, kebutuhan gula nasional mencapai 5,9 juta ton, sekitar 2,8 juta ton untuk konsumsi dan 3,1 juta ton untuk kebutuhan industri. Oleh karena produksi gula dalam negeri 2,2 juta ton, sisa kebutuhan dipenuhi melalui importasi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, defisit gula konsumsi mencapai 600.000 ton per tahun sebab produksi nasional sekitar 2,1 juta ton. Kementerian Pertanian akan mengurangi defisit itu secara bertahap melalui peningkatan produksi.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono menambahkan, langkah meningkatkan produksi akan ditempuh melalui bongkar ratoon kebun tebu seluas 75.000 hektar dan rawat ratoon 125.000 hektar. Kementerian juga akan membuka areal lahan tebu baru seluas 50.000 hektar. Dari strategi ekstensifikasi dan intensifikasi itu, produksi gula ditargetkan dapat bertambah 676.000 ton.

Secara terpisah, Ketua Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) sekaligus Wakil Menteri Perdagangan periode 2011-2014 Bayu Krisnamurthi berpendapat, selisih harga antara harga gula berbasis tebu dan gula impor yang mencapai Rp 4.000-Rp 4.500 per kilogram mencerminkan tidak efisiennya pabrik gula dalam negeri.

 


Kelas Menengah Topang Pasar Properti 2021

Ayu Dewi 25 Nov 2020 Kompas

Pasar properti residensial tahun 2021 diperkirakan masih ditopang oleh segmen kelas menengah ke bawah diperkirakan makin bergeliat. Rumah yang paling banyak diincar saat ini adalah unit rumah yang dijual di kisaran harga Rp 300 juta-Rp 500 juta per unit.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida, Selasa (24/11/2020), menyebutkan, 86 persen omzet pengembang perumahan saat ini berasal dari penjualan rumah dengan rentang harga di bawah Rp 1,5 miliar per unit, sedangkan sekitar 13 persen dari rumah berharga di atas Rp 1,5 miliar per unit.


Komoditas Perkebunan, Saatnya Menghangatkan Produksi Kopi Lokal

B. Wiyono 25 Nov 2020 Bisnis Indonesia

Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEIKI) mencatat permintaan kopi olahan pada kuartal III/2020 sudah berada di posisi 0% atau stagnan. Ketua Bidang Kopi Specialty dan Industri AEIKI Moelyono Soesilo mengatakan permintaan kopi pada kuartal IV/2020 akan kembali ke posisi pra-pandemi. Sayangnya, pertumbuhan konsumsi kopi di dalam negeri tidak diikuti dengan ketersediaan bahan baku, padahal pabrikan sudah mulai ekspansif. Sepanjang 2020, volume produksi kopi olahan diperkirakan turun 5%-10% secara tahunan menjadi sekitar 350.000-360.000 ton. Sementara itu, volume produksi kopi olahan pada 2021 diproyeksi hanya tumbuh sekitar 4,22% menjadi 360.000-380.000 ton.

Adapun, produksi bubuk kopi ritel mendominasi hasil gilingan biji kopi bubuk dengan ampas dan 20% untuk kopi bubuk tanpa ampas. hanya 10% dari hasil gilingan kopi dialokasikan untuk produksi minuman rasa kopi, permen rasa kopi, dan produk makanan dan minuman lainnya yang berbahan kopi.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani sebelumnya menyebutkan sektor pangan dan pertanian sudah seharusnya diberikan prioritas oleh pemerintah, mengingat sektor ini terbukti cukup tangguh selama masa pandemi Covid-19. Pangan dan pertanian menjadi salah satu sektor yang dapat diandalkan untuk menjaga stabilitas ekonomi, sosial, dan politik pada situasi pandemi. Sektor pangan dan pertanian dapat diandalkan dalam mengurangi  jumlah pengangguran terbuka, menyejahterakan masyarakat, dan mengentaskan kemiskinan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengemukakan Indonesia merupakan negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Pada 2019, produksi biji kopi Indonesia mencapai 729.1000 ton, dengan nilai ekspor produk kopi olahan sebesar US$ 610,89 juta. Kemenperin mendata ekspor produk kopi olahan pada ahir 2019 tumbuh 5,33% menjadi US$ 610,89 juta. Indonesia tercatat sebagai negara penghasil biji kopiterbesar keempat di dunia dengan produksi rata-rata sekitar 773.000 ton per tahun atau menyumbang 8% dari produksi kopi dunia.

Indonesia akan terus menjadi eksportir utama produk kopi olahan karena didukung pula dengan maraknya gaya hidup minum kopi di dunia. Selain itu, Indonesia yang tadinya dikenal sebagai negara konsumen kopi. Untuk itu, diperlukan perluasan areal produksi kopi yang saat ini baru 760.000 hektare, dari total luas lahan yang tersedia mencapai 1,26 juta hektare. Dengan demikian, kebutuhan kopi di dalam negeri bisa terpenuhi, tanpa harus bergantung pada impor.

Komoditas Gula, Harga Mahal Jadi Aral

B. Wiyono 25 Nov 2020 Bisnis Indonesia

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementrian Perdagangan Didi Sumedi mengatakan disparitas harga yang terjadi sejak 2019 terus memburuk pada 2020. Harga eceran gula di pasar domestik 29,7% lebih tinggi dibandingkan dengan harga internasional. Lebih tingginya harga gula domestik ini disebabkan oleh besarnya biaya pokok produksi (BPP). Rata-rata BPP yang dikeluarkan petani pada 2020 mencapai Rp 9.857/kg, naik dari tahun lalu senilai Rp 9.554/kg. Hal ini kontras dengan rerata BPP di tingkat global senilai Rp 5.465/kg. Faktor lainnya adalah produktivitas lahan tebu di Indonesia yang hanya sekitar 5  ton/hektare/tahun, sementara di India dan Thailand bisa mencapai 9 ton/hektare/tahun.

Kualitas gula dari luar negeri cenderung lebih baik karena tingkat rendemannya yang mencapai 9%, sedangkan Indonesia masih terjebak di kisaran 6,8% - 7%. Hal tersebut pun bahkan cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir sehingga memunculkan stagnasi produksi gula nasional. Pasokan gula dari dalam negeri juga belum bisa diandalkan untuk memenuhi permintaan. Kementrian Perdagangan memperkirakan konsumsi rumah tangga mencapai 2,9 juta ton pada 2020, tetapi produksi hanya di angka 2,5 juta ton menurut perkiraan awal.

Gula tercatat menjadi salah satu bahan pokok yang kerap mengalami fluktuasi. Pada 2020, harga gula sempat menyentuh Rp 19.000/kg di tingkat eceran akibat pasokan yang berkurang. MPP gula pun cenderung meningkat setiap tahunnya dari 30,27% pada 2015 menjadi 33,18% pada 2018. Data National Sugar Community (NSC) menunjukkan biaya distribusi gula meningkat dimana pada 2020 berkisar antara 21% sampai 23% dari total biaya yang dikeluarkan. Kemendag meleporkan bobot inflasi gula sepanjang 2019 mencapai 0,40%. Komoditas ini juga berkontribusi pada garis kemiskinan sebesar 1,99% di perkotaan dan 2,78% di pedesaan.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementrian Koordinator Perekonomian Musdalifah Machmud mengemukakan langkah yang diambil pemerintah untuk mencegah fluktuasi harga adalah dengan menghitung stok dengan tepat. Dia memproyeksikan kebutuhan gula konsumsi pada 2021  mencapai 2,82 juta ton, sementara produksi sekitar 2,2 juta ton sehingga defisit gula konsumsi mencapai 620.000 ton.

Wakil Ketua Umum Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bustanul Arifin menilai pemerintah perlu menyiapkan kebijakan pergulaan yang tegas jika defisit neraca gula ingin ditambal. Diperlukan sekitar 400.000 bahkan sampai 700.000 hektare lahan untuk mencapai target tersebut. Terobosan teknologi dan pengembangan perlu didorong untuk meningkatkan produktivitas tebu nasional yang setiap tahunnya hanya menghasilakn 2,2 juta ton gula. peningkatan produktivitas bisa menyumbangkan surplus pendapatan senilai Rp 7 triliun.

Kasus Gagal Bayar Industri Keuangan, Ombudsman Soroti Pengawasan

B. Wiyono 25 Nov 2020 Bisnis Indonesia

Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Alamsyah mengatakan bahwa Ombudsman melakukan kajian sebelum maraknya kasus gagal bayar di industri keuangan. Hasilnya, lembaga itu menenggarai ada praktik yang tidak sesuai standar oleh sejumlah perusahaan keuangan. Maraknya kasus kejahatan di industri keuangan yang merugikan investor penyebabnya adalah lemahnya pengawasan. Penyelesaian permasalahan gagal bayar di industri keuangan, bukan hanya menjadi tanggung jawab Kejaksaan Agung. Perlu peran lembaga lain untuk melakukan pembenahan hingga ke akar karena masalahnya multidimensi.

Saat ini, terdapat sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor keuangan mengalami gagal bayar. Misalnya di sektor koperasi mulai dari Koperasi Hanson, Lima Garuda, Koperasi Pracico, dan Koperasi Sejahtera Bersama. Pada Sektor Investasi dan pengelolaan aset, terdapat Mahkota Investama, Emco Asset Management, Narada Asset Management, Victoria Manajemen Investasi, dan Indosterling Optima Investama. Sementara di sektor asuransi ada PT Asuransi Bumiputera (AJB), PT Asuransi Jiwasraya, Wanaartha Life, dan Kresna Life.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah mengusut kasus terkait dengan jasa konsultasi bisnis Asuransi dan Reasuransi Oil dan Gas pada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) dan menjerat mantan Direktur Utama Jasindo (2008-2013) Budi Tjahjono yang telah divonis 7 tahun penjara lantaran terbukti melakukan korupsi. KPK akan mentapkan tersangka baru dalam kasus ini.  Hanya saja, kebijakan di KPK, tersangka baru akan diumumkan setelah ditahan.

Kerupuk Rumahan Masuk Ritel Modern

Benny 25 Nov 2020 Banjarmasin Post

Usaha kerupuk rumahan mulai bangkit. Kerupuk olahannya ini menyasar segmen penjualan di ritel-ritel modern seperti Indomaret, Transmart, Hypermart, Alfamart dan Lotte Mart baik di Kalsel maupun Kalteng.

Produk kerupuk ini dibikin beberapa level, dari level 10 paling pedas sekali hingga level 5, level 4 dan level 3 yang sedikit pedasnya, sesuai dengan cita rasa masyarakat. Harganya per peces Rp 15 ribu hingga Rp 15.500 dengan berat 80 gram dan tahan enam bulan bila disimpan di ruang AC dan tidak ber AC selama empat bulan.


APBD 2021 Baritokuala Dipatok Rp 1,2 Triliun

Benny 25 Nov 2020 Banjarmasin Post

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Kuala (Batola) menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2021 dalam Rapat Paripurna, Selasa (24/11).

Bersamaan Rapat Paripuma ini pula, Bupati Hj Noormiliyani AS menyampaikan Raperda tentang Perubahan Kedua atas Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa.

Noormiliyani mengatakan, anggaran pada APBD TA:2021 yang nilainya sebesar Rp 1.284.672.605.283,00 tak hanya memberikan dukungan terhadap proses pembangunan namun juga sebagai sumber daya bagi penyempurnaan kinerja guna mewujudkan secara maksimal Visi dan Misi Pemkab Batola.


Bea Cukai Kualanamu Musnahkan Barang Sitaan Senilai Rp 421 Juta

Benny 25 Nov 2020 Sinar Indonesia Baru

Petugas Bea Cukai Kualanamu melaksanakan pemusnahkan barang sitaan (hasil penindakan) dari hasil barang bawaan para penumpang maupun melalui pengiriman Pos dari Luar Negeri melalui Bandara Kualanamu selama Tahun 2020, yang jumlah senilai Rp 421.476.000, di Jalan Duane Desa Pantai cermin Kanan Kecamatan Pantai cermin Kabupaten Serdangbedagai. Rabu (25/11).

Barang –barang sitaan yang dimusnahkan sebanyak 949 jenis masing –masing ,barang  produk olahan makanan, berbagai macam obat-obatan, sex toys (mainan seks), dan alat kesehatan, kontak lensa, telepon seluler (ponsel), tablet, kamera bekas, pakaian, produk tekstil dan sparepart kendaraan.

Pelaksanakan Pemusnahan dilakukan dengan cara dipotong dengan menggunakan mesin gerenda potong di antaranya alat elektronik dan sparepart kendaraan. Selanjutnya dibakar di 2 tong serta membakar pada galian tanah sedalam 2 meter.

Kepala Kantor Bea Cukai Kualanamu, Elfi Haris mengatakan bahwa pemusnahan itu sengaja dilakukan di Pantaicermin Kabupaten Serdangbedagai, karena asap pembakaran dari pemusnahan dapat mengganggu operasi penerbangan, jika dilakukan di areal Bandara Kualanamu.

Dalam pelaksanaan itu sebelumnya, pihak Bea Cukai Kualanamu sudah mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan melalui DJKN Nomor : S-242/MK.7/KN.5/2020 tanggal (10 /11).


Cuaca Picu Kenaikan Harga Cabai Rawit Jadi Rp 35 ribu/ kg

Benny 25 Nov 2020 Sinar Indonesia Baru

Cuaca hujan lebat ditambah bencana-bencana yang membuat terputusnya sejumlah ruas jalan memicu kenaikan cabai rawit. Harga cabal rawit meroket dari kisaran Rp 25.000 per Kg menjadi Rp 35.000 per Kg saat ini. Atau naik sekitar Rp 10.000 per Kg sejak awal pekan ini.

Setelah kita melakukan penelusuran mendalam, ternyata kenaikan harga cabai rawit terjadi karena pasokan dari Sidikalang mengalami gangguan, ungkap Ketua Tim Pemantau Harga Bahan Pangan Gunawan Benyamin, Selasa (24/11).

Karena saat ini di Sidikalang intensitas hujan sangat tinggi, kata Gun, membuat petani enggan untuk turun ke ladang. Untuk cabai merah, harganya masih stabil di kisaran Rp 37.000 hingga Rp 40.000 per Kg untuk kualitas medium. Jadi memang masih bertahan mahal, ujarnya.

Untuk harga komoditas lainnya, kabar baik yakni datang dari bawang merah yang perlahan sudah mulai turun. Bawang merah saat ini dijual di kisaran Rp 30.000 hingga Rp 32.000 per Kg. Selain itu harga daging ayam juga sama, saat ini perlahan mengalami penurunan.  Harganya saat ini dijual Rp34.000 per Kg.


Pilihan Editor