Pengusaha Indonesia Setuju Transakasi Pakai Rupiah-Yuan
Jakarta - Indonesia dan China sudah menyepakati penggunaan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) dalam melakukan perdagangan serta investasi di antara kedua negara tersebut. Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) juga sudah membuat kesepakatan serupa dengan Jepang, Malaysia, dan Thailand. Khusus untuk perdagangan dengan China, menurut Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kementrian Perdagangan, negara ini merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Salah pertimbangan BI untuk melakukan kebiijakan LCS adalah volume perdagangan RI-China cukup besar.
Faktanya, selama beberapa tahun terakhir volume perdagangan Indonesia dengan China terus mengalami peningkatan baik dari sisi ekspor maupun impornya. Pada paruh pertama 2021, transaksi ekspor dan impor dengan China mendekati US$ 50 miliar. Untuk itu, Ketua Bidang Perdagangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bakal mendorong anggota Apindo untuk menggunakan yuan sebagai mata uang utama transaksi perdagangan Internasional antara Indonesia China. Lantas meminta mitra dagang dari China untuk memakai mata uang mereka.
Tags :
#PengusahaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023