;

Kendaraan Niaga Dominasi Penjualan

Leo Putra 30 Nov 2020 Tribun Timur

Penjualan mobil penumpang dan niaga ringan di Sulawesi Selatan mengalami kontraksi yang cukup dalam di tengah Pandemi Covid-19. Hingga triwulan III-2020 atau periode Januari-September 2020, presentase penjualan rerata per bulan turun hingga 37 persen.

Itu pun dirasakan Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO). Kepala AI-DSO Cabang Urip mencakup area Sulselbar, Andrianto Saudin usal menggelar Virtual Astra Daihatsu Sulsel di showroom-nya Urip Sumiharjo Makassar, Sabtu (28/11) lalu mengatakan, penjualan rerata per bulan memang turun double digit.

“Penjualan Gran Max mendominasi penjualan kami di Sulsel. Totalnya sekitar 2.219 unit atau 45,81 persen dari total penjualan. Dimana Gran Max PU 1.895 unit dan Gran Max MB 324 unit,” ujar Andri sapaannya.


Sosialisasi Program Pemulihan UMKM

Benny 30 Nov 2020 Banjarmasin Post

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kalteng, Ati Muliati, terus menggencarkan sosialisasi dan pemahanan kepada warga Kalteng tentang manfaat Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bagi UMKM.

Dalam satu dialog interaktif, Ati menjelaskan maksud dan tujuan Program PEN bagi UMKM Kalteng, terutama mendorong pertumbuhan UMKM, membantu agar UMKM tetap menjalankan usahanya di tengah suasana pandemi Covid-19, membantu dalam melunasi kewajiban UMKM ke pihak perbankan dan menumbuhkan perluasan usaha.


Omzet Jualan Tanaman Hias Bisa Tembus Miliaran Sebulan

Benny 30 Nov 2020 Sinar Indonesia Baru

Permintaan masyarakat terhadap tanaman hias meningkat drastis, bahkan hingga 10 kali lipat. Salah satu penjual tanaman hias yang mencetak omzet besar di tengah pandemi ialah Rico Rusdiansyah, pemilik toko @Titikhijau. Penjualan tertingginya ada di bulan Mei 2020, di mana ia sempat merasakan omzet per bulannya tembus hingga Rp 1 miliar.

Omzet itu merupakan akumulasi penjualan tanaman di dalam negeri, dan juga yang diekspor ke berbagai negara seperti Amerika Serikat (AS), negara-negara di benua Eropa, lalu ke Hong Kong, Korea Selatan (Korsel), dan sebagainya.

Adapun jenis tanaman hias yang marak dicari mulai dari monstera, philodendron, anthurium, syngonium, dan sebagainya. Selain para penjual tanaman hias, penjual pot pun turut kena rezeki 'nomplok' di tengah pandemi.


Kementerian PUPR Lelang Dini 4.060 Paket Infrastruktur 2021

Benny 30 Nov 2020 Sinar Indonesia Baru

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah memulai pelelangan dini untuk percepatan realisasi pelaksanaan kegiatan infrastruktur Tahun Anggaran 2021. Pelelangan dini telah dimulai sejak Oktober 2020 dengan total jumlah paket yang telah dilelang sebanyak 4.060 paket senilai Rp46,64 triliun sebagaimana terekam dalam sistem e-monitoring pada status 28 November 2020.

Dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun 2021 yang telah disetujui Komisi V DPR RI, pagu anggaran Kementerian PUPR TA 2021 sebesar Rp149,81 triliun.

Dari total pagu anggaran tersebut, pelaksanaan tender yang terekam dalam sistem e-monitoring status 27 November 2020 untuk infrastruktur bidang sumber daya air sebanyak 1.910 paket senilai Rp18,31 triliun, infrastruktur konektivitas 1.235 paket senilai Rp18,8 triliun, infrastruktur permukiman 630 paket senilai Rp7,38 triliun, dan perumahan 257 paket senilai Rp1,88 triliun.


Pengadaan Vaksin Covid-19, Gotong Royong Korporasi, Distribusi Hingga Digitalisasi

B. Wiyono 30 Nov 2020 Bisnis Indonesia

Komersialisasi vaksin Covid-19 diperkirakan terjadi pada Juni 2021 lantaran laporan uji klinis vaksin Covid-19 yang dilakukan di Bandung, Jawa Barat, baru rampung pada Mei 2021. Oleh karena itu, simulasi distribusinya dinilai sangat penting untuk mengejar target vaksinasi 170 juta orang. Ketua Bidang Distribusi Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia (GPFI) Hery Sutanto menyampaikan pihaknya baru membuat simulasi distribusi untuk 10 juta dosis. Dalam simulasi itu, akan dibutuhkan 1.923 pallet, 48 reefer container, 360 cold truck, 3.300 cold box, dan 4.375 meter kubik cold storage dengan tujuan distribusi 10.134 fasilitas kesehatan.

Sementara itu, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menyatakan siap ikut serta melakukan distribusi vaksin Covid-19 yang akan dimulai oleh Holding BUMN Farmasi pada akhir Januari 2020. Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan saat ini, perseroan memiliki infrastruktur distribusi cold chain untuk seluruh Indonesia. Perseroan juga siap berpartisipasi dalam kegiatan distribusi vaksin milik Holding BUMN Farmasi.

Erick, yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), menunjuk dua BUMN untuk menyiapkan sistem integrasi data terkait vaksinasi Covid-19. Dia mengatakan saat ini, pihaknya terus menggodok roadmap program vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat, termasuk menyiapkan sistem integrasi data dari berbagai institusi dan lembaga terkait yang bertajuk Sistem Satu Data. Infrastruktur data tersebut digodok oleh dua BUMN yakni PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bio Farma (Persero). Adapun, sistem tersebut melingkupi data penerima vaksin, suplai vaksin, hingga distribusi vaksin.

Impor Vaksin Peroleh Fasilitas Fiskal

B. Wiyono 30 Nov 2020 Bisnis Indonesia

Pemerintah  memberikan fasilitas kepabeanan dan/ atau cukai, serta perpajakan bagi impor vaksin untuk mendukung langkah penyelesaian pandemi Covid-19. Adapun, fasilitas tersebut diberikan untuk kegiatan impor vaksin, bahan baku vaksin, peralatan yang diperlukan dalam produksi vaksin, serta peralatan untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Kemudian, impor vaksin yang mendapatkan fasilitas kepabeanan dan/ atau cukai, serta perpajakan dapat dilakukan melalui pusat logistik berikat. Fasilitas tersebut juga diberikan terhadap pengeluaran vaksin asal impor dan/atau tempat lain dalam daerah pabean dari kawasan berikat atau gudang berikat, kawasan bebas atau kawasan ekonomi khusus, dan/atau perusahaan penerima fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) .

Industri Reksa Dana, Banjir Investor Di Tekfin

B. Wiyono 30 Nov 2020 Bisnis Indonesia

Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan pertumbuhan jumlah investor pasar modal berdasarkan single investor identification (SID) secara year to date (ytd) sudah mencapai 3,5 juta investor, menanjak 42,19%. Padahal, per Desember 2019, jumlah investor berdasarkan SID baru 2,48 juta. Secara khusus, investor reksadana mencatatkan pertumbuhan 59,32% ytd menjadi 2,8 juta investor dari 1,7 juta investor pada akhir 2019.

Berdasarkan demografinya, sebanyak 49,4% merupakan investor pada rentang usia 20 tahun–30 tahun, diikuti dengan 23,85% investor berada pada rentang usia 30 tahun—40 tahun. Demografi berdasarkan usia yang lebih muda, lanjut Uriep, merupakan alasan pertumbuhan investor dan AUM reksadana melalui platform daring di Indonesia mengingat generasi tersebut lebih melek terhadap teknologi.

Chief Executive Officer PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit) Sigit Kouwagam menyebut bahwa sebenarnya Covid-19 memberikan tekanan pada industri reksadana, diantaranya karena daya beli turun. Namun, di sisi lain APERD berbasis tekfin mampu menawarkan solusi investasi digital.

Menurutnya, kemudahan menggunakan aplikasi dan transaksi reksadana secara digital menjadi faktor utama peningkatan transaksi selama masa pandemi. Selain itu, lanjutnya, selama Covid-19 awareness masyarakat akan investasi juga meningkat karena banyak yang sadar bahwa dana darurat itu sangat penting dalam menghadapi situasi krisis.  

Mitha optimistis pertumbuhan transaksi reksadana akan terus meningkat pada tahun depan. Pasalnya, dia melihat sejak adanya pandemi masyarakat jadi semakin melek keuangan dan sadar akan kebutuhan untuk berinvestasi dan mengembangkan uang yang dimiliki.

Sektor Unggulan, Pertanian Topang Ekonomi Daerah

B. Wiyono 30 Nov 2020 Bisnis Indonesia

“Selain meningkatkan daya tahan petani terhadap dampak pandemi Covid-19, ini juga upaya kami agar tidak terjadi kelangkaan pangan di Papua Barat,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Papua Barat Jacob Fonataba seperti dikutip Antara, Minggu (29/11)

Dia menjelaskan bahwa peningkatan produksi padi masih menjadi prioritas pada tahun depan, selain pangan lokal seperti sagu, jagung, dan ubi-ubian. Selain itu, komoditas kakao di Kabupaten Manokwari Selatan dan kopi di Pegunungan Arfak juga masuk dalam skema pengembangan ekonomi hijau di Papua Barat. Produksinya pun akan terus dipacu untuk memenuhi kebutuhan ekspor. Hingga kini, produksi kakao di Manokwari Selatan sudah rutin dikirim ke Surabaya dan diekspor ke Inggris. 

Sebanyak 11,5 ton cabai kering Sulsel dikirim perdana ke Pakistan oleh eksportir PT Ransu Navigasi Nusantara untuk kebutuhan campuran pewarna tekstil di negara tersebut. Meski perdana dikirim ke Pakistan, sebelumnya komoditas cabai kering juga telah menembus pasar Negeri Sakura, Jepang. Tak main-main, jumlahnya bahkan mencapai 23 ton dengan pengiriman secara bertahap.

Berdasarkan data lalu lintas ekspor pertanian di Karantina Makassar, tercatat pertumbuhan negara tujuan ekspor meningkat sebesar 8%, yakni 133 negara tujuan ekspor pada 2019 dan 143 negara tujuan hingga Oktober 2020 atau bertambah 10 negara tujuan baru seperti Thailand, India, dan China.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil menyatakan dalam proses ekspor, yang terpenting adalah memerhatikan hilirisasi produk pertanian, mengingat produk pertanian yang tidak tahan lama atau bersifat perishable. Dengan hilirisasi, diharapkan memberi nilai tambah dan menjamin keberterimaan produk tersebut ke negara tujuan.

Tiga Industri Unggulan Melesat Tahun Depan

Leo Putra 30 Nov 2020 Investor Daily, 30 November 2020

Para pelaku industri memprediksi penjualan mobil pada 2021 mencapai 750 ribu unit, naik 43% dari estimasi 2020 sebanyak 525 ribu unit, sedangkan sepeda motor diestimasikan tumbuh 6-19% menjadi 4-4,3 juta unit dari estimasi 2020 sebanyak 3,6-3,7 juta unit. Adapun penjualan semen diperkirakan tumbuh 5-6% dan mamin naik 5-7% 

Seiring dengan itu, industri manufaktur tahun depan diproyeksikan tumbuh 3,95%, dibandingkan per September 2020 yang turun 2,63%. Investasi akan menjadi salah satu faktor penopang per tumbuhan industri, selain perbaikan kinerja beberapa sektor unggulan. Melesatnya industri mamin olahan, otomotif, dan semen bakal berimbas ke lantai bursa. Tahun depan, saham-saham emiten ketiga industri tersebut diperkirakan berada dalam teritori positif.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukman menuturkan, pertumbuhan industri mamin tahun ini tergerus oleh pandemi Covid-19. Hingga akhir tahun, pertumbuhan industri pemasok produk domestik bruto (PDB) manufaktur terbesar ini ditaksir hanya 3%, melambat dari 2019 sebesar 7,78%. Tahun depan, pertumbuhan mamin diprediksi naik menjadi 5-7%. 

Kemenkeu: 70% WP Merasa Terbantu Stimulus Pajak

Leo Putra 30 Nov 2020 Investor Daily, 30 November 2020

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal menyebutkan, sebanyak 70% pelaku usaha merasa sangat puas dan terbantu dengan adanya stimulus pajak selama masa pandemi Covid-19. Sementara sebanyak 72% pelaku usaha merekomendasikan layanan pajak secara online oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.  Ia merujuk pada hasil survei pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang dilaksanakan oleh DJP terhadap 12.800 wajib pajak yang terkena dampak pandemi. Ia mengatakan, pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi pelaku usaha yang ditunjukkan dengan penurunan penjualan, pengurangan aktivitas usaha, permasalahan likuiditas, pengurangan tenaga kerja, serta penurunan permintaan barang dan jasa.

Selanjutnya survei juga menunjukkan bahwa 47% responden melakukan penyesuaian tenaga kerja, 35% melakukan pemberhentian sementara, dan 62% responden melakukan pengurangan aktivitas hingga 75%. Sebagai informasi, selama masa pandemi Covid-19, pemerintah memberikan stimulus anggaran dunia usaha senilai Rp 120,61 triliun yang meliputi insentif pajak seperti pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP), pembebasan PPh Pasal 22 impor, potongan angsuran PPh Pasal 25 sebesar 50%, serta percepatan restitusi pajak pertambahan nilai (PPN) hingga 31 Desember 2020.

Di sisi lain, survei menunjukkan insentif pajak efektif membuat penurunan jumlah karyawan dan penurunan jumlah penjualan lebih moderat, dibandingkan dengan pelaku usaha yang tidak memanfaatkan insentif pajak

Pilihan Editor