Shopee Gaet 180 Ribu UMKM Lokal untuk Ekspor ke Lima Negara
Perusahaan e-commerce Shopee telah menggaet 180 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk mengekspor jutaan produk lewat kanal Kreasi Kreasi Nusantara dari Lokal untuk Global. Produk UMKM itu bakal diekspor ke lima negara tujuan.
Head of Public Policy and Government Relations Shopee Radityo Triatmojo mengatakan sejak pandemi Covid-19 pada tahun lalu, permintaan ekspor untuk produk UMKM lokal cukup tinggi.
“Hingga saat ini, sudah ada 180 ribu UMKM lokal dengan 1,5 juga produk yang dipasarkan di lima negara,” kata Radityo, Kamis (1/4).
Tahun lalu juga, perusahaan menambah dua negara tujuan ekspor, yakni Thailand dan Vietnam untuk memperluas cakupan pasar UMKM ekspor. Hingga saat ini, total ada lima pasar ekspor produk UMKM lokal melalui Shopee, selain Thailand dan Vietnam, ada juga Malaysia, Singapura, dan Filipina.
Shopee juga akan membekali UMKM binaan dengan materi seperti kiat-kiat sukses ekspor secara spesifik melalui Sekolah Ekspor.
Tekanan terhadap Pasar Obligasi Hanya Sementara
Pasar surat utang negara yang diterbitkan pemerintah Indonesia diproyeksikan menguat seiring dengan kembalinya investor asing dari pasar obligasi Pemerintah Amerika Serikat.
JAKARTA, KOMPAS — Sejumlah sentimen negatif masih membayangi pasar obligasi atau surat utang Pemerintah Indonesia. Namun, tren rendahnya hasil lelang surat utang negara diproyeksi tidak akan berlangsung lama. Ke depan, pasar obligasi dalam negeri diprediksi kembali perkasa dipengaruhi surat utang Pemerintah Amerika Serikat yang akan segera memasuki periode penurunan imbal hasil.
Pemerintah akan melelang surat utang negara (SUN) dalam mata uang rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan tersebut, pemerintah kembali menggelar lelang SUN pada Selasa (30/3/2021).
Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan Deni Ridwan mengatakan, pada lelang Selasa ini, jumlah penawaran yang disampaikan peserta lelang sebesar Rp 33,95 triliun. Dari hasil tersebut, pemerintah memenangi penawaran sebesar Rp 4,75 triliun.
Jumlah tersebut turun dari lelang pada 16 Maret 2021 yang kala itu jumlah penawaran yang masuk Rp 40,08 triliun. Dari hasil tersebut, pemerintah memenangi sebanyak Rp 18,9 triliun.
”Jumlah penawaran di setiap lelang cenderung turun karena dampak dari kondisi pasar surat berharga negara (SBN) yang saat ini sedang dipengaruhi sentimen kenaikan imbal hasil US Treasury,” ujar Deni.
Berdasarkan data dari laman World Government Bonds pada 30 Maret 2021, tingkat imbal hasil SUN Indonesia tenor 10 tahun berada di kisaran 6,827 persen. Dalam sebulan terakhir, pergerakan imbal hasil SUN Indonesia terpantau melemah 15 basis poin. Adapun imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun diperdagangkan pada level 1,771 persen, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Kenaikan imbal hasil US Treasury belakangan ini, lanjut Ramdhan, memicu para investor asing memindahkan dana mereka dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, menuju AS. Hal ini terjadi karena tingkat likuiditas di pasar AS jauh lebih besar dibandingkan Indonesia.
(Oleh - HR1)Indosat Ooredoo Jual Menara Rp 10,86 Triliun
PT Indosat Tbk atau Indosat Ooredoo sepakat menjual lebih dari 4.200 menara senilai 750 juta dollar AS kepada PT Epid Menara Asset Co, anak usaha Edge Point.
Dengan nilai tukar berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, Selasa (30/3/2021), nilai itu setara Rp 10,86 triliun. Indosat Ooredoo akan menyewa kembali menara-menara tersebut selama 10 tahun.
Media Sosial Semarak, Konten Kreatif
Di tengah keterbatasan karena pembatasan kegiatan masyarakat seperti saat ini, media sosial dan konten kreatif digunakan sebagai platform pilihan untuk menyelenggarakan kegiatan masyarakat.
Kehidupan dunia digital tidak terlepas dari seluk beluk media sosial dan konten kreatif. Kini tua muda apapun profesi dan latar belakangnya bisa membuat dan mempublikasikan konten kreatif di media sosialnya.
Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan internet di berbagai aspek kehidupan, semakin banyak pula penduduk Indonesia yang menggunakan internet. Apalagi dalam masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, internet dengan didukung berbagai teknologi informasi dan komunikasi sangat membantu masyarakat untuk tetap beraktivitas dari rumah.
Ini juga didukung oleh pembangunan infrastruktur internet cepat atau broadband melalui Palapa Ring. Dengan program ini, setidaknya hingga saat ini seluruh wilayah Indonesia mulai mendapatkan akses internet meskipun sebarannya belum merata.
Selama periode 2017-2021, pengguna media sosial di Indonesia meningkat rata-rata 12,74 persen setiap tahunnya. Pada 2017, tercatat jumlah pengguna media sosial di Indonesia hanya 106 juta. Setahun berikutnya, jumlahnya meningkat menjadi 130 juta, hingga pada 2021 mencapai 170 juta pengguna.
Membaca data itu, dapat dikatakan bahwa hampir seluruh masyarakat Indonesia yang mengakses internet juga menggunakan media sosial. Media sosial tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Mulai dari untuk berkomunikasi, mencari hiburan, memasarkan produk atau hanya sekedar mengisi waktu luang.
Konten kreatif
Konten kreatif yang dimaksud adalah produk berbentuk pesan visual, audio, audio visual, dan acara yang disusun melalui metode kerja kreatif serta memiliki keunikan dan estetika melalui berbagai kanal digital. Menariknya, melalui media sosial, siapapun dan berapapun usianya dapat membuat, mempublikasikan, serta menikmati konten kreatif.
Antusiasme publik membuat konten kreatif tergambar dari hasil survei Kompas pada 27 Desember 2020 hingga 9 Januari 2021 lalu. Responden dari berbagai kelompok usia dan generasi mengaku pernah membuat konten kreatif selama masa pandemi. Dari 102 responden yang pernah membuat konten kreatif di masa pandemi, milenial muda paling aktif memproduksi konten kreatif. Sebanyak 32,7 persen responden kelompok ini pernah membuat konten kreatif.
(Oleh - HR1)Amazon dan Tiga Korporasi Asing Jadi Pemungut PPN
Direktur Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan menambah empat perusahaan yang ditunjuk sebagai pemungut pajak pertambahan nilai (PPN) perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) atas produk digital yang dijual kepada pelanggar di Indonesia.
Empat perusahaan yang baru ditunjuk sebagai pemungut PPN ini adalah Amazon. com. ca Inc, Image Future Investment (HK) Limited, Dropbox International Unlimited Company, dan Freepik Company SL.
Adapun tarif PPN yang harus dibayar pelanggan adalah 10% dari harga sebelum pajak. Pemungut wajib mencantumkan pada kuitansi atau invoice yang mereka terbitkan sebagai bukti pungut PPN.
Ekonomi Politik Perdagangan Digital
Setelah 25 tahun hadir di Indonesia, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa praktik perdagangan digital membunuh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal itu disampaikan Presiden saat membuka rapat kerja Kementerian Perdagangan tanggal 4 Maret 2021 lalu. Pernyataan menohok Presiden terkait perdagangan digital ini menarik dan penting untuk dianalisis.
Ada dua pertanyaan kritis yang dapat digunakan sebagai dasar menganalisisnya. Pertama, apakah perdagangan digital berpihak kepada UMKM atau sebaliknya? Kedua, apakah perkembangan perdagangan digital menjadi peluang atau ancaman bagi perekonomian negeri ini? Perdagangan digital merupakan semua bentuk transaksi jual beli barang ataupun jasa menggunakan media perantara internet. Sebuah sistem perdagangan digital minimal memerlukan empat komponen. Komponen ini adalah penjual dan pembeli, platform perdagangan digital, payment gateway, dan jasa pengiriman.
Tren pertumbuhan pasar perdagangan digital Indonesia meningkat setiap tahunnya. Bahkan dalam dua tahun terakhir, tren ini naik signifikan karena pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Dirasa atau tidak, praktik serta pertumbuhan pasar perdagangan digital telah mengubah struktur kelembagaan perekonomian negara. Secara kuantitas Kementerian Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mencatat jumlah pedagang digital meningkat setiap tahun. Data seluruh platform perdagangan digital awal tahun 2020 menunjukkan ada delapan juta pelaku UMKM yang terlibat. Terakhir, pada awal bulan Maret 2021 sudah mencapai dua belas juta pelaku. Dari segi konsumen, pada tahun lalu 88% dari pengguna internet Indonesia telah membeli produk secara digital.
(Oleh - HR1)
Indosat Jual Menara Telekomunikasi US$ 750 Juta, Terbesar di Asia
Jakarta - PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) sepakat menjual lebih dari 4.200 menara telekomunikasi senilai US$ 750 juta kepada PT EPID Menara AssetCo (Edge Point Indonesia). Transaksi penjualan menara ini ditargetkan selesai pada kuartal II-2021 dan berpotensi menjadi salah satu penjualan menara terbesar di Asia. EPID Menara AssetCo dinyatakan sebagai pemenang melalui proses tender. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari Edgepoint Infrastructure Singapura. Sementara, Edgepoint Infrastructure sepenuhnya dikendalikan oleh perusahaan investasi infrastruktur yang berkantor pusat di Amerika Serikat (AS), DIgital Colony.
Penjualan menara telekomunikasi ini bagian dari strategi perseroan memonetisasi aset, sehingga menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham. Selain itu, transaksi juga akan meningkatkan kemampuan permodalan perseroan, yangg akhirnya bisa melayani pelanggan dengan semakin baik. Edgepoint Infrastructure merupakan hasi kemitraan strategis yang dibentuk baru-baru ini antara Digital Colony dengan mantan CEO Edotco Group Sdn. Perusahaan fokus berinvestasi, baik lewat jalan akuisisi maupun organik, di sektor menara telekomunikasi wilayah Asia Pasifik.
Digital Colony dikendalikan oleh para eksekutif yang berpengalaman di industri menara global. Perseroan didirikan pada 2017 oleh Digital Bridge Holdings dan Colony Capital. Adapun Digital Bridge dibentuk pada 2013. Digital Colony fokus pada empat strategi bisnis, yakni menara telekomunikasi, data center, jaringan kabel optik, dan menara small cell. Perseroan memiliki portofolio pada 15 perusahaan yang bergerak di empat bisnis tersebut dan lokasinya menyebar, mulai dari Amerika Utara hingga Eropa.
(Oleh - IDS)
Tower Bersama Segera Akuisisi Menara Telekomunikasi Rp 3,97 Triliun
Jakarta - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) segera mengeksekusi akuisisi 3.000 menara telekomunikasi milik PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) senilai Rp 3,97 triliun pada April 2021. Hal ini akan membuat portofolio Tower Bersama bertambah menjadi 19.215 menara telekomunikasi. Perseroan telah meraih persetujuan pemegang saham atas rencana akuisisi menara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
RUPSLB Tower Bersama turut menyetujui pembagian dividen tunai yang berasal dari saldo laba yang belum ditentunkan penggunaanya per 31 Desember 2021. Perseroan memiliki saham treasuri sebanyak 1,02 miliar saham. Setelah menyesuaikan jumlah saham treasuri ini, dividen tunai akan sebesar Rp 32 per saham. Tower Bersama juga bersiap menggelar Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) IV tahap IV senilai RP 970 miliar. Perseroan akan menyerap emisi obligasi untuk kebutuhan pembiayaan kembali (refinancing) utang anak usaha.
Peringkat Tower Bersama juga merefleksikan ruang pendanaan yang cukup bagi perusahaan untuk menyelesaikan akuisisi 3.000 menara telekomunikasi mili PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) senilai Rp 3,97 triliun. Profil bisnis tower Bersama cukup tangguh lantaran didukung visibilitas arus kas yang kuat pada kontrak jangka panjang. Kontrak ini tidak dapat dibatalkan dengan klausul eskalasi.Profil bisnis perseroan juga terus membaik, akibat penambahan tower secara organik dan tingkat penyewaan. Hal ini didorong oleh belanja modal besar para operator telekomunikasi demi memperkuat jaringan 4G.
(Oleh - IDS)
2030, Pekerja Digital Indonesia Berkontribusi Rp 4.434 Triliun
Jakarta - AlphaBeta dan Google menerbitkann proyeksinya, dalam skenario yang dipercepat, pekerja dengan keterampilan digital di Indonesia dapat memberikan kontribusi senilai Rp 4.434 triliun (US$ 303,4 miliar) ke produk domestik bruto Indonesia (PDB) nasional pada 2030. Jumlah proyeksi yang sangat signifikan tersebut dapat mewakili sekitar 16% dari total perkiraan PDB Indonesia tahun tersebut. Hal tersebut erupakan temuan utama dari AlphaBeta dan Google dari laporan terbaru yang diluncurkan dengan tema 'Keterampilan untuk Masa Depan: Memperkuat Ekonomi dengan Meningkatkan Keterampilan Digital'.
Laporan tersebut mengukur besarnya nilai ekonomi dari keterampilan digital di Indonesia serta peran Google di dalamnya. Salah satu pesan utama tersebut bahwa perlu upaya untuk memaksimalkan peluang keterampilan digital di Indonesia. Sektor yang terdampak Covid-19 agar dapat memaksimalkan potensi tenaga kerjanya dengan keterampilan digital. Stakeholders perusahaan pun harus fokus di tiga area utama. Sementara itu, Google disebutkan telah berkontribusi banyak dalam meningkatkan keterampilan digital di Indonesia. Program digital skilling Google di Tanah Air telah melatih lebih dari 1,8 juta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) tentang berbagai macam keterampilan digital. Untuk mendukung dan membantu UMKM, Google juga telah memberikan kredit iklan sebagai bagian dari komitmen globalnya senilai Rp 11,8 triliun (US$ 800 juta). Kredit diberikan kepada pebisnis kecil agar transaksi dengan pelanggan tetap lancar.
(Oleh - IDS)
Digital Banking Semakin Menggurita
Pemanfaatan teknologi digital di masa pandemi semakin berkembang termasuk di industri perbankan. Menurut data Bank Indonesia (BI), perkembangan transaksi digital sejatinya sudah mulai masif sejak tahun 2019 lalu. Namun, dengan adanya pandemi, tren tersebut semakin terakselerasi.
Transaksi e-commerce pada tahun 2020 diproyeksikan menembus Rp 253 triliun. Angka tersebut naik 23,11% year on year (yoy). Peningkatan transaksi digital juga terjadi pada penggunaan uang elektronik. Kedua hal itu praktis turut memicu transaksi perbankan digital alias digital banking yang diproyeksikan naik 19% menjadi Rp 32.206 triliun di 2021. (lihat tabel).
Gubernur Bl Perry Warjiyo menuturkan, volume transaksi digital banking per Februari 2021 sudah mengalami pertumbuhan sekitar 36,41% yoy menjadi 464,8 juta transaksi. Adapun nilai transaksi tumbuh 22,94% yoy menjadi Rp 2.547,5 triliun.
Thomas Wahyudi, SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri bilang, aplikasi mobile banking sudah menopang sekitar 40% dari total volume transaksi e-channel. Hingga pertengahan Maret 2021, transaksi finansial melalui e-channel Bank Mandiri nilainya hampir Rp 700 triliun, atau meningkat 1496 yoy.









