Investasi Hijau, Belanda Incar Kebun Pala Papua
Dikutip dari data Badan Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Pertanian, pala di
kabupaten Fakfak sebagian besar
masih berupa hutan pala yang
tersebar di delapan distrik, dengan
volume produksi terbesar terdapat
di Distrik Teluk Patipi.
Hampir 80% lahan di Kabupaten
Fakfak ditumbuhi oleh tanaman
pala (myristica fragrans houtt). Luas
area tanaman pala di Kabupaten
Fakfak mencapai 6.071 hektare
(58% dari total luas area ta naman
pala di Provinsi Papua Barat) dengan
produksi mencapai 1.884 ton (11%
dari total produksi pala Indonesia),
dengan jumlah petani yang terlibat
langsung dalam budi daya tanaman
pala sebanyak 2.300 KK.
Dia menuturkan bahwa investasi yang akan dibawa oleh Verstegen tersebut diharapkan dapat mendorong sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) karena banyaknya masyarakat yang berkebun pala. Dengan investasi di bidang perkebunan dan pengolahan pala, di harapkan pula harga komoditas rempah tersebut bisa terdongkrak dan bisa memiliki pasar tersendiri.
Pemerintah Provinsi Papua Barat
diketahui terus berupaya mendorong pengembangan terintegrasi
dari hulu hingga hilir untuk lima
komoditas unggulan di daerah
tersebut.
Kelima komoditas unggulan
meliputi kakao, rumput laut, kopi,
pala, dan kelapa varietas dalam.
Pemda setempat juga mendorong
munculnya industri kreatif dari
pengembangan komoditas unggulan tersebut.
Dalam grand desain yang disusun bersama sejumlah mitra pemerintah ini, kata Charlie, diantaranya mendorong agar industri kreatif muncul dari pengembangan lima komoditas unggulan tersebut. Dengan demikian, ada manfaat yang lebih besar serta dampak ekonomi yang lebih masif dari pengembangan itu.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023