;

Trump Bisa Memicu Perang Dagang Jilid II

Yuniati Turjandini 22 Jan 2025 Investor Daily (H)
Donald Trump diprediksi terus merilis kebijakan kontroversial di periode kedua sebagai presiden Amerika Serikat (AS) dengan intensitas lebih tinggi ketimbang sebelumnya. Hal ini harus diwaspadai pemerintah, terutama kebijakan Amerika First Trump yan dikhawatirkan memicu perang dagang jilid II. Trump memang tidak menerapkan tarif bea masuk (BM) besar ke negara yang dianggap lawan, seperti China, Meksiko, dan Kanada dalam pidato pelatikannya, Senin (20/1/2025). Namun, usai acara pelantikan, Trump berniat mengenakan tarif BM sebesar 25% ke Meksiko dan Kanada, dua negara yang dianggap bertanggung jawab terjadap banjirnya imigran dan narkoba di AS, mulai 1 Fabruari 2025. Ke depan, tindakan serupa berpotensi dilakukan terjadap China, rival ekonomi AS di dunia, yang bisa menyulut perang dagang jilid II. Perang ini bakal meluas jika Trump menaikkan tarif BM impor dari negara-negara Uni Eropa. Ketika hal itu terjadi, dolar AS dan imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun bakal menguat. Dana-dana panas di pasar negara berkembang bakal kembali ke AS, membuat pasar saham, obligasi, hingga mata uang negara terpuruk. (Yetede)

Proyek Katalis Pertumbuhan Kredit

Yoga 22 Jan 2025 Kompas
Pada 2025, sektor perbankan nasional diperkirakan tetap berdaya tahan dan mampu kembali mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar dua digit. Meski terdapat program pemerintah yang dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan, manajemen risiko tetap penting dilakukan di tengah tantangan pelemahan daya beli masyarakat. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025 berkisar 4,7-5,5 persen, dengan titik tengah 5,1 persen. Sejalan dengan itu, pertumbuhan kredit perbankan nasional pada 2025 diperkirakan 11-13 persen. Pengamat perbankan, Paul Sutaryono, berpendapat, terdapat banyak peluang bagi pertumbuhan kredit sektor perbankan ke depan, antara lain program pembangunan 3 juta rumah per tahun. Program tersebut dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan kredit perbankan dengan mengucurkan kredit pemilikan rumah (KPR).

”Apalagi, suku bunga acuan BI sudah turun 25 basis poin (bos) menjadi 5,75 persen. Dengan demikian, amat diharapkan kredit perbankan, terutama KPR, dapat turun pula sehingga lebih terjangkau atau affordable bagi masyarakat,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (21/1/2025). Program pembangunan 3 juta rumah, terutama menyasar kalangan masyarakat berpenghasilan rendah dengan penghasilan maksimal sebesar Rp 8 juta per bulan. Perbankan dapat menyalurkan pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) tapak dan susun dengan jangka waktu hingga 20 tahun. Dalam lima tahun terakhir, pemerintah menggelontorkan anggaran di sektor perumahan sebesar Rp 119 triliun untuk merealisasikan 2,17 unit rumah. Maka, untuk membangun 3 juta rumah per tahun, dibutuhkan anggaran setidaknyaRp 750 triliun per tahun. Merujuk data Statistik Sistem Keuangan Indonesia, penyaluran KPR tapak per November 2024 mencapai Rp 718,94 triliun atau tumbuh 9,87 persen secara tahunan.

Sementara itu, KPR susun pada periode yang sama mencapai Rp 31,17 triliun atau tumbuh 6,4 persen secara tahunan.Di sisi lain, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso mengatakan, hasil survei Perbankan BI mengindikasikan penyaluran kredit baru pada triwulan IV-2024 meningkat. Ini tecermin dari nilai saldo bersih tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 97,9 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang mencapai 80,6 persen. ”Peningkatan pertumbuhan kredit baru terindikasi bersumber dari kredit investasi dan kredit modal kerja. Selanjutnya, pada triwulan I-2025, penyaluran kredit baru diprakirakan tetap kuat dengan SBT prakiraan penyaluran kredit baru sebesar 82,3 persen,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (20/1/2025). Kendati demikian, standar penyaluran kredit pada triwulan I-2025 diperkirakan tetap ketat seperti periode sebelumnya, antara lain terkait plafon kredit, suku bunga kredit, dan premi kredit berisiko. (Yoga)

Berulang, Kobaran Api Membumihanguskan Kemayoran

Yoga 22 Jan 2025 Kompas
Ratusan rumah di Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, yang sebelumnya berdiri rapat kini hanya tersisa puing-puing bangunan. Sejumlah warga hanya bisa mengais barang-barang sisa kebakaran yang dapat dimanfaatkan. Kebakaran hebat di kawasan padat penduduk di RT 001 hingga 011, RW 004, Kebon Kosong ini terjadi pada Selasa (21/1/2025) dini hari. Amuk api menghanguskan 543 rumah semi permanen dan permanen, berdampak pada sekitar 1.797 jiwa atau 607 keluarga. Rumah-rumah di Kebon Kosong kini tersisa puing-puing. Petugas pemadam kebakaran berjaga-jaga di lokasi, sementara sejumlah warga terlihat mencari barang-barang yang mungkin masih tersisa. Nia (30) tak menyangka rumah tempat ia tinggal dari kecil tersebut harus ludes terbakar. Saat kebakaran terjadi, ia sedang tertidur pulas. Nia terbangun setelah mendengar teriakan kebakaran dari warga. Ia menyaksikan warga berhamburan menyelamatkan diri. Nia segera menyelamatkan dokumen-dokumen berharganya, beserta dompet dan gawainya. Lalu, keluar dari rumah bersama suami dan anaknya.

”Saya teriak-teriak di dalam rumah, saya bangunkan suami dan anak saya. Beruntung kami masih dikasih selamat. Ternyata kejadian di RW sebelah bulan lalu menimpa kami hari ini,” ujar Nia, Selasa sore. Api semakin menjalar dengan cepat, membakar rumah-rumah warga tanpa ampun. Kebakaran cepat meluas karena bangunan rumah di kawasan padat penduduk itu banyak yang terbuat dari kayu dan tripleks. Barang-barang milik warga lainnya, Adin (40), juga hampir seluruhnya hangus terbakar. Kini, ia hanya bisa mengambil besi dan seng bekas rumahnya untuk dijual. Barang-barang bekas itu menjadi sumber harapan Adin untuk memperoleh sedikit uang. Ia hanya berhasil menyelamatkan sepeda motornya. Adin pun berharap pemerintah dapat segera memberi bantuan selain makanan, seperti seragam sekolah. Menurut Adin, kebakaran pertama kali terlihat dari rumah seorang warga di RT 002. Sejumlah warga melihat asap muncul dari lantai dua rumah seseorang warga sekitar pukul 00.30 WIB. (Yoga)


Trump Tenang, Iklim Bisnis Stabil

Hairul Rizal 22 Jan 2025 Bisnis Indonesia (H)

Respons positif yang muncul setelah pidato perdana Donald J. Trump sebagai Presiden Amerika Serikat pada 20 Januari. Meskipun sebelumnya banyak yang khawatir bahwa Trump akan segera melaksanakan kebijakan keras, terutama mengenai tarif tinggi pada produk impor, ia justru mengumumkan bahwa kebijakan tarif akan dilakukan secara bertahap. Keputusan ini mengurangi ketegangan terkait potensi perang dagang, khususnya dengan China, yang juga berdampak positif bagi dunia usaha.

Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno, menyambut baik penundaan kenaikan tarif tersebut, dengan harapan ekspor Indonesia, khususnya ke China, akan meningkat karena kebutuhan China akan energi dari Indonesia. Sektor batu bara juga diprediksi akan diuntungkan, seperti yang disampaikan oleh Corporate Secretary PT Bukit Asam Tbk, Niko Chandra.

Pemerintah Indonesia optimistis bahwa neraca perdagangan dengan AS akan tetap surplus pada masa jabatan kedua Trump, mengingat tren positif selama periode pertama kepemimpinan Trump. Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan komitmen Indonesia untuk terus bekerja sama erat dengan AS.

Sentimen positif ini tercermin dalam pergerakan pasar, dengan melemahnya dolar AS dan penguatan rupiah, yang diperkirakan akan terus berlanjut. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga menguat, menunjukkan optimisme pasar terhadap kebijakan Trump yang lebih moderat. Namun, ada juga kekhawatiran mengenai volatilitas mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, yang mungkin meningkat akibat kebijakan ekonomi Trump di masa depan.


Target Energi Terbarukan: Perjuangan Panjang

Hairul Rizal 22 Jan 2025 Bisnis Indonesia

Target pemerintah Indonesia untuk menghasilkan 49,7 gigawatt (GW) listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) pada Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034 menghadapi berbagai kendala yang cukup besar. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah ketidakmampuan mencapai target bauran energi hijau yang telah ditetapkan. Capaian porsi EBT dalam bauran energi nasional selama beberapa tahun terakhir tidak sesuai dengan harapan, yang mengarah pada penurunan target porsi EBT pada 2025 dari 23% menjadi 17%-19%.

PLN, dalam upaya mencapai target tersebut, juga mengalami kesulitan, termasuk dalam mengeksekusi rencana penambahan pembangkit listrik berbasis EBT. Hingga 2025, PLN diproyeksikan hanya dapat merealisasikan sekitar 1—1,5 GW, sementara target yang harus dicapai adalah 9 GW. Hal ini disebabkan oleh berbagai hambatan seperti keterbatasan permodalan, tantangan geografis, dan minimnya investasi di sektor pembangkit listrik berbasis energi hijau. Selain itu, masalah pembebasan lahan, kepastian hukum, dan harga jual listrik yang tidak kompetitif menjadi faktor penghambat.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan pihak terkait lainnya berupaya untuk menyelesaikan tantangan ini dan meningkatkan perhatian terhadap transisi energi menuju net zero emission. Pembangkit listrik berbasis energi hijau diharapkan dapat menggantikan pembangkit listrik tenaga uap yang berbasis energi fosil di masa depan, guna memastikan pasokan listrik nasional yang berkelanjutan dan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.



Dorongan Masif untuk 3 Juta Rumah

Hairul Rizal 22 Jan 2025 Bisnis Indonesia

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menegaskan komitmennya dalam menjalankan program pembangunan 3 juta unit rumah layak huni per tahun yang telah digagas oleh pemerintah. Program ini mencakup 1 juta rumah di perkotaan dan 2 juta rumah di perdesaan. Dalam pencapaiannya, pemerintah telah bekerja sama dengan investor Qatar yang akan berfokus pada pembangunan 1 juta unit rumah di perkotaan. Lokasi-lokasi potensial untuk proyek ini termasuk bekas kompleks DPR Kalibata dan Bandara Kemayoran.

Menteri BUMN, Erick Thohir, juga mendukung program ini dengan mendorong bank-bank pelat merah untuk membiayai perumahan rakyat, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Erick juga mengingatkan pentingnya memperhatikan profil risiko dalam penyaluran KPR untuk menghindari masalah sertifikat bermasalah yang dapat mengganggu kelancaran program. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan investor, Maruarar Sirait optimis bahwa program pembangunan rumah untuk masyarakat Indonesia akan berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.




Sritex Tetap di Bawah Kendali Manajemen Lama

Hairul Rizal 22 Jan 2025 Bisnis Indonesia

PT Sri Rejeki Isman Tbk. (Sritex) tetap mempertahankan kendali operasional meskipun telah dinyatakan pailit oleh pengadilan. Direktur Utama Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, menegaskan bahwa perusahaan tetap menjalankan amanah pemerintah untuk menormalkan operasionalnya, meski tengah menjalani proses verifikasi final dan pembentukan panitia kreditur. Sritex juga sedang mempersiapkan upaya peninjauan kembali (PK) atas putusan kasasi yang menjadikan perusahaan resmi pailit.

Pemerintah, melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mendukung agar kegiatan produksi di Sritex tetap berjalan meski putusan kasasi ditolak. Airlangga juga menyarankan agar kreditor utama, seperti BNI, memimpin para kreditor lainnya untuk setuju dengan upaya pemerintah dalam menjaga kelangsungan operasional perusahaan, demi melindungi lapangan pekerjaan dan industri tekstil di Indonesia. Sritex berupaya untuk mempertahankan status going concern dan mencari jalan untuk pemulihan keuangan perusahaan.


Pengaruh Trump pada Stabilitas Pasar Keuangan

Hairul Rizal 22 Jan 2025 Kontan (H)
Donald Trump resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-47 pada 20 Januari, menandai kali keduanya memegang tampuk kekuasaan. Pada hari pertama menjabat, Trump langsung menerbitkan sejumlah perintah eksekutif, termasuk membatalkan 78 kebijakan era Presiden Joe Biden. Ia juga mengumumkan kebijakan ekonomi kontroversial, seperti tarif impor global 10%, tarif 60% untuk produk asal China, dan tambahan 25% untuk produk Kanada dan Meksiko. Kebijakan ini memperpanjang perang dagang AS-China serta mengguncang pasar global, termasuk anjloknya indeks saham Shanghai dan melemahnya mata uang Kanada serta Meksiko.

Alwi Assegaf, dari Trijaya Pratama Futures, menyebutkan kebijakan Trump dapat memperpanjang pelemahan mata uang global akibat kekhawatiran pasar. Namun, Indonesia relatif lebih stabil. Oktavianus Audi, VP Marketing Kiwoom Sekuritas, mengatakan bahwa kebijakan Trump tidak berdampak langsung ke Indonesia, dengan penguatan IHSG lebih didorong oleh keputusan Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan.

Sementara itu, Adityo Nugroho, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menilai kepemimpinan Trump akan memperkuat dolar AS. Hal ini berisiko memicu capital outflow dari Indonesia, dengan dana asing mengalir kembali ke AS untuk mencari imbal hasil lebih tinggi. Di sisi lain, IHSG tetap menguat sebesar 1,44% sepanjang tahun berjalan hingga 21 Januari 2025, mencerminkan optimisme domestik.

KSSK Siaga Hadapi Risiko Global

Hairul Rizal 22 Jan 2025 Kontan
Stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal IV 2024 tetap terjaga, meskipun berbagai risiko eksternal masih harus diwaspadai. Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Sri Mulyani Indrawati, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia menunjukkan divergensi, dengan Amerika Serikat masih tumbuh kuat, sementara Eropa dan China mengalami stagnasi.

Sri Mulyani menegaskan pentingnya koordinasi antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk memperkuat kewaspadaan dan sinergi menghadapi tantangan ekonomi global.

Meskipun nilai tukar rupiah melemah sebesar 1,14% hingga 23 Januari 2025, pelemahan tersebut lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 4,34%. Dengan optimisme tinggi, Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tetap berada di jalur target APBN sebesar 5,2%.

Indonesia Bisa Desak AS Bayar Pajak Global

Hairul Rizal 22 Jan 2025 Kontan
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menolak penerapan pajak minimum global sebesar 15% yang diinisiasi Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Trump menilai kesepakatan pajak global yang dibuat oleh pemerintahan sebelumnya (Joe Biden) membatasi kebijakan domestik AS dan merugikan perusahaan serta pekerja Amerika. Pemerintahannya bahkan memerintahkan penyelidikan terhadap negara-negara yang dianggap memiliki aturan pajak diskriminatif terhadap perusahaan AS.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia telah menerapkan pajak minimum global mulai Januari 2025 melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 136 Tahun 2024. Pengamat perpajakan dari Danny Darussalam Tax Center (DDTC), Bawono Kristiaji, menyatakan bahwa penolakan AS terhadap Pilar Satu kesepakatan pajak global dapat menghambat implementasi global, karena membutuhkan dukungan negara-negara besar. Namun, Pilar Dua yang mengatur pajak minimum global masih dapat diterapkan oleh negara lain.

Pengamat pajak dari CITA, Fajry Akbar, menambahkan bahwa mekanisme pemaksaan dalam Pilar Dua memungkinkan penerapan pajak global tetap memberikan keuntungan bagi negara-negara seperti Indonesia, meskipun AS tidak berpartisipasi. Hal ini berpotensi meningkatkan pendapatan pajak global Indonesia dari perusahaan multinasional, termasuk yang berasal dari AS.

Pilihan Editor