;

Unicorn Indonesia Kuasai Aliran Dana Investasi di Asia Tenggara

R Hayuningtyas Putinda 29 Mar 2021 Investor Daily, 29 Maret 2021

JAKARTA – Perusahaan rintisan (startup) teknologi di Asia Tenggara tercatat meraup dana investasi hingga US$ 8,2 miliar selama 2020. Hampir 50% dari dana tersebut masuk ke kantong unicorn, antara lain Grab Holdings, Gojek, Bukalapak, dan Traveloka.  Pencapaian itu terungkap dari riset perusahaan modal ventura asal Singapura, Cento Ventures. Penggalangan dana start-up Asia Tenggara pada 2020 mengalami penurunan 3,5% dibanding 2019 sebesar US$ 8,5 miliar, karena dipicu oleh pandemi Covid-19. Kesepakatan lebih dari US$ 100 juta mencapai 57% dari total investasi, sementara kesepakatan antara US$ 50-100 juta mencetak rekor dengan nilai US$ 1,1 miliar, meningkat 26% dari 2019. Sekalipun terkena efek pandemi, Asia Tenggara mengalami penurunan nilai investasi start-up paling kecil dibanding pasar negara berkembang lainnya, seperti India yang turun 31% dan Afrika anjlok 38%. “Covid-19 memberikan efek yang berbeda di setiap negara. Start-up di Amerika Serikat dan Eropa mencatatkan rekor investasi baru pada tahun lalu, masing-masing nilai investasi tumbuh 13% dan 15%. Sementara itu, Tiongkok juga mengalami pertumbuhan 6%” tulis laporan Cento, yang dikutip Investor Daily, Minggu (28/3).

Besarnya investasi di Indonesia didorong oleh kesepakatan yang diraih Gojek. Hal ini juga ditopang oleh startup lain yang meraih pendanaan lebih dari US$ 100 juta atau disebut mega deals, termasuk Bukalapak, Waresix, Kopi Kenangan, dan Linkaja. Sebagai informasi, Asia Tenggara merupakan rumah bagi 9 start-up independen dengan 5 anak usaha yang memiliki valuasi di atas US$ 1 miliar. Secara regional, SEA Group, yang merupakan induk dari Shopee, telah menyentuh kapitalisasi pasar sekitar US$ 50 miliar. Adapun perusahaan asal Singapura JustCo resmi bergabung ke daftar unicorn di Asia Tenggara pada akhir tahun lalu.

Berdasarkan data Cento Ventures, SEA Group dan Grab dikelompokkan sebagai perusahaan independen dengan valuasi lebih US$ 10 miliar untuk kawasan regional Asia Tenggara. Gojek masuk kategori ini untuk Indonesia. Sementara, pada kelompok perusahaan dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar, kawasan regional memiliki Traveloka, Indonesia punya Tokopedia dan Bukalapak, Singapura memiliki JustCo dan Qoo10, dan Vietnam punya VNG Corp.

(Oleh - HR1)

Bangun Rumah dan Beli Motor

Mohamad Sajili 29 Mar 2021 Surya

Sejumlah petani cabai di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ramai-ramai memborong kendaraan motor dan mobil berkah dari mahalnya harga cabai. Mereka membeli secara kontan setelah harga cabai menembus Rp 90.000 hingga Rp 95.000 per kg ditingkat petani.

Kades Pucuk, Nanang Sudarmawan membenarkan, warganya yang petani cabai memborong motor dan mobil hingga membangun rumah. Setidaknya, ada lima dusun di Desa Pucuk, yaitu Wotgaru, Pucuk, Brejel Lor, Brejel Kidul dan Kwarigan.

Nanang menyebut, harga cabai dalam masa panen di Dawarblandong tahun 2021 ini memang relatif bagus dan bertahan lama hampir 1,5 bulan. Harga cabai rawit dari 50.000 saat awal panen Februari, terus merangkak naik hingga puncaknya Rp 90.000 sampai Rp 95. 000.

 


DJKN Beri Perluasan Mandat PT SMF

Mohamad Sajili 29 Mar 2021 Tribun Timur

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) memberi perluasan mandat dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) kepada PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF.

Direktur Hukum dan Humas DJKN, Tri Wahyuningsih Retno Mulyani menjelaskan, perluasan mandat SMF dimaksudkan sebagai wujud keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat kelas ekonomi lemah.

Diantaranya mendukung peningkatan kapasitas penyaluran pembiayaan perumahan yang berkesinambungan baik dari sisi supply dan demand, sehingga akses masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau dapat semakin terbuka lebar.


Melirik Ceruk Pasar Konten Kreator

Mohamad Sajili 29 Mar 2021 Kompas.id

Sektor ekonomi kreatif yang terus tumbuh di Indonesia membuat konsumen segmen pekerja kreatif menjadi pasar dengan potensi besar bagi produsen teknologi, khususnya komputer personal.

Produsen komputer HP Inc. Indonesia Head of Consumer Personal System Category HP Inc Hansen Wijaya mengatakan bahwa HP Indonesia ingin mendukung para kreator muda Indonesia dalam berkreasi melalui produk-produk yang dimilikinya dengan menggelar program pelatihan yang disebut HP Mentorship Project. Ini

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), misalnya, juga telah menargetkan peningkatan nilai ekospor produk ekonomi kreatif dari 16,9 miliar dollar AS pada 2020 menjadi 19,26 miliar dollar AS. Sumbangan ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto yang saat ini berada di angka 7,4 persen juga diharapkan dapat menembus 10-12 persen dalam 5-10 tahun mendatang.

Market Analyst IDC Indonesia, Stallone Hangewa, memprediksikan bahwa pasar komputer di Indonesia akan tumbuh pesat pada 2021, bahkan tumbuh hingga 37,2 persen.


Jokowi Pastikan Tak Ada Impor Beras Sampai Juni

R Hayuningtyas Putinda 29 Mar 2021 Sinar Indonesia Baru

Petani menyambut baik putusan Pesiden Joko Widodo (Jokowi) yang menunda pelaksanaan impor beras sampai Juni 2021 mendatang. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Zulharman Djusman pada Mei nanti dipastikan akan ada panen raya.Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia faktanya dari tahun 2000-2019 tak pernah absen mengimpor beras. Dalam rentang waktu tersebut, pemerintah paling banyak mengimpor beras pada tahun 2018 lalu yakni hingga mencapai 2.253.824,5 ton atau setara US$ 1,03 miliar. Setelah itu, jumlah beras yang diimpor turun drastis menjadi hanya 444.508,8 ton beras dari sekitar 8 negara yakni Vietnam sebanyak 33 ribu ton beras, Thailand sebanyak 53 ribu ton, Tiongkok sebanyak 24,3 ton, India sebanyak 7 ribu ton, Pakistan sebanyak 182 ribu ton, Amerika Serikat sebanyak 740,9 ton, Myanmar sebanyak 166,7 ribu ton, dan lainnya sebanyak 93,7 ton.  Jumlah tersebut setara dengan US$ 184,2 juta.

(Oleh - HR1)

Riset: Nilai Transaksi Produk Kesehatan Tokopedia Melonjak 154%

R Hayuningtyas Putinda 29 Mar 2021 Katadata

Terjadi peningkatan jumlah pelaku usaha yang menjual produk esensial selama pandemi Covid-19.  Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak terhadap hampir seluruh sektor usaha, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hadirnya platform online seperti Tokopedia turut membangkitkan kembali bisnis pelaku usaha dan UMKM yang sempat lesu. Marketplace menjadi tempat untuk menjual produk yang paling banyak dibutuhkan masyarakat saat pandemi, seperti makanan dan minuman serta produk kesehatan. Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Riatu Qibthiyyah menyatakan transisi pelaku usaha dari offline ke online marak terjadi pada periode tersebut.

Riset LPEM FEB UI mencatat, terjadi peningkatan jumlah pelaku usaha yang menjual produk esensial selama pandemi Covid-19. Proporsi pelaku usaha yang menjual produk makanan dan minuman meningkat dari yang sebelum pandemi 30,8% tumbuh menjadi 44,3% saat pandemi. Sedangkan pelaku usaha yang menjual produk kesehatan dan perawatan pribadi meningkat dari 14,9% menjadi 28,1%.  Berdasarkan pertumbuhan nilai transaksi per kategori saat pandemi, jenis produk kesehatan mengalami pertumbuhan paling tinggi yakni sebesar 154,1% melampaui produk makanan minuman 106,1% dan elektronik 24,1%. “Permintaan yang terkait barang-barang kesehatan meningkat. Konsumsi makanan dan minuman dan hobi seperti game mengalami peningkatan karena masyarakat banyak yang beraktivitas di dalam rumah,” ujar Riatu dan Tim LPEM UI. 

(Oleh - HR1)

Aset Safe Haven, Kian Asik Investasi Emas Digital

R Hayuningtyas Putinda 26 Mar 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, JAKARTA — Emas fisik digital memiliki prospek yang bagus di tengah kian gandrungnya masyarakat akan produk investasi. Selain potensi keuntungan di masa depan, perlindungan hukum memberikan kejelasan buat investor.

Berdasarkan Undang-Undang No. 10/2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, perdagangan emas digital termasuk kegiatan berjangka komoditas yang diatur, dikembangkan, dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).Bappebti juga telah mengizinkan lembaga kliring berjangka untuk menjamin dan menyelesaikan setiap transaksi di pasar emas digital.Beberapa waktu lalu, Bappebti telah memberikan persetujuan kepada Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) sebagai tempat transaksi, serta PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) sebagai lembaga kliring seluruh transaksi di pasar fisik emas digital. Bappebti juga telah memberikan persetujuan kepada PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) sebagai lembaga depository.Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau PT KBI mengatakan, prospek investasi pada emas fi sik digital sangat baik. Selain terlindungi, nilai investasi awal cukup terjangkau.“Investor bisa membeli dalam jumlah kecil, seperti Rp50.000, sudah bisa berinvestasi pada aset ini,” katanya dalam sebuah webinar, Rabu (24/3) malam.

Division Manager PT Royal Trust Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan, investasi pada aset emas fisik digital bukanlah hal baru. Aset ini sudah cukup lama dikenal.“Memang baru belakangan ini popularitasnya naik. Harga emas fisik yang sepanjang tahun lalu naik juga berdampak ke emas digital yang underlying assetnya adalah emas fisik,” jelasnya saat dihubungi pada Kamis (25/3).Menurutnya, minat masyarakat untuk berinvestasi pada emas digital saat ini cukup tinggi. Hal ini salah satunya didukung oleh sejumlah regulasi dari pemerintah yang memberikan rasa aman kepada investor yang menaruh.

Di sisi lain, emas fisik digital juga lebih aman dibandingkan produk konvensional. Pasalnya, emas fisik biasa umumnya diletakkan pada brankas yang masih ada potensi hilang.Dari sisi akses, emas digital juga menawarkan kemudahan yang terutama dicari oleh generasi muda saat ini. Masyarakat yang berminat untuk membeli emas digital dapat membelinya secara daring melalui aplikasi tanpa harus keluar rumah.Ke depan, Suluh menilai prospek perdagangan emas digital amat bergantung pada pengembangan infrastruktur-infrastruktur terkait. Agar investasi emas digital dapat berkembang, para pelaku pasar dan otoritas terkait wajib mengembangkan beragam kemudahan dan fasilitas lainnya.

(Oleh - HR1)

Telat Lapor Akusisi ke KPPU, Gojek Didenda Rp 3,3 M

Mohamad Sajili 26 Mar 2021 Kontan

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjatuhkan sanksi denda kepada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) sebesar Rp 3,3 miliar. Sanksi ini terjadi karena Gojek terlambat memberitahukan (notifikasi) akuisisi atas PT Global Loket Sejahtera (Loket).

Majelis Komisi dalam putusan Perkara dengan nomor register 30/KPPU-M/2020, Majelis menyatakan Gojek melanggar ketentuan Pasal 29 Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1999 dan Pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 57 /2010 tentang Penggabungan atau Peleburan Badan Usaha dan Pengambilan Saham Perusahaan yang dapat Mengakibatkan Terjadinya Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

“Atas pelanggaran tersebut, Majelis Komisi menghukum Gojek untuk membayar denda sebesar Rp3,3 miliar, dan wajib harus disetor ke Kas Negara selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah Putusan KPPU memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht),” kata Deswin Nur, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama KPPU, Kamis (25/3).

 


Kemenkop : Komsi Jangan Memberatkan Mitra UKM

Mohamad Sajili 26 Mar 2021 Kontan

Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan mereka tidak berada dalam posisi menentukan harga batas atas terhadap nilai komisi yang ditentukan penyedia layanan pesan antar (LPA) makanan daring terhadap mitra.

Pernyataan ini sekaligus menjawab keluhan para mitra UMKM atau merchant di salah satu platform, yakni Gofood, terhadap kebijakan pengenaan komisi. Para pelaku UMKM keberatan dengan skema komisi terbaru GoFood.

Awalnya GoFood mengenakan potongan 12% + Rp 5.000 untuk setiap produk yang terjual. Sejak 5 Maret 2021, skema itu berubah menjadi 20%+Rp 1.000 dari setiap produk makanan dan minuman yang dijual mitra UMKM.

Kemenkop dan UKM, “Kami berharap platform LPA daring dapat terus menggulirkan program insentif yang dapat berdampak positif bagi mitra atau merchant yang aktif berjualan di platformnya,” kata dia.

Sementara Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun mengatakan pemerintah perlu mengatur batas komisi yang diberlakukan setiap penyedia layanan pesan-antar daring. Hal ini terkait dengan keluhan pengusaha UMKM yang menilai besaran komisi sebesar 20%+Rp1.000 yang diberlakukan salah satu LPA, memberatkan kelompoknya.

 


Berharap Sejahtera di Lumbung Ikan

Andriani D 26 Mar 2021 Epaper Kompas

Pengembangan lumbung ikan nasio-nal di Maluku diharapkan menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  Salah seorang pengusaha,Kuntoro Alfred Kusno, yang berkecimpung di perikanan  sejak 1993, menyebutkan per-lunya laboratorium uji mutudi Maluku. Selama ini, ikanyang akan diekspor harus di-kirim ke Bali untuk diuji kadarlogam berat, histamin, dan Covid-19. Biaya uji mutu men-jadi lebih mahal, prosesnya pun memakan waktu.

Logistik di Maluku juga mahal.  Jadi, pelabuhan yangterintegrasi sangat diperlukan di Maluku.  Di sisi lain, pengurusan dokumen dinilai sudah sangat cepat di Maluku. Namun, pengiriman ikan biasanya tidak bisa langsung. Dari Ambon, biasanya kapal harus menung-gu di Surabaya atau Jakarta. Problem lain, di Maluku ha-nya ada tiga pusat pengolahanikan, yaitu di Laut Banda, Se-ram, dan Arafuru. Karena itu  sebagian besar hasil perikanan Maluku dibawa ke Jawa.Sebagian dijual ke pasar domestik, sebagian diekspor. Namun,sebelum sampai di negara tujuan, kata Daniel Rusli dari PTSamudra Indo Sejahtera, kapal juga harus melalui Singapuraatau Malaysia. ”Apabila bisa mengekspor langsung dari Pro-vinsi Maluku, kami bisa reduksi cost logistic dan harga ikan kenelayan akan lebih baik,” ujar Daniel

Pilihan Editor