Objek Wisata Danau Rayo Sepi
MURATARA, TRIBUN - Objek wisata Danau Rayo di Desa Sungai Jernih, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mulai sepi.
Saat akhir pekan atau momen libur panjang pun masih sepi, bahkan pada hari-hari biasa nyaris tak ada warga berwisata.
Dahulu sewaktu baru-baru dibuka, wisata terpopuler yang berada tak jauh dari pusat ibukota Muara Rupit ini selalu ramai pengunjung.
“Baru-barunya saja ramai, sekarang tidak lagi, mungkin orang sudah bosan, tidak menarik lagi," ujar warga, Anton dibincangi Tribunsumsel.com, Rabu (15/9).
Menurut dia, sepinya pengunjung Danau Rayo tidak berhubungan dengan pandemi virus Corona atau Covid-19. Mengingat beberapa bulan terakhir, Danau Rayo selalu ramai pengunjung padahal sudah ada wabah Virus Corona.
"Kalau dikaitkan dengan Corona sepertinya tidak, bulan-bulan kemarin tetap ramai, Corona sudah ada padahal," katanya.
Warga lainnya, Rais menduga sepinya objek wisata di tengah-tengah Kabupaten Muratara tersebut karena tak menarik lagi.
Menurut dia, para pengelola wisata Danau Rayo harus terus membuat inovasi agar wisatawan tak bosan berkunjung.
Apalagi kata Rais, fasilitas yang disediakan pengelola tidak diperbaharui atau tersedianya tempat berfoto yang berganti-ganti. "Mungkin karena fasilitasnya itu-itu saja, jadi pengunjungnya bosan, harus ada inovasi baru, tambah apa, begitu.
Di sini paling main bebek-bebek keliling danau, foto-foto di taman bunga, itu saja, kalau dulu lumayan banyak," katanya.
Rais juga menyarankan pengelola tidak memasang tarif yang terlalu mahal kepada pengunjung yang datang ke Danau Rayo.
“Terus juga jangan mahal-mahal, biarlah murah yang penting lancar, parkir motor saja lima ribu, harusnya kan dua ribu saja, belum yang lain," keluhnya.
Sementara itu, Sar Danau, pedagang di sekitaran wisata tersebut mengakui Danau Rayo sepi terus.
Menurut dia, Danau Rayo akan ramai kembali bila pemerintah daerah rutin mengadakan kegiatan di sini.
"Kalau pemerintah sering-sering adakan acara di sini pasti ramai terus, seperti dulu ada festival Danau Rayo. Sekarang mungkin karena ada Corona ini, jadi kegiatan dibatasi," katanya.
400 Kios di Pasar Pangkalan Balai Tutup
BANYUASIN, TRIBUN - Dampak pandemi yang terjadi saat ini, masih dirasakan pedagang di Pasar Pangkalan Balai Kecamatan Banyuasin Kabupaten Banyuasin.
Pedagang di Pasar Pangkalan Balai, mengeluh masih sepinya pembeli yang datang kepasar ini. Dari pantauan, pedagang yang ada di pasar ini terlihat hanya duduk-duduk sambil menunggu pembeli.
Ada pula pedagang yang sampai tertidur, karena sejak pagi belum ada pembeli yang datang. Tak sedikit pula, pedagang yang duduk di depan los mereka sambil bercerita.
"Aduh sepi sekali pembeli. Lihat saja ini, bisa sambil tidur-tiduran. Karena tidak ada yang belanja, Lia pedagang pakaian jadi, Rabu (15/9).
Tak hanya Lia, pedagang pakaian sekolah juga mengaku dampak pandemi saat ini pembeli pakaian sekolah jauh menurun. Tak seperti sebelum pandemi, saat sekolah masuk banyak orang yang berbelanja pakaian sekolah anaknya.
Sepi, tidak banyak yang belanja seragam sekolah. Padahal, sekarang sudah mulai sekolah, tetapi yang beli pakaian anak sekolah sepinya minta ampun," kata Aswani.
Hal ini, dibenarkan Kepala Pasar Pangkalan Balai Nazirwan ketika ditemui. Menurutnya saat ini daya beli masyarakat masih belum stabil. Terlebih untuk los atau kios pakaian jadi yang sangat berimbas.
"Disini ada 710 los atau kios. Sebagian besar tidak buka, karena sepi pembeli. Dari data kami, ada 400 los atau kios pakaian jadi yang tutup karena sepi pembeli," katanya.
Pihaknya juga tidak dapat berbuat banyak. Tutupnya los dan kios yang ada di Pasar Pangkalan Balai, pastinya jugaa berdampak pada pemasukan PAD dari Pasar Pangkalan Balai.
Karena, banyak pedagang terutama dari los atau kios pakaian yang tutup lantaran sepi pembeli. Sehingga, pembayaran los atau kios juga menjadi terhambat.
“Retribusi kami target perbulan dari semua los dan kios yang ada di pasar Pangkalan Balai ini senilai Rp Rp 21.500 ribu per bulan. Sedangkan, untuk target sewa los atau kios kami targetkan Rp 18.100 ribu per bulannya. Kendalanya, sewa kios atau los ini, karena banyak yang tutup," katanya
Temukan Potensi Kecurangan Rp 2,94 T
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkapkan 2.170 temuan yang memuat 2.843 permasalahan senilai Rp 2,94 trillun terkait program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).
Temuan itu, meliputi 887 kelemahan sistem pengendalian intern, 715 ketidakpatuhan terhadap ketentuan perundang-undanganan dan 1.241 permasalahan terkait ekonomi keekonomian, efisiensi dan efektifitas.
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna mengatakan, pihaknya telah memberikan rekomendasi untuk mengatasi masalah tersebut. Antara lain, agar pemerintah menetapkan grand design, rencana kerja satuan tugas Penanganan Covid-19 yang jelas dan terukur.
Tak hanya itu, Agung mengatakan, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap PC-PEN selama tahun 2021 berhasil mengidentifikasi sejumlah masalah terkait identifikasi dan kodifikasi anggaran PC-PEN serta realisasinya.
Satgas BLBI Panggil Keluarga Bakrie
Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia alias Satgas BLBI terus mengejar para debitur dan obligor penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk memulihkan aset yang diketahui telah merugikan negara senilai Rp138 triliun.
Keluarga Bakrie, ada Nirwan Bakrie dan Indra Usmansyah Bakrie yang masuk daftar panggilan. Adik dari Aburizal Bakrie itu diminta menemui Satgas pada Jumat (17/9) lusa. Upaya penagihan terhadap keluarga konglomerat Bakrie itu diketahui dari pengumuman yang disampaikan oleh Satgas BLBI melalui Harian Kompas pada Selasa (14/9) kemarin.
Nirwan, Indra, dan para obligor lainnya itu dipanggil ke Gedung Syarifuddin Prawiranegara Lantai 4, Kementerian Keuangan pada Jumat (17/9) pukul 09.00-11.00.
Mereka diminta menghadap ke Ketua Kelompok Kerja Penagihan dan Litigasi Tim C Satgas BLBI. Satgas BLBI menegaskan akan melakukan tindakan apabila para pihak yang dipanggil tersebut mangkir dari panggilan itu.
Fintech Dapat Guyuran Dana Jutaan Dolar
Pemain fintech lending makin gencar mendapatkan suntikan dana baru. Tak main-main, mereka mendapatkan suntikan dana hingga jutaan dolar baik dari investor asing maupun lokal.
Sepanjang 2021, beberapa fintech yang meraih pendanaan seperti Amartha, Danacita dan AwanTunai. Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) Kuseryansyah mengatakan, alasan investor berinvestasi ke perusahaan fintech karena melihat potensi bisnis yang besar di Indonesia.
Fintech berkembang sejak tahun 2016, dan berkembang selangkah demi selangkah. Kemudian memperlihatkan pertumbuhan yang tetap tinggi
Pada tahun lalu saja, bisnis fintech tumbuh 25% walau menghadapi pandemi. Dengan realisasi, diperkirakan bisnis fintech tahun ini bisa melebihi angka 25% karena kesenjangan kredit di Indonesia masih tinggi.
Dengan potensinya yang besar, investor semakin gencar berinvestasi pada perusahaan fintech. Dari kerja sama tersebut, investor mendapatkan untung dari kenaikan harga saham fintech jika bisnis dan ekspansi perusahaan yang semakin besar.
Indosat dan Hutchison 3 Merger, Nilai Transaksi Rp 85,5 Triliun
Ooredoo QPSC dan CK Hutchison Holdings Limited menandatangani kesepakatan transaksi definitif untuk menggabungkan bisnis telekomunikasi di Indonesia, yaitu PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia. Nilai transaksi merger yang menghasilkan perusahaan gabungan bernama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk ini mencapai US$ 6 miliar atau setara Rp 85,5 triliun. Ooredoo Group saat ini memiliki 65% saham dan kendali atas Indosat Ooredoo Asia. Penggabungan Indosat dan Hutchison 3 akan menyebabkan HC Hutchison memperoleh saham baru di Indosat Ooredoo hingga 21,8% dari Indosat Ooredoo Hutchison. Pada saat yang sama, PT Tiga Telekomunikasi akan menerima saham baru Indosat Ooredoo hingga 10,8% dari Indosat Ooredoo Hutchison.
Pada akhir transaksi, Indosat Ooredoo Hutchison akan dikendalikan secara bersama-sama oleh Ooredo Group dan CK Hutchison. Perusahaan gabungan akan tetap terdaftar di Bursa Efek Indoensia, dengan pemerintah Indonesia memiliki 9,6% saham. PT Tiga Telekomunikasi Indonesia memilki 10,8% saham, dan pemegang saham publik lainnya memiliki kira-kira 14% saham. Penyelesaian transaksi ini bergantung pada persetujuan dari pemegang saham Ooredoo Group, CK Hutchison, Indosat Ooredoo, persetujuan reguler, serta berbagai syarat dan ketentuan. Jika semua persetujuan berhasil didapatkan, penggabungan ini diperkirakan selesai pada akhir maret 2021.
Aziz Aluthman Fakhroo, managing director of Ooredoo Group mengatakan, kesepakatan ini adalah suatu langkah besar untuk melahirkan perusahaan nomor dua yang lebih kuat di Indonesia. "Kami sekarang bisa fokus untuk menyelesaikan transaksi dan bekerja sama dengan CK Hutchison untuk membangun perusahaan telekomunikasi digital kelas dunia di Indonesia," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (16/9). Sementara itu, Canning Fok, group co-managing director of CK Hutchison Holdings, mengatakan bahwa kesepakatan ini adalah kesempatan besar untuk membangun perusahaan telekomunikasi yang lebih kuat dan inovatif di Indonesia. (yetede)
Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Naik Menjadi Rp 119,74 Triliun
Pendapatan industri asuransi jiwa d tanah air meningkat 64 persen (year-on-year/yoy) sepanjang semester pertama 2021, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kenaikan pendapatan mencapai Rp 46,74 triliun menjadi Rp 119,74 trilliun.
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Budi Tampubolon menyebut kenaikan ini menandai adanya sinyal pemulihan di industri. Salah satunya terlihat dari sisi pendapatan, di mana premi tumbuh sebesar 17,5 persen yoy.
Menurut Budi, besarnya pertumbuhan premi bisnis baru sangat ditopang oleh menguatnya peran penjualan Bancassurance. Saluran distribusi ini tumbuh 37,5 persen atau setara nilai premi Rp 37,96 triliun pada tahun ini.
BI Suntik Likuiditas Rp 118,35 T ke Perbankan per Agustus 2021
Bank Indonesia (BI) terus melakukan injeksi likuiditas atau quantitative easing di perbankan di 2021 ini. Total dana injeksi mencapai Rp 97,34 triliun pada semester pertama dan Rp 21 triliun hingga 31 Agustus 2021, di semester kedua.
Sementara pada 2020, suntikan likuiditas BI mencapai Rp 726,57 triliun. Sehingga secara total sejak 2020, BI telah melakukan injeksi likuiditas sebesar Rp 845 triliun atau setara 5,3 persen PDB.
Menurut Destry, kebijakan ekspansi moneter ini telah membuat kondisi likuiditas perbakan hingga Juli 2021 sangat longgar. Ini terlihat dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi yaitu 32,51 persen.
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo juga telah beberapa kali menyinggung soal kebijakan injeksi likuiditas ini. Perry telah memberi sinyal bahwa injeksi likudiitas pada tahun 2022 bakal terus berkurang.
Nirwan dan Indra Bakrie Diminta Bayar Utang Rp 22,67 M
Perwakilan keluarga Bakrie sudah datang menemui Satgas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) untuk penyelesaian utang ke negara Rp 22,67 miliar. Perwakilan ini datang setelah ada pemanggilan terhadap PT Usaha Mediatronika Nusantara.
Juru bicara Keluarga Bakrie sudah menanggapi pengumuman Satgas BLBI. Terutama, mengenai pemanggilan Nirwan Dermawan Bakrie dan Indra Usmansyah Bakrie untuk menagih piutang negara sebesar Rp 22,67 miliar.
Menurut juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara Satriawangsa, keluarga Bakrie tidak memiliki utang BLBI. "Bakrie tidak memiliki hutang BLBI, silakan klarifikasi langsung dengan Satgas BLBI," ujar dia kepada Tempo, Selasa, 14 September 2021.
Merespons pernyataan juru bicara keluarga Bakrie, Rionald tetap bersikukuh dengan pemanggilan yang sudah dilakukan. "Usaha Mediatronika, dalam catatan kami, memang ada kewajibannya (utang)," kata Rionald.
Ukraina Berencana Melegalkan Pengaturan Kripto
Pemerintah Ukraina bakal
menjadi negara kelima dalam beberapa
pekan lagi, yang menetapkan beberapa
aturan dasar untuk pasar mata uang
kripto (cryptocurrency). Hal ini menjadi
pertanda bahwa pemerintah di seluruh
dunia menyadari bitcoin akan tetap ada.
Dalam pemungutan suara yang
hampir mencapai kata sepakat, Parlemen Ukraina mengadopsi hukum yang
melegalkan dan mengatur mata uang
kripto. Rancangan undang-undang
(RUU) ini disebut mulai dijalankan
pada 2020, dan sekarang berada di
meja Presiden Volodymyr Zelensky.
Sebagai informasi, sampai hari ini,
penggunaan mata uang kripto di Ukraina masih berada di area hukum abu-abu.
Di mana penduduk setempat diizinkan
untuk membeli dan menukar mata uang
virtual itu, tetapi perusahaan-perusahaan dan bursa yang berurusan dengan
kripto sering kali mendapat pengawasan
ketat oleh para penegak hukum.
Menurut Kyiv Post, pihak berwenang
cenderung mengambil sikap agresif
dalam hal uang virtual.
Dalam kunjungan kenegaraan resmi
ke Amerika Serikat (AS) pada bulan lalu,
Presiden Zelensky berbicara mengenai
pasar inovatif legal pemula untuk aset
virtual Ukraina sebagai titik penjualan investasi. Sementara itu, Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov,
mengatakan negaranya sedang memodernisasi pasar pembayarannya sehingga
Bank Nasional-nya dapat menerbitkan
mata uang digital.









