;

Qasir Buka Akses Pendanaan untuk UMKM

Hairul Rizal 04 Aug 2021 Investor Daily, 4 Agustus 2021

Qasir, salah satu point of sales (POS) startup asli Indonesia menjajaki kerja sama dengan KoinWorks dan sejumlah perusahaan fintech lainnya, guna memberikan alternatif pembiayaan modal usaha kepada para usahawan di ekosistem miliknya. Langkah tersebut dilakukan guna mendukung upaya pemerintah untuk membantu permodalan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di masa pandemi Covid-19. Mekanisme pemberian bantuan permodalan yang digunakan adalah PO financing atau invoice financing. Dengan sistem ini, merchant dapat mendaftarkan usaha, proyek yang sedang dikerjakan, dan menyertakan bukti PO/invoice yang harus dibayarkan. CEO Office Qasir Ivan Hadwin Rarumangkay mengatakan, langkah ini dibuat sesederhana mungkin karena pihaknya memahami kesulitan usahawan mikro tidak hanya terletak dari administratif, tapi juga tantangan secara literasi digital.

Berdasarkan data dari Qasir, rata-rata merchant mulai membutuhkan tambahan modal usaha setelah berada pada fase bisnis tertentu. Pertama, saat ada kebutuhan membuka cabang. Biasanya, merchant ini punya basis pelanggan besar dan dituntut untuk bisa lebih dekat dengan area konsumennya. “Kedua, saat butuh tambahan inventaris. Semakin bertambah variasi produk, biasanya membuat usahawan memper timbangkan kepemilikan aset-aset baru untuk menunjang produktivitasnya,” imbuhnya. Ketiga, untuk stabilitas arus kas. Pasalnya, faktor eksternal yang datangnya tidak kenal waktu, seperti pandemi, bisa membuat bisnis goyah dalam hitungan hari. Memiliki pegangan kas adalah strategi usahawan untuk memastikan bisnisnya punya cadangan tenaga, sampai kondisi ekonomi kembali pulih.

(Oleh - HR1)

Lazada Tutup Akses 3 Klaster Produk Impor

Yuniati Turjandini 04 Aug 2021 Investor Daily, 4 Agustus 2021

Perusahaan e-commerce Lazada menutup akses impor untuk tiga klaster industri nasional yaitu tekstil, makanan-minuman, dan kerajinan yang dijual cross border atau penjual dari luar negeri. Langkah ini dilakukan melalui Gerakan Akselerasi Karya Rakyat (AKAR) Indonesia. Head of Public Affairs and Public Policy Lazada Indonesia Waizly Darwin mengatakan, penutupan kran impor terhadap tiga klaster industri nasional ini dilakukan secara proaktif, progresif, dan secara berkala sepanjang satu tahun belakangan di masa pandemi Covid-19. Tiga klaster Industri nasional  tersebut merupakan klaster yang termasuk dalam agenda pemerintah terkait program substitusi impor dan juga program pemulihan ekonomi nasional.

"Upaya penutupan akses impor ini tidak mudah dan masih terus dilakukan oleh Lazada. Disini juga kami membutuhkan masukan yang sama dengan semua pihak terkait termasuk masyarakat. Fungsi gerakan AKAR ini adalah terkait penguat UMKM domesktik terutama di daerah sentra industri nasional," ucap Wayzly. Melalu AKAR ini pedagang lokal yang selama ini masih jualan produk impor yang diambil dari importir bisa menjual produk yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri. Kedua membentuk komunitas AKAR melalui forum diskusi antara pemerintah, brand lokal, daerah industri yang difasilitasi Lazada  untuk membahas hal yang terkait pengembangan kapasitas  dan kualitas produksi UMKM serta kemampuan logistik. Ketiga, program digitalisasi untuk klaster industri di Indonesia yang dilakukan melalui kerjasama dengan Kementerian/Lembaga (KL) terkait dan pemerintah daerah terkait.

Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa pembangunan infrastruktur bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia. Khususnya memang UMKM yang bisa memanfaatkan infrastruktur untuk kegiatan usaha lewat perdagangan secara elektronik. "Karena ini adanya praktek cross border ilegal e-commerce ini merupakan salah satu perhatian utama yang ditugaskan kepada saya untuk diselesaikan, agar tidak merugikan UMKM lokal. Saya mengapresiasi langkah yang diambil Lazada yang menunjukkan  keberpihakan Lazada dalam pengembangkan UMKM Indonesia." kata Teten. Pemerintah menargetkan 30 juta UMKM terhubung ke ekosistem digital pada 2024. Sedangkan saat ini baru sekitar 13,7 juta UMKM terhubung atau 21% ke pasar digital. "Jadi, kami naikkan 5 juta UMKM untuk pasar digital," ujar Teten lagi. (YTD)

Pengusaha Mal Rumahkan 84 Ribu Karyawan

Rima armelia 04 Aug 2021 Investor Daily, 4 Agustus 2021

JAKARTA – Industri pusat perbelanjaan (mal) berpotensi merumahkan sekitar 84 ribu karyawan akibat perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 hingga 9 Agustus mendatang. Pusat perbelanjaan juga harus menelan kerugian hingga Rp 5 triliun per bulan karena kebijakan pengetatan aktivitas masyarakat tersebut. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja kepada Investor "Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, berbagai pembatasan yang diberlakukan dalam PPKM berdasarkan Level masih belum efektif untuk membawa banyak wilayah keluar dari level 4. Sementara, itu, penutupan usaha yang terus berkepanjangan akan mengakibatkan kembali banyak PHK dan memulai terjadinya penutupan usaha para penyewa secara permanen," terang dia. Pertama, yang masih tetap dibayar utuh. "Sekarang sudah masuk tahap dua, dan ada juga yang beberapa masuk tahap tiga,"tegas Alphon. "250 pusat perbelanjaan anggota APPBI yang berlokasi di Jawa-Bali . Menurut dia, penyebaran wabah Sementara itu, pembatasan-pembatasan yang diberlakukan selama ini lebih banyak dilakukan di tingkat makro, sehingga dikawatirkan pembatasan akan berkepanjangan akibat penanganan tidak fokus pada dasar atau akar permasalahan.

Pemerintah Resmi Bebaskan Pajak Sewa Gerai di Mal

Rima armelia 04 Aug 2021 Investor Daily, 4 Agustus 2021

Menteri Keuangan Sri Mulyani resmi memberikan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah sebesar 10% atas sewa gerai di mal hingga lapak di pasar.Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 102/PMK.010/2021 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Jasa Sewa Ruangan atau Bangunan kepada Pedagang Eceran yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021. Beleid ini berlaku per tanggal 31 Juli 2021.

Insentif ini bertujuan untuk menjaga keberlangsungan usaha sektor perdagangan eceran di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah mendukung sektor perdagangan eceran melalui insentif PPN atas penyerahan jasa sewa ruangan atau bangunan kepada pedagang eceran yang ditanggung Pemerintah.

PPN tersebut dihitung dari tarif PPN dikalikan dengan dasar pengenaan pajak berupa penggantian. Adapun insentif yang masuk dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional 2021 itu diberikan kepada pedagang eceran yang terutang jasa sewa ruangan atau gerai yang berdiri sendiri.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menuturkan, insentif PPN DTP sewa ruangan akan membantu pelaku sektor ritel yang sangat terdampak PPKM, khususnya pedagang eceran yang menjual barang dan/atau jasa langsung ke konsumen akhir.

KKP Rilis Aturan Penataan Ruang Laut Berkelanjutan

Hairul Rizal 04 Aug 2021 Investor Daily, 4 Agustus 2021

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerbitkan Permen KP No 28 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut guna menata ruang laut secara berkelanjutan, Sejalan dengan arah kebijakan Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono, penataan ruang laut merupakan panglima dalam pembangunan seluruh sektor di laut. Terbitnya Permen KP No 28 Tahun 2021 akan melindungi kepentingan masyarakat lokal, tradisional, dan pesisir, juga memberikan kepastian hukum, kepastian ruang, dan kepastian berusaha dan investasi bagi pengguna ruang laut, menjadi acuan perolehan peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta menjadi strategi untuk menerapkan ekonomi biru dan menjadi alat kendali guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan. “Penataan ruang laut sangat diperlukan karena laut bersifat common property (milik bersama). Artinya, pemanfaatan ruang laut dan sumber daya harus di bawah kontrol pemerintah, sehingga berlaku rezim open access. Siapa saja boleh memanfaatkan laut untuk berbagai kepentingan Penataan ruang laut sangat diperlukan agar tidak terjadi kehancuran sebagai akibat tragedi bersama (tragedy of the common) yang mempunyai potensi konflik pemanfaatan ruang laut sangat tinggi,” ujar dia.

(Oleh - HR1)

PHI Usul Pajak Karbon Dipungut dari Transaksi Perdagangan Emisi

Hairul Rizal 04 Aug 2021 Investor Daily, 4 Agustus 2021

Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mengusulkan pajak karbon sebaiknya dipungut dari  transaksi dari perdagangan karbon, karena baik penjual maupun pembeli dalam perdagangan karbon memperoleh manfaat dari transaksi ini. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo mengatakan, penerapan pajak karbon berdasarkan transaksi dari perdagangan karbon perlu penguatan melalui percepatan infrastruktur kelembagaan yang saat ini sedang digarap, seperti proses pendaftaran di Sistem Registrasi Nasional, pengukuran, pelaporan dan verifikasi, penerbitan sertifikat penurunan emisi, serta kelembagaan perdagangan karbon domestik. Sektor ini ditargetkan menurunkan emisi sebesar 29% setara dengan pengurangan emisi 834 juta ton CO2e dengan kemampuan sendiri dan sampai 41% setara dengan 1.081 juta ton CO2e dengan dukungan internasional pada tahun 2030.Dari total target tersebut, sektor kehutanan dituntut menyumbang penurunan emisi sebesar 497 juta ton CO2e.

(Oleh - HR1) 


Merger dengan SPAC, Induk Usaha Kredivo Masuk Bursa AS

Rima armelia 04 Aug 2021 Investor Daily, 4 Agustus 2021

Impact Acquisition Holdings II. Valuasi kedua perusahaan setelah merger diperkirakan mencapai US$ 2,5 miliar. Co-Founder dan CEO FinAccel Asia Tenggara Akshay Garg mengatakan, "Mengingat sebesar 66% populasi Asia Tenggara masuk dalam kategori belum mendapatkan atau minim akses ke layanan perbankan, sehingga kami melihat kesempatan yang luar biasa untuk melayani konsumen dengan beragam kebutuhan keuangan non-kredit. Kami sangat bangga dengan dukungan dan kepercayaan yang tak henti dari para investor terhadap visi dan strategi pertumbuhan jangka panjang kami," ujar Akshay dalam keterangan resminya. 

Dari transaksi ini, Kredivo menghasilkan dana tunai sebesar US$ 430 juta. Dana ini termasuk private placement sebesar US$ 120 juta yang dipimpin oleh Marshall Wace, Corbin Capital, SV Investment, Palantir Technologies, Maso Capital, dan sponsor Victory Park Capital dengan komitmen sebesar US$ 55 juta dari investor eksisting Naver dan Square Peg. Partners, dan Kejora Intervest. Dana dari transaksi ini bakal digunakan untuk pengembangan produk, ekspansi ke negara lain, dan pengembangan lini bisnis baru. 

Penggabungan usaha sudah memasuki tahap perjanjian definitif dan diharapkan rampung sebelum kuartal I-2022. Adapun Kredivo merupakan perusahaan penyalur pembiayaan kredit instan untuk pembelian di e-commerce dan offline. Kredivo melayani dana pinjaman tunai, berdasarkan real-time decisioning yang didukung teknologi artificial intelligence . Mengutip Dealstreet Asia, Kredivo berdiri sejak 2016 dan memiliki 4 juta pengguna yang terhubung dengan berbagai platform e-commerce di Indonesia. Kredivo berencana ekspansi ke pasar regional, seperti Vietnam pada kuartal III-2021, Thailand pada kuartal I-2022, dan Filipina pada kuartal II-2022. 

Pada 2020, Kredivo membukukan pendapatan sebesar US$ 74 juta dengan volume transaksi US$ 574 juta dari 2,2 juta pengguna. Kredivo memprediksi pendapatan bisa bertumbuh dua kali lipat menjadi US$ 163 juta pada tahun ini dengan mempertimbangkan banyaknya permintaan kredit di Indonesia.

Kredivo Bakal IPO di AS, Valuasi US$ 2,5 Miliar

Hairul Rizal 04 Aug 2021 Kontan

FinAccel sebagai perusahaan induk dari Kredivo mengumumkan bakal melantai di bursa Amerika Serikat melalui penawaran saham perdana (IPO). Kredivo akan bergabung dengan VPC Impact Acquisition Holdings II sebagai Special Purpose Acquisition Company (SPAC) yang didukung oleh Victory Park Capital (VPC). Dengan aksi korporasi tersebut akan membawa FinAccel untuk melantai di bursa Nasdaq dengan valuasi bisa mencapai kisaran US$ 2,5 miliar. Penggabungan perusahaan dan IPO di Nasdaq direncanakan akan selesai paling lambat di kuartal pertama tahun 2022. "Mengingat sebesar 66% populasi di wilayah Asia Tenggara masih dalam kategori belum mendapatkan atau minum akses ke layanan perbankan," ujar Akhsay Co-Founder dan CEO FinAccel, dalam rilis, selasa (3/8).

(Oleh - HR1) 

Pendidikan : Dana Rp 3,7 Triliun untuk Digitalisasi

Rima armelia 04 Aug 2021 Kompas

Dana tersebut akan dipakai untuk pengadaan perangkat teknologi dan informasi. Hal ini dilakukan dengan mendorong produksi dalam negeri didukung Google Indonesia Modernisasi perangkat keras di sekolah-sekolah mulai tahun 2021. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wikan Sakarinto mengatakan, pada 2021 Kemendikbudristek menyiapkan anggaran sekitar Rp 3,7 triliun untuk pengadaan perangkat teknologi informasi dan komunikasi, terbanyak untuk laptop Chromebook yang merupakan produksi dalam negeri. "Kolaborasi dilakukan dengan berbagai pihak, seperti Google dan perusahaan elektronik dalam negeri, dan nantinya melibatkan siswa SMK untuk perakitan dan pascapenjualan." 

Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf mengatakan, Google berkomitmen membantu transformasi pendidikan digital di Indonesia. Tak hanya mendukung teknologi yang terjangkau demi menyukseskan belajar jarak jauh atau daring, tetapi juga turut meningkatkan kompetensi guru, pelajar, dan orangtua untuk memanfaatkan teknologi pendidikan yang disediakan Google. "Pandemi Covid19 menunjukkan pentingnya alat tepat untuk bekerja sama dan PJJ . " Sejumlah jenis laptop memakai Chrome OS akan dibuat di Indonesia. Google Indonesia bekerja sama dengan enam produsen lokal untuk merakit Chromebook di Indonesia, yakni Axioo, Advan, Evercross, SPC, Zyrex, dan TSMID.

Google Ikut Mencuil Proyek Belajar Online

Hairul Rizal 04 Aug 2021 Kontan

Google dipastikan terlibat dalam proyek pengadaan laptop di sektor pendidikan mulai 2021. Hal ini setelah Google mengumumkan enam produsen laptop lokal akan memproduksi Chromebook pada tahun ini.Chromebook adalah laptop yang memiliki sistem operasi ChromeOS buatan Google. Adapun enam produsen laptop lokal itu adalah Advan, Axioo, Evercoss, SPC, TSMID, dan Zyrex. Managing Director Google Indonesia, Randy Jusuf mengemukakan, pengembangan teknologi di bidang pendidikan sudah menjadi misi penting bagi Google. Terlebih, di masa pandemi Covid-19 kebutuhan perangkat Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) kian meningkat seiring tuntutan kegiatan belajar mengajar virtual. “Ada 170 juta pelajar di seluruh dunia yang mengandalkan alat-alat dari kami. Google berusaha menghadirkan teknologi yang terjangkau untuk pendidikan,” ujar dia dalam acara Google for Education secara virtual, Selasa (3/8).

Keenam produsen laptop ini diharapkan dapat merekrut ribuan pelajar SMK untuk membantu produksi dan pasca produksi Chromebook. “Pihak OEM ini akan bermitra dengan sekolah kejuruan untuk mencapai target-targetnya,” imbuh Randy. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto menyatakan, proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendigitalisasi sekolah mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK.Pemerintah pun menyediakan anggaran Rp 3,7 triliun untuk pengadaan barang TIK produksi dalam negeri di tahun ini yang mana sebagian besar ditujukan untuk pengadaan laptop. Dari total anggaran Rp 3,7 triliun tersebut, Rp 1,3 triliun di antaranya berasal dari anggaran Kemendikbudristek dalam APBN Pusat, sedangkan Rp 2,4 triliun berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pendidikan tahun ini.“Anggaran ini tak hanya untuk laptop, melainkan peralatan TIK lain seperti access point, proyektor, dan sebagainya,” ungkap Wikan di acara yang sama, Rabu (3/8).
 
(Oleh - HR1)

Pilihan Editor