PPnBM Kendaraan Baru, Pajak Pelumas Astra, Salim, Hingga Turi
Sejumlah emiten produsen otomotif, diler, komponen, hingga pedagang kendaraan bekas turut mengalap berkah dari relaksasi PPnBM 0%
Kabar relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 0% telah bergulir sejak kuartal III/2020. Usulan itu disampaikan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kertasasmita.
Berdasarkan catatan Bisnis, Agus disebut telah mengusulkan relaksasi pajak penjualan (PPn) dan PPnBM kepada Menteri Keuangan. Selain itu, pihaknya telah mengusulkan kepada Menteri Dalam Negeri agar merelaksasi bea balik nama (BBN) dan pajak kendaraan bermotor serta pajak progresif.
Angin segar berembus jelang perayaan Imlek. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangan resminya, mengatakan relaksasi PPnBM akan diberikan kepada mobil penumpang 4x2, termasuk sedan dengan kubikasi mesin kurang dari 1.500cc yang diproduksi di dalam negeri.
Head of Investor Relations PT Astra International Tbk. (ASII) Tira Ardianti mengatakan masih dilakukan kajian secara internal. Tapi, pihaknya menilai kebijakan itu baik mendorong permintaan, khususnya insentif bagi yang ingin membeli kendaraan.
ASII membukukan penjualan kendaraan roda empat 270.076 unit pada 2020, turun 49,65% year-on-year (yoy) dari 536.402 unit pada 2019.
Secara terpisah, Corporate Secretary PT Tunas Ridean Tbk. Dewi Yunita mengakui kebijakan PPnBM ini dapat membantu meningkatkan volume penjualan. Namun, besaran kenaikan belum dapat disampaikan karena masih menunggu relaksasi berlaku.
KATALIS POSITIF
Senior Vice President Research PT Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial menilai kebijakan PPnBM 0% yang akan diterapkan mulai Maret 2021 sangat menolong industri otomotif. Pasalnya, dapat menjadi stimulus dari sisi permintaan.
Berdasarkan data Bloomberg, emiten otomotif langsung tancap gas pada sesi perdagangan Senin (15/2). ASII menguat 1,7% ke level Rp5.950.
Entitas Grup Astra di bidang komponen otomotif, PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO), juga naik 1,92% ke level Rp1.060.
Sementara itu, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS) ditutup di level Rp1.365 atau melonjak 22,42% dari perdagangan hari sebelumnya. Secara year-to-date (ytd), emiten otomotif afiliasi Grup Salim itu menguat 39,32%.
(Oleh - HR1)Jasa Logistik, Integrasi Di Moda Laut Mendesak
Bisnis, JAKARTA — Supply Chain Indonesia mengusulkan integrasi moda transportasi laut dengan proses kepelabuhanan dan transportasi hinterland untuk mendorong efisiensi serta peningkatan kontribusi angkutan laut terhadap PDB.
Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengatakan bahwa pemilik barang akan memilih moda transportasi yang paling efisien secara end-to-end.
“Berdasarkan data dari Pelni dan INSA , transportasi laut hanya berkontribusi sekitar 19%, sementara biaya kepelabuhanan sekitar 31% dan transportasi hinterland sekitar 50%,” katanya, Selasa (16/2).
Setijadi menyatakan pembukaan jalur transportasi laut baru perlu diapresiasi. Dia mencontohkan pembukaan tiga jalur penyeberangan jarak jauh baru yang dilakukan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pada Januari 2021. Ketiga rute itu yaitu Patimban Subang-Panjang, Patimban Subang-Pontianak, dan Patimban Subang-Banjarmasin.
Dari sisi angkutan logistik, Setijadi menyebutkan pembukaan jalur pelayaran baru bisa menjadi alternatif pengiriman barang antarwilayah di Indonesia.
Selain itu, jalur pelayaran baru juga dapat mengurangi disparitas harga barang, serta efisiensi pengiriman bahan baku dan produk industri.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi angkutan laut terhadap produk domestik bruto (PDB) sepanjang 2020 hanya Rp48,61 triliun atau 8,7% dari total PDB angkutan sebesar Rp558,06 triliun.
Setijadi menegaskan kontributor tertinggi terhadap PDB angkutan masih dari angkutan darat yang mencapai 68,3% diikuti angkutan udara sebesar 18,8%.
PELABUHAN DI TIMUR
Dalam kesempatan lain, Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi mengapresiasi program pemerintah yang menyiapkan infrastruktur pelabuhan terpadu di kawasan Indonesia timur.
Menurutnya, ALFI mendukung program pemerintah itu dengan konsep pelabuhan kontainer dan pelabuhan perikanan yang terintegrasi termasuk di dalamnya kawasan industri dan logistik di kawasan Indonesia timur.
Oleh karena itu, dia menegaskan perlu sarana dan prasarana yang memadai guna mendukung layanan logistik maupun distribusinya kian lancar dan efisien. “Selain itu komoditas dari industri perikanan tersebut juga bisa lebih berdaya saing global,” ujar Yukki.
Dia menilai target Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendirikan fasilitas pengolahan ikan di Indonesia timur cukup realistis. Pada tahun ini, KKP menargetkan bisa mendirikan setidaknya sebanyak 55 industri pengolahan ikan dalam rencana pembangunan pelabuhan terpadu guna mendukung program Lumbung Ikan Nasional (LIN) di Indonesia timur.
Sebagai informasi, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menyebutkan bahwa tujuan pembangunan pelabuhan terpadu memang untuk mengintegrasikan proses yang ada dari hulu hingga hilir.Giliran Mobil Listrik juga Minta Insentif
Ketua Tim Percepatan Proyek EV Battery Nasional, Agus Tjahajana Wirakusumah berharap, pengembangan mobil listrik juga mendapat insentif. Dengan begitu, penjualan dan populasi kendaraan listrik bisa berkembang.
Usulan itu antara lain, pembebasan bea masuk impor bahan baku precursor, katoda, battery pack/cell serta battery recycling. Ada juga usulan fasilitas tax holiday dan pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk komponen impor.
Deputi Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemko Marinves), Septian Hario Seto bilang, regulasi yang mengatur insentif PPnBM kendaraan listrik masih dibahas. Rencananya regulasi tersebut akan terbit Oktober atau November 2021.
Presiden Direktur Prestige Motocars Rudy Salim mengatakan, pembebasan PPnBM yang berlaku Maret 2021 ini tidak akan berdampak pada penjualan mobil listrik. Sebab, pembebasan PPnBM itu hanya berlaku bagi mobil di bawah 1.500 cc untuk kategori tertentu. Selain itu, kandungan dalam negeri juga harus di atas 70%.
Rasio Utang Luar Negeri RI Nyaris 40% dari PDB
Pandemi Covid-19 membuat utang luar negeri (ULN) Indonesia makin menggunung. Bank Indonesia (Bl) mencatat, ULN pada akhir kuartal IV-2020 sebesar USS 417,5 miliar atau tumbuh 3,5% (yoy).
Laporan Bl menyebut, pertumbuhan utang dipicu oleh kenaikan ULN pemerintah sebesar 3,3% yoy menjadi USS 206 miliar. Bahkan pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal III-2020 yang hanya 1,6% yoy.
Di sisi lain, pertumbuhan ULN swasta mengalami pertumbuhan melambat sebesar 3,8% yoy menjadi USS 208,28 miliar dari kuartal III-2020. Pada kuartal sebelumnya, ULN swasta tercatat tumbuh 6,2% yoy. Dengan demikian, rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir kuartal IV-2020 sebesar 39,4% dari PDB, kata Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono Senin (15/2).
Obral Diskon PPnBM Kendaraan Mulai Disoal
Insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil baru mulai memacu pro kontra. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan, pemerintah akan memberikan insentif diskon PPnBM mobil untuk mobil sedan 4x2 kurang dari 1.500 cc selama sembilan bulan.
Insentif berlaku tiga tahap. Pertama, 1 Maret-1 Juni 2021 dengan diskon PPnBM 100%. Kedua, potongan PPnBM 50% pada 2 Juni-1 September 2021. Ketiga, diskon PPnBM 30% 2 September-1 Desember 2021. Targetnya, ini bisa bisa mendongkrak penjualan mobil jelang Lebaran Mei 2021.
Taufiek Bawazier, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemperin bilang, kenaikan produksi mobil mendorong industri ban, kaca, baja, elektronik dan tekstil. “Local purchase material dan jasa di dalam negeri dan populasi share market mendekati 40% dari data empiris,” kata dia ke KONTAN, Senin (15/2).
Namun, Ekonom Senior Institute for Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menilai, efek insentif fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi akan minim lantaran kontribusi sektor otomotif terhadap produk domestik bruto (PDB) kecil.
Transaksi BUMN via PaDi Capai Rp 11,4 Triliun
Sejak diluncurkan Agustus 2020 hingga akhir Januari 2021, total transaksi melalui Pasar Digital Usaha Mikro Kecil dan Menengah (PaDi UMKM) mencapai Rp 11,4 triliun.
“Inisiatif PaDi UMKM merupakan salah satu quick wins atau satu upaya percepatan yang diharapkan bisa diterapkan mulai awal 2021,” kata Wakil Menteri BUMN Pahala N Mansury, pada pembukaan PaDi UMKM Virtual Expo 2021 di Jakarta, Senin (15/2/2021).
PaDi UMKM adalah platform untuk mengoptimalkan, mempercepat, dan mengefisienkan transaksi belanja BUMN pada UMKM.
Pandemi, Penjualan Kitchen Appliances Naik Tajam
Penjualan produk kitchen appliances atau peralatan dapur selama pandemi covid 19 di tahun 2020, tercatat mengalami peningkatan yang cukup tajam.
“Selama pandemi covid 19 di tahun 2020, penjualan produk kitchen appliances kami mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi. Bisa mencapai 70 persen,” kata Hanggara Yulia Putra, Branch Coordinator Modena Indonesia, Senin (15/2/2021).
Kitchen Appliances Modena ini meliputi kompor gas tanam, kompor oven gas, standing oven dan kompor, hooker, kitchen sink, dan peralatan dapur lainnya. Selain kitchen appliances, Modena juga mencatatkan kenaikan penjualan yang cukup besar untuk produk chest freezer atau kotak pendingin yang mampu tumbuh hingga 50 persen.
Secara umum untuk semua produk, Modena Indonesia mengatakan pertumbuhan sekitar 20 persen di tahun 2020. Untuk tahun 2021, Angga optimis penjualan akan mengalami peningkatan kembali dengan adanya program vaksinasi sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas.
Ciputra Ekspansi di Puncak Tidar Malang
Pengembang properti PT Ciputra Development Tbk mengawali tahun 2021 ini dengan melakukan ekspansi atau pengembangan baru di kota Malang. Mereka mengembangkan pemukiman segmen middle up lewat proyek CitraLand Puncak Tidar Malang.
Agung Krisprimandoyo, Direktur PT Ciputra Development Tbk, mengatakan, pihaknya melihat kondisi ekonomi akan mulai membaik di tahun 2021 ini. Secara umum, market property tahun ini akan mengalami pertumbuhan. Karena ekonomi nasional diperkirakan akan tumbuh 4-5 persen sehingga akan meningkatkan daya beli masyarakat.
Trisena Dipayuda, General Manager CitraLand Puncak Tidar Malang menambahkan, proyek yang dikembangkan berada diatas lahan seluas 32 hektar. Tahap awal dikembangkan satu cluster seluas 7 hektar. Ada 160 unit rumah ditawarkan dari berbagai tipe dengan harga antara Rp 1,2 miliar hingga Rp 4,6 miliar.
Pengembangan UMKM, Cirebon Dorong Komoditas Rotan dan Batik
Bisnis, CIREBON — Kabupaten Cirebon bekerjasama dengan Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, dalam upaya peningkatan hasil produksi kerajinan tangan di masing-masing wilayah. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon Deni Agustin mengatakan Kabupaten Cirebon memiliki hubungan erat dengan Prabumulih sejak lama.
Kabupaten Cirebon memiliki 40 komoditas
ekspor. Dari jumlah tersebut, ada dua yang menjadi unggulan, yakni furnitur/kerajinan
rotan dan batik. Industri rotan yang ada di Kabupaten Cirebon sebanyak 1.311
dengan jumlah pekerja 57.102. Setiap tahunnya hasil produksinya itu mencapai 104.917
ton. Sedangkan dari komoditas batik, Kabupaten Cirebon memiliki 530 unit usaha
dan mampu memproduksi 42.024 kodi setiap tahunnya. Deni mengatakan, keunggulan yang
ada di Kabupaten Cirebon ini bisa dipasarkan di Kota Prabumulih. Sebaliknya, kerajinan tangan dari Prabumulih bisa dipamerkan.
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana
mengatakan penawaran kerja sama ini mampu mendorong para pelaku UMKM dapat
kembali bangkit. Sehingga ekonomi mereka bisa kembali menggeliat.
Di tempat sama Ketua IAI Kota Bandung
Yena Iskandar mengatakan pelaku UMKM menjadi kelompok rentan, bahkan tak
sedikit yang gulung tikar akibat pandemi Covid-19. “Untuk itu kami apotek perlu
berkontribusi membantu para pelaku UMKM, minimal kita menyediakan tempat,
sarana, peluang untuk memasarkan produk para pelaku UMKM,” terangnya.
(oleh - HR1)
Produksi Alat Kesehatan, Atasi Surplus APD dan Masker
Bisnis, JAKARTA — Kementerian Perindustrian akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri guna mengatasi kelebihan pasokan alat pelindung diri atau APD dan masker di dalam negeri.
Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Elis Masitoh mengatakan pihaknya akan menyambut baik setiap permintaan produk APD dan masker dari luar negeri. Pasalnya, industri dalam negeri memiliki kapasitas yang cukup besar di tengah permintaan yang masih terbatas.“Saat ini banyak industri yang telah mempunyai stok APD dan masker yang cukup besar. Kendalanya sekarang adalah bagaimana buyer tersebut bisa terhubung dengan para industri kita,” katanya kepada Bisnis, Senin (15/2).
Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan
Luar Negeri Kementerian Perdagangan Didi Sumedi menyebutkan potensi ekspor alat
kesehatan RI pada 2021 bisa menembus US$4,54 miliar atau setara dengan Rp63,4 triliun.
Potensi ini berasal dari surplus produksi industri dalam negeri.
Mengutip data Badan Pusat Statistik
(BPS), nilai ekspor pakaian pelindung medis tahun lalu hanya mencapai US$2,47
juta, sementara pada pakaian bedah senilai US$20,29 juta. Adapun, nilai ekspor
masker pada tahun yang sama adalah US$75,19 juta untuk masker bedah dan
US$74,09 juta untuk masker dari bahan nonwoven.
Sekretaris
Jenderal Gabungan Alat Kesehatan Indonesia (Gakeslab) Randy H. Teguh mengatakan
permintaan produksi tersebut bukan hanya terkait produk penanganan Covid-19. Menurut
Randy, produsen lokal umumnya hanya perlu memperhatikan tata aturan negara tujuan
ekspor serta memenuhi standar negara tersebut.
PANGKAS KAPASITAS
Di sisi lain, mayoritas produsen APD
dan masker diproyeksikan akan menurunkan kapasitas produksinya tahun ini
seiring dengan banyaknya produk yang tak terserap.Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan
Indonesia (API) Rizal Tanzil Rakhman mengatakan dalam kondisi saat ini,
pabrikan juga tidak akan bisa melakukan stok produk yang besar. Alhasil, penurunan
produksi mau tidak mau akan dilakukan.
Sebelumnya, PT Pan Brothers Tbk.
menyatakan akan mengurangi volume produksi masker dan APD medis pada 2021. Vice Chief Executive Officer Pan Brothers
Anne Patricia Susanto mengatakan pihaknya akan memangkas kapasitas produksi masker
dan APD medis sekitar 60%-70% dari realisasi tahun ini. Alhasil, kontribusi
produksi masker dan APD medis ke pendapatan perseroan akan kurang dari 5%.
Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto
mengatakan tahun lalu kinerja produk alat kesehatan disokong oleh produk rapiddiagnosis. Menurutnya, dalam satu shift pabrik milik perseroan sudah mampu memproduksi hingga 500.000 unit
alat rapid
test
Covid-19.
Untuk produksi masker dan APD Arief,
mengakui saat ini memang terjadi kelebihan pasokan di pasar. Pasalnya,
permintaan yang meningkat juga dibarengi dengan pasokan yang bertambah lebih
banyak.Indofarma, lanjut Arief, saat ini memiliki kapasitas produksi masker
sebesar 800.000 hingga 1,5 juta per bulan. Untuk APD, diproduksi dengan menggandeng
usaha kecil dan menengah (UKM) sesuai permintaan yang masuk.
(oleh - HR1)









