;

PPKM Darurat Diterapkan, Stimulus Covid Ditambah

R Hayuningtyas Putinda 02 Jul 2021 Investor Daily, 2 Juli 2021

JAKARTA, Pemerintah memutuskan untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai 3 Juli hingga 20 Juli 2021 di wilayah Jawa dan Bali. Keputusan yang diumumkan langsung Presiden Jokowi itu diambil karena kasus positif Covid-19 terus melonjak, terutama setelah varian baru masuk ke Indonesia dan menyebar amat cepat. Bersamaan dengan diterapkannya PPKM Darurat, pemerintah menambah stimulus untuk masyarakat, di antaranya perpanjangan diskon listrik dan penambahan Bantuan Sosial (Bansos) Tunai selama dua bulan ke depan. Selain itu, pemerintah mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, mengoptimalkan Kartu Sembako, dan memperbaiki data penerima bansos. Dengan diterapkannya PPKM Darurat, mobilitas masyarakat dibatasi lebih ketat. Kegiatan di sektor non-esensial wajib dilakukan 100% dari rumah (work from home/WFH). Sedangkan kegiatan sektor esensial boleh dikerjakan di kantor work from office (WFO) maksimal 50%. Hanya sektor kritikal yang boleh 100% WFO, itu pun dengan protokol kesehatan yang ketat. Kecuali itu, jam operasional supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50%. Adapun kegiatan di pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan ditutup sementara. Kegiatan makan/minum di tempat umum, baik di lokasi tersendiri maupun di pusat perbelanjaan/mal hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat (dine-in).

Menurut Presiden Jokowi, PPKM Darurat diterapkan karena kasus positif Covid melonjak dalam beberapa waktu terakhir, terutama setelah varian baru masuk ke Indonesia. "Situasi ini mengharuskan kita mengambil langah-langkah tegas agar dapat membendung Covid," kata Presiden saat mengumumkan kebijakan PPKM Darurat melalui Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (1/7/). Presiden menjelaskan, PPKM Darurat diputuskan setelah pemerintah mendapat banyak masukan dari berbagai pihak. "Setelah mendapatkan banyak masukan, saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021 khusus di Jawa dan Bali," tutur dia.

(Oleh - HR1)

Bitcoin Hadapi 5 Risiko Terbesar di Semester II

R Hayuningtyas Putinda 02 Jul 2021 Investor Daily, 2 Juli 2021

LONDON, Mata uang kripto (cryptocurrency) bitcoin memasuki 2021 dengan solid dan mencapai level tertinggi sepanjang masa pada April pada harga US$65.000. Tetapi mengakhiri semester pertama tahun ini dengan kemerosotan 47%. Dan sekarang dihadapkan pada sejumlah risiko yang dapat mengakibatkan kerugian lebih lanjut ke depannya. Para pendukungnya sendiri untuk saat ini tampaknya masih mempertahankan bitcoin, sementara para investor lain mewaspadai volatilitas atau perubahan liar di pasar, dan apa artinya bagi portfolio mereka. Mengingat hal ini maka ada lima risiko terbesar yang tengah dihadapi koin digital itu saat memasuki semester kedua tahun ini, yakni regulasi, volatilitas, masalah lingkungan, pengawasan stablecoin, serta koin meme dan penipuan.

Masalah regulasi adalah salah satu risiko terbesar untuk dihadapi bitcoin pada saat ini. Dalam beberapa pekan terakhir, Tiongkok telah menekan industri mata uang kriptonya dengan menutup operasional penambangan kripto yang banyak menyedot energi, juga memerintahkan bank-bank besar dan perusahaan jasa pembayaran, seperti Alipay untuk tidak berbisnis dengan perusahaan kripto. Risiko besar berikutnya adalah soal perubahan harga bitcoin dan mata uang digital lainnya yang terjadi terus-menerus dan secara ekstrem. Seperti diketahui, bitcoin mencatatkan rekor penguatan sepanjang masa hingga mencapai harga sekitar US$ 64.829 pada April tahun ini, di saat debut bursa kripto Coinbase. Namun, harganya anjlok menjadi US$ 28.911 pada Juni, serta sempat merosot di bawah US$ 30.000 dan berubah negatif untuk tahun ini. Sejak saat itu, sekarang bitcoin kembali menguat di atas US$ 34.000.

Pertanyaan seputar dampak bitcoin terhadap lingkungan juga dapat menjadi krisis besar lainnya. Pasalnya, peralatan menambang bitcoin membutuhkan konsumsi listrik besar untuk beroperasi, dan konsumsi energi yang disebabkan bitcoin telah meningkat pesat selama bertahun-tahun seiring dengan harganya. Di sisi lain, para kritikus bitcoin telah lama memperingatkan tentang jejak karbonnya yang besar. Sebelumnya, CEO Tesla Elon Musk mengejutkan penggemar dan pihak yang skeptis dengan membeli bitcoin senilai US$ 1,5 miliar. Tapi dia kemudian mengguncang pasar kripto setelah memutuskan menghentikan pembayaran bitcoin karena konsumsi energi mata uang itu yang menggila dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Stablecoin, merupakan kripto yang harganya dipatok ke aset dunia nyata seperti dolar AS, juga menghadapi pengawasan yang semakin ketat. Pekan lalu, Presiden Federal Reserve Bank Boston, Eric Rosengren mengatakan bahwa tether – mata uang kripto stablecoin yang menempati peringkat di antara mata uang digital terbesar di dunia – adalah risiko bagi stabilitas sistem keuangan. Meningkatnya spekulasi di pasar kripto dapat membuktikan risiko lain yang dihadapi bitcoin. Salah satunya adalah dogecoin – mata uang kripto yang awalnya sebagai lelucon – dilaporkan melonjak liar awal tahun ini ke level tertinggi. Penyebabnya, semakin banyak investor ritel menumpuk aset digital untuk mencari keuntungan besar. Bahkan pada satu titik, dogecoin bernilai lebih dari Ford dan perusahaan besar AS lainnya, berkat dukungan dari selebritas, seperti Musk. Nilainya pun telah terdepresiasi secara signifikan sejak saat itu.

(Oleh - HR1)


Pajak Minimum Global Disepakati

R Hayuningtyas Putinda 02 Jul 2021 Investor Daily, 2 Juli 2021

PARIS, Sekitar 130 negara dan yurisdiksi pada Kamis (1/7) menyetujui pengenaan pajak minimum global. Negara-negara itu menandatangani reformasi pajak global yang akan memastikan bahwa perusahaan-perusahaan multinasional membayar pajak sesuai proporsinya di mana pun mereka beroperasi. Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan atau OECD selaku tuan rumah pertemuan ini menyatakan, perusahaan-perusahaan global, termasuk para raksasa AS seperti Google, Amazon, Facebook, dan Apple akan dikenai tarif pajak sedikitnya 15%. Persetujuan formal ini merupakan tindak lanjut dari dukungan kelompok negara ekonomi maju G-7 bulan lalu pada pertemuan di Inggris. Menteri Keuangan (Menkeu) AS Janet Yellen mengatakan, pajak minimum global akan mengakhiri perlombaan negara-negara untuk mengenakan pajak rendah bagi korporasi global.

“Selama berpuluh tahun, AS terlibat dalam persaingan pajak internasional yang merugikan diri sendiri, dengan menurunkan tarif pajak korporasi dan negara-negara lain menurunkannya lebih rendah lagi. Hasilnya adalah pertarungan global menuju yang paling rendah. Mana yang bisa lebih rendah dan lebih cepat menurunkan tarif pajak korporasinya. Yang jelas tidak ada yang jadi pemenang. Perjanjian hari ini oleh 130 negara dan yurisdiksi dan mewakili 90% PDB global adalah isyarat nyata bahwa perlombaan menjadi yang terendah itu sebentar lagi akan berakhir,” tutur Yellen.

(Oleh - HR1)

Qlue Ekspansi ke Jepang

R Hayuningtyas Putinda 02 Jul 2021 Investor Daily, 2 Juli 2021

JAKARTA – Qlue, perusahaan penyedia ekosistem smart city asal Indonesia, mengumumkan kolaborasinya dengan Intellectual Capital Management Group (ICMG) dan Kota Minamichita, Prefektur Aichi, Jepang. Aplikasi Qlue akan digunakan Kota Minamichita. Kolaborasi itu telah ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman. Founder dan CEO Qlue Rama Raditya mengatakan, Qlue sangat antusias berpartisipasi dalam program Co-Creation dari ICMG untuk membantu Kota Minamichita mendapatkan solusi perkotaan dengan memanfaatkan teknologi smart city Qlue.

Qlue juga menargetkan dapat mengimplementasikan solusi smart city-nya di lima kota lainnya di Jepang, Malaysia, dan Filipina. Hal ini sejalan dengan target perusahaan dalam mempertahankan pertumbuhan bisnis yang mencapai 70% pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya. Pemanfaatan solusi yang akan digunakan dalam kolaborasi tersebut meliputi (QlueApp), sebagai aplikasi platform digital yang dapat digunakan oleh penduduk Kota Minamichita untuk mengirimkan ide dan usulan terkait pembangunan kota.

(Oleh - HR1)

Stafsus Menkeu: Daging-Beras Premium Bakal Kena PPN

R Hayuningtyas Putinda 02 Jul 2021 Investor Daily, 2 Juli 2021

JAKARTA – Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo menegaskan, komoditas bahan pokok tidak dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN), kecuali daging sapi premium dan beras premium yang harganya terpaut sangat jauh dibandingkan dengan komoditas yang biasa dikonsumsi masyarakat. Yustinus mengatakan, komoditas bahan pokok hanya masuk ke dalam sistem perpajakan agar dapat terpantau secara administratif rantai pasok nya dari hulu ke hilir sehingga tercatat mulai dari distribusi hingga konsumsinya.

Secara umum, pemerintah menginginkan keadilan bagi masyarakat di mana barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat banyak bisa dibebaskan atau hanya dikenakan PPN rendah, sementara barang dan jasa premium yang hanya bisa dinikmati oleh masyarakat ekonomi atas dikenakan pajak yang lebih tinggi. Dia memastikan, dari 11 bahan kebutuhan pokok yang terdapat dalam RUU KUP kemungkinan hanya beras dan daging sapi premium yang akan dikenakan PPN. Yustinus mengemukakan pengenaan PPN pada beras dan daging sapi premium dikarenakan disparitas harga dari komoditas tersebut yang terpaut sangat jauh dibandingkan pada harga beras dan daging sapi standar yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat kebanyakan.

(Oleh - HR1)

Super Air Jet Kantongi Sertifikat Operator Penerbangan

R Hayuningtyas Putinda 02 Jul 2021 Surya

Super Air Jet,  maskapai penerbangan swasta baru yang mengusung konsep lebih kekinian telah menerima secara resmi, dan mengantongi Sertifikat Operator Penerbangan (Air Operator Certificate/ AOC) nomor 121-060. "Dengan ini menyatakan Super Air Jet yang berslogan Reaching the New Heights Menembus Ketinggian Baru, telah memenuhi proses sertifikasi, dimana tahapan dilaksanakan selama 9 bulan mengacu kepada ketentuan ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional)," tuturnya.Dalam memenuhi proses sertifikasi ini, lanjut Ari Azhari, Super Air Jet berhasil melalui 5 tahapan atau fase, yaitu Pre Application, Formal Application, Document Compliance, Demonstration Inspection, dan Certification. 

(Oleh - HR1)



Electrinet Gaya Hidup Baru

Mohamad Sajili 02 Jul 2021 Surya

PT PLN (Persero) berkolaborasi dengan anak usahanya, PT Indonesia Comnets Plus (ICON +) menghadirkan promo product bundling bagi pelanggan yang ingin mendapatkan layanan internet ICONNET dan listrik yang andal sekaligus melalui layanan Electrinet Lifestyle.

Program promo ICONNET Bundling Electrinet Lifestyle ini memberikan kemudahan bagi pelanggan baru ICONNET untuk melakukan tambah daya PLN dengan harga special promo hanya sebesar Rp 202.100, berlaku sampai dengan 30 September 2021.

Disrupsi teknologi dan perkembangan dunia digital menjadi jembatan akselerasi untuk dapat bertahan dan bangkit bersama dari pandemi Covid-19 yang saat ini masih melanda. Menghadirkan layanan internet dan listrik andal sebagai sebuah sinergi yang akan dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Darmawan mengatakan, hadirnya gaya hidup bekerja dari rumah sejak pandemi Covid-19, memicu bangkitnya sektor telekomunikasi. Diharapkan produk yang dikeluarkan ICON+ saat ini dapat menjawab kebutuhan dan tuntutan pelanggan yang membutuhkan internet cepat, andal, dan sesual dengan keekonomian masyarakat.


Jokowi Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 7 Persen

Mohamad Sajili 02 Jul 2021 Tribun Timur

Presiden Joko Widodo yakin upaya-upaya yang terus dilakukan pemerintah bisa meredam lonjakan kasus Covid-19 yang sedang terjadi di Tanah Air. Pemerintah lewat KPCPEN yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat ini sudah melakukan finalisasi kajian untuk mengetahui penyebab lonjakan kasus yang sangat tinggi.

Jokowi melihat terdapat optimisme dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Purchasing Manager Index untuk manufaktur, dibanding sebelum pandemi, sekarang ini berada pada posisi yang tinggi sekali. Sebelum pandemi, itu 51. Sekarang pada posisi 55,3 di bulan Mei kemarin. Artinya ada optimisme di situ. Sisi suplai juga sama. Produksi mulai menggeliat. Ekspor tumbuh 58 persen. Impor bahan baku tumbuh 79 persen. Impor barang modal tumbuh 35 persen.

Presiden juga melihat konsumsi listrik untuk industri juga tumbuh 28 persen, yang menambah optimismenya. Indeks Kepercayaan Konsumen yang dulu di Febuari 85 persen, sekarang sudah 104,4 persen. Indeks Penjualan Ritel juga tumbuh 12,9 persen. Konsumsi semen juga tumbuh 19,2 persen. Penjualan kendaraan niaga tumbuh 783 persen. Kuartal kedua kita masih optimistis akan tumbuh, Insya Allah kurang lebih 7 persen.


Stok Beras 1,43 Juta Ton

Mohamad Sajili 02 Jul 2021 Tribun Timur

Pemerintah pusat resmi menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat pada 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

Meskipun ada pembatasan ketat, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat.

Untuk beras, stok di Perum Bulog ada di kisaran 1,39 juta ton. Masih dalam kisaran stok aman yaitu 1 juta hingga 1,5 juta ton. Bahkan untuk stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sebesar 41 ribu ton.


Juni 2021 Indonesia Deflasi 0,16%

Mohamad Sajili 02 Jul 2021 Tribun Timur

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen pada Juni 2021 mengalami deflasi sebesar 0,16 persen, menyusut dari bulan sebelumnya. Dari 90 kota yang dipantau BPS, sebanyak 56 kota mengalami inflasi dan 34 kota mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kupang, yakni sebesar 0,89 persen, dan deflasi terendah terjadi di Palembang yakni 0,01 persen.

Margo menyebutkan, deflasi di Kupang terjadi utamanya disebabkan oleh merosotnya harga komoditas kangkung, angkutan pesawat, dan tomat. Sementara itu, Singkawang menjadi kota dengan inflasi tertinggi, yakni sebesar 1,36 persen, Tingginya inflasi di Singkawang utamanya disebabkan oleh naiknya harga daging babi, tahu mentah, dan daging ayam ras.

Margo menjelaskan, dari ll kelompok pengeluaran yang dicatat, empat diantaranya mengalami deflasi, yaitu kelompok makanan, minuman, tembakau, pakalan dan alas kaki, transportasi, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.


Pilihan Editor