Diskon PPnBM Mobil, Industri Penunjang Masih Sangsi
Bisnis, Jakarta - Pemberian insentif pajak penjualan atas barang mewah atau PPnBM diyakini mampu mendorong penjualan mobil pada tahun ini. Namun, kenaikan permintaan terhadap komponen diperkirakan masih membutuhkan waktu. Hingga saat ini order komponen mobil masih belum melaju seperti saat prapandemi Covid-19. Komponen industri otomotif pun baru mulai digerakkan oleh komponen motor yang saat ini juga harus teradang kelangkaan barang dan kenaikan harga. Kenaikan harga tersebut telah makin menguras arus kas perusahaan komponen yang selama ini sudah seret akibat kehilangan order sejak tahun lalu karena pandemi Covid-19.
Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada upaya meningkatkan penjualan mobil saja. Pasalnya, menurutnya, industri komponen saat ini masih cukup tertekan dan belum ada kebijakan yang membantu para pelaku usaha secara signifikan. Alhasil tidak sedikit pebisnis yang menawarkan asetnya untuk menjaga kelangsungan pabrik. Di sisi lain, pelaku usaha pun enggan mencari pembiayaan kepada lembaga nonbank yang bunganya cukup tinggi.
Kendati bakal ada sedikit peningkatan pada level produksi, namun kondisi industri sudah terlanjur tertekan cukup dalam sehingga sulit untuk bangkit. Sejumlah pabrik pun telah melakukan efisiensi berupa pengurangan karyawan. Adapun, pada awal pandemi, utilisasi industri ban tercatat anjlok hingga 40%. Kondisi tersebut sedikit membaik menjadi 65% pada Oktober 2020 dan terus berlanjut menjadi sekitar 70% pada akhir tahun lalu.
Insentif PPnBM kurang efektif untuk menggairahkan industri otomotif dan penunjangnya. Hal itu sekedar mendorong penjualan mobil dalam jangka pendek, padahal industri otomotif membutuhkan dorongan besar untuk benar-benar bangkit pada tahun ini. Dari sisi daya beli, hampir semua lapisan masyarakat cenderung menunda konsumsi barang yang bukan prioritas atau basic needs, seperti kendaraan bermotor. Jika memeang harus membeli kendaraan, mereka cenderung lari ke pasar mobil bekas, bukan ke dealer mobil baru.
(Oleh - IDS)
Tags :
#MobilPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Lubang di Balik Angka Manis Surplus Perdagangan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023