Mandiri Capital Investasi di Bukalapak
Jakarta - PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) baru saja berpatisipasi dalam putaran investasi strategis di Bukalapak, salah satu platform e-commerce terkemuka di Indonesia. Putaran investasi strategis itu dilakukan bersama dengan Microsoft, Standard Chartered, dan BRI Ventures sebagai co-investor. Partisipasi itu sejalan dengan visi masing-masing perusahaan dalam memberdayakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia.
Bukalapakdan Mandiri Group telah menjalin berbagai kemitraan terkait dengan layanan keuangan digital termasuk produk investasi di BukaReksa, produk pembiayaan di BukaMotor dan BukaMobil, dan pembukaan akun Mandiri melalui Mitra Bukalapak. Selain itu, kerja sama dilakukan terkait layanan BukaRumah. Bukalapak didirikan dengan misi menciptakan ekonomi yang adil untuk semua (a fair economy for all). Hal itu diwujudkan dengan menyediakan pasar yang dapat diakses smua orang untuk melakukan perdagangan yang adil. Terutama dengan akses tanpa batas melalui teknologi, modal, dan infrastruktur.
MCI bertindak sebagai penghubung atau jembatan inovasi antara Mandiri Group dan startup untuk mendorong inovasi dan inisiatif sinergi. MCI membangun kemitraan strategis untuk mempercepat inovasi di industri keuangan dan juga berinvestasi pada startup yang memiliki keselarasan inovasi dan sinergi dengan Mandiri Group.
(Oleh - IDS)
Bisnis Perkebunan Menyokong Kinerja Konglomerasi
Kenaikan harga komoditas perkebunan di paruh kedua tahun lalu mendongkrak kinerja perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan. Bahkan, kinerja perusahaan perkebunan tampak menopang bisnis para konglomerat tahun lalu.
Menilik laporan keuangan sejumlah emiten angggota konglomerasi yang telah mengumumkan kinerja keuangan di 2020, secara agregat, Grup Salim dan Grup Triputra mencetak kinerja paling moncer. Kinerja kedua emiten ini ditopang emiten yang bergerak di sektor perkebunan. Secara agregat, laba bersih Grup Salim naik 44,73% secara tahunan. Laba bersih Grup Triputra bahkan melesat 147%.
Di Grup Astra, AALI juga mencetak kinerja moncer. Laba bersih emiten ini bahkan melesat 294,60%. Namun, kinerja emiten Grup Astra lain, terutama di sektor otomotif dan pertambangan, merosot tertekan pandemic.
Analis RHB Sekuritas Andre Benas menyebut, kinerja emiten perkebunan terkerek naiknya harga komoditas. Harga crude palm oil (CPO) sempat menembus RM 4.000 per ton.
Kepatuhan WP Badan Lapor SPT Masih Rendah
Perusahaan yang melapor Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan atau SPT tahun pajak 2020 masih jauh dari target Direktorat Jenderal Pajak. Hingga 15 April 2021, wajib pajak (WP) badan yang melapor SPT baru 375.000 WP badan. Ini setara 22,6% dari total WP yang seharusnya melapor.
Secara menyeluruh, total SPT Tahunan 2020 yang masuk 11,6 juta. Selain WP Badan, sisanya dari WP orang pribadi sebanyak 11,22. Total pencapaian itu pun belum mencapai target Ditjen Pajak yakni 15,2 juta SPT atau dengan rasio kepatuhan 80%. Adapun total WP di Indonesia tercatat 19 juta wajib pajak.
Neilmaldin Noor, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan menyatakan Ditjen Pajak berupaya menyosialisasikan dengan mengirimkan surat imbauan atau e-mail yang mengingatkan batas waktu pelaporan SPT Tahunan WP Badan.
Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute (TRI) Prianto Budi Saptono menilai masih rendahnya laporan SPT Tahunan 2020 WP Badan tak lain akibat pendemi korona. Kendati tingkat kepatuhan WP Badan melaporkan SPT Tahunan masih rendah, Prianto memprediksi hingga akhir 2021 rasio kepatuhan formal bisa tercapai sesuai target otoritas yakni mencapai 80%.
Ditopang Optimisme Sektor Riil
JAKARTA — Pasar saham tengah diwarnai sentimen positif. Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,26 persen dalam sepekan terakhir. Meski begitu, pergerakan indeks masih rawan terkoreksi pada pekan ini. Analis dari Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, menuturkan salah satu sentimen positif bersumber dari kinerja neraca perdagangan pada Maret 2021 yang tercatat surplus US$ 1,57 miliar. “Hasil ini diapresiasi pasar, meski perbaikannya masih di bawah ekspektasi konsensus pasar,” ujarnya, akhir pekan lalu. Dalam penutupan perdagangan pada Jumat pekan lalu, indeks menguat 0,11 persen ke level 6.086,2. “Kinerja industri negara-negara mitra juga mulai menunjukkan aktivitas yang signifikan, seperti kinerja pertumbuhan ekonomi Cina pada kuartal I 2021 yang melampaui ekspektasi,” kata Nafan.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan kinerja positif neraca perdagangan pada Maret 2021 mengindikasikan kegiatan pemulihan pertumbuhan ekonomi berjalan baik. Dia merinci, ekspor non-migas mencatatkan kinerja tertinggi sepanjang sejarah. Struktur ekspor didominasi sektor industri yang jumlahnya mencapai 80,84 persen dari total ekspor Indonesia. “Maret menjadi momentum landasan pacu ekonomi,” ucapnya.
Terdapat tiga komoditas ekspor yang mendongkrak kinerja ekspor non-migas. Pertama, ekspor besi dan baja yang tumbuh 60,67 persen hingga Maret 2021. Berikutnya, ekspor crude palm oil (CPO) yang meningkat 60,67 persen. Terakhir, ekspor otomotif yang tumbuh 15,48 persen. “Ekspor tumbuh tinggi, baik karena sektor pertanian, industri, maupun tambang,” kata Lutfi. Di sisi lain, kinerja impor juga mulai membaik, yaitu tumbuh 25,73 persen. Hal ini ditopang oleh kenaikan impor barang konsumsi, barang penolong, ataupun barang modal.
(Oleh - HR1)
Emtek Akui Grab Beli 4,6 Persen Saham Induk SCTV
Jakarta, CNN Indonesia --PT Elang Mahkota Teknologi Tbk atau Emtek membenarkan informasi yang menyebut bahwa Grab Holding Inc membeli saham perusahaan sebesar 4,6 persen. Transaksi ini dilakukan melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Sekretaris Perusahaan Emtek Titi Maria Rusli menjelaskan pihaknya melakukan private placement pada 31 Maret 2021 lalu. Grab Holding Inc masuk ke Emtek lewat H Holding Inc.
"H Holding Inc adalah afiliasi dari Grab Holding Inc dan merupakan investor yang telah mengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan perusahaan (Emtek) melalui PMTHMETD)," ungkap Titi, dikutip dari keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/4).
"Ketika perusahaan (Emtek) memutuskan untuk melakukan penerbitan saham guna mendapatkan tambahan modal untuk mengembangkan bisnisnya di sektor digital, media, dan layanan kesehatan, Grab menyatakan minatnya untuk berpartisipasi," kata Titi.
Sementara, Titi menyatakan informasi terkait rencana merger OVO dengan DANA adalah hanya spekulasi. Menurutnya, investasi Grab di Emtek tak ada kaitannya dengan penggabungan kedua perusahaan pembiayaan tersebut.
Lalu, saham PT Adikarsa Sarana turun dari 11,53 persen menjadi 10,63 persen, Susanto Suwarto turun dari 12,61 persen menjadi 11,63 persen, Piet Yaury turun dari 8,84 persen menjadi 8,15 persen, The Northern Trust Company S/A Archipelago turun dari 8,06 persen menjadi 7,43 persen, PT Prima Visualindo turun dari 8,14 persen menjadi 6,9 persen, dan Anthoni Salim turun dari 9,08 persen menjadi 8,38 persen.
(Oleh - HR1)
Menteri KKP Minta Eksportir Perikanan Taat Pajak
Jakarta, CNN Indonesia --Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta eksportir perikanan untuk mengikuti aturan terkait pajak hingga jaminan sosial bagi anak buah kapal perikanan.
"Saya berharap kepercayaan dan dukungan penuh dari pemerintah ini tidak disalah-artikan dengan melanggar aturan-aturan yang ada. Dengan melaporkan harga jual yang lebih rendah dibanding harga jual sebenarnya yang bertujuan untuk mengurangi pajak, mengambil ikannya tidak bayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), kemudian pajak penjualannya direndahkan. Itu namanya tidak ada bela negaranya," tegasnya dalam keterangan resmi, Minggu (18/4).
Trenggono menginginkan agar iklim usaha di sektor perikanan berlangsung secara sehat, baik untuk kelangsungan industri, pemerintahan, serta para pekerja di dalamnya. Ia memastikan pihaknya tidak akan memberi toleransi kepada eksportir yang melanggar aturan hukum maupun aturan administratif.
Secara kumulatif pada periode Januari-Maret 2021, nilai ekspor produk perikanan mencapai US$1,27 miliar atau naik 1,4 persen dibanding periode yang sama 2020, dengan surplus neraca perdagangan sebesar US$1,14 miliar atau naik 0,34 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Komoditas ekspor utamanya yaitu udang sebesar US$527 juta atau 42 persen dari nilai ekspor total, tuna-cakalang-tongkol sebesar US$169 juta (13 persen), cumi-sotong-gurita sebesar US$128 juta (10 persen), rajungan-kepiting sebesar US$103 juta (8 persen), rumput laut sebesar US$64 juta (5 persen), dan layur sebesar US$22 juta (2 persen).
"Sektor perikanan ini tidak hanya menghasilkan devisa bagi negara, tapi juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil perikanan. Di samping itu, sektor ini menyerap banyak tenaga kerja," pungkasnya.
(Oleh - HR1)
Daftar 229 Uang Kripto yang Diakui Bappebti
Sejumlah mata uang kripto yang diakui oleh Bappebti antara lain Bitcoin, Ethereum, Tether, XRP atau Ripple, dan Bitcoin Cash. Selanjutnya, Binance Coin, Polkadot, Chainlink, Lightcoin, dan Bitcoin SV, juga disetujui oleh Bappebti. Ketua Bappebti Sidharta Utama mengungkapkan rencananya untuk mendirikan bursa mata uang kripto di Indonesia. Ia mengatakan pembentukan bursa tersebut bertujuan untuk perlindungan pelaku usaha. "Bursa ini fokusnya pada perlindungan pelaku usaha agar hubungan antar semua pihak bisa berjalan dengan baik, antara pedagang, investor, maupun dengan lembaga lain bisa jelas dan aman," ujarnya dalam keterangan resmi belum lama ini. Sebagai informasi, Bappebti merupakan badan yang berada di bawah Kementerian Perdagangan. Dalam laman resminya,
Bappebti memiliki sejumlah kewenangan meliputi, menerbitkan izin usaha bagi bursa berjangka, lembaga kliring berjangka, pialang berjangka, dan sebagainya. Bappebti juga berhak untuk memastikan agar bursa berjangka dan lembaga kliring berjangka melaksanakan semua ketentuan dan peraturan, serta melakukan pengawasan yang intensif dan pengenaan sanksi tegas terhadap pelanggaran.
(Oleh - HR1)
Adaro Lirik Hidrogen di Tengah Maraknya Perkembangan Mobil Listrik
Adaro berkomitmen untuk turut berpartisipasi dalam menghadirkan energi bersih, salah satunya melalui pengembangan bahan bakar hidrogen.
PT Adaro Energy Tbk menyatakan keseriusannya untuk terjun ke bisnis bahan bakar hidrogen atau fuel cell. Langkah ini diambil di tengah banyaknya perusahaan global yang mulai terjun ke dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir atau Boy Thohir mengatakan bahwa perusahaan akan berkomitmen penuh untuk turut berpartisipasi dalam menghadirkan energi bersih. Salah satunya melalui pengembangan hidrogen sebagai bahan bakar.
Dia menyadari dunia saat ini memang bergerak menuju ke pengembangan mobil listrik. Namun Boy optimis antara baterai dan hidrogen akan bergerak beriringan. "Menurut saya antara baterai dan hidrogen dua duanya akan jalan, hidrogen akan lebih green," ujarnya. Selain hidrogen, perusahan juga tengah mengkaji pengembangan bisnis energi terbarukan seperti bisnis biomassa dan PLTS. Bahkan Adaro tengah menyiapkan satu pilar bisnis baru yang akan menjadi pilar kesembilan, yang disebut Adaro Green Initiative.
Salah satu hambatan berkembangnya mobil berbahan bakar hidrogen adalah harganya yang tinggi. Toyota Mirai, misalnya, dibanderol US$ 52.400 per unit atau sekitar Rp 762 juta di pasar Amerika Serikat (AS). Sama halnya dengan Nexo, yang menjadi mobil Hyundai termahal di pasar AS. Selain itu stasiun pengisian ulang hidrogen juga masih sangat sedikit. Walaupun sejumlah produsen mobil di dunia telah memasukkan mobil hidrogen ke dalam rencana pengembangan masa depannya.
(Oleh - HR1)
Pangkas Beban Utang , BUMN bisa Jual Aset ke LPI
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini bisa mengalihkan aset-asetnya ke Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Invesment Authority alias INA.
Lewat Peraturan Menteri BUMN Erick Thohir No 03/MBU/03/2/21 yang merupakan perubahan ketiga atas aturan tentang Tatacara Penghapusbukuan dan Pemindahtanganan Aktiva Tetap BUMN, pemindahan aset ke LPI sah bisa dilakukan.
Beleid ini adalah amanah Undang-Undang (UU) No 11/2020 tentang Cipta Kerja. UU ini mengharuskan adanya pemindahtanganan aset BUMN ke soverign wealth fund atau pengelola dana investasi pemerintah alias LPI.
Merujuk Peraturan Pemerintah No 74/2020 tentang LPI, pasal 58, bila terjadi perpindahan aset BUMN ke LPI, lembaga ini punya hak menilai harga wajar aset BUMN itu. Dengan nilai wajar itu, LPI akan membayar aset BUMN sehingga mengurangi beban utang akibat aset BUMN itu. Apalagi, sebagian besar aset itu dibiayai dengan utang.
Kemenperin Bidik Industri Farmasi Tumbuh Dua Digit Kuartal I
Jakarta, CNN Indonesia --Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri farmasi sepanjang kuartal I 2020 berada di atas 9 persen atau tumbuh dua digit. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam mengatakan hal tersebut realistis sebab kinerja tersebut pernah tercapai. "Kami berharap di atas 9 persen di kuartal I ini karena dulu pada 2015 itu pernah mencapai 15 persen, tapi terus turun lagi, sekarang kuat lagi kami harapkan kontribusinya kepada PDB juga meningkat jadi 1,13 persen," ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (16/4). Selain itu dia juga mengatakan bahwa "Tahun lalu realisasinya (investasi) Rp11 triliun. Kami harapkan juga di 2021, bahkan ada subsektor industri kimia dan farmasi tumbuh 9,3 persen. Kemudian kontribusi sektor IKFT ke total PDB juga besar, 4,48 persen dengan realisasi investasi IKFT tahun lalu mencapai Rp61,97 triliun didominasi industri kimia dan bahan kimia. Tenaga kerja 6,24 juta orang yang diserap,".
(Oleh - HR1)








