Kinerja Perdagangan RI, Kans Besar Dari Asia dan Afrika
Bisnis, JAKARTA — Kawasan Asia dan Afrika menjadi pasar yang menggiurkan bagi Indonesia dalam upaya meningkatkan kinerja perdagangan menyusul adanya lonjakan permintaan dengan persentase yang cukup signifikan. Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengemukakan bahwa secara umum, vaksinasi Covid-19 yang berlangsung di berbagai negara telah mulai membangkitkan optimisme perbaikan ekonomi dunia pada kuartal I/2021. “Bangkitnya sektor manufaktur di beberapa negara juga turut mendorong peningkatan kinerja perdagangan Indonesia. Beberapa negara tujuan ekspor utama seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Italia mencatatkan nilai indeks PMI Manufaktur Maret 2021 pada fase ekspansif yang lebih tinggi dibandingkan Februari 2021,” kata Oke kepada Bisnis, Sabtu (17/4).
Selain kawasan Afrika, ekspor ke kawasan Asia, di antaranya Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Selatan juga masih menguat dengan pertumbuhan masing-masing 16,78%, 15,43%, dan 53,98% secara bulanan. Oke mengatakan penguatan di kawasan Asia menunjukkan pemulihan pada basis produksi dalam rantai pasok global. Secara kumulatif, China, Amerika Serikat, dan dan Jepang tetap menjadi tiga negara tujuan utama ekspor nonmigas Indonesia pada kuartal I/2021. Negara tujuan utama lainnya yang mencatatkan pertumbuhan signifikan bagi kinerja ekspor nonmigas Indonesia secara kumulatif pada periode Januari sampai Maret 2021, antara lain Malaysia, Vietnam, dan Pakistan.
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani menyebutkan bahwa pasar Asia dan Afrika memang perlu lebih dioptimalkan. Meskipun demikian, Indonesia masih menghadapi kendala utama berupa kesiapan produk dalam dalam berkompetisi dengan produk dari negara lain. Bagaimanapun, sejumlah eksportir telah lebih dahulu melakukan penetrasi dengan kinerja yang lebih kokoh.
(Oleh - HR1)
Insentif Berdampak Positif Terhadap Sektor Hunian
Jakarta - Konsultan Properti menilai bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah seperti pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan relaksasi loan to value (LVT) terlihat cukup memberikan dampak positif bagi pasar properti perumahan, terutama sektor rumah tapak. Hal ini menjadi peluang bagi para pembeli untuk mendapatkan produk yang sudah terbangun dengan biaya yang relatif lebih rendah dibandingkan pada kondisi normal.
Kehati-hatian ditunjukkan oleh pengembang dalam meluncurkan produk baru pada kuartal pertama ini, terlihat hanya satu proyek kondominium baru yang diluncurkan ke pasar sebanyak 500 unit yang menyasar kelas menengah kebawah. Pemerintah memberikan insentif pada sektor properti dengan menanggung seluruh atau 100% PPN untuk rumah tapak dan rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp 3 miliar dan menanggung setengah atau 50% PPN untuk harga jual lebih dari Rp 2 miliar sampai dengan Rp 5 miliar. Persyaratan diberikannya insentif tersebut harus merupakan rumah baru yang diserahkan dalam kondisi siap serah terima pada periode pemberina insentif.
(Oleh - IDS)
Kuartal I, Ekspor Mobil Capai US$ 2,34 Miliar
Jakarta - Nilai ekspor kendaraan dan bagian sepanjang kuartal I-2021 mencapai US$ 2,34 miliar atau sekitar Rp 34,25 triliun, naik 15,48% dibanding periode sama tahun lalu US$ 2,02 miliar. EKspor produk bernomor HS 87 ini mengontribusi 5,05% dari total ekspor nonmigas Indonesia sepanjang tiga bulan pertama tahun ini. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan, ekspor sepanjang Januari-Maret 2021 terdiri dari 107.995 unit kendaraan dan 22,39 juta unit komponen otomotif.
Ekspor kendaraan tersebut naik 13,87% dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar 94.838 unit kendaraan. Sebanyak 78.820 unit kendaraan diekspor dalam bentuk kendaraan utuh (completely built up/CBU), dan 29.175 unit dalam bentuk kendaraan terurai (completely knock down/CKD). Ekspor CBU sepanjang kuartal I-2021 naik tipis 0,3% dibanding periode sama 2020 yang sebanyak 78.576 unit. Sementara itu, ekspor kendaraan dalam bentuk CKD melonjak 79,4% pada Januari-Maret 2021 menjadi 29.175 unit dibanding periode sama 2020 yang sebanyak 16.262 unit. Tak hanya kendaraan, ekspor komponen otomotif juga mengalami peningkatan pada kuartal awa 2021. Ekspor komponen dalam periode tersebut tumbuh 28,8% menjadi 22.389.796 pieces dibanding sebelumnya 17.384.410 pieces.
Meskipun digempur pandemi Covid-19, industri otomotif mampu menyumbang ke PDB nonmigas sebesar 4,24% sepanjang tahun 2020. Saat ini, tercatat ada 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang ada di Indonesia. Nilai investasi mereka menyentuh hingga Rp 71,35 triliun, dengan total kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun dan penyerapan tenaga kerja langsung sebanyak 38 ribu orang. Pemerintah berupaya mendorong percepatan transformasi industri otomotif menuju green technology.
(Oleh - IDS)
Ekspor Perikanan Capai US$ 1,27 Miliar
Jakarta - Ekspor hasil perikanan sepanjang Januari - Maret 2021 mencapai US$ 1,27 miliar atau naik 1,40% dari periode sama tahun sebelumnya. Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong produk-produk perikanan dalam negeri bisa bersaing di pasar global, sejumlah langkah telah dijalankan KKP di antaranya mempermudah layanan perizinan serta spesifikasi yang menjadi syarat produk perikanan bisa dipasarkan ke luar negeri.
sejalan dengan dukungan penuh dari pemerintah untuk perkembangan industri perikanan dalam negeri, KKP mengimbau eksportir perikanan untuk mengikuti pemerintah, baik itu soal pajak hingga jaminan sosial bagi anak buah kapal perikanan. Diharapkan kepercayaan dan dukungan penuh dari pemerintah tidak disalahartikan dengan melanggar aturan-aturan yang ada.
(Oleh - IDS)
Mandiri Capital Investasi di Bukalapak
Jakarta - PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) baru saja berpatisipasi dalam putaran investasi strategis di Bukalapak, salah satu platform e-commerce terkemuka di Indonesia. Putaran investasi strategis itu dilakukan bersama dengan Microsoft, Standard Chartered, dan BRI Ventures sebagai co-investor. Partisipasi itu sejalan dengan visi masing-masing perusahaan dalam memberdayakan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia.
Bukalapakdan Mandiri Group telah menjalin berbagai kemitraan terkait dengan layanan keuangan digital termasuk produk investasi di BukaReksa, produk pembiayaan di BukaMotor dan BukaMobil, dan pembukaan akun Mandiri melalui Mitra Bukalapak. Selain itu, kerja sama dilakukan terkait layanan BukaRumah. Bukalapak didirikan dengan misi menciptakan ekonomi yang adil untuk semua (a fair economy for all). Hal itu diwujudkan dengan menyediakan pasar yang dapat diakses smua orang untuk melakukan perdagangan yang adil. Terutama dengan akses tanpa batas melalui teknologi, modal, dan infrastruktur.
MCI bertindak sebagai penghubung atau jembatan inovasi antara Mandiri Group dan startup untuk mendorong inovasi dan inisiatif sinergi. MCI membangun kemitraan strategis untuk mempercepat inovasi di industri keuangan dan juga berinvestasi pada startup yang memiliki keselarasan inovasi dan sinergi dengan Mandiri Group.
(Oleh - IDS)
Bisnis Perkebunan Menyokong Kinerja Konglomerasi
Kenaikan harga komoditas perkebunan di paruh kedua tahun lalu mendongkrak kinerja perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan. Bahkan, kinerja perusahaan perkebunan tampak menopang bisnis para konglomerat tahun lalu.
Menilik laporan keuangan sejumlah emiten angggota konglomerasi yang telah mengumumkan kinerja keuangan di 2020, secara agregat, Grup Salim dan Grup Triputra mencetak kinerja paling moncer. Kinerja kedua emiten ini ditopang emiten yang bergerak di sektor perkebunan. Secara agregat, laba bersih Grup Salim naik 44,73% secara tahunan. Laba bersih Grup Triputra bahkan melesat 147%.
Di Grup Astra, AALI juga mencetak kinerja moncer. Laba bersih emiten ini bahkan melesat 294,60%. Namun, kinerja emiten Grup Astra lain, terutama di sektor otomotif dan pertambangan, merosot tertekan pandemic.
Analis RHB Sekuritas Andre Benas menyebut, kinerja emiten perkebunan terkerek naiknya harga komoditas. Harga crude palm oil (CPO) sempat menembus RM 4.000 per ton.
Kepatuhan WP Badan Lapor SPT Masih Rendah
Perusahaan yang melapor Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan atau SPT tahun pajak 2020 masih jauh dari target Direktorat Jenderal Pajak. Hingga 15 April 2021, wajib pajak (WP) badan yang melapor SPT baru 375.000 WP badan. Ini setara 22,6% dari total WP yang seharusnya melapor.
Secara menyeluruh, total SPT Tahunan 2020 yang masuk 11,6 juta. Selain WP Badan, sisanya dari WP orang pribadi sebanyak 11,22. Total pencapaian itu pun belum mencapai target Ditjen Pajak yakni 15,2 juta SPT atau dengan rasio kepatuhan 80%. Adapun total WP di Indonesia tercatat 19 juta wajib pajak.
Neilmaldin Noor, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan menyatakan Ditjen Pajak berupaya menyosialisasikan dengan mengirimkan surat imbauan atau e-mail yang mengingatkan batas waktu pelaporan SPT Tahunan WP Badan.
Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute (TRI) Prianto Budi Saptono menilai masih rendahnya laporan SPT Tahunan 2020 WP Badan tak lain akibat pendemi korona. Kendati tingkat kepatuhan WP Badan melaporkan SPT Tahunan masih rendah, Prianto memprediksi hingga akhir 2021 rasio kepatuhan formal bisa tercapai sesuai target otoritas yakni mencapai 80%.
Ditopang Optimisme Sektor Riil
JAKARTA — Pasar saham tengah diwarnai sentimen positif. Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,26 persen dalam sepekan terakhir. Meski begitu, pergerakan indeks masih rawan terkoreksi pada pekan ini. Analis dari Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama, menuturkan salah satu sentimen positif bersumber dari kinerja neraca perdagangan pada Maret 2021 yang tercatat surplus US$ 1,57 miliar. “Hasil ini diapresiasi pasar, meski perbaikannya masih di bawah ekspektasi konsensus pasar,” ujarnya, akhir pekan lalu. Dalam penutupan perdagangan pada Jumat pekan lalu, indeks menguat 0,11 persen ke level 6.086,2. “Kinerja industri negara-negara mitra juga mulai menunjukkan aktivitas yang signifikan, seperti kinerja pertumbuhan ekonomi Cina pada kuartal I 2021 yang melampaui ekspektasi,” kata Nafan.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan kinerja positif neraca perdagangan pada Maret 2021 mengindikasikan kegiatan pemulihan pertumbuhan ekonomi berjalan baik. Dia merinci, ekspor non-migas mencatatkan kinerja tertinggi sepanjang sejarah. Struktur ekspor didominasi sektor industri yang jumlahnya mencapai 80,84 persen dari total ekspor Indonesia. “Maret menjadi momentum landasan pacu ekonomi,” ucapnya.
Terdapat tiga komoditas ekspor yang mendongkrak kinerja ekspor non-migas. Pertama, ekspor besi dan baja yang tumbuh 60,67 persen hingga Maret 2021. Berikutnya, ekspor crude palm oil (CPO) yang meningkat 60,67 persen. Terakhir, ekspor otomotif yang tumbuh 15,48 persen. “Ekspor tumbuh tinggi, baik karena sektor pertanian, industri, maupun tambang,” kata Lutfi. Di sisi lain, kinerja impor juga mulai membaik, yaitu tumbuh 25,73 persen. Hal ini ditopang oleh kenaikan impor barang konsumsi, barang penolong, ataupun barang modal.
(Oleh - HR1)
Emtek Akui Grab Beli 4,6 Persen Saham Induk SCTV
Jakarta, CNN Indonesia --PT Elang Mahkota Teknologi Tbk atau Emtek membenarkan informasi yang menyebut bahwa Grab Holding Inc membeli saham perusahaan sebesar 4,6 persen. Transaksi ini dilakukan melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement.
Sekretaris Perusahaan Emtek Titi Maria Rusli menjelaskan pihaknya melakukan private placement pada 31 Maret 2021 lalu. Grab Holding Inc masuk ke Emtek lewat H Holding Inc.
"H Holding Inc adalah afiliasi dari Grab Holding Inc dan merupakan investor yang telah mengambil bagian atas saham baru yang diterbitkan perusahaan (Emtek) melalui PMTHMETD)," ungkap Titi, dikutip dari keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/4).
"Ketika perusahaan (Emtek) memutuskan untuk melakukan penerbitan saham guna mendapatkan tambahan modal untuk mengembangkan bisnisnya di sektor digital, media, dan layanan kesehatan, Grab menyatakan minatnya untuk berpartisipasi," kata Titi.
Sementara, Titi menyatakan informasi terkait rencana merger OVO dengan DANA adalah hanya spekulasi. Menurutnya, investasi Grab di Emtek tak ada kaitannya dengan penggabungan kedua perusahaan pembiayaan tersebut.
Lalu, saham PT Adikarsa Sarana turun dari 11,53 persen menjadi 10,63 persen, Susanto Suwarto turun dari 12,61 persen menjadi 11,63 persen, Piet Yaury turun dari 8,84 persen menjadi 8,15 persen, The Northern Trust Company S/A Archipelago turun dari 8,06 persen menjadi 7,43 persen, PT Prima Visualindo turun dari 8,14 persen menjadi 6,9 persen, dan Anthoni Salim turun dari 9,08 persen menjadi 8,38 persen.
(Oleh - HR1)
Menteri KKP Minta Eksportir Perikanan Taat Pajak
Jakarta, CNN Indonesia --Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta eksportir perikanan untuk mengikuti aturan terkait pajak hingga jaminan sosial bagi anak buah kapal perikanan.
"Saya berharap kepercayaan dan dukungan penuh dari pemerintah ini tidak disalah-artikan dengan melanggar aturan-aturan yang ada. Dengan melaporkan harga jual yang lebih rendah dibanding harga jual sebenarnya yang bertujuan untuk mengurangi pajak, mengambil ikannya tidak bayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), kemudian pajak penjualannya direndahkan. Itu namanya tidak ada bela negaranya," tegasnya dalam keterangan resmi, Minggu (18/4).
Trenggono menginginkan agar iklim usaha di sektor perikanan berlangsung secara sehat, baik untuk kelangsungan industri, pemerintahan, serta para pekerja di dalamnya. Ia memastikan pihaknya tidak akan memberi toleransi kepada eksportir yang melanggar aturan hukum maupun aturan administratif.
Secara kumulatif pada periode Januari-Maret 2021, nilai ekspor produk perikanan mencapai US$1,27 miliar atau naik 1,4 persen dibanding periode yang sama 2020, dengan surplus neraca perdagangan sebesar US$1,14 miliar atau naik 0,34 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Komoditas ekspor utamanya yaitu udang sebesar US$527 juta atau 42 persen dari nilai ekspor total, tuna-cakalang-tongkol sebesar US$169 juta (13 persen), cumi-sotong-gurita sebesar US$128 juta (10 persen), rajungan-kepiting sebesar US$103 juta (8 persen), rumput laut sebesar US$64 juta (5 persen), dan layur sebesar US$22 juta (2 persen).
"Sektor perikanan ini tidak hanya menghasilkan devisa bagi negara, tapi juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil perikanan. Di samping itu, sektor ini menyerap banyak tenaga kerja," pungkasnya.
(Oleh - HR1)









