Unicorn Indonesia Kuasai Aliran Dana Investasi di Asia Tenggara
JAKARTA –
Perusahaan rintisan (startup) teknologi di Asia
Tenggara tercatat meraup
dana investasi hingga
US$ 8,2 miliar selama
2020. Hampir 50% dari
dana tersebut masuk ke
kantong unicorn, antara
lain Grab Holdings,
Gojek, Bukalapak, dan
Traveloka.
Pencapaian itu terungkap dari
riset perusahaan modal ventura asal
Singapura, Cento Ventures. Penggalangan dana start-up Asia Tenggara
pada 2020 mengalami penurunan 3,5%
dibanding 2019 sebesar US$ 8,5 miliar,
karena dipicu oleh pandemi Covid-19. Kesepakatan lebih dari US$ 100
juta mencapai 57% dari total investasi,
sementara kesepakatan antara US$
50-100 juta mencetak rekor dengan
nilai US$ 1,1 miliar, meningkat 26%
dari 2019.
Sekalipun terkena efek pandemi,
Asia Tenggara mengalami penurunan
nilai investasi start-up paling kecil
dibanding pasar negara berkembang
lainnya, seperti India yang turun 31%
dan Afrika anjlok 38%.
“Covid-19 memberikan efek yang
berbeda di setiap negara. Start-up di
Amerika Serikat dan Eropa mencatatkan rekor investasi baru pada tahun
lalu, masing-masing nilai investasi
tumbuh 13% dan 15%. Sementara itu,
Tiongkok juga mengalami pertumbuhan 6%” tulis laporan Cento, yang
dikutip Investor Daily, Minggu (28/3).
Besarnya investasi di Indonesia didorong oleh kesepakatan yang diraih
Gojek. Hal ini juga ditopang oleh startup lain yang meraih pendanaan lebih
dari US$ 100 juta atau disebut mega
deals, termasuk Bukalapak, Waresix,
Kopi Kenangan, dan Linkaja.
Sebagai informasi, Asia Tenggara
merupakan rumah bagi 9 start-up independen dengan 5 anak usaha yang
memiliki valuasi di atas US$ 1 miliar.
Secara regional, SEA Group, yang
merupakan induk dari Shopee, telah
menyentuh kapitalisasi pasar sekitar
US$ 50 miliar. Adapun perusahaan asal
Singapura JustCo resmi bergabung ke
daftar unicorn di Asia Tenggara pada
akhir tahun lalu.
Berdasarkan data Cento Ventures,
SEA Group dan Grab dikelompokkan sebagai perusahaan independen
dengan valuasi lebih US$ 10 miliar
untuk kawasan regional Asia Tenggara. Gojek masuk kategori ini untuk
Indonesia. Sementara, pada kelompok
perusahaan dengan valuasi lebih
dari US$ 1 miliar, kawasan regional
memiliki Traveloka, Indonesia punya
Tokopedia dan Bukalapak, Singapura
memiliki JustCo dan Qoo10, dan Vietnam punya VNG Corp.
(Oleh - HR1)
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023