Bisnis Perkebunan Menyokong Kinerja Konglomerasi
Kenaikan harga komoditas perkebunan di paruh kedua tahun lalu mendongkrak kinerja perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan. Bahkan, kinerja perusahaan perkebunan tampak menopang bisnis para konglomerat tahun lalu.
Menilik laporan keuangan sejumlah emiten angggota konglomerasi yang telah mengumumkan kinerja keuangan di 2020, secara agregat, Grup Salim dan Grup Triputra mencetak kinerja paling moncer. Kinerja kedua emiten ini ditopang emiten yang bergerak di sektor perkebunan. Secara agregat, laba bersih Grup Salim naik 44,73% secara tahunan. Laba bersih Grup Triputra bahkan melesat 147%.
Di Grup Astra, AALI juga mencetak kinerja moncer. Laba bersih emiten ini bahkan melesat 294,60%. Namun, kinerja emiten Grup Astra lain, terutama di sektor otomotif dan pertambangan, merosot tertekan pandemic.
Analis RHB Sekuritas Andre Benas menyebut, kinerja emiten perkebunan terkerek naiknya harga komoditas. Harga crude palm oil (CPO) sempat menembus RM 4.000 per ton.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023