;

Keluarga Panigoro Beli PLTU Paiton US$ 68,87 Juta

Hairul Rizal 30 Aug 2021 Kontan, 25 Agustus 2021

Portofolio bisnis keluarga Panigoro bertambah melalui PT Medco Daya Energi Sentosa (MDES), keluarga Panigoro mengambil alih 5% saham PLTU Paiton milik PT Batu Hitam Perkasa, anak usaha PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA). Nilai transaksi itu mencapai US$ 68,87 juta setara Rp 998,62 miliar (kurs Rp 14.500 per dollar AS). 

MDES merupakan anak usaha PT Medco Daya Abadi Lestari (MDAL). Di sisi lain, MDAL merupakan pemegang saham pengendali PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Bukan hanya Paiton, Grup Medco sebelumnya disebut-sebut tertarik untuk masuk ke dua blok migas, yakni Blok Rokan dan Blok Corridor. Namun hingga kini, kabar tersebut belum terkonfirmasi. Transaksi PLTU Paiton bakal melengkapi kepemilikan keluarga Panigoro pada pembangkit listrik. Sebelumnya Medco Energi berinvestasi di pembangkit energi baru terbarukan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla berkapasitas 1.948 MW. Medco juga berkongsi dengan Kansai Electric Power Company. Di sisi lain, Medco membangun PLTS di pertambangan Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas memperkirakan, MDES berpotensi kembali memperbesar kepemilikan sahamnya di Paiton Energy jika transaksi pembelian saham memberikan hasil yang diharapkan. "Karena saat ini Paiton adalah pembangkit listrik yang berkontribusi atas konsumsi listrik di Pulau Jawa," imbuh dia kepada KONTAN, kemarin.Sukarno mensinyalir, Grup Medco tertarik untuk membeli saham PLTU Paiton karena potensi keuntungan yang akan diperoleh nanti diharapkan bisa menambah sumber pendapatan bagi perusahaan.

Pakailah Rupiah Meskipun Sedang Di Negeri Orang

Hairul Rizal 30 Aug 2021 Kontan, 25 Agustus 2021

Perbankan berancang-ancang menangkap peluang bisnis anyar dari transaksi Quick Response Indonesia Standard (QRIS) lintas negara. Ini seiring berjalannya pilot project pembayaran berbasis kode QR antar negara antara Bank Indonesia (BI) dengan Bank of Thailand. Pembayaran berbasis kode QR antar negara ini dinilai lebih aman. Nasabah tidak perlu lagi membawa uang dalam jumlah banyak jika ke negeri orang. Di bawah payung Currency Settlement (LCS), nasabah menggunakan rupiah dengan sistem QR itu walau sedang di luar negeri.  

BI Beli Surat Berharga Negara Rp 439 Triliun

Hairul Rizal 30 Aug 2021 Kompas, 25 Agustus 2021

Bank Indonesia akan membeli Surat Berharga Negara dengan nilai total Rp 439 triliun sampai dengan 2022 untuk membantu pembiayaan anggaran penanganan Covid-19 dan meringankan tekanan fiskal APBN. ”Ini merupakan bentuk koordinasi antara pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia untuk ikut dalam pembiayaan anggaran penanganan Covid-19 dengan terjun ke pasar membeli SBN,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers tentang ”Pemerintah dan BI Perkuat Kerja Sama dalam Pembiayaan Sektor Kesehatan dan Kemanusiaan sebagai Dampak Pandemi Covid-19”, Selasa (24/8/2021).

Kesepakatan Kementerian Keuangan dengan BI tersebut dituangkan dalam Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Gubernur BI tentang Skema dan Mekanisme Koordinasi antara Pemerintah dan BI dalam Rangka Pembiayaan Penanganan Dampak Pandemi Covid-19 melalui pembelian di Pasar Perdana oleh BI atas SUN dan/atau surat berharga syariah negara yang diterbitkan pemerintah.


Industri Makanan dan Minuman, Optimisme Masih Tinggi

Yuniati Turjandini 30 Aug 2021 Bisnis Indonesia

Ditengah pandemi yang diperkirakan masih akan berlangsung lama, industri makanan dan minuman optimis kinerja akan lebih baik pada tahun depan. Hal ini seiring dengan pemulihan ekonomi secara nasional yang terus berjalan. Meski belum mematok angka pertumbuhan, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatkan proyeksi optimistis  akan menjadi skenario tahun depan. Apalagi, saat ini pemerintah perlahan mulai menyesuaikan kebijakan pembatasan mobilitas masyarakat. "Semoga bisa lebih pulih karena kemarin kami juga cukup merasa tertekan karena pembatasan. Namun, secara keseluruhan harusnya tahun depan lebih bagus karena  berkaca dari tahun ini yang juga sudah lebih baik," katanya kepada Bisnis, Rabu (25/8). Adhi pun menyebutkan sampai akhir tahun industri makanan dan minuman masih diproyeksikan mampu mencapai target seperti yang sudah dicanangkan pada awal tahun, yakni di kisaran 5%-7%. 

Ketua Umum Assosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin) Rachmat Hidayat sebelumnya mengatakan pertumbuhan sektor makanan dan minuman tersebut sudah sangat baik dan terbilang tidak kecil. "Jadi, berangkatnya sudah menjadi base yang berbeda. Yang sekarang naik dua digit mungkin dulu minus sangat dalam. Artinya, mamin tetap berada di tren pemulihannya  meski saat ini dengan tantangan-tantangan lain." katanya. Rachmat menyebut untuk sektor AMDK, saat ini kondisinya belum banyak berubah. Penurunan produksi harus terjadi pada kemasan kecil akibat PPKM level 3 dan 4, sedangkan galon masih berjalan normal sesuai permintaan. Saat ini, industri makanan dan minuman hanya berharap pada pendorong kuartal IV/2021, yakni natal dan tahun baru dengan kunci pengendalian pandemi gelombang kedua selesai kuartal III/2021. (YTD) 

Polemik Impor Pangan, Industri Diajak Serap Cabai Lokal

Yuniati Turjandini 30 Aug 2021 Bisnis Indonesia

Kementerian Pertanian mengajak Industri menyerap cabai yang dihasilkan petani lokal dari pada mengimpor dari Negara lain. Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Holtikultural Kementan Bambang Sugiharto menjelaskan impor cabai sepanjang semester 1/2021 mencapai 27.851 ton yang dilakukan guna memenuhi kebutuhan industri. Padahal, produksi cabai nasional 2021 merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 27.851 juta ton. Produksi ini mengalami peningkatan 7,11% dibandingkan dengan 2019.

Bambang menjelaskan bahwa pasokan aneka cabai untuk komsumsi di Indonesia berada pada posisi surplus. Kementan juga menyiapkan mobil berpendingin untuk mengangkat cabai dari lahan dengan gratis tanpa biaya kirim. “Kami juga telah bersurat pada dinas terkait di 34 propinsi untuk menyerap produk petani. Alokasi anggaran untuk bantuan pasca panen juga telah ada, agar kualitas produksi petani terjaga. Pada Juli, produksi cabai tercatat sebanyaj 163,293 ton dengan kebutuhan sebesar 158.855 ton.

“Hingga Juli kita surplus 4.439 ton, kebutuhan masyarakat terhadap aneka cabai masih dapat dipenuhi dari hasil produksi didalam negeri,” kata Direktur Sayuran dan Tanaman obat Kementan Tommy Nugraha. Surplus produksi itu, katanya, bisa diantisipasi dengan meminta pengusaha lokal dan Pemda menyerap hasil panen cabai. Sementara itu, penyerapan komoditas cabai di Jawa Timur mengalami penurunan. Serapan hasil panen cabai hanya 30%-40%. (YTD)


Aksi Korporasi, Amazon Investasi di Bisnis Wealth Management

Yuniati Turjandini 29 Aug 2021 Bisnis Indonesia

Amazon.com Inc. melakukan investasi perdananya di sektor managemen kekayaan senilai US$40 juta pada starup fintech Smallcase Tecnologies Pvt. Startup yang berkantor pusat di Bangalore ini mengatakan pendanaan tersebut dipimpin oleh Fearing Capital Ptv. dan juga bergabung  dengan investasi lainnya Premjilnvest, kantor investasi swasta milliarder teknologi Azem Premji.

Rencananya, modal tersebut akan digunakan untuk memperluas produk investasinya dikelas aset seperti reksa dana, ekuitas global, dan obligasi. Startup ini ingin mengembangkan platform teknologi dan lebih jauh lagi membangun jaringan distribusinya. Perusahan rintisan ini diuntungkan dengan ledakan investor ritel yang dipicu pandemi Covid-19 dan belum pernah terjadi sebelumnya di pasar ekuitas India. Basis penggunaaanya lebih berlipat ganda menjadi lebih dari 3 juta pada tahu lalu.

"Sekelompok baru investor yang lebih muda dan berani mengambil resiko tinggi berpartisipasi di pasar modal dan mereka mengingikan transparansi penuh," kata CEO Vasant Kamath dilansir Bloomberg, Rabu (18/8). Bagi Amazone, investasi di Smallcase membuka batas baru dalam bisnis pengelolaan kekayaan. Raksasa dagang el ini sebelumnya telah berinvestasi di startup fintech lain di India, termasuk pemain asuransi Acko General Insurance Ltd., serta penyedia kredit Capital Float. (YTD)

Pabrikan Mobil Minta Diskon PPnBM 100% Dilanjutkan

Yuniati Turjandini 29 Aug 2021 Investor Daily, 24 Agustus 2021

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Guniwang Kartasasmita mengusulkan perpanjangan insentif pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM-DTP) 100% untuk pembelian mobil baru. Menperin telah mengirim surat ke Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait usulan tersebut. "Alasannya, industri pendukung di belakang sektor otomotif banyak sekali," kata Menperin dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Rabu (25/8). "Kami punya detailnya berkaitan dengan industri-industri pendukung dibelakang otomotif, dari lapis 1 hingga termasuk industri kecil dan menengah yang terlibat didalamnya. Jadi dampak insentif ini luar biasa, sehingga industri bisa tumbuh," tambah dia.

Sejak 1 Maret 2021, pemerintah menerapkan kebijakan PPnBM DTP terhadap pembelian mobil baru. Program tersebut dimulai untuk mobil penumpang berkapasitas mesin dibawah 1.500 cc dengan kandungan lokal tertentu. Awalnya, besaran PPnBM-DPT mencapai 100% selama Maret-Juni, lalu Juli-Agustus 50% dan Oktober-Desember 25%. Pada kesempatan tersebut, Agus juga mengatakan insentif pajak penjualan ditanggung pemerintah (PPN-DPT) untuk sektor properti juga berhasil mendorong penjualan.

"Kami juga mendorong PPN-DPT disektor properti, karena ini sektor yang industri pendukung dibelakang besar sekali. Untuk mendapatkan relaksasi. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan demand side yang kita miliki," kata dia. Sebelumnya, Skeretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menyebutkan, insentif PPN-DPT sangat positif tidak hanya bagi industri otomotif, tetapi industri terkait lainnya, termasuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Apalagi, dia menuturkan, rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih rendah dibanding dengan negara Asean lainnya. (YTD)


TaniFund, P2P Lending Agrigultur Pertama yang Peroleh Izin OJK

Hairul Rizal 29 Aug 2021 Investor Daily, 23 Agustus 2021

TaniFund yang merupakan platform peer to peer (P2P) lending di Indonesia telah memasuki babak baru setelah resmi mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penyelenggara financial technology (fintech) P2P lending sektor agrikultur. Sebagai P2P lending agrikultur pertama di Indonesia yang berizin OJK, TaniFund semakin memperkuat komitmen dan strateginya dalam menyediakan akses permodalan bagi petani dan UMKM di seluruh Indonesia. 

Chief Strategy Officer TaniHub Group, Natalia Rialucky menjelaskan, keputusan OJK tersebut tertuang dalam Surat Tanda Berizin KEP64/D.05/2021 yang diterbitkan pada 2 Agustus 2021. “TaniFund bergabung bersama sejumlah P2P lending lainnya dengan predikat berizin dan diawasi OJK. Dari daftar tersebut, TaniFund adalah satu-satunya P2P lending yang bergerak di sektor agrikultur dengan izin OJK,” kata dia dalam kete rangan tertulisnya kepada Investor Daily, Minggu (22/8/2021). 

Natalia menegaskan, TaniFund sebagai unit P2P lending di bawah startup agritech Tanihub Group meyakini bahwa lisensi OJK yang diraih dapat meningkatkan kepercayaan dan keamanan para pendana (lender) dan peminjam (borrower), dengan mengantongi izin usaha dari OJK. Dengan adanya lisensi OJK, TaniFund bisa mengundang lebih banyak lagi lender baru dan mendorong lender lama untuk meningkatkan pendanaan mereka. Pasalnya, lisensi OJK akan membuat para lender baru dan lama semakin mantap dengan kesiapan TaniFund dalam mengkurasi proyek-proyek pendanaannya.

Penurunan Penjualan Sepeda, Produsen Sesuaikan Kapasitas Produksi

Hairul Rizal 29 Aug 2021 Bisnis Indonesia, 24 Agustus 2021

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di tengah tren penurunan penjualan sepeda membuat produsen terpaksa menyesuaikan kapasitas produksinya. 

Direktur PT Insera Sena, produsen sepeda Polygon, William Gozali mengatakan dampak dari PPKM sangat berbeda dibandingkan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahun lalu. Kali ini banyak toko sepeda juga harus tutup dan konsumen yang bersepeda jauh pun berkurang dibandingkan dengan tahun lalu.“Untuk pabrikan kami mengikuti aturan pemerintah sehingga juga ada dampak kepada produksi kami. Saat ini kita masih memantau perkembangan arahan pemerintah sehingga produksi belum beroperasi penuh,” katanya kepada Bisnis, Senin (23/8).

Menurut William, pabrikan saat ini mencoba untuk meningkatkan penjualan ekspor. Dari penjualan lokal, pihaknya akan terus berusaha mengedukasi cyclist dan non-cyclist untuk bisa hidup sehat dengan bersepeda. Produsen sepeda Element, PT Roda Maju Bahagia, menyebut saat ini telah melakukan penyesuain produksi sejak kasus Covid-19 gelombang kedua terjadi.


Kesepakatan Perdagangan Elektronik, Pertajam Taji E-commerce Di ASEAN

Hairul Rizal 29 Aug 2021 Bisnis Indonesia, 24 Agustus 2021

Persetujuan Asean tentang Perdagangan dalam Sistem Elektronik atau Asean Agreement on E-Commerce diharapkan dapat segera disahkan sebagai undang-undang nasional seiring dengan target pertumbuhan ekonomi digital yang dibidik pemerintah. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan bahwa Indonesia menargetkan dapat menguasai 40% dari total potensi ekonomi digital pada 2025. Perdagangan internasional, terutama yang terkait dengan e-commerce (dagang-el), diyakini bisa menjadi motor untuk realisasi target tersebut.“Pemerintah berupaya untuk memanfaatkan perdagangan internasional khususnya terkait e-commerce melalui kerja sama dengan negara-negara Asean dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat,” kata Lutfi dalam rapat pembahasan tingkat I Asean Agreement on E-Commerce bersama Komisi VI DPR RI, Senin (23/8).

Transaksi dagang-el pada 2021 diperkirakan menembus Rp354,3 triliun, naik 33,11% dibandingkan dengan nilai transaksi pada 2020 senilai Rp266,2 triliun. Volume transaksi juga diramalkan naik 38,17% dari 925 juta transaksi sepanjang 2020 menjadi 1,3 miliar transaksi pada 2021. “Peran e-commerce dalam perekonomian Asean makin meningkat. Tercatat kontribusi PMSE (perdagangan melalui sistem elektronik) mencapai 7% dari total PDB Asean. Pertumbuhan e-commerce tumbuh menjadi US$200 miliar pada 2020 dan selama 2015 sampai 2019 telah tumbuh tujuh kali lipat dari US$5,5 miliar menjadi US$38 miliar,” tambah Lutfi.


Pilihan Editor