;

Gojek dan Tokopedia Dikabarkan IPO, Ini Jawaban BEI

R Hayuningtyas Putinda 17 Apr 2021 Katadata

Menanggapi kabar IPO Gojek dan Tokopedia, BEI mengatakan sampai saat ini belum menerima dokumen pengajuan penawaran saham perdana (IPO) dari perusahaan digital tersebut.

Penggabungan usaha Gojek dan Tokopedia dikabarkan sudah dalam tahap akhir. Manajemen dan pimpinan kedua perusahaan sudah setuju dengan rencana tersebut. Jika berjalan mulus, langkah selanjutnya adalah penawaran saham perdana ke publik atau IPO Gojek dan Tokopedia. Kedua perusahaan rintisan (startup) yang kini telah menjelma korporasi raksasa itu juga disebut-sebut telah membahas berbagai skenario penambahan modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester II 2021. Reuters mengungkap, perseroan juga akan mencatatkan saham di bursa Amerika Serikat (AS) pada 2022 mendatang.

Menurut sumber D-Insights, Gojek dan Tokopedia sudah menandatangani kesepakatan jual beli saham bersyarat atau conditional sales and purchase agreement (CSPA), dengan kesepakatan Gojek menggenggam 60% saham entitas gabungan, sedangkan Tokopedia memiliki sisanya sebesar 40%. Sumber The Information menyebut gabungan kedua startup raksasa itu akan bernama GoTo. Nantinya, GoTo akan menjalankan beberapa bisnis inti, yakni menyediakan layanan berbagi tumpangan (ride hailing), e-commerce, pengiriman makanan, pembayaran, dan logistik.

(Oleh - HR1)  

 

China Siap Investasi Rp20,01 T di Bidang Furnitur RI

R Hayuningtyas Putinda 17 Apr 2021 CNN Indonesia

Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengungkapkan China siap menanamkan investasi ke Indonesia senilai US$1,38 miliar atau sekitar Rp20,01 triliun ke Indonesia. Rencananya, investasi tersebut ditempatkan pada sektor furnitur. "Sejauh ini Tiongkok sudah banyak investasi ke Kalbar (Kalimantan Barat). Tahun ini investor dari sana akan berinvestasi ke Indonesia terutama di Kalbar dan Kota Batang, Jawa Tengah (Jateng). Nilai investasi di bidang furnitur US$1,38 miliar," ujarnya saat Webinar Internasional Menggali Potensi Ekonomi Tiongkok-Kalbar Pasca, seperti dikutip Jumat (16/4). 

Djauhari mengungkapkan sejumlah pengusaha China akan berkunjung ke Indonesia pada pertengahan April - Mei 2021, terutama ke dua daerah, Kalbar dan Jateng yang dapat menjadi peluang daerah untuk maju dan terus membangun kerja sama perdagangan, Dia juga mengatakan bahwa ekspor Indonesia meningkat, termasuk kontribusi dari Kalbar, signifikan 10,13 persen. Dengan peningkatan ini, kita mampu mengurangi permasalahan perdagangan Indonesia-Tiongkok nyaris 69 persen, berdasarkan data dari Tiongkok, "Adapun produk unggulan dan potensialnya di antaranya, besi dan baja meningkat 136,52 persen, kertas dan kertas karton 133,25 persen, timah dan barang daripadanya 544,07 persen dan barang lainnya," kata dia. Kendati demikian, total perdagangan antar dua negara tersebut turun menjadi US$78,48 miliar karena pandemi covid-19.

(Oleh - HR1)

Mendag: Ekspor Non Migas US$17,44 M Tertinggi dalam Sejarah

R Hayuningtyas Putinda 17 Apr 2021 CNN Indonesia

Menteri Perdagangan M Lutfi mengatakan jumlah ekspor non migas Indonesia per Maret 2021 sebesar US$17,44 miliar. Angka ini merupakan pencapaian tertinggi dalam sejarah Indonesia, khususnya sejak krisis 1998. "Indonesia pada Maret 2021 ini tertinggi dalam sejarah terutama pasca krisis 1998," ungkap Lutfi dalam konferensi pers, Jumat (16/4). Ia menjelaskan total ekspor Indonesia secara kumulatif sempat tembus US$18,6 miliar pada 2011 lalu. Namun, angka itu mencakup migas dan non migas. Indikator ekonomi yang sehat tercermin dari meningkatnya impor yang tinggi dan ekspor yang lebih tinggi lagi. Bila dirinci, ekspor Januari-Maret 2021 mencapai US$48,90 miliar atau naik 17,11 persen dari US$41,76 miliar pada Januari-Maret 2020. Sementara, impor Januari-Maret 2021 mencapai US$43,38 miliar atau naik 10,76 persen dari US$39,17 miliar pada Januari-Maret 2020.

(Oleh - HR1)

Suap Rp 25,7 Miliar untuk Percepatan Izin

Mohamad Sajili 16 Apr 2021 Kompas

Bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo didakwa telah menerima suap dari para eksportir benih lobster hingga Rp 25,7 miliar. Suap diberikan agar Edhy mempercepat pemberian izin budidaya lobster dan ekspor benih bening lobster.

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ronald Ferdinand Worotikan, mengatakan, Edhy diduga menerima hadiah berupa uang sejumlah 77.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,127 miliar dari pemilik PT Dua Putera Perkasa Pratama (PT DPPP), Suharjito. Edhy juga diduga menerima uang dari Suharjito dan para eksportir benih bening lobster (BBL) lainnya Rp 24,625 miliar

Edhy disebutkan menggunakan uang yang diterimanya untuk pembelian tanah, sewa apartemen, membeli 17 unit sepeda jenis road bike, mobil, jam tangan, balik nama 27 bidang tanah, dan ditransfer ke sejumlah nama. Selain itu, juga digunakan Edhy untuk dibelanjakan bersama Iis saat perjalanan dinas ke Amerika Serikat, 17-24 November 2020, sebesar Rp 833,4 juta.

Di berkas dakwaan disebutkan pula adanya kewajiban bagi para eksportir BBL menyetor uang untuk bank garansi sebesar Rp 1.000 per ekor BBL. Padahal, Kementerian Keuangan belum menerbitkan revisi Peraturan Pemerintah tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk ekspor BBL. Total uang yang telah terkumpul untuk bank garansi tersebut mencapai Rp 52,319 miliar.

 


Pertanian : Tiada Habis Nestapa Petani Didera Impor

Mohamad Sajili 16 Apr 2021 Kompas

Pemerintah menerbitkan izin impor berkisar 680.000 ton dalam bentuk gula mentah (raw sugar) dan gula kristal putih atau gula konsumsi 150.000 ton. Impor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan mengantisipasi lonjakan harga karena musim giling tebu setelah Idul Fitri. Padahal, kebutuhan gula biasanya meningkat saat Ramadhan (Kompas, 16/3/2021).

Mae Azhar (38), petani lainnya, menilai pemerintah mempermudah impor gula saat biaya produksi petani meningkat. Padahal, banyak petani muda mulai menanam tebu. Luas lahan tebu tahun ini di PG Tersana Baru bertambah dari 4.100 hektar menjadi 4.500 hektar.

Sebelumnya, pemerintah berencana mengimpor 1 juta ton beras. Setelah menimbulkan polemik, Presiden Joko Widodo memastikan tidak ada impor beras, setidaknya hingga Juni 2021 dan menjamin hasil panen petani terserap. Faktanya, harga gabah Mamat masih saja ditawar rendah.

Sekitar 9 km dari kebun tebu, petani garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, juga galau karena hasil panennya belum terjual. Garam yang dibungkus karung itu itu menumpuk di tambak, gudang, bahkan pinggir jalan raya. Hanya terpal dan spanduk bekas yang melindunginya dari hujan.

Kala itu belum ada UU No 11/2020 tentang Cipta Kerja yang mendefinisikan ketersediaan pangan berasal dari dalam negeri, cadangan pangan nasional, dan impor pangan. Sebelumnya, ketersediaan pangan dari hasil produksi dalam negeri dan cadangan pangan nasional serta impor apabila kedua sumber utama itu tidak memenuhi kebutuhan.

Para petani yang seharusnya menjadi pelaku utama ekonomi hingga kini masih saja terpinggirkan. Di tengah kebijakan pemerintah yang mengejutkan, sekedar untuk bertahan saja tampaknya tidak mudah mereka dapatkan.


Kasus Suap Izin Ekspor Benur, Edhy Mengaku Tak Bersalah

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2021 Bisnis Indonesia

Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengaku tak bersalah setelah didakwa menerima total Rp25,75 miliar dari pengusaha pengekspor benur. Seusai mengikuti sidang secara daring dari Gedung KPK, Edhy mengatakan bakal akan bertanggung jawab atas perkara hukum yang terjadi di KKP saat dirinya menjabat. “Saya dari awal ketika masuk sini, saya tidak bersalah. Cuma saya bertanggung jawab atas yang terjadi di kementerian saya, saya tidak akan lari dari tanggung jawab saya,” katanya dilansir Antara, Kamis (15/4). Namun, dia mengatakan siap menghadapi proses persidangan selanjutnya. Dia juga mengharapkan Majelis Hakim nantinya dapat mengambil keputusan yang terbaik.

Jaksa Penuntut Umum KPK Ronald Worotikan saat membacakan dakwaan mengatakan bahwa Edhy menerima US$77.000 dan Rp24,625 miliar sehingga totalnya mencapai sekitar Rp25,75 miliar dari para pengusaha pengekspor benih bening lobster (BBL). Dua eks staf Edhy yakni Andreau Misanta Pribadi dan Safri juga didakwa membantu atasannya menerima uang suap tersebut. Pertama, pada Juli 2020 Edhy membayar sewa apartemen di bilangan Cawang, Jakarta Timur, untuk sekretaris pribadinya Anggia Tesalonika Kloer sebesar Rp 70 juta. Pada bulan yang sama Edhy juga membayar sewa apartemen untuk sekretarisnya yang bernama Putri Elok Sekar Sari di bilangan Cikini, Jakarta Pusat senilai Rp80 juta. Kepada penyanyi dangdut Betty Elista, Edhy memberikan uang senilai Rp15 juta pada September - Oktober 2020. Kedua, Edhy juga menggunakan uang hasil suap benur untuk keperluan lain. Misalnya, Juni 2020, Edhy Prabowo melalui Amiril Mukminin membayar Rp147 juta untuk membeli tanah di Blok Jatinegara Desa Cibodas luas 73,5 tumbak atau 1.029 m3. Ketiga, pada Juli 2020 Edhy membeli tanah senilai Rp3 miliar serta membeli 17 unit sepeda road bike yang nilai totalnya Rp277 juta. Pada Juli-Oktober 2020, terdakwa melalui Amiril melakukan tiga kali pembayaran total Rp190 juta untuk pembelian tanah di Blok Pasirwaru Desa Cibodas dengan luas 135 tumbak atau 1.892 m2. Keempat, Edhy juga mempergunakan uang tersebut untuk keperluan lainnya yakni, Rp550 juta untuk biaya penebangan pohon, pembuatan pagar setinggi 3 meter, serta pengaspalan jalan dan lahan parkir di rumah mertua Edhy di Pasir Maung, Desa Cijayanti Babagan Madang, Kabupaten Bogor. Kelima, Rp168,4 juta untuk membeli 8 unit sepeda Patrol 572. Total pembelian sepeda 118,4 juta, sisanya Rp50 juta digunakan Safri untuk membeli dua buah handphone. Keenam, Edhy juga menggunakan Rp818 juta untuk pembelian Toyota Rush dan Toyota Fortuner. Dia memberikan Rp10,3 juta kepada Rika Rovikoh.

(Oleh - HR1)

Tindak Pidana Perpajakan, Pasal Berlapis Pelanggar Pajak

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2021 Bisnis Indonesia

Otoritas pajak akan menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang dalam seluruh kasus tindak pidana pajak. Hal ini dilakukan menyusul makin beragamnya klasifikasi dan modus pencucian uang hasil tindak pidana di bidang pajak. Berdasarkan laporan berjudul Tipologi Pencucian Uang yang dirilis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pekan lalu, tindak pidana di bidang pajak dilakukan dengan berbagai modus. Pertama tidak menyampaikan Surat Pemberitahuan (SPT), kedua menyampaikan SPT tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap, ketiga tidak mendaftarkan diri untuk diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Keempat tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong atau dipungut sehingga menimbulkan kerugian pada pendapatan negara, kelima perbuatan lainnya yang terkait dengan perpajakan. Selain itu juga dengan sengaja melaporkan dan membayar jumlah pajak yang tidak sesuai fakta untuk menghindari kewajiban perpajakan, serta pembuatan data wajib pajak palsu untuk memperoleh restitusi pajak. Atas dasar itulah Ditjen Pajak Kementerian Keuangan akan memaksimalkan pengenaan pasal berganda, yakni tindak pidana perpajakan dan tindak pidana pencucian uang.

Sementara itu, dalam upaya pemulihan kerugian pada pendapatan negara, petugas pajak bisa melakukan penyitaan. Apabila dalam pembuktian di persidangan terbukti bahwa harta kekayaan tersebut tidak berasal dari hasil tindak pidana, maka putusan hakim akan menyebutkan bahwa atas harta kekayaan yang disita tersebut harus dikembalikan. “Akan tetapi terhadap harta kekayaan tersebut setelah dilakukan pengembalian dapat langsung dilakukan sita eksekusi oleh jaksa apabila terpidana tidak membayar sanksi pidana denda,” jelas Eka. Sepanjang tahun lalu, PPATK mencatat, potensi tindak pidana pencucian uang di sektor perpajakan mencapai Rp20 triliun.

(Oleh - HR1)

Kemenkop-UKM: Kontribusi Pajak UMKM Perlu Ditingkatkan

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2021 Investor Daily, 16 April 2021

Jakarta - Peran UMKM di sektor perpajakan masih perlu ditingkatkan, mengingat jumlah wajib pajak (WP) dari UMKM masih kecil. Padahal, sektor ini memiliki kontribusi sangat besar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia yakni 60%. UMKM juga mampu menyerap jumlah jumlah tenaga kerja yang sangat banyak hingga mencapai 97% dari total 64 juta UMKM di Indonesia. Bahkan UMKM dinilai sebagai sektor yang memiliki daya tahan kuat di masa pandemi Covid-19. Terdapat beberapa aspek yang menyebabkan rendahnya pembayaran pajak dari UMKM, salah satunya masih banyaknya UMKM yang belum mampu menyusun laporan keuangan sehingga tak mampu melaksanakan kewajiban perpajakan dengan baik.

Untuk memberikan kemudahan bagi UMKM dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya, pemerintah sudah mengembangkan berbagai aplikasi yang dapat rekapitulasi pendapatan UMKM sehingga memudahkan UMKM untuk melaporkan pajak. Namun, pengetahuan UMKM  terkait digitalisasi masih terbatas. Pajak penting dijadikan dasar untuk pemerintah menjalankan berbagai program pemulihan ekonomi nasional saat ini, termasuk langka pengadaan barang dan jasa. Saat ini pemerinttah mengalokasikan sebanyak 40% pngadaan barang dan jasa kementrian dan lembaga (KL) ke UMKM. 

Untuk memperkuat peningkatan kapasitas pelaku UMKM, Kementrian Koperasi dan UKM juga melakukan penguatan data base, perbaikan kualitas SDM, hingga pengembangan kawasan terpadu dan UMKM, termasuk pelatihan e-commerce dan digitalisasi dalam perluasan pasar dengan on boarding platform pengadaan barang jasa pemerintah 

(Oleh - IDS)

Menuju IPO, Bukalapak Disuntik BRI Ventures

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2021 Investor Daily, 16 April 2021

Jakarta - PT BRI Ventura Investama (BRI Ventures) melakukan investasi strategis di Bukalapak, salah satu unicorn di Tanah Air. Hal itu merupakan bagian dari komitmen BRI Ventures untuk mendorong inklusi keuangan dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara berkelanjutan. Sementara itu, Bukalapak berencana menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Investasi strategis bersama Bukalapak ini sangat penting, karena sejalan dengan misi BRI Group dalam mendukung UMKM. Khususnya dalam pertumbuhan UMKM digital saat ini, yang diyakini akan menjadi pembangkit ekonomi nasional pada masa mendatang. Hal ii juga merupakan komitmen BRI Ventures untuk terus mendukung kemajuan ekosistem start-up digital. BRI Ventures berupaya membantu menciptakan akses pasar dan dukungan bisnis yang merata.Hal ini juga merupakan fokus perusahaan untuk menjadikan ketahanan bisnis UMKM semakin kuat dan mampu memiliki bisnis yang berkelanjutan. 

Bukalapak berencana menggelar IPO dan listing saham di BEI dengan menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Aksi ini akan dilakukan sebelum perusahaan tercatat di Bursa Amerika Serikat (AS) melalui jalan merger dengan special purpose acquisition company (SPAC). Bukalapak diperkirakan akan menghadapi persaingan ketat di pasar publik, seiring dengan rencana unicorn lain yang berencana go public. Sebelumnya, Gojek dan Tokopedia dikabarkan hampir menyelesaikan merger untuk kemudian mencatatkan saham di bursa AS dan Indonesia. Traveloka juga bersiap melakukan aksi yang sama dengan SPAC Bridgetown Holdings Ltd. Kesepakatan ini berpotensi mmbuat valuasi Traveloka menjadi sekitar US$ 5 miliar. 

(Oleh - IDS)

Satgas Waspada Investasi Catat Lonjakan Kasus Money Game

R Hayuningtyas Putinda 16 Apr 2021 Investor Daily, 16 April 2021

JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi mencatat lonjakan kasus money game pada 2021. Padahal, tahun lalu, kasus penipuan dengan skema permainan uang ini belum banyak bermunculan. Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengungkapkan, hingga Maret 2021, total kasus investasi ilegal mencapai 42 kasus. Dari jumlah tersebut, kasus money game mendominasi dengan 14 kasus. Selanjutnya, cryptocurrency sebanyak 9 kasus, penjualan langsung 5 kasus, dan sisanya kasus investasi yang lain. “Kasus money game ini banyak dilakukan dengan modus perdagangan forex dan cryptocurrency,” kata Tongam kepada Investor Daily, Kamis (15/4).

Meski demikian, jumlah investasi ilegal ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Tongam menjelaskan, dari tahun 2017 hingga 2020, jumlah kasus investasi ilegal berada di atas 100 kasus setiap tahunnya. Puncaknya adalah pada tahun 2019 dengan jumlah kasus 442 investasi ilegal. Dari segi nilai, kerugian akibat investasi ilegal ini juga mencatatkan peningkatan setiap tahunnya. Pada 2019, kerugian akibat investasi ilegal mencapai Rp 4 triliun. Lalu, pada 2020, meningkat menjadi Rp 5,9 triliun.

(Oleh - HR1)

Pilihan Editor