Presiden: Indonesia Segera Capai Kemandirian Energi Dalam Lima Tahun ke Depan
21 Jan 2025
Kompas
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia dapat segera mencapai kemandirian energi. Dalam lima tahun ke depan, pemerintah menargetkan perluasan jaringan elektrifikasi di seluruh Indonesia, termasuk untuk 1,3 juta rumah tangga yang belum mendapatkan akses listrik. Prabowo mengatakan, energi sangat penting untuk menghilangkan kemiskinan dari Indonesia serta mentransformasi bangsa Indonesia menjadi negara modern dan negara maju. Presiden pun menargetkan agar Indonesia segera mencapai swasembada energi. ”Kita akan menuju swasembada energi dalam waktu yang tidak lama,” ujar Presiden Prabowo dalam acara bertajuk Peresmian Proyek Strategis Kelistrikan di 18 Provinsi, yang digelar di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025).
Dalam kesempatan itu, Prabowo meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede yang berkapastitas 110 megawatt (MW). Peresmian juga dilakukan serentak untuk 37 proyek listrik di 18 provinsi. Proyek itu terdiri dari 26 proyek pembangkit listrik senilai Rp 72 triliun, 11 proyek gardu induk berkapasitas 1.740 megavolt ampere (MVA), dan transmisi listrik sepanjang 739 kilometer sirkuit (kms). Presiden Prabowo melanjutkan, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara di dunia yang paling maju dari segi transformasi energi ke energi baru dan terbarukan atau green energy. Hal itu dapat dilakukan karena Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang cukup besar serta kemampuan untuk melakukan transformasi energi. ”Saya kira kita sekarang ini menjadi salah satu di dunia sebagai negara yang mungkin termasuk paling maju di bidang transformasi energi menjadi energi terbarukan atau green energy yang mengurangi emisi karbon,” kata Prabowo.
Prabowo pun optimistis Indonesia dalam lima tahun kedepan mampu untuk swasembada energi dan tidak lagi mengimpor bahan bakar minyak (BBM) dari negara lain. ”Dalam waktu yang tidak lama, kita tidak akan impor BBM lagi dari luar. Saya punya keyakinan dalam lima tahun kita tidak akan impor BBM lagi,” tuturnya. Menurut Prabowo, Indonesia sedang gencar bertransformasi ke arah hilirisasi secara besar-besaran. Hal itu, menurut dia, akan mengagetkan banyak negara di dunia. Dengan langkah tersebut, Prabowo optimistis Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam acara yang sama melaporkan kepada Presiden, pembangkit listrik yang tersedia di seluruh Indonesia saat ini memiliki kapasitas 101 gigawatt (GW), dengan sekitar 75 persen dikelola PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. (Yoga)
Tags :
#ListrikPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
09 Feb 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023