;

Tuan Guru Bajang Jadi Wakomut BSI

Fadilla Anggraini 25 Aug 2021 Tribun Sumsel

JAKARTA, TRIBUN - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI sepakat mengangkat Muhammad Zainul Majdi atau akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) sebagai Wakil Komisaris Utama (Wakomut) merangkap Komisaris Independen BSI.

TGB merupakan seorang politisi dan sempat menjabat sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat selama 2 periode berturut-turut, yakni pada periode 2008-2013 dan 2013-2018.

Ditunjuknya TGB jadi Wakomut BSI merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BSI yang digelar hari ini, Selasa (24/8/2021). Dalam gelaran RUPSLB tersebut, Pemegang saham menyepakati untuk mengangkat dua nama baru dalam susunan dewan komisaris BSI.

Pertama, pemegang saham sepakat untuk mengangkat Adiwarman Karim sebagai Komisaris Utama sekaligus Komisaris lndependen BSI. Adiwarman merupakan seorang akademisi dan dan praktisi ekonomi syariah yang saat ini juga menjabat sebagai anggota Dewan Syariah Nasional MUI.

Kemudian, pemegang saham Juga mengangkat Tuan Guru Bajang (TGB) sebagai Wakil Komisaris Utama (Wakomut) merangkap Komisaris Independen BSI.

Selain mengangkat dua nama tersebut, pemegang saham juga menyepakati pemberhentian Mulya E. Siregar yang sebelumnya menjabat sebagai komisaris utama dan Eko Suwardi yang sebelumnya menjabat sebagai komisaris independen. Dengan adanya perombakan tersebut, maka susunan dewan komisaris BSI terbaru sebagai berikut: Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen BSI Adiwarman Azwar Karim, Wakil Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen BSl Muhammad Zainul Majdi. Komisaris BSI: Suyanto Komisaris BSI : Masduki Baidlowi Komisaris BSl: Imam Budi Sarjito Komisaris BSI: Sutanto Komisaris Independen BSI : Bangun Sarwito Kusmulyono Komisaris Independen BSI: M. Arief Rosyid Hasan Komisaris Independen BSI : Komaruddin Hidayat. 

Maskapai Kerja Sama Klinik

Fadilla Anggraini 25 Aug 2021 Tribun Sumsel

PALEMBANG, TRIBUN - Menindaklanjuti himbauan Presiden Jokowi yang meminta tarif Polymerase Chain Reaction (PCR) dipatok lebih murah yakni dikisaran Rp 450-550 ribu membuat maskapai bekerjasama dengan klinik kesehatan menyediakan tes PCR lebih murah.Hal ini memudahkan masyarakat yang akan terbang karena biaya PCR yang dibandrol lebih murah jika dilakukan di tempat lainnya.

Lion Air grup bekerjasama dengan Naraya Medical Center memberikan harga spesial pada penumpang Lion Air grup yakni Lion Air, Batik Air dan Wings Air yang akan melakukan tes PCR dengan harga Rp 475 ribu. Harga ini diklaim paling murah dari semua harga PCR yang di tetapkan di Palembang yakni Rp 525 ribu. "Khusus untuk penumpang Lion Air grup kita sudah ada kerjasama dengan klinik Naraya jadi kita arahkan calon penumpang melakukan tes PCR di sarna karana lebih murah, prosesnya juga cepat," ujar Area Manager Lion Air Palembang Haris Pramono, Senin (23/8/2021).

Sementara itu bagi calon penumpang yang akan melakukan rapid test antigen juga disediakan klinik kesehatan yang bekerjasama yakni di Charista Medika Kebun bunga dengan harga Rp 35 ribu. 

Sriwijaya Air juga bekerjasama menggandeng Naraya Klinik untuk menyediakan PCR bagi calon penumpangnya dengan biaya lebih murah yakni Rp 495 ribu. Meski bukan tujuan ke Jakarta yang mewajibkan calon penumpang PCR tapi karena rute penerbangan ke Bangka juga harus tetap menyertakan PCR membuat jumlah penumpang Sriwijaya air sempat drop hingga tersisa 40 persen saja. "Semoga biaya PCR lebih murah bisa mendongkrak minat masyarakat terbang dengan pesawat sehingga dunia penerbangan bisa segera bangkit," harap Kepala Cabang Sriwijaya Air dan Nam Air Palembang, Yudo.

Sementara Maskapai Garuda Indonesia juga bekerjasama dengan rumah sakit Siloam dengan harga Rp 525 ribu. Bagi calon penumpang Garuda yang akan melakukan tes PCR diminta melakukan pre-registrasi sebelum datang melalui aplikasi mySiloam atau Siloamhospital.com. Hasil diketahui 1×24 dari sampel diterima laboratorium.

"Iya kita bekerjasama dengan RS Siloam sehingga penumpang mudah untuk melakukan PCR," kata General Manager Garuda Indonesia Meisye Paulina Tambunan.

Transisi Energi Bersih Berjalan, Produksi Gas DIgenjot

Mohamad Sajili 25 Aug 2021 Koran Tempo

Pemerintah akan meningkatkan pemanfaatan gas pada masa peralihan menuju energi bersih. Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Djoko Siswanto, mengatakan gas yang menjadi energi rendah emisi akan didorong pemanfaatannya dalam bauran energi primer hingga 22 persen pada 2025.

Menurut Djoko, pemerintah berupaya meningkatkan produksi gas untuk memenuhi kebutuhan selama transisi tersebut. Pada tahun depan, pemerintah menargetkan produksi gas 73 juta metrik kaki kubik per hari (MMSCFD) dari Lapangan West Natuna, 194 MMSCFD dari Lapangan HCML, dan 696 MMSCFD dari Lapangan Tangguh Train 3. Pada 2027, produksi dari Lapangan Masela yang dikelola Inpex Corporation bisa menambah 150 MMSCFD.

Gas akan lebih banyak digunakan oleh rumah tangga. Dia mengatakan tahun ini pemerintah menargetkan 120,8 ribu tambahan jaringan gas rumah tangga. Hingga akhir tahun ini, akan ada 794 ribu jaringan gas rumah tangga.

Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Taslim Yunus, mengatakan potensi produksi gas berlimpah dengan adanya cadangan terbukti hingga 43,6 triliun kaki kubik (TCF). Cadangan tersebut bisa cukup untuk 20 tahun jika tak ada kegiatan eksplorasi. Dengan upaya mencari sumber daya baru, jumlah cadangan dipastikan bertambah dan pemerintah menargetkan produksi gas hingga 12 miliar kaki kubik (BSCF) pada 2030.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform, Fabby Tumiwa, mengatakan pemanfaatan gas untuk transisi menuju energi bersih masih menjadi perdebatan. Di beberapa negara, kata dia, ada upaya untuk memanfaatkan gas menjadi energi lain bernama blue hydrogen.

Terlepas dari perdebatan tersebut, Fabby menilai pemanfaatan gas dalam transisi ke energi bersih masih sulit dilakukan secara masif. Dia memberikan contoh, biaya produksi listrik menggunakan gas ini tidak ekonomis dibanding energi lain seperti tenaga surya. Jaringan gas rumah tangga juga membutuhkan investasi dalam membangun infrastrukturnya.


Korupsi Bansos : Juliari Terima Fee Rp 15,1 Miliar

Rima armelia 24 Aug 2021 Kompas

JAKARTA, KOMPAS —Bekas Menteri Sosial Juliari Peter Batubara terbukti memerintahkan pejabat kuasa pengguna anggaran Kementerian Sosial Adi Wahyono dan pejabat pembuat komitmen Kemensos Matheus Joko Santoso memungut fee atau imbalan Rp 10.000 per paket sembako kepada perusahaan yang terlibat dalam pengadaan bantuan sosial untuk penanganan pandemi Covid19 pada tahun 2020.Saat itu Kemensos mengelola 1,9 juta paket bansos di wilayah Jabodetabek dengan nilai anggaran Rp 6,8 triliun.Tiap paket dianggarkan senilai Rp 300.000 dan disalurkan sebanyak 12 kali. Adapun total imbalan yang diterima Rp 32,4 miliar. Sebagian uang itu mengalir ke Juliari Rp 15,1 miliar. Uang itu juga mengalir ke sejumlah pejabat Kemensos untuk membeli dua sepeda Brompton, rumah, dan membayar uang muka mobil. Perbuatan Juliari itu dibacakan majelis hakim PengadilanTindak Pidana Korupsi Jakarta yang diketuai Muhammad Damis dalam pertimbangannya,sebelum menjatuhkan vonis hukuman terhadap Juliari sebagai terdakwa korupsi pengadaan bansos untuk penanganan Covid19,Senin(23/8/2021). 

Adapun persidangan ini berlangsung secara daring.Dalam pertimbangannya,majelis hakim yang beranggotakan hakim Yusuf Pranowo dan Joko Subagyo menyebutkan, Juliari menyerahkan uang imbalan yang diterimanya,antara lain, kepada Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kendal Ahmad Suyuti sebesar Rp 508 juta saat Juliari melakukan kunjungan kerja ke Semarang, Jawa Tengah. Namun, uang itu sudah dikembalikan Ahmad Suyuti melalui penyidik KPK.Uang imbalan juga digunakan untuk sewa jet guna kunjungan kerja Juliari seperti ke Semarang dan Bali, membayar honor penyanyi dangdut Cita Citata pada acara makan malam pejabat Kemensos di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, dan membayar honor pengacara Hotma Sitompul untuk kasus kekerasan anak di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Adanya pungutan imbalan itu menyebabkan perusahaan pemenang pengadaan bansos bukanlah perusahaan kompeten. Pemenangnya ada dari perusahaan pupuk serta perusahaan suku cadang perkapalan. Atas perbuatannya, majelis hakim menjatuhkan hukuman12 tahun penjara kepada Juliari. Vonis itu lebih berat satu tahun daripada tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi. Juliari juga dihukum denda Rp 500 juta subsider 6 bulan penjara."Mengadili, menyatakan Juliari P Batubara terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," ujar Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis. Majelis juga memperberat hukuman Juliari dengan pidana tambahan membayar Rp 14,5miliar subsider dua tahun penjara sebagai pengganti kerugian keuangan negara. Hak untuk dipilih dalam jabatan publik juga dicabut selama empat tahun setelah selesai menjalani pidana pokok. Adapun unsur memberatkan, Juliari menyangkal perbuatan yang dilakukan. Majelis hakim juga mempertimbangkan perbuatan korupsi dilakukan dalam keadaan darurat pandemi Covid19. "Tindak pidana korupsi di wilayah hukum Pengadilan Tipikor Jakarta juga menunjukkan grafik meningkat, baik kuantitas maupun kualitasnya," ujar hakim Yusuf. Hal-hal yang meringankan adalah terdakwa dinilai menderita karena dicerca dan dihina masyarakat, padahal belum ada putusan pengadilan.Selama persidangan, terdakwa dinilai sopan dan kooperatif. Atas putusan itu, baik jaksa KPK maupun Juliari belum menentukan sikap. "Kami pikir pikir," ucap Maqdir Ismail, kuasa hukum Juliari. 

Secara terpisah, PelaksanaTugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengapresiasi putusan majelis hakim yang menjatuhkan pidana tambahan kepada Jualiari. Ini dapat menjadi upaya asset recovery hasil tindakpidana korupsi.

Investor Besar Incar "Si Kecil" untuk Bank Digital

Imam Dwi Baskoro 24 Aug 2021 Kompas

Jakarta - Bank-bank kecil, dengan modal inti Rp 2 triliun hingga Rp 5 triliun, menjadi incaran investor besar untuk diubah jadi bank digital tiga tahun terakhir. Bagi investor, upaya mengakuisisi bank mini dan mengubahnya jadi bank digital akan memangkas banyak proses dan biaya dibandingkan mendirikan bank baru. Investor juga mengakuisisi bank untuk melengkapi layanan keuangan sekaligus memperbesar ekosistem digital.

Sementara bagi pemilik bank kecil, menjual saham kepada investor merupakan salah satu jalan keluar untuk memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai permodalan yang terus meningkat. Secara bisnis, pergerakan bank-bank kecil terimpit oleh sepak terjang bank lebih besar yang memberikan layanan lebih lengkap. Ada belasan bank bermodal kecil, termasuk yang merupakan perusahaan terbuka di Bursa Efek Indonesia, menjadi incaran pemodal besar untuk diubah jadi bank digital. Rencana aksi korporasi ini membuat pergerakan harga saham bank-bank kecil lebih lincah dibandingkan dengan pergerakan saham bank besar. 

Saham bank digital merupakan salah satu kelompok saham yang memberikan banyak cuan bagi para investor. Hanya, fluktuasinya pun cukup besar. Para investor sebaiknya punya rencana investasi atau trading yang jelas dalam bertransaksi saham-saham bank digital itu sekaligus melaksanakan rencana dengan disiplin.

Produksi Gula, Masa Giling Tebu Diperkirakan Berakhir September

Imam Dwi Baskoro 24 Aug 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Surabaya -  Sejumlah pabrik gula (PG) di Jawa Timur memperkirakan proses masa giling tebu tahun ini berakhir pada September dengan mempertimbangkan kesediaan bahan baku tebu di lapangan. Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), proses giling tebu di pabrik sejauh ini tetap lancar mengingat produk yang dihasilkan PTPN XI merupakan kategori kritikal.

Proses giling di masa pandemi mengalami hambatan yakni adanya tenaga tebang yang terpapar Covid-19 di hampir 30% front tebangan. Dalam upaya mencapai target produksi, tetap dilakukan monitoring, evaluasi, dan perbaikan setiap harinya, baik di sisi on farm (kebun tebu) maupun off farm (pabrik). Pada sisi on farm, tebu yang masuk pabrik gula wajib memenuhi standar MBS (Manis, Bersih, dan Segar) sehingga nantinya rendemen yang dihasilkan juga tinggi. Dari sisi off farm, jam berhenti dan losses (kerugian) terus ditekan semaksimal mungkin. Pada musim giling 2021, PTPN X menargetkan produksi gula 330.000 ton dengan tebu digiling sekitar 4 juta ton dan rendemen rerata 8,03% naik dibandingkan dengan sebelumnya 275.000 ton. 

Kerja Sama Indonesia-Thailand, Transaksi QR Lebih Efisien dan Murah

Imam Dwi Baskoro 24 Aug 2021 Bisnis Indonesia

Bisnis, Jakarta - Bank Indonesia menjalin kerja sama dengan otoritas di Thailand terkait dengan pengembangan layanan berbasis quick response (QR). Skema itu memungkinkan pengguna layanan tidak perlu menukar uang untuk bertransaksi. Saat ini sudah ada tiga bank yang menjalin pengembangan quick response dengan Thailand yaitu, PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. Saat program QR antarnegara sudah berjalan terutama bagi bank yang memiliki izin penggunaan Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS) bisa menjadi bank setelmen. 

Adanya QRIS antarnegara akan mengecilkan biaya transaksi. Layanan QRIS dinilai lebih murah dibandingkan dengan masyarakat Indonesia harus menukarkan uangnya di money changer atau mengambil uang di ATM. Selain itu, BI juga meluncurkan Standarisasi Open Application Programming Interfaces (API) Pembayaran (SNAP) antara bank dan ekosistem entitas financial technology (fintech). SNAP merupakan standar nasional yang ditetapkan BI sebagai seperangkat protokol dan instruksi yang memfasilitasi interkoneksi antaraplikasi secara terbuka dalam pemrosesan transaksi pembayaran. 

SNAP bertujuan untuk menciptakan industri sistem pembayaran yang sehat, kompetitif, dan inovatif sehingga dapat menyediakan layanan sistem pembayaran kepada masyarakat yang efisien, aman dan andal. Manfaat SNAP bagi nasabah, nasabah bisa mengakses lebih dari satu bank dan fintech untuk melakukan pembayaran. Adanya standarisasi bahasa, dengan bahasa indonesia. SNAP dapat melindungi data nasabah yang menggunakan pembayaran secara digital. Jika terjadi kebocoran pihak bank atau fintech bisa membantu nasabah, karena sudah dijadikan standarisasi.

Dukungan Dana Perbankan untuk Hulu Migas

Hairul Rizal 24 Aug 2021 Koran Tempo

Perbankan dalam negeri menganggap sektor industri hulu minyak dan gas bumi masih menarik untuk dibiayai meski transisi ke energi bersih mulai berjalan. Pendanaan tersebut sangat berarti dalam mendukung target pemerintah memproduksi minyak sebanyak 1 juta barel per hari pada 2030.Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Santoso Liem, menuturkan perusahaan tetap mendukung kebijakan pemerintah dengan membiayai proyek migas sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi. “Industri migas memiliki efek berganda pada berbagai aspek perekonomian nasional,” ujarnya kepada Tempo, kemarin. Hingga Juni 2021, pembiayaan BCA untuk sektor pertambangan migas mencapai Rp 4,7 triliun.Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Aestika Oryza, menuturkan pembiayaan untuk sektor migas masih dijalankan. BRI, kata dia, memberikan kredit korporasi untuk mendanai proyek-proyek strategis pemerintah yang berdampak luas. “Faktor lain yang menjadi pertimbangan, yakni pembiayaan tersebut mampu memberikan nilai tambah yang lebih baik, seperti rantai nilai, transaksi, dan jasa bank lain,” kata dia.

Bekerja Penuh di Tengah Pembatasan

Imam Dwi Baskoro 24 Aug 2021 Koran Tempo

Jakarta - Jumlah perusahaan yang mengajukan permohonan kepada Kementerian Perindustrian supaya diizinkan menerapkan bekerja dari kantor 100 persen terus bertambah. Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian mengatakan banyak perusahaan yang ingin diikutkan dalam uji coba bekerja dari kantor 100 persen. Program ini hanya menyasar industri esensial, khususnya yang berorientasi ekspor, distribusi domestik, dan padat karya. Selama masa uji coba, perusahaan diizinkan mempekerjakan seluruh karyawan dalam dua giliran kerja.

Kementerian Perindustrian meninjau penerapan protokol kesehatan di industri, terutama industri manufaktur. Selain itu, Kementerian akan menguji efektivitas penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai alat pelacakan dan pencegahan agar pekerja yang tertular Covid-19 tidak bisa masuk ke kawasan pabrik. Perusahaan peserta juga wajib mengantongi Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) serta melapor dua kali sepekan. 

Kementerian Perindustrian menjamin kekebalan pekerja dari Covid-19 sebelum mengizinkan bekerja dari kantor 100 persen dikarenakan tidak sedikit buruh yang belum mendapatkan vaksinasi. Pelonggaran aturan kapasitas bisa berdampak positif terhadap kinerja industri dan penerimaan negara. Meski begitu, pemerintah diminta tetap memastikan pelaksanaan vaksinasi bagi pekerja industri manufaktur yang mengikuti program uji coba. Pelaku industri dan regulator pun disarankan bersikap transparan jika ada temuan kasus di tengah program uji coba. 

Menjajal Cuan Bank Digital

Mohamad Sajili 24 Aug 2021 Koran Tempo

Bank Digital BCA meluncurkan aplikasi bernama Blu. Pada tahap awal, Blu telah menerbitkan produk tabungan kreatif, yaitu BluAccount untuk rekening transaksi utama, BluSaving untuk tabungan berbagai macam kebutuhan, dan BluGether untuk tabungan bersama dengan nasabah lain.

Investor yang juga getol berekspansi di bisnis bank digital adalah Jerry Ng. Setelah mengelola Jenius BTPN dan Bank Jago, Jerry menyulap PT Bank Jago Tbk (ARTO) dari bank skala kecil menjadi salah satu pemain bank digital yang diperhitungkan saat ini. Jerry, melalui perusahaan investasi PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI), bertindak sebagai pengendali utama Bank Jago, dengan penguasaan saham sebesar 29,81 persen.

Ketika mengakuisisi Bank Artos yang kini menjadi Bank Jago, Jerry mengatakan bank itu belum memiliki teknologi yang memadai. Bank kecil ini hanya memiliki tujuh kantor cabang di seluruh Indonesia, dan dia menginginkan transformasi digital menyeluruh dalam ekosistem perseroan."Lebih gampang membangun rumah baru daripada renovasi. Jadi, pemilihan Bank Artos ini merupakan suatu keputusan yang strategis." Bank Artos dinilai memiliki syarat yang ideal, yaitu tidak memiliki banyak karyawan sehingga tidak perlu dilakukan pemutusan hubungan kerja setelah akuisisi, serta bank tidak memiliki masalah dengan kredit macet.

Setelah Bank Artos bertransformasi menjadi Bank Jago, investor baru pun masuk. Pada Desember 2020, PT Dompet Karya Anak Bangsa atau Gopay menjadi pemegang saham. Investor lain yang ingin mereguk cuan dari bank digital ini adalah GIC Private Limited asal Singapura. GIC masuk dalam rights issue Bank Jago dengan nilai investasi US$ 225 juta.

Pilihan Editor