Rencana Revisi Permenperin No.10/2017, Izin Impor Gula Mentah Dilematis
Bisnis, JAKARTA — Rencana pemerintah untuk mengizinkan impor gula mentah kepada pabrik gula yang telah beroperasi membawa dilema. Hal tersebut diperkirakan mampu memecahkan masalah kapasitas pabrik, sekaligus dapat menekan harga tebu di tingkat petani.
Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Budi Hidayat menyebutkan izin impor gula mentah yang rencananya diatur dalam revisi Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 10 Tahun 2017 tentang Fasilitas Memperoleh Bahan Baku Dalam Rangka Pembangunan Industri Gula bisa berdampak positif pada kinerja pabrik.
Persaingan dalam memperebutkan bahan baku tebu di antara pabrik gula, terutama di Pulau Jawa, juga bisa diminimalkan.
Selain itu, harga gula mentah impor yang lebih murah disebut Budi bisa memberi keuntungan lebih bagi pabrik yang selama ini berhadapan dengan tingginya biaya produksi akibat harga bahan baku tebu.
Hasil riset oleh Kementerian Perdagangan pun menunjukkan bahwa harga gula eceran di Indonesia selama 2019—2020 memiliki paritas sampai 28,1% dibandingkan dengan harga di luar negeri secara umum.
Oleh karena itu, Budi menilai pemerintah harus menghitung dengan tepat kebutuhan impor gula mentah demi memastikan harga tebu di petani tetap terjaga. Selain itu, kewajiban pemenuhan bahan baku secara mandiri bagi pabrik gula baru sebagaimana tertuang dalam Permenperin No. 10/2017 perlu selalu dievaluasi.
Mengutip data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, sampai 2019 terdapat tujuh pabrik gula baru yang beroperasi untuk tahun pertama dengan besaran insentif gula mentah impor sebesar 90% dari total kapasitas.
Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim menuturkan pemberian izin impor gula mentah tetap diberikan kepada pabrik-pabrik berbasis tebu yang hasil produksinya dalam bentuk gula kristal putih (GKP) untuk pasar konsumsi. Namun, dia tidak memerinci apakah revisi juga akan menyasar pabrik-pabrik lama atau tetap fokus pada pabrik gula baru.
PERLU DICABUT
Sementara itu, kalangan petani tebu mengusulkan agar pemerintah mencabut Permenperin No. 10/2017 alih-alih merevisinya. Regulasi itu dipandang tidak berdampak signifikan terhadap upaya peningkatan produksi gula di dalam negeri.
Sekretaris Jenderal DPN Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) M. Nur Khabsyin mengatakan luas pertanaman tebu cenderung tak bertambah sejak aturan tersebut terbit, padahal terdapat kewajiban bagi pabrik untuk memenuhi kapasitas produksi dengan bahan baku tebu, baik melalui perluasan area tanam maupun kolaborasi dengan petani.
Dia menjelaskan pabrik-pabrik baru justru membeli tebu dari lahan tebu yang telah ada sejak lama. Kondisi ini mengakibatkan persaingan memperoleh bahan baku makin ketat karena kenaikan jumlah pabrik tidak diiringi dengan bertambahnya area tanam.
Perebutan bahan baku antar pabrik ini pun memicu lahirnya persaingan yang tak berimbang antarapabrik lama dan baru.
Dia pun memungkiri jika produksi tebu di Tanah Air untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi masih terbatas. Oleh karena itu, dia menyarankan importasi gula mentah hanya dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak merujuk pada insentif pabrik baru.
Sementara itu, Kepala riset Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta menyebutkan revisi Permenperin No. 10/2017 berpotensi membawa kerugian.
Dia mengatakan meski fakta di lapangan menunjukkan produksi tebu Indonesia tidak mencukup kebutuhan industri, revisi itu tetap memberi syarat bahwa izin impor hanya akan diberikan jika terbukti kebun tebu milik pabrik gula tersebut mengalami kesulitan atau belum siap.
(oleh - HR1)
Diskon PPnBM Mobil, Industri Penunjang Masih Sangsi
Bisnis, Jakarta - Pemberian insentif pajak penjualan atas barang mewah atau PPnBM diyakini mampu mendorong penjualan mobil pada tahun ini. Namun, kenaikan permintaan terhadap komponen diperkirakan masih membutuhkan waktu. Hingga saat ini order komponen mobil masih belum melaju seperti saat prapandemi Covid-19. Komponen industri otomotif pun baru mulai digerakkan oleh komponen motor yang saat ini juga harus teradang kelangkaan barang dan kenaikan harga. Kenaikan harga tersebut telah makin menguras arus kas perusahaan komponen yang selama ini sudah seret akibat kehilangan order sejak tahun lalu karena pandemi Covid-19.
Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada upaya meningkatkan penjualan mobil saja. Pasalnya, menurutnya, industri komponen saat ini masih cukup tertekan dan belum ada kebijakan yang membantu para pelaku usaha secara signifikan. Alhasil tidak sedikit pebisnis yang menawarkan asetnya untuk menjaga kelangsungan pabrik. Di sisi lain, pelaku usaha pun enggan mencari pembiayaan kepada lembaga nonbank yang bunganya cukup tinggi.
Kendati bakal ada sedikit peningkatan pada level produksi, namun kondisi industri sudah terlanjur tertekan cukup dalam sehingga sulit untuk bangkit. Sejumlah pabrik pun telah melakukan efisiensi berupa pengurangan karyawan. Adapun, pada awal pandemi, utilisasi industri ban tercatat anjlok hingga 40%. Kondisi tersebut sedikit membaik menjadi 65% pada Oktober 2020 dan terus berlanjut menjadi sekitar 70% pada akhir tahun lalu.
Insentif PPnBM kurang efektif untuk menggairahkan industri otomotif dan penunjangnya. Hal itu sekedar mendorong penjualan mobil dalam jangka pendek, padahal industri otomotif membutuhkan dorongan besar untuk benar-benar bangkit pada tahun ini. Dari sisi daya beli, hampir semua lapisan masyarakat cenderung menunda konsumsi barang yang bukan prioritas atau basic needs, seperti kendaraan bermotor. Jika memeang harus membeli kendaraan, mereka cenderung lari ke pasar mobil bekas, bukan ke dealer mobil baru.
(Oleh - IDS)
Marak Transaksi Mencurigakan, Pasar Modal Di Pusaran Korupsi
Bisnis - Terkuaknya tiga kasus korupsi yang menyeret nama puluhan perusahaan sekuritas maupun manajer investasi memperkuat dugaan masih maraknya transaksi mencurigakan di lingkungan pasar modal. Sejak lama, transaksi gelap di sektor finansial, terutama perbankan dan pasar modal, memang sudah menjadi sorotan. Tingkat kerawanan ini bahkan naik berkali-kali lipat pada masa pandemi Covid-19.
Pertumbuhan transaksi gelap itu merupakan yang tertinggi dari semua jenis kejahatan yang diindentifikasi oleh lembaga intelijen keuangan PPATK. Adapun, ketiga skandal korupsi yang membuat pasar modal kembali disorot adalah terkait dengan kasus korupsi Asuransi Jiwasraya, kasus dugaan korupsi dana investasi PT Asabri, hingga yang terakhir adalah kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi BPJS Ketenagakerjaan (TK). Terungkapnya perkara korupsi tersebut sejalan dengan tren melonjaknya laporan transaksi keuangan mencurigakan (LTKM) di pasar modal.
Tak tinggal diam, PPATK ikut melacak harta milik tersangka kasus korupsi dana investasi Asabri. Lembaga intelijen keuangan juga membenarkan bahwa nilai harta atau aset yang telah disita oleh penyidik Kejagung sebesar Rp 18 triliun. PPATK pada keseluruhan proses penanganan setiap kejahatan ekonomi, diminta maupun tidak, tetap melakukan analisis dan pemeriksaan terhadap individu ataupun perusahan-perusahaan yang dianggap bermasalah, termasuk Asabri ini.
Sementara itu, terkait dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi BPJS TK menemukan dugaan kerugian negara mencapai Rp 20 triliun. Tim penyidik Kejagung telah meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menghitung kerugian negara yang timbul akibat dugaan tindak pidana korupsi BPJS TK itu. Kerugian negara dalam kasus BPJS TK bukanlah risiko bisnis. Kejaksaan Agung diminta mengusut tuntas kasus dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan tanpa tekanan apapun. Konfederasi serikat pekerja akan mengedepankan azas praduga tak bersalah terkait penyidikan kasus tersebut.
(Oleh - IDS)
Mulai Maret 2021 Pemerintah Beri Diskon PPnBM Pembelian Mobil Baru
Pemerintah mulai Maret 2021 akan memberikan diskon Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil baru dengan segmen di bawah 1.500 cc kategori sedan dan 4x2. Hal itu disambut baik pengusaha otomotif.
Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie D Sugiarto menyebut kebijakan diskon PPnBM untuk mobil baru itu sudah ditunggu-tunggu sejak tahun lalu.
Jongkie berharap adanya diskon PPnBM ini dapat meningkatkan penjualan dan produksi terhadap mobil baru. Dia memproyeksikan kebijakan ini akan membuat penjualan mobil meningkat selama 2021 berjumlah 750.000 unit.
Untuk diketahui, pemberian relaksasi PPnBM akan dilakukan secara bertahap dengan skenario PPnBM 0% atau tidak dibebankan PPnBM (Maret-Mei), PPnBM 50% (Juni-Agustus), dan 25% (September-November) dari tarif normal. Kebijakan ini akan dievaluasi setiap 3 bulan sekali.
Pelabuhan Sibolga Dongkrak Ekspor Kawasan Pantai Barat Sumatera Utara
Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mengapresiasi PT Pelabuhan Indonesia (Perlindo) I yang mengembangkan Pelabuhan Sibolga sehingga bisa mendorong ekspor dari kawasan pantai barat.
General Manager Pelindo 1 cabang Sibolga M Eriansyah mengatakan pengembangan Pelabuhan Sibolga yang sudah dilakukan pada 2019 mendorong kinerja pelayanan kepelabuhanan di wilayah itu.
Hal itu terlihat dari peningkatan trafik kunjungan kapal yang signifikan pada 2020 dengan 850 call atau naik 39 persen dibandingkan 2019 yang 611 call. Sedangkan trafik bongkar muat peti kemas juga meningkat 38,4 persen menjadi 12.934 TEUs dari 2019 yang 9.345 TEUs.
Pelabuhan Sibolga juga dilengkapi dengan lapangan penumpukan seluas 6.000 meter persegi yang dapat menampung 18.000 peti kemas atau 20.000 TEUS/tahun dan dilengkapi peralatan bongkar muat berupa 1 unit fix crane.
Dia menyebutkan dari Pelabuhan Sibolga ada ekspor 2.130 crate plywood dengan volume 5.732 meter kubik dan berat neto 4.159.415 kilogram senilai 3,089 juta dolar AS.
Banjir Pesanan Brownies Valentine
PALEMBANG, SRIPO - 14 Februari sering diperingati sebagai hari kasih sayang. Ada yang memanfaatkan momen untuk menyatakan cinta, ada pula yang tidak ikut merayakan karena ungkapan kasih sayang bisa dilakukan kapan saja. Bila yang memanfaatkan momen valentine untuk menyatakan cinta, cokelat menjadi benda yang sering diberikan kepada orang terkasih. Bahkan dari mini market hingga super market memberikan potongan harga atau harga spesial untuk pembelian cokelat.
Pemesanan kue cokelat seperti brownies pun meningkat, seperti yang dirasakan oleh owner Brownies Nyonya Palembang, Siti Riana Nurul Indah. Pemesanan brownies justru meningkat di tengah pandemi dan ia memanfaatkan hari valentine dengan menjual brownies cokelat dengan hiasan cokelat premium. "Kami melihat momen 14 Februari kan dijadikan sebagai hari Valentine, melihat kesempatan itu banyak orang yang ingin memberikan sesuatu untuk orang-orang terkasihnya, dan pemberian itu identik dengan cokelat dan brownies sangat cocok karena berbahan dasar cokelat," jelasnya, Minggu (14/2/2021).
la membuat kreasi brownies dengan bentuk love dengan hiasan cokelat premium dan pastinya rasa cokelat yang benar benar cokelat. "Selain itu brownies love buatan saya ini bolunya lembut, padat, cokelatnya lumer dan tentunya enak. Bahan dasarnya pun hanya telur, mentega, cokelat, gula, terigu seperti bahan brownies biasa dan tentu ada topping cokelat premiumnya," jelasnya yang sudah memulai usaha rumahan ini dari 2020.
Selama momen Februari ini biasanya pesanan brownies buatannya membludak, sehari bisa 30 loyang. "Untuk orderan kami tunggu sampai pukul 14.00, kalau orderan masuk pukul 08.00 maka pukul 10.00 orderan dikirim. Dan apabila orderan masuk setelah pukul 10.00 maka kami tunggu sampai pukul 14.00 dan kami kirim sore pukul 16.00," ujarnya. la menyarankan apabila tidak ingin kehabisan slot brownies buatan Siti Riana Nurul Indah ini disarankan untuk memesan sehari sebelum hari H. "Untuk harga brownies yang saya jual mulai dari Rp 30 ribu sampai Rp 120 ribu," katanya.
Dan selama pandemi ini ia merasakan peningkatan yang signifikan sekira 70 persen, ia melihat justru masyarakat Palembang banyak yang menyukai cokelat. "Dari luar kota juga banyak yang pesan, kami pernah kirim ke Semarang, Bandung padahal Bandung tempatnya brownies kan ya. Bisa pesan brownies buatan saya melalui Instagram @brownies_nyonya," ujarnya.
Pengemasan brownies untuk dikirim keluar kota, ia mengatakan setelah brownies sudah dipanggang dan sudah dingin kami wrapping lalu dibungkus dengan kertas roti, ditambah dengan plastik bubble dimasukkan kardus lalu dilakban, dipacking lagi kemudian ditambah lagi plastik bubble.Penjualan Barang Pecah Belah Naik
PALEMBANG, SRIPO - Pandemi Covid-19 membuat aktivitas masyarakat sempat terhenti, khususnya kegiatan yang berhubungan dengan keramaian atau hajatan, sehingga bisnis yang berhubungan dengan hajatan seperti usaha penjualan kado juga turun. Demikian pula penjualan barang pecah belah di Kedaung Tabletob Palembang yang sempat anjlok lebih dari 50 persen saat awal pandemi dulu, kini mulai berangsur kembali naik.
Supervisor Kedaung, Candra Wati mengatakan, saat ini penjualan barang pecah belah mulai membaik atau naik hingga 60 persen. Namun belum normal seperti saat sebelum pandemi. "New normal masyarakat mulai beraktivitas lagi dan hajatan juga mulai ramai sehingga barang pecah belah kembali naik penjualannya sebab kerap dijadikan sebagai kado," ujar Candra Wati, Sabtu (13/02/2021).
Mulai meningkatnya penjualan membuat Kedaung juga menambah stok barang mulai dari beragam cangkir dan mangkok ayam, peralatan masak wajan dan panci set hingga peralatan catering juga ditambah.
Penambahan ini tidak terlalu banyak, masing-maisng barang hanya berkisar 10 buah atau lusin saja karena memang stok barang masih banyak saat ini di toko. Wajan dan panci set ini juga tersedia dijual dalam satuan ataupun set. Jika satuan dihargai mulai Rp 100 ribuan dan set lengkap dijual hingga Rp 900 ribuan.
Candra mengatakan, gelas dan mangkok ini dibuat dari bahan beling putih transparan sehingga harganya lebih murah dibanding cangkir dan mangkok porselen yang lebih mahal. Cangkir dan mangkok ini dibandrol ayam jago bening ini dibandrol mulai Rp 4 ribuan per buah.
"Cangkir dan mangkok ayam jago sejak dülu selalu digemari jadi kita sediakan produk yang sama-sama ada ayam jagonya tapi dengan harga lebih murah sehingga tetap bisa mengkoleksinya dengan harga lebih terjangkau," ujarnya.
Untuk mendongkrak penjualan, Kedaung juga memberikan diskon spesial untuk tea set porselen mulai Rp 5-10 ribu per set. Selain itu ada pula diskon dinner set yang terdiri dari empat set dan enam set terdiri dari piring, mangkok, piring dan cangkir plus gelas tatakan dan teko. Dinner set ini dibandrol mulai Rp 200 ribuan setelah diskon atau diberikan diskon 20-40 persen. Juga beli dua toples dapat tiga alias beli dua gratis satu toples.
Habis Chevron Terbit Siapa
GENDALO dan Gehem masih menunggu kepastian datangnya Eni SpA, perusahaan energi multinasional asal Italia yang dikabarkan akan menjadi calon pengelola baru megaproyek Indonesia Deepwater Development (IDD). Tapi Dwi Soetjipto sudah punya angan-angan bagaimana pengembangan dua lapangan minyak dan gas bumi yang masuk proyek IDD tahap kedua tersebut jika kelak Eni jadi menggantikan Chevron Corporation, yang hengkang. “Enggak perlu investasi tambahan,” kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi itu kepada Tempo, Senin, 8 Februari lalu.
Chevron pula yang semula memimpin proyek pengeboran gas laut dalam di cekungan Kutai. Selain di Gendalo dan Gehem, megaproyek IDD ini akan merambah Lapangan Bangka, Lapangan Maha, dan Lapangan Gandang. Dengan total cadangan gas sebesar 2,32 triliun kaki kubik, IDD digadang-gadang menjadi penyumbang produksi gas terbesar di masa depan bersama proyek hulu minyak dan gas raksasa lain, seperti Blok East Natuna dan Blok Masela.
Belakangan, persoalan baru muncul di tengah panjangnya proses revisi rencana pengembangan (POD) dan keputusan final investasi (FIC). Chevron menyatakan akan angkat kaki dari proyek IDD. Dalam rancangan awalnya, Chevron tak hanya akan mengebor Gendalo dan Gehem, tapi juga menjadikan keduanya sebagai hub fasilitas produksi lapangan-lapangan migas di sekitarnya, lengkap dengan unit pengolahan terapung (FPU).
Investasi tambahan tersebut yang dimaksud Dwi tak lagi diperlukan jika kelak Eni masuk menggantikan Chevron. Dalam bayangan Dwi, pengembangan Gendalo dan Gehem bisa dikonsolidasikan dengan fasilitas produksi milik Eni. Saat ini Eni tercatat sebagai operator wilayah kerja Muara Bakau dan telah mengoperasikan floating production unit yang mengolah hasil produksi Lapangan Jangkrik sejak 2017. Blok ini berada di satu cekungan yang sama dengan Gendalo dan Gehem. “Tapi, risikonya, produksi tidak secepat rencana semula,” tutur Dwi. Dwi sadar semua itu belum pasti, baru ada di kepalanya. Walau begitu, peluang Eni menggantikan Chevron dalam proyek IDD sangat terbuka. “Chevron dan Eni masih melanjutkan negosiasi bisnis. Janji mereka, kuartal pertama tahun ini selesai,” ujar Dwi.
Pada Agustus 2020, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ego Syahrial pun sempat menyebutkan hubungan antara hengkangnya Chevron dari IDD dan peralihan operator Blok Rokan kepada Pertamina. “IDD sudah jelas, lah, Chevron kan satu paket dengan Rokan. Kira-kira begitu jawabannya. Kalau dia sudah ini (hengkang), artinya dia (IDD) bareng Rokan,” kata Ego, yang kala itu juga didapuk sebagai pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
Pada Maret tahun lalu, Chevron Corporation sebetulnya sudah mengumumkan sejumlah langkah penghematan gara-gara pasar minyak global terkena dampak pandemi Covid-19. Mereka antara lain berencana memangkas belanja modal sampai 20 persen, atau senilai US$ 4 miliar, pada 2020. Chevron juga melepas sejumlah asetnya di luar Amerika Serikat. Hak partisipasi di Lapangan Malampaya, Filipina, misalnya, dijual senilai US$ 500 juta. Begitu juga hak partisipasi pada aset Chevron di Azerbaijan, yang dilego senilai US$ 1,57 miliar kepada MOL, perusahaan minyak asal Hungaria. Tapi belum ada rencana menjual hak partisipasi di IDD dalam pengumuman Maret 2020 tersebut.
Dihubungi pada Kamis, 11 Februari lalu, juru bicara PT Eni Indonesia, Vincent Soetedja, menyatakan tidak punya informasi mengenai negosiasi yang sedang berlangsung dengan Chevron. Menurut dia, proses negosiasi ditangani langsung oleh manajemen perusahaan induk yang berbasis di Roma, Italia. “Bahkan Managing Director Eni Indonesia juga tidak bisa menjawab,” tutur Vincent lewat sambungan telepon.
(Oleh - HR1)
Rugikan Garuda, Kontrak Diputus
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menghentikan kontrak sewa Bombardier CRJ1000 dari Nordic Aviation Capital. Kontrak pengadaan pesawat itu merugikan Garuda lebih dari 30 juta dollar AS atau Rp 419,67 miliar per tahun.
Pemutusan kontrak mulai 1 Februari 2021 itu 6 tahun lebih cepat dari masa kontrak yang seharusnya jatuh tempo pada 2027. Pesawat yang dikontrak sejak 2011 itu diparkirdi Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, dengan status tidak digunakan lagi.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pemerintah mendukung langkah Garuda untuk menghentikan kontrak. Langkah sepihak itu dinilai paling tepat untuk menyelamatkan uang perseroan dan negara dari kerugian terus-menerus.
“Negosiasi sudah kita lakukan. Akan tetapi kalau negosiasi dicuekin atau bertepuk sebelah tangan, kita bisa tepuk tangan sendiri. Jadi kita ambil posisi saja. Landasan hukum kita kuat karena di sini KPK sudah terjun dan diluar negeri juga kasus ini masih terus dieksplorasi,” kata Erick.
Tahun Perubahan Digital yang Menentukan
Tahun 2021 diprediksi menjadi tahun perubahan digital yang besar dan cepat bagi industri media setelah pandemi Covid-19 menjadi badai penyempurna disrupsi digital. Tidak ada pilihan lagi untuk bertahan selain melakukan transformasi digital, baik bermigrasi penuh ke versi digital maupun dengan membuat dan mengembangkan versi digital.
Platform digital global telah merambah ke bisnis media, menguasai pasar iklan hingga mendominasi distribusi konten. Secara global, 56 persen belanja iklan dikuasai Google, Facebook, dan Amazone. Di Indonesia, Google dan Facebook menguasai 75-80 persen total belanja iklan nasional, dan sisanya diperebutkan lebih dari 1.000 perusahaan media.
Survei Reuters Institute pun menyebutkan, 76 persen jajaran pimpinan perusahaan media di 43 negara yang disurvei pada akhir tahun 2020 mengatakan, pandemi ini telah mempercepat rencana mereka untuk melakukan transisi digital. Mayoritas pimpinan perusahaan media, 73 persen dari 234 responden, optimistis akan prospek perusahaan.
Meski tahun 2021 ini akan menjadi tahun perubahan digital yang besar dan cepat serta menentukan keberlangsungan hidup industri media, anggota Dewan Pers Agus Sudibyo meyakini, pertumbuhan media digital ini bukan “sunset” bagi media cetak. Pengalaman di sejumlah negara, dengan strategi yang tepat, media cetak akan tetap tumbuh.









