;

Ekspor Produk Pertanian Melesat

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2021 Koran Tempo

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor produk pertanian pada Maret lalu meningkat signifikan. Dihitung secara bulanan, kenaikan ekspor pertanian pada Maret dibanding pada Februari 2021 mencapai 27,06 persen. Sedangkan jika dibanding pada Maret 2020, kenaikan ekspor produk pertanian sebesar 25,04 persen. 

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kenaikan ekspor produk pertanian menjadi yang tertinggi dibanding sektor lain. Sebagai perbandingan, kenaikan ekspor minyak dan gas (migas), secara bulanan, mencapai 5,28 persen. industri pengolahan 22,27 persen, dan sektor pertambangan 13,68 persen. "Komoditas yang mengalami kenaikan ekspor cukup besar antara lain sarang burung walet, tanaman obat aromatik dan rempah, tembakau, serta cengkih," kata dia, kemarin. 

Kenaikan ekspor dan impor tersebut menyebabkan neraca perdagangan surplus. Neraca perdagangan pada Maret 2021 surplus US$ 1,57 miliar. Sedangkan pada Januari-Maret 2021 surplus perdagangan mencapai US$ 5,52 miliar, naik 110 persen jika dibanding pada periode yang sama tahun lalu. Indonesia terakhir kali mengalami defisit perdagangan bulanan pada April 2020, yaitu US$ 0,37 miliar. Setelah itu, neraca perdagangan bulanan terus mengalami surplus. Angka tertinggi terjadi pada Oktober 2020 yang mencapai US$ 3,58 miliar. 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan rajungan dan surimi asal daerahnya menjadi primadona di Amerika Serikat. "Industrinya jalan, nelayan juga makmur jika dibina," ujarnya. Kepala BKIPM Semarang, Gatot Perdana, mengatakan produk yang diekspor pada 12-17 April 2021 berasal dari 11 perusahaan. 

(Oleh - HR1) 

Neraca Dagang RI Surplus, Ekspor Meroket 30%

Mohamad Sajili 16 Apr 2021 Sinar Indonesia Baru

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan indonesia selama 3 bulan pertama mencatatkan surplus USS 5,52 miliar selama kuartai I-2020. Hal itu dikarenakan pada Januari surplus USS 2 millar, Februari surplus US$ 2,01 miliar, dan Maret surplus US$ 1,57 miliar.

Surplus neraca dagang selama kuartal l-2021 ini dikarenakan total nilai ekspor yang mencapai USS 48.90 miliar atau lebih tinggi dari impor vang hanya sebesar USS 43,38 millar.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Maret 2021 sebesar USS 18,35 miliar. Angka ini naik 30,47% dibandingkan posisi tahun lalu (year on year/yoy), dan naik 20,31% secara bulanan atau month to month (mtm).

Suhariyanto mengatakan terjadi kenalkan ekspor migas maupun non migas secara bulanan. Keduanya signifikar?, bahkan untuk migas hingga dua digit. Banyak komoditas yang mengalami peningkatan, Mulai dari batu bara, minyak kernel, minyak kelapa sawit, tembaga, hingga timah.

 


RI Impor Vaksin US$ 178 Juta, Melonjak 1526%

Mohamad Sajili 16 Apr 2021 Sinar Indonesia Baru

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan impor vaksin untuk manusia mengalami peningkatan signifikan di Maret 2021 Nilai impor mencapai USS 178,7 juta atau naik 102,47% dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 88,2 juta.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jika dilihat secara kumulatif atau Januari-Maret 2021 nilai impor vaksin mencapai US$ 443,3 juta atau meningkat 1.315% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USS 31,33 juta.

Vaksin untuk manusia yang senilai US$ 178,7 juta di Maret 2021, jika dirinci paling banyak berasal dari China yaitu senilai US$ 172,1 juta. Selanjutnya ada Korea Selatan (Korsel) senilai USS 4,6 juta, lalu Belgia senilai USS 944.210, lalu Perancis senilai US$ 736. 498.

Sedangkan impor sisanya berasal dari Belanda USS 160.560, Amerika Serikat (AS) senilai USS 58.059, dan berasal dari Kanada senilal USS 20. 700. Sementara negara sisanya seperti India, Jerman, Uni Emirat Arab nihil.


Nilai Grab Mencapai US$ 39,6 Miliar

Mohamad Sajili 15 Apr 2021 Kompas

Grab telah sepakat merger dengan Altimeter Growth Corp Capital. Tujuan merger keduanya antara lain untuk memuluskan rencana penawaran saham perdarda atau initial public offering (IPO) di bursa saham Amerika Serikat (AS).

Kesepakatan itu akan menjadikan IPO Grab jadi penawaran saham terbesar dalam sejarah Bursa AS. Merger tersebut akan menambah valuasi raksasa ride-hailing dan pengiriman makanan Asia Tenggara ini jadi USS 39,6 miliar.

Grab akan menerima komitmen investasi lebih dari USS 4 miliar dalam IPO tersebut dari investor yang dipimpin oleh Altimeter Capital Management dan termasuk investor negara Singapura Temasek dan grup keluarga terkemuka dari Indonesia.

Tahun 2020, Grab membukukan gross merchandise value (GMV) sekitar USS 12,5 miliar, melampaui capaian sebelum masa pandemi dan meningkat dua kali lipat lebih dari tahun 2018. Pendapatan Grab tahun 2020 tumbuh sekitar 70%. Bisnis pengiriman makanannya ditargetkan mencapai titik impas di akhir tahun 2021.


Produsen Batubara Bersiap Memacu Produksi

Mohamad Sajili 15 Apr 2021 Kontan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan target produksi batubara nasional dari 550 juta ton menjadi 625 juta ton pada tahun ini. Keputusan itu memompa semangat sejumlah produsen batubara untuk memacu produksi pada tahun ini.

Langkah menaikkan target produksi itu merujuk pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 66.K/HK.02/MEM.B/2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 255.K/30/MEM/2020 tentang Pemenuhan Kebutuhan Batubara Dalam Negeri Tahun 2021.

Dengan adanya kebijakan itu, PT ABM Investama Tbk (ABMM) berencana mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta mendongkrak produksi batubara pada tahun ini.

Direktur ABM Investama, Adrian Erlangga mengungkapkan, rencana meningkatkan produksi didorong oleh harga komoditas batubara yang terus membaik. "ABMM sendiri berencana menambah produksi dan RKAB, tapi tidak sampai 10%," ujar dia kepada KONTAN, Selasa (13/4).

Sedangkan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) memilih tetap menjaga tingkat produksi sesuai panduan awal. “Sampai saat ini belum ada perubahan panduan tahun 2021,” ujar Head of Corporate Communication Division PT Adaro Energy Tbk, Febriati Nadira, Rabu (14/4).

ADRO saat ini masih mempertahankan target produksi batubara di kisaran 52 juta hingga 54 juta ton pada 2021.

 


Transaksi Kartu Debet dan Kartu Kredit Masih Lesu

Mohamad Sajili 15 Apr 2021 Kontan

Transaksi mesin electronic data captured (EDC) sudah mulai mengalami perbaikan sejak akhir -akhir tahun lalu seiring dengan kegiatan pusat perbelanjaan sudah mulai ramai. Namun, transaksinya masih belum kembali pulih seperti kondisi sebelum masa pandemi Covid-19.

Beberapa bank justru masih mencatat penurunan transaksi sepanjang kuartal l-2021 dibanding periode yang sama tahun lalu. Bank CIMB Niaga misalnya mengalami penurunan frekuensi maupun volume transaksi EDC sebesar 29% pada periode tersebut.

Bank Mandiri juga sudah mulai mengalami perbaikan transaksi EDC di kuartal I dari akhir tahun lalu. Namun, realisasinya belum kembali pada masa sebelum pandemi. Transaksi EDC Bank Mandiri pada sektor pariwisata seperti tour & travel dan hotel masih belum membaik. Sedangkan transaksi di merchant groceries, rumah sakit, gas station sudah naik.

EVP Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F Haryn mengatakan, frekuensi transaksi EDC Mandiri per Februari 2020 mencapai 98 juta transaksi dengan volume Rp 44,1 triliun. Hanya saja, ia tak menyebut pertumbuhan secara tahunan. Transaksi paling tinggi menurut Hera terjadi pada merchant groceries.


Beban dan Pasang Air Bersih Bebas PPN

Mohamad Sajili 15 Apr 2021 Kontan

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 40, Pemerintah membebaskan pajak pertambahan nilai (PPN) atas biaya pasang dan biaya beban air bersih. Ini berarti pelanggan tidak perlu membayar pajak atas konsumsi air bersih.

Biaya sambung/biaya pasan air bersih merupakan biaya penyambungan atau biaya pemasangan yang ditagih pengusaha kepada pelanggan atas kegiatan penyambungan instalasi air milik pengusaha kepada instansi air milik pelanggan.

Sementara biaya beban tetap air bersih adalah biaya yang ditagih pengusaha kepada pelanggan yang besarannya tidak dipengaruhi oleh volume pemakaian air. Adapun PP 58/2021 ini masih mengatur bahwa air minum kemasan tidak termasuk dalam pembebasan PPN air bersih sudah siap untuk diminum ini.

Sementara itu, pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menilai diterbitkannya PP 58/2021 untuk memperjelas kerancuan atas implementasi aturan sebelumnya.


Penjualan Mobil Baru pada Maret Melonjak 72% Berkat Insentif PPnBM 0%

R Hayuningtyas Putinda 15 Apr 2021 Katadata

Capaian penjualan mobil pada Maret hampir mendekati rata-rata penjualan mobil sebelum pandemi Covid-19 melanda.

Gabungan Industri Kendaran Bermotor Indonesia atau Gaikindo merilis data penjualan mobil baru di Indonesia pada Maret 2021 mencapai 84.910 unit, melonjak hingga 72,6% dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 49.202 unit. Kenaikan penjualan ini merupakan buah dari kebijakan insentif Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru mulai 1 Maret untuk mobil berkapasitas mesin 1.500 cc ke bawah, yang dilanjutkan untuk kendaraan bermesin 1.501 cc hingga 2.500 cc pada awal April.

Capaian penjualan 84.910 unit hampir mendekati rata-rata penjualan mobil pada 2019 atau sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia, yakni rata-rata 85.576 unit dari total tahunan 1,03 juta mobil. Hasil penjualan pada Maret 2021 bahkan melewati tiga bulan pertama 2020 yakni Januari 80.435 unit, Februari 79.644 unit, dan Maret 76.811 unit secara wholesales. Sedangkan setelah ada pandemi, penjualan bulanan untuk mobil baru dalam sebulan maksimal hanya mencapai 50-an ribu unit.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada pekan lalu menyatakan relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) tidak cuma mendorong angka penjualan mobil, melainkan turut meningkatkan konsumsi komponen dalam negeri (TKDN) produk otomotif nasional. “Relaksasi ini bukan untuk mendorong penjualan saja, ada faktor yang tidak kalah penting yang kita kejar yaitu local purchase atau kandungan lokal,” kata Menperin di Jakarta. Sebelumnya, pemerintah memperluas insentif relaksasi PPnBM pada mobil berkapasitas mesin 1.501-2.500 cc, dengan besaran diskon PPnBM 25-50%, memperluas kebijakan yang semula hanya untuk mobil bermesin 1.500 cc ke bawah.

Pada relaksasi 1 Maret untuk mobil bermesin 1.500 cc ke bawah, diberikan syarat komponen lokal minimal 70%, dan pemerintah memberikan insentif PPnBM hingga 100% untuk periode Maret - Mei 2021, 50% untuk Juni - September 2021 dan 25% hingga Desember. Pemerintah kemudian memperluas relaksasi PPnBM untuk mobil bermesin 1.501 - 2.500 cc berpenggerak 4x2 maupun 4x4 dengan syarat lokal konten minimal 60%.

(Oleh - HR1)  

Grab Dikabarkan Beli 4% Saham Emtek, OVO dan DANA Berpotensi Merger?

R Hayuningtyas Putinda 15 Apr 2021 Katadata

Grab dikabarkan membeli 4% saham Emtek. Langkah ini dinilai memperbesar peluang OVO dan DANA untuk merger.

Decacorn Singapura, Grab dikabarkan membeli sekitar 4% saham konglomerat media di Indonesia Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Langkah ini dinilai memperbesar peluang OVO dan DANA untuk merger. Nilai saham yang dibeli oleh Grab disebut-sebut lebih dari Rp 4 triliun. “Ini dalam penerbitan saham baru melalui skema private placement baru-baru ini,” kata sumber Straits Times, Kamis (15/4)

Emtek mengumumkan telah menerbitkan 4,76 miliar saham baru dalam penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Perusahaan pun mengantongi dana segar Rp 9,3 triliun. Hasil dari private placement  itu akan digunakan untuk mengembangkan bisnis Emtek, serta mendanai operasional harian.

Masuknya investor baru itu berdampak pada kepemilikan pemegang saham sebelumnya yang mengalami penurunan alias terdilusi. Ini termasuk kepemilikan saham bos Indofood Anthony Salim yang turun dari 9,08% menjadi 8,38%. Lalu kepemilikan bos Emtek Eddy K Sariaatmadja juga turun dari 24,9% menjadi 22,96%. Sedangkan saham milik Adikarsa Sarana terdilusi dari 11,53% menjadi 10,03%. 

Potensi OVO dan DANA Merger 

Dalam keterbukaan informasi terkait laporan keuangan kuartal IV tahun lalu, anak usaha Emtek yakni Kreatif Media Karya (KMK) menjual 6% saham Elang Andalan Nusantara (EAN) Rp 76 miliar pada 30 Desember 2020. 

Sedangkan Grab yang dikabarkan membeli 4% saham Emtek, mendukung OVO. Masuknya decacorn Singapura itu ke Emtek dinilai membuka peluang OVO dan DANA merger. Kabar OVO dan DANA akan merger sebenarnya sudah berhembus sejak 2019. Pendiri sekaligus pemilik Lippo Grup Mochtar Riady mengatakan, perusahaannya menjual dua pertiga saham OVO. Pada akhir 2019, Grab dikabarkan dalam pembicaraan untuk membeli DANA dari Emtek. Sumber Reuters mengatakan, decacorn asal Singapura ini berencana menggabungkan OVO dengan DANA. Hal itu untuk melawan dominasi GoPay besutan Gojek.

(Oleh - HR1)

Bank Jago Luncurkan Aplikasi Perbankan Digital, Simak Daftar Fiturnya

R Hayuningtyas Putinda 15 Apr 2021 Katadata

Bank Jago (ARTO) meluncurkan aplikasi pengelola keuangan yang mengedepankan fitur kantong (pockets) dan kolaborasi dengan ekosistem digital.

PT Bank Jago Tbk (ARTO) meluncurkan aplikasi pengelolaan keuangan pada hari ini, Kamis (15/4). Bank digital milik konglomerat Jerry Ng ini mengedepankan fitur kantong (pockets) dan kolaborasi dengan ekosistem digital sebagai keunggulan dalam Aplikasi Jago tersebut.

Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar memandang Aplikasi Jago sebagai solusi keuangan yang berpusat pada kehidupan. Ia mengklaim pengelolaan uang bisa lebih sederhana, kolaboratif, dan inovatif sehingga menempatkan aspek hidup sebagai prioritas utama, sementara keuangan berada di prioritas selanjutnya.

Kharim mengatakan, sejak awal didirikan, Bank Jago sudah memiliki konsep sebagai bank berbasis teknologi yang mampu tertanam dalam ekosistem digital. Teknologi Bank Jago juga memfasilitasi integrasi dengan sejumlah mitra digital ekosistem menggunakan Application Programming Interface (API). Bank Jago telah menjalin kemitraan strategis dengan Gojek, yang saat ini memiliki saham Bank Jago sebesar 21,4% melalui Gopay sejak Desember 2020. Kharim mengaku, saat ini integrasi produk antara Jago dan Gojek telah berada di tahap lanjut.

Transformasi Bank Artos menjadi bank digital berawal pada 2019, dimana PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) dan Wealth Track Technology Limited (WTT) masuk sebagai pemegang saham. Pengendali baru melakukan akuisisi saham Bank Artos sebesar 37,65% oleh MEI dan 13,35% oleh WTT. Ada dua pebisnis besar di balik perusahaan tersebut, yaitu Jerry Ng dan Patrick Walujo.

(Oleh - HR1)

Pilihan Editor