KKP Perkuat Sistem Ketertelusuran Industri Perikanan dengan Stelina
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat system ketertelusuran
(traceability system) pada industry perikanan nasional melalui implementasi
system ketertelusuran dan Logistik Ikan
Nasional (Stelina). Sistem ketertelusuran Stelina tertuang dalam Permen KK No.29 tahun
2021 tentang Stelina. Masih maraknya praktik Illegal, Unreported, and
Unregulated, (IUU) Fishing menjadi ancaman serius bagi kelestarian sumber daya
perikanan. Terlebih praktik ini tertdampak pada ekosistem, keamanan pangan, dan
mata pencaharian, dan ekonomi Negara-negara di dunia, khususnya Indonesia.
Dirjen Penguatan Daya Saing Produak Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti menegaskan “Seluruh proses pengadaan, penyimpanan, distribusi, dan pemasaran pada sector hilir mudik memerlukan informasi riwayat produk beserta pergerakannya atau yang lebih dikenal dengan tracebility system,” terang Artati pada Peringatan Ulang Tahun ke-8 Masyarakat dan Perikanan Indonesia, kemarin.
Direktur Eksekutif Yayasan MDPI Yasmin Simbolon mengapresiasi upaya tersebut. MDPI menilai, pemberantasan IUU Fishing tidak hanya terbatas pada pendekatan hukum, tetap juga pendekatan pasar. Contoh, kewajiban pemenuhan persyaratan dalam US Seafood Importing Monitoring Program. European Union Cacth Certificate, dan Japan Domestic Trade Spesific Marine Animals, and Plants Act yang akan dimulai pada Desember 2022. Persyaratan pasar diatas ingin memastikan agar produk perikanan yang di ekspor ke negara-negara tersebut wajib bebas dari atau tidak terkait dengan kegiatan IUU Fishing. (YTD)
Industri Petrokimia Tolak Pajak Karbon
Industri petrokimia menolak rencana pemerintah menerapkan pajak karbon mulai 2022.Hal tersebut tertuang dalam Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Kelima atas Undang-Undang nomor 6 tahun 1983 tentang ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Aturan itu menyebutkan, subjek pajak karbon adalah orang pribadi atau badan yang membeli barang mengandung karbon dan/atau melakukan aktivitas yang menghasilkan emisi karbon.
Sekretaris Jendral Asosiasi Industri Aromatik Olefin dan Plastik Fajar Budiono berkata, “Di saat situasi pandemic ini yang serba sulit, pemerintah jangan lagi membebani sektor usaha dengan regulasi yang berat, karena beban pelaku usaha atau pengenaan pajak atas emisi karbon itu bakal memperburuk iklim usaha dan yang lebih ekstrim lagi akan terjadi banyak PHK,” ungkap Fajar di Jakarta, selasa (3/8)
“Pajak karbon akan membuat produk impor semakin menguasai pasar domestik. Negara Industri kuat seperti Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tidak menerapkan kebijakan ini. Rencana penerapan pajak karbon ini ibaratnya membuat industri sudah jatuh tertimpa tangga,”tukas dia. Tahun ini saja, dia menerangkan, industri keramik sudah digempur barang impor. Selama Januari-Mei 2021, impor keramik melonjak 45%. Asaki tidak bisa membayangkan keadaan industri keramik ketika pajak karbon berlaku. Bisa-bisa, produk impor menguasai pasar domestik,” ujar Fajar lagi. (YTD)
Hypefast Targetkan Investasi ke 10 Brand Lokal Terpilih
Jakarta - Hypefast, sebuah perusahaan rintisan yang didirikan oleh mantan Chief Marketing Officer Lazada akan melakukan investasi ke sepuluh brand lokal pada semester kedua 2021, dengan nilai hingga Rp 50 miliar untuk setiap brand. Sejak didirikan pada Januari 2020, Hypefast telah berinvestasi ke 20 brand di Indonesia pada kategori fesyen, kesehatan dan kecantikan, serta kebutuhan ibu dan anak. Selain modal dan tim, Hypefast juga terus mengembangkan ekosistem penunjang pertumbuhan brand yang efisien seperti gudang terpusat, toko offline, cross border facility, hingga berbagai solusi operasional bisnis.
Kriteria yang dicari saat ini adalah brand-brand di kategori fesyen dan aksesoris, kesehatan dan kecantikan, kebutuhan ibu dan anak serta perlengkapan rumah beromset minimal Rp 500 juta per bulan dengan lebih dari 50% omset datang dari kanal online. Hypefast memiliki ambisi untuk mengkolaborasikan brand-brand terbaik dibawah konsep house of brands dan bersama-sam menembus pagar global. Baru-baru ini Hypefast menandatangani nota kesepahaman dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk bersinergi dalam pengembangan pemasaran produk kreatif di Indonesia dan mengumumkan kolaborasi 12 brand bersama Disney.
Resmi gandeng Taiheiyo Cement, Semen Indonesia Masuk Pasar AS
Setelah resmi menjalin kemitraan strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation (TCC) asal Jepang, PT Semen Tbk, (SMGR) berpeluang besar mengekspor sebanyak 500 ribu ton semen per tahun ke pasar Amerika Serikat (AS). Direktur Strategis Bisnis&Pengembangan Usaha Semen Indonesia Fadjar Judisiawan mengatakan, setelah meraih peluang besar semen ke pasar AS, perseruan juga akan menggarap peluang ekspor ke pasar lainnya. Bahkan pada Agustus ini, perseroan juga sudah mulai masuk ke pasar Philipina.
“Untuk pasar AS kemungkinan bisa berkembang menjadi 1 juta ton per tahun. Filipina mulai Agustus sampai akhir tahun bisa 200 ribu ton. Pasar lain seperti di Afrika juga lagi kami jajaki dengan Taibeiyo Cement, begitu juga dengan Australia untuk pasar semen dan klinker,” Kata dia (4/8)
Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso menyatakan, kerja sama ini merupakan tonggak bersejarah bagi Semen Indonesia Group yang mampu menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan berkualitas dunia. “Pemerintah dalam hal ini sangat mendukung bahkan mendorong penciptaan peluang-peluang investasi lainnya, dan kerja sama yang saling menguntungkan untuk mengembangkan untuk meningkatkan standar, kualitas, daya saing sektor, industri. Agar sanggup menjawab tantangan persiangan usaha, berkontribusi pada pembangaunan negara, serta menjadi bagian dari solusi permasalahn global,” papar Menteri BUMN Erick Thohir secara terpisah. (YTD)
Dorong Inovasi Logistik, Samudera Indonesia Kolaborasi dengan PSA Singapura
Disrupsi pandemic Covid-19 memberikan tantangan baru di dunia logistik dan mengangkat rantai pasok global ke tingkat yang lebih tinggi, menjawab tantangan tersebut, PT Samudera Indonesia Tangguh (Samudera Indonesia) dan PSA Corporation Ltd, sepakat untuk meningkatkan kerja sama antara kedua perusahaan dalam kolaborasi mendorong lahirnya inovasi logistik. Kolaborasi ini mencakup mengembangan jalur perdagangan antara Indonesia, Asia Tenggara, dan dunia untuk menyediakan layanan multimoda, freight forwording, pergudangan, dan trade financing.
Regional CEO Southeast Asia PSA Ong Kim Pong optimis melihat ke masa depan kerja sama dengan Samudera Indonesia dalam berupaya berinovasi dan meraih keunggulan dalam transportasi kargo dan rantai pasok. Kolaborasi ini merupakan usaha bersama untuk memperkuat konektivitas logistik yang tangguh dan memiliki daya tahan dalam menjawab tantangan masa depan.
“PSA senantiasa berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas dan mendorong koordinasi rantai pasok, memperkuat reputasi Singapura sebagai hub logistik dan pengelolaan rantai pasok yang efisien,” kata dia dalam keterangan tertulis, kemarin. Sementara itu, Direktur Utama Samudera Indonesia, Bani M. Mulia menambahkan “Selain kerja sama layanan pelayaran ke pelabuhan Singapura yang sudah terjalin selama ini, kami bersemangat menyambut kolaborasi lebih jauh dengan PSA untuk mengekplorasi peluang investasi logistik dan inovasi digital,” ujarnya. (YTD)
Juli, Pengguna Dana Capai 79 Juta
JAKARTA – Penyelenggara dompet digital Dana menyatakan telah memiliki lebih dari 79 juta pengguna sampai Juli 2021. Seiring dengan capaian tersebut, Dana menjadi aplikasi finansial Indonesia dan Asia Tenggara yang paling banyak diunduh. CEO dan CoFounder Dana Vince Iswara menyampaikan, pertumbuhan signifikan dirasakan sejak awal kemunculan Dana di Tanah Air. Merujuk pada data yang terhimpun dalam perusahaan penyedia analisis aplikasi dan data pasar aplikasi yakni App Annie, lonjakan tertinggi berlangsung 32 bulan setelah diluncurkannya dompet digital Dana kepada publik. Dalam peluncuran perdananya saat itu, jumlah pengguna melesat hingga mencapai 40 juta. "Merujuk pada data pertumbuhan yang Dana miliki, pertumbuhan jumlah pengguna masih konstan terjadi di mana Dana kini menyentuh angka lebih dari 79 juta pengguna pada akhir bulan Juli tahun 2021," jelas Vince melalui siaran pers, Rabu .
Selaras dengan jumlah penggunanya yang kian menanjak, dia menerangkan, Dana juga menguatkan peringkatnya sebagai aplikasi finansial di Indonesia dan Asia Tenggara yang paling banyak diunduh pada ponsel pintar berbasis iOS dan Android pada kuartal II2021 berdasarkan App Annie. Peringkat pertama itu umumnya diraih perusahaan secara berkelanjutan. Vince mengungkapkan, pertumbuhan terjadi seiring dengan semakin matangnya kapabilitas teknologi dan fitur yang dimiliki. Usia muda memberikan banyak ruang untuk perusahaan bereksplorasi dan berinovasi berdasarkan kebutuhan pengguna. Pihaknya menyadari akan kebutuhan masyarakat yang menginginkan transaksi digital. Guna menopang tingginya penerimaan masyarakat Indonesia terhadap teknologi finansial digital yang tercermin melalui pertumbuhan Dana, edukasi berkelanjutan pun tetap digencarkan. Hal itu dilakukan lewat kampanye baru bertajuk Pakai Dana #BebasDrama yang telah dikomunikasikan melalui pelbagai kanal yang perusahaan miliki. Pada kampanye teranyar itu, Dana menanamkan ulang beragam manfaat dompet digital yang terangkum dalam tiga prinsip utama, yaitu keamanan bertransaksi, solusi keuangan yang terintegrasi, serta teknologi pintar yang memudahkan pengguna dalam bertransaksi. Jaminan keamanan yang diberikan kepada pengguna ini ditopang oleh beragam perlindungan Dana yang berlapis, termasuk salah satunya kebijakan Dana Protection yang memberikan jaminan proteksi 100%.
Selanjutnya, Dana tak lupa memastikan kemudahan bertransaksi digital pengguna. Kemudahan tersebut dimaksudkan agar pengguna dapat merasakan langsung integrasi solusi keuangan yang ditawarkan perusahaan. Perusahaan merefleksikan kemampuannya melalui berbagai fitur yang relevan dengan kehidupan pengguna sehari-hari, mulai dari pengiriman uang, pembayaran tagihan, hingga pembelanjaan daring.
Polemik Sumbangan Covid-19, Profil Donatur Tidak Sesuai
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengaku menaruh perhatian besar terkait sumbangan Rp2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio yang belum juga cair hingga hari ini. PPATK kemudian menyatakan profil penyumbang dana penanganan Covid-19 tidak sesuai dengan jumlah yang akan disumbangkan Rp2 triliun. Ketua PPATK Dian Erdiana Rae mengatakan sejak rencana sumbangan itu dipublikasi, PPATK memberikan perhatian untuk dilakukan analisis profil penyumbang dalam hal ini adalah keluarga Akidi Tio.
Perdagangan Daerah, Kendala Ekspor Perlu Ditangani
Kinerja ekspor produk manufaktur maupun komoditas di sejumlah daerah mengalami kenaikan seiring mulai bangkitnya ekonomi negara tujuan. Namun, pelaku industri menghadapi tantangan berat untuk melanjutkan kinerja ekspor tetap moncer.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan kinerja ekspor di Jawa Tengah pada Juni 2021 sebagai indikator mulai pulihnya ekonomi di sejumlah negara.“Juni tahun 2021, ekspor Jawa Tengah mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan bulan Mei 2021 maupun dibandingkan dengan Juni 2020,” ujar Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Sentot Bangun Widoyono, Senin (2/8).Lima komoditas nonmigas yang mengalami peningkatan nilai ekspor adalah pakaian jadi bukan rajutan US$38,91 juta, barang-barang rajutan US$30,88 juta, kayu dan barang dari kayu US$16,31 juta, serat stafel US$14,32 juta, dan mesin peralatan listrik US$12,26 juta.Sentot menjelaskan, moncernya kinerja ekspor juga diperngaruhi oleh kenaikan aktivitas ekonomi negara tujuan utama ekspor Jateng misalnya Amerika Serikat yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi 6% (YoY) pada kuartal II/2021.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Jawa Tengah Frans Kongi mengatakan kendati sudah ada tanda-tanda recovery, industri manufaktur Jawa Tengah masih menghadapi sejumlah tantangan. Kenaikan freight cost yang mencapai 500% serta kelangkaan kontainer jadi kendala. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah Arif Sambodo menjelaskan terkait keluhan pelaku industri sudah dilakuka koordinasi dengan pemerintah pusat. “Kami dengan Pak Gubernur sudah membuat surat ke Kementerian Perdagangan. Pemerintah Provinsi sudah mengusulkan bahwa untuk biaya-biaya kontainer, ekspor, dan sebagainya mohon ada kebijakan khusus,” jelasnya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.
Adapun, peningkatan ekspor karet Sumut pada Januari—April 2021 sejalan dengan membaiknya permintaan dari negara konsumen, diantaranya Jepang, Amerika Serikat, China, dan India. Sedangkan pada Mei dan Juni turun karena buyer melakukan penjadwalan ulang pengapalan akibat terkendala operasional dari perusahaan pelayaran lantaran kapasitas kapal yang tidak optimal dan kelangkaan kontainer
Ketidakpastian Kondisi Ekonomi, Industri Kemasan Revisi Target Pertumbuhan
Direktur Executive Indonesia Packaging Federation (IPF) Henky Wibawa mengatakan saat ini kondisi industri kemasan sangat tidak menentu. Menurutnya, pada kuartal I/2021 permintaan pasar menurun, tetapi pada kuartal II/2021 cukup meningkat didorong oleh periode Lebaran. Sayangnya, memasuki kuartal III/2021 permintaan kembali melandai. "Jadi, kami sangat perlu untuk koreksi target growth tahun ini. " Adapun, IPF pada awal tahun optimistis akan mencapai pertumbuhan produksi 4%-5%. Namun, jika tidak ada gelombang Covid-19 selanjutnya, kemungkinan investasi baru dengan nilai lebih besar akan terealisasi tahun ini. Sementara itu, sejalan dengan penurunan permintaan pasar, Henky mencatat tingkat utilitas industri kemasan harus turun sekitar 50%-60% dari kapasitas tahun lalu yang masih di level 70%-80%.
Namun, dia menekankan hal itu tidak serta merta mendorong tercapainya target perseroan yang tahun ini. Tahun ini, emiten dengan sandi saham IGAR ini mematok target pertumbuhan 10,24% dengan total penjualan mencapai Rp819 miliar. Tahun ini perseroan masih yakin akan mencapai pertumbuhan kinerja di level 10%-15%. Direktur dan Sekretaris Perusahaan Panca Budi Idaman Lukman Hakim mengatakan saat ini pabrikan juga tidak melakukan pengurangan kapasitas dan menjaga di level 80% dari total kapasitas pabrik 125.000 ton per tahun.
Korporasi Thailand Agresif Investasi
Korporasi Thailand tampak agresif ekspansi di Indonesia. Gurita bisnis dari Negeri Gajah Putih membesar melalui penanaman modal langsung maupun akuisisi saham korporasi lokal. Nilai total transaksi ini mencapai US$ 1,7 miliar atau setara Rp 24,65 triliun. Kesepakatan tersebut dalam rangka menuntaskan mega proyek pembangunan kompleks petrokimia Chandra Asri II di Cilegon, Banten yang menelan investasi US$ 5 miliar atau setara sekitar Rp 72 triliun. Selain akuisisi saham, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, selama periode 2015 hingga juni 2021, nilai investasi langsung Thailand di Indonesia mencapai Rp 22,30 triliun. "Terbesar investasi di industri kimia dan farmasi mencapai Rp 10,93 triliun, posisi kedua di industri non logam Rp 2,23 triliun," kata Imam Soejoedi, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan BKPM, kemarin (4/8).
(Oleh - HR1)









