Kendaraan Niaga Dominasi Penjualan
Penjualan mobil penumpang dan niaga ringan di Sulawesi Selatan mengalami kontraksi yang cukup dalam di tengah Pandemi Covid-19. Hingga triwulan III-2020 atau periode Januari-September 2020, presentase penjualan rerata per bulan turun hingga 37 persen.
Itu pun dirasakan Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO). Kepala AI-DSO Cabang Urip mencakup area Sulselbar, Andrianto Saudin usal menggelar Virtual Astra Daihatsu Sulsel di showroom-nya Urip Sumiharjo Makassar, Sabtu (28/11) lalu mengatakan, penjualan rerata per bulan memang turun double digit.
“Penjualan Gran Max mendominasi penjualan kami di Sulsel. Totalnya sekitar 2.219 unit atau 45,81 persen dari total penjualan. Dimana Gran Max PU 1.895 unit dan Gran Max MB 324 unit,” ujar Andri sapaannya.
Sosialisasi Program Pemulihan UMKM
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kalteng, Ati Muliati, terus menggencarkan sosialisasi dan pemahanan kepada warga Kalteng tentang manfaat Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi UMKM.
Dalam satu dialog interaktif, Ati menjelaskan maksud dan tujuan Program PEN bagi UMKM Kalteng, terutama mendorong pertumbuhan UMKM, membantu agar UMKM tetap menjalankan usahanya di tengah suasana pandemi Covid-19, membantu dalam melunasi kewajiban UMKM ke pihak perbankan dan menumbuhkan perluasan usaha.
Omzet Jualan Tanaman Hias Bisa Tembus Miliaran Sebulan
Permintaan masyarakat terhadap tanaman hias meningkat drastis, bahkan hingga 10 kali lipat. Salah satu penjual tanaman hias yang mencetak omzet besar di tengah pandemi ialah Rico Rusdiansyah, pemilik toko @Titikhijau. Penjualan tertingginya ada di bulan Mei 2020, di mana ia sempat merasakan omzet per bulannya tembus hingga Rp 1 miliar.
Omzet itu merupakan akumulasi penjualan tanaman di dalam negeri, dan juga yang diekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat (AS), negara-negara di benua Eropa, lalu ke Hong Kong, Korea Selatan (Korsel), dan sebagainya.
Adapun jenis tanaman hias yang marak dicari mulai dari monstera, philodendron, anthurium, syngonium, dan sebagainya. Selain para penjual tanaman hias, penjual pot pun turut kena rezeki 'nomplok' di tengah pandemi.
Kementerian PUPR Lelang Dini 4.060 Paket Infrastruktur 2021
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memulai pelelangan dini untuk percepatan realisasi pelaksanaan kegiatan infrastruktur Tahun Anggaran 2021. Pelelangan dini telah dimulai sejak Oktober 2020 dengan total jumlah paket yang telah dilelang sebanyak 4.060 paket senilai Rp46,64 triliun sebagaimana terekam dalam sistem e-monitoring pada status 28 November 2020.
Dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2021 yang telah disetujui Komisi V DPR RI, pagu anggaran Kementerian PUPR TA 2021 sebesar Rp149,81 triliun.
Dari total pagu anggaran tersebut, pelaksanaan tender yang terekam dalam sistem e-monitoring status 27 November 2020 untuk infrastruktur bidang sumber daya air sebanyak 1.910 paket senilai Rp18,31 triliun, infrastruktur konektivitas 1.235 paket senilai Rp18,8 triliun, infrastruktur permukiman 630 paket senilai Rp7,38 triliun, dan perumahan 257 paket senilai Rp1,88 triliun.
Pengadaan Vaksin Covid-19, Gotong Royong Korporasi, Distribusi Hingga Digitalisasi
Komersialisasi vaksin
Covid-19 diperkirakan terjadi
pada Juni 2021 lantaran
laporan uji klinis vaksin
Covid-19 yang dilakukan di
Bandung, Jawa Barat, baru
rampung pada Mei 2021.
Oleh karena itu, simulasi
distribusinya dinilai sangat
penting untuk mengejar target
vaksinasi 170 juta orang.
Ketua Bidang Distribusi
Gabungan Pengusaha Farmasi
Indonesia (GPFI) Hery Sutanto
menyampaikan pihaknya baru
membuat simulasi distribusi
untuk 10 juta dosis.
Dalam simulasi itu, akan
dibutuhkan 1.923 pallet, 48
reefer container, 360 cold truck,
3.300 cold box, dan 4.375
meter kubik cold storage dengan tujuan distribusi 10.134
fasilitas kesehatan.
Sementara itu, PT Kalbe
Farma Tbk. (KLBF) menyatakan
siap ikut serta melakukan
distribusi vaksin Covid-19 yang
akan dimulai oleh Holding
BUMN Farmasi pada akhir
Januari 2020.
Presiden Direktur Kalbe
Farma Vidjongtius mengatakan
saat ini, perseroan memiliki
infrastruktur distribusi cold
chain untuk seluruh Indonesia.
Perseroan juga siap berpartisipasi dalam kegiatan distribusi vaksin milik Holding
BUMN Farmasi.
Erick, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), menunjuk dua BUMN untuk menyiapkan sistem integrasi data terkait vaksinasi Covid-19. Dia mengatakan saat ini, pihaknya terus menggodok roadmap program vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat, termasuk menyiapkan sistem integrasi data dari berbagai institusi dan lembaga terkait yang bertajuk Sistem Satu Data. Infrastruktur data tersebut digodok oleh dua BUMN yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bio Farma (Persero). Adapun, sistem tersebut melingkupi data penerima vaksin, suplai vaksin, hingga distribusi vaksin.
Impor Vaksin Peroleh Fasilitas Fiskal
Pemerintah
memberikan fasilitas
kepabeanan dan/
atau cukai, serta
perpajakan bagi impor
vaksin untuk mendukung
langkah penyelesaian
pandemi Covid-19.
Adapun, fasilitas tersebut diberikan untuk kegiatan impor vaksin, bahan
baku vaksin, peralatan
yang diperlukan dalam
produksi vaksin, serta
peralatan untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19.
Kemudian, impor vaksin yang mendapatkan
fasilitas kepabeanan dan/
atau cukai, serta perpajakan dapat dilakukan
melalui pusat
logistik berikat.
Fasilitas tersebut
juga diberikan
terhadap pengeluaran vaksin asal
impor dan/atau
tempat lain dalam daerah pabean dari kawasan berikat atau gudang
berikat, kawasan bebas
atau kawasan ekonomi
khusus, dan/atau perusahaan penerima fasilitas
kemudahan impor tujuan
ekspor (KITE) .
Industri Reksa Dana, Banjir Investor Di Tekfin
Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan pertumbuhan jumlah investor pasar
modal berdasarkan single investor
identification (SID) secara year to
date (ytd) sudah mencapai 3,5
juta investor, menanjak 42,19%.
Padahal, per Desember 2019,
jumlah investor berdasarkan SID
baru 2,48 juta.
Secara khusus, investor reksadana mencatatkan pertumbuhan
59,32% ytd menjadi 2,8 juta
investor dari 1,7 juta investor
pada akhir 2019.
Berdasarkan demografinya, sebanyak 49,4% merupakan investor pada rentang usia
20 tahun–30 tahun,
diikuti dengan
23,85% investor
berada pada rentang usia 30
tahun—40 tahun.
Demografi berdasarkan usia
yang lebih muda, lanjut Uriep,
merupakan alasan pertumbuhan
investor dan AUM reksadana
melalui platform daring di Indonesia mengingat generasi tersebut
lebih melek terhadap teknologi.
Chief Executive Officer PT
Bibit Tumbuh Bersama (Bibit)
Sigit Kouwagam menyebut bahwa
sebenarnya Covid-19 memberikan
tekanan pada industri reksadana,
diantaranya karena daya beli
turun.
Namun, di sisi lain APERD
berbasis tekfin mampu menawarkan solusi investasi digital.
Menurutnya, kemudahan menggunakan aplikasi dan transaksi
reksadana secara digital menjadi
faktor utama peningkatan transaksi
selama masa pandemi.
Selain itu, lanjutnya, selama
Covid-19 awareness masyarakat
akan investasi juga meningkat
karena banyak yang sadar bahwa
dana darurat itu sangat penting
dalam menghadapi situasi krisis.
Mitha optimistis pertumbuhan
transaksi reksadana akan terus
meningkat pada tahun depan.
Pasalnya, dia melihat sejak adanya
pandemi masyarakat jadi semakin
melek keuangan dan sadar akan
kebutuhan untuk berinvestasi
dan mengembangkan uang yang
dimiliki.
Sektor Unggulan, Pertanian Topang Ekonomi Daerah
“Selain meningkatkan daya tahan
petani terhadap dampak pandemi
Covid-19, ini juga upaya kami agar
tidak terjadi kelangkaan pangan di
Papua Barat,” kata Kepala Dinas
Tanaman Pangan, Hortikultura dan
Perkebunan Provinsi Papua Barat
Jacob Fonataba seperti dikutip
Antara, Minggu (29/11)
Dia menjelaskan bahwa peningkatan produksi padi masih menjadi
prioritas pada tahun depan, selain
pangan lokal seperti sagu, jagung,
dan ubi-ubian.
Selain itu, komoditas kakao di
Kabupaten Manokwari Selatan
dan kopi di Pegunungan Arfak
juga masuk dalam skema pengembangan ekonomi hijau di
Papua Barat. Produksinya pun
akan terus dipacu untuk memenuhi kebutuhan ekspor.
Hingga kini, produksi kakao di
Manokwari Selatan sudah rutin
dikirim ke Surabaya dan diekspor
ke Inggris.
Sebanyak 11,5 ton cabai kering
Sulsel dikirim perdana ke Pakistan
oleh eksportir PT Ransu Navigasi
Nusantara untuk kebutuhan campuran pewarna tekstil di negara
tersebut.
Meski perdana dikirim ke Pakistan, sebelumnya komoditas cabai
kering juga telah menembus pasar
Negeri Sakura, Jepang. Tak main-main, jumlahnya bahkan mencapai
23 ton dengan pengiriman secara
bertahap.
Berdasarkan data lalu lintas
ekspor pertanian di Karantina
Makassar, tercatat pertumbuhan
negara tujuan ekspor meningkat
sebesar 8%, yakni 133 negara
tujuan ekspor pada 2019 dan 143
negara tujuan hingga Oktober 2020
atau bertambah 10 negara tujuan
baru seperti Thailand, India, dan
China.
Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil menyatakan dalam proses ekspor, yang
terpenting adalah memerhatikan
hilirisasi produk pertanian, mengingat produk pertanian yang tidak
tahan lama atau bersifat perishable.
Dengan hilirisasi, diharapkan memberi nilai tambah dan menjamin
keberterimaan produk tersebut ke
negara tujuan.
Tiga Industri Unggulan Melesat Tahun Depan
Para pelaku industri memprediksi
penjualan mobil pada 2021 mencapai 750 ribu unit, naik 43% dari
estimasi 2020 sebanyak 525 ribu
unit, sedangkan sepeda motor diestimasikan tumbuh 6-19% menjadi 4-4,3
juta unit dari estimasi 2020 sebanyak
3,6-3,7 juta unit. Adapun penjualan
semen diperkirakan tumbuh 5-6%
dan mamin naik 5-7%
Seiring dengan itu, industri manufaktur tahun depan diproyeksikan
tumbuh 3,95%, dibandingkan per
September 2020 yang turun 2,63%.
Investasi akan menjadi salah satu
faktor penopang per tumbuhan
industri, selain perbaikan kinerja
beberapa sektor unggulan.
Melesatnya industri mamin olahan, otomotif, dan semen bakal
berimbas ke lantai bursa. Tahun
depan, saham-saham emiten ketiga
industri tersebut diperkirakan berada dalam teritori positif.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman menuturkan, pertumbuhan industri mamin tahun ini tergerus oleh pandemi Covid-19. Hingga akhir tahun, pertumbuhan industri pemasok produk domestik bruto (PDB) manufaktur terbesar ini ditaksir hanya 3%, melambat dari 2019 sebesar 7,78%. Tahun depan, pertumbuhan mamin diprediksi naik menjadi 5-7%.
Kemenkeu: 70% WP Merasa Terbantu Stimulus Pajak
Staf Ahli Menteri
Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak
Yon Arsal menyebutkan, sebanyak
70% pelaku usaha merasa sangat
puas dan terbantu dengan adanya
stimulus pajak selama masa pandemi
Covid-19. Sementara sebanyak 72%
pelaku usaha merekomendasikan
layanan pajak secara online oleh
Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
Kementerian Keuangan.
Ia merujuk pada hasil
survei pemulihan ekonomi nasional
(PEN) yang dilaksanakan oleh DJP
terhadap 12.800 wajib pajak yang
terkena dampak pandemi.
Ia mengatakan, pandemi Covid-19
memberikan dampak yang signifikan
terhadap kondisi pelaku usaha yang
ditunjukkan dengan penurunan penjualan, pengurangan aktivitas usaha,
permasalahan likuiditas, pengurangan tenaga kerja, serta penurunan
permintaan barang dan jasa.
Selanjutnya survei juga menunjukkan bahwa 47% responden melakukan penyesuaian tenaga kerja, 35%
melakukan pemberhentian sementara, dan 62% responden melakukan
pengurangan aktivitas hingga 75%.
Sebagai informasi, selama masa
pandemi Covid-19, pemerintah memberikan stimulus anggaran dunia
usaha senilai Rp 120,61 triliun yang
meliputi insentif pajak seperti pajak
penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP), pembebasan PPh Pasal 22 impor, potongan
angsuran PPh Pasal 25 sebesar 50%,
serta percepatan restitusi pajak
pertambahan nilai (PPN) hingga 31
Desember 2020.
Di sisi lain, survei menunjukkan insentif pajak efektif membuat
penurunan jumlah karyawan dan
penurunan jumlah penjualan lebih
moderat, dibandingkan dengan
pelaku usaha yang tidak memanfaatkan insentif pajak









