Penurunan Karbon Harus Disertai Kebijakan yang Lengkap
Investasi Industri hulu dan minyak, Tanah Air masih menjadi penopang dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini lantaran investasi yang masuk lima tahun ke belakang masih di kisaran double digit. Untuk itu dibutuhkan blueprint yang lengkap dan mendukung kebijakan menurunkan emisi agar tidak kontraproduktif terhadap investasi yang akan masuk ke Indonesia. Pengamat migas dan pendiri ReforMiner Intsitute Pri Agung Rakhmanto mengatakan, bahwa net zero carbon tidak berarti bahwa hal tersebut tercapai dengan mengurangi aktivitas ekonomi.
Menurut Pri Agung, perusahaan global telah memasukkan parameter netralitas karbon itu sebagai salah satu faktor yang diperhitungkan dalam strategi dan portofolio investasi mereka ditingkat global. "Kata kuncinya bukan pada adanya kebijakan net zero karbon , tetapi pada seberapa kondusif dan kompetitif iklim investasi hulu migas kita sendiri untuk dapat menarik investasi eksplorasi dan produksi," paparnya. Pada kesempatan berbeda, Wakil Kepala Kesatuan Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Fatar Yani Abdurahman, di Jakarta, rabu (28/7), lalu menjelaskan bahwa target produksi mencapai 1 juta barel minyak bumi tersebut sebenarnya masih kurang bila dibandingkan dengan kebutuhan energi di masa mendatang.
Diakuinya, target tersebut memang penuh tantangan seperti investasi besar, regulasi tumpah tindih, stagnasi lifting migas sepanjang satu dekade terakhir, hingga pandemi Covid-19 yang turut mempengaruhi industri hulu migas. Pada 2030, KKKS diharapkan bisa menyeimbangkan antara target produksi dengan target penurunan emisi karbon sehingga dapat memenuhi persyaratan kebijakan dekarbonisasi. "Saat ini sebanyak 60% lapangan migas di Indonesia sudah mature, sehingga perlu biaya yang tinggi, beberapa lapangan migas juga memproduksi karbon cukup tinggi," ujarnya. (YTD)
Tags :
#Gas BumiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023