;

Penjualan di Palembang Masuk 10 Besar

Fadilla Anggraini 17 Sep 2021 Sriwijaya Post

PALEMBANG, SRIPO - Ekonomi di Kota Palembang dinilai stabil dibanding kota lainnya selama masa pandemi, dengan membukukan penjualan termasuk dalam 10 besar nasional. Itulah salah satu alasan Mitra 10 ekspansi toko keduanya di Palembang menempati eks Lippo Plaza Jakabaring. Sebelumnya Mitra 10 hadir di Tanjung Api-api depan asrama haji.

Seiring perkembangan terkini pandemi Mitra 10 menawarkan belanja aman dari rumah tanpa harus datang langsung ke toko memanfaatkan layanan e-commerce dengan konsep omnichannel,www.mitra10.com dan platform chat commerce melalui whatsApp business di nomor 0878-0002-1010.

Proses layanan pesanan via aplikasi WhatsApp ini dapat dilakukan dengan sangat mudah dan fleksibel, dan ditangani oleh tim sehingga hemat waktu.

Beberapa layanan unggulan yang ditawarkan yaitu pertama, pelanggan bisa memilih toko dan membeli barang dari toko Mitra 10 yang terdekat.

Artinya, sebelum menambah barang ke keranjang belanja, pelanggan dapat memilih barang yang tersedia di toko Mitra 10 yang letaknya paling dekat dengan lokasi tempat tinggal.

"Mitra 10 hadir menjawab kemajuan teknologi digital dengan hadir secara online ?ehingga lebih mudah membeli kebutuhan rumah tangga dan alat bangunan," kata General Manager Marketing Communication Mitra 10 Erick Koswara, Kamis (16/09/2021).

Ada juga layanan click and collect yakni layanan ambil sendiri, dimana pelanggan berbelanja produk di toko online mitra10.com,dan barangnya diambil sendiri di toko terdekat yang sudah di pilih sebelumnya oleh pelanggan.


Penuhi Gizi Keluarga dengan Dendeng Ikan

Fadilla Anggraini 17 Sep 2021 Sriwijaya Post

PALEMBANG, SRIPO - Jumlah produksi ikan ini dapat dijadikan sebagai representasi untuk peluang pengolahan hasil perikanan di Ogan Ilir, khususnya Desa Semambu. Melihat peluang yang bagus ini, tim dosen Prodi Teknologi Hasil Perikanan membagikan pengetahuannya dalam program pengabdian masyarakat.

Dipilihnya Desa Pulau Semambu merupakan bagian dari kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir, karena kampus utama Unsri terletak di jalan Raya Palembang Prabumulih yang melewati desa Pulau Semambunsari. "Maka sasaran pengabdian tahun 2021 ini adalah desa Pulau Semambu, yang sesuai dengan arah kebijakan Unsri, khususnya Fakultas Pertanian tempat bernaung Teknologi Hasil Perikanan untuk menjadikan desa ini sebagai desa binaan melalui pengembangan yang bersifat pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya yang tersedia, hasil perikanan, melalui perantara peranan BUMDesnya," ujar ketua tim Diversifikasi Olahan Ikan untuk Pemenuhan Gizi dan Peningkatan Pendapatan Keluarga, Sherly Ridhowati, Kamis (16/9/2021).

Ditambahkan ketua tim kegiatan Introduksi Teknologi Pengolahan Ikan Lele Tanpe Limbah, Rinto, kegiatan pengabdian ini mengusung dua tema besar kegiatan yaitu Diversifikasi Olahan Ikan untuk Pemenuhan Gizi dan Peningkatan Pendapatan Keluarga dan Introduksi Teknologi Pengolahan Ikan Lele Tanpe Limbah. "Kedua kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Pulau Semambu, kegiatan pemberdayaannya berupa pelatihan pembuatan dendeng ikan dan abon ikan, kedua produk tersebut diolah dari daging ikan lele," kata Rinto.

Sherly mengatakan, pengolahan daging ikan lele menjadi dendeng dan abon sebagai alternatif diversifikasi produk perikanan untuk pemberdayaan dapat memenuhi gizi keluarga, dan meningkatkan pendapatan. "Dipilihnya ikan lele karena kami melihat produksi ikan lele di pulau Semambu ini sampai 1.233, 55 ton, hal ini dapat dijadikan sebagai sebagai reprensentasi untuk peluang pengoalahan hasil perikanan Ogan Ilir, khususnya desa Semambu," ujar Sherly.

Dendeng ikan dan abon ikan, kedua produk tersebut diolah dari daging ikan lele. Cara membuatnya pun sangat mudah, masyarakat di luar pulau Semambu pun juga bisa membuat dan menjajakannya.

Kegiatan ini diikuti kurang lebih 30 orang termasuk perwakilan dari BUMdes, Lilik, kemeriahan kegiatan pengabdian ini juga dibuka oleh kepala desa Pulau Semambu, Tarzan dan dihadiri juga Wakil Dekan III Fakultas Pertanian Unsri, Herpandi.

Dikarenakan kegiatan pengabdian ini sebagai wahana praktek lapangan maka pelaksanaannya dilakukan selama sebulan, wahana sosialisasi pengenalan berbagai produk perikanan, mulai dari pengolahan, pengemasan, pendampingan izin usaha, pemasaran, hingga pemanfaatan limbah. Kepala Desa serta perwakilan BUMdes desa Pulau Semambu melihat kegiatan ini sangat baik untuk kedepannya, kolaborasi civitas akademik dengan masyarakat sekitar kampus, warga desa Pulau Semambu, untuk ditingkatkan, slogan Dosen/ Mahasiswa Turun ke Desa terbukti melalui pelaksanaan kegiatan ini. 

UMKM Maker-Reseller Lokal Kunci Ekonomi

Fadilla Anggraini 17 Sep 2021 Sumatera Ekspres

JAKARTA - Tokopedia terus melaju. Menurut sebuah riset terbaru, Tokopedia menjadi e-commerce paling populer di kalangan UMKM.

"Ini karena Tokopedia dinilai memberikan frekuensi transaksi tersering, memiliki kualitas fitur terbaik yang mudah dioperasikan oleh penjual hingga memberikan omzet penjualan terbesar bagi para UMKM," ungkap AVP of Product Tokopedia, Puput Hidayat.

Selain itu, para UMKM menilai Tokopedia unggul dalam memberikan manfaat, antara lain membuka akses terhadap pasar nasional, memberi dukungan terhadap produk atau UMKM lokal dan memberikan pendampingan serta edukasi kepada penjual.

Di sisi lain, data internal Tokopedia mencatat kini ada lebih dari 11 juta penjual di platformnya dan hampir 100 % UMKM. "UMKM lokal di Tokopedia terdiri dari maker (produsen) maupun reseller. Mereka sama-sama berkontribusi pada perekonomian digital," jelas Puput.

la menambahkan UMKM yang punya kanal digital dinilai lebih tangguh hadapi pandemi dan menjaga ketersediaan lapangan pekerjaan lewat pemanfaatan platform teknologi. Songket PaSH dan Ikan Asin Medan adalah contohnya.

Produsen Songket PaSH, Kiagus Adit, dari Palembang, menyatakan meski penjualan sempat menurun hingga 60 % di awal pandemi, pemanfaatan platform Tokopedia membuat penjualan kembali stabil. "Omzet kami kini bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan," tuturnya.

Adit memberi tips bagi UMKM, khususnya maker dalam berjualan. "Pertama, cari tahu produk paling laku, lakukan analisis kompetitor untuk menentukan harga jual. Setelah itu ciptakan brand awareness. Salah satunya beriklan lewat fitur tersedia, misal TopAds, atau pasang harga lebih murah. Kecepatan dalam merespon chat pelanggan juga menjadi kunci," tegasnya.

Pemilik Ikan Asin Medan, Tanoto Frans, UMKM reseller yang berdayakan puluhan nelayan Medan mengungkapkan lebih dari 85% penjualan berasal dari Tokopedia. "Omzet bulanan kami kini mencapai ratusan juta rupiah," ungkap Frans.

Ekspor Catat Rekor Tertinggi

Fadilla Anggraini 17 Sep 2021 Sumatera Ekspres

JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2021 menunjukkan performa meningkat dari bulan lalu. Sesuai rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Rabu (15/09), nilai perdagangan Indonesia periode Agustus 2021 tercatat surplus US$ 4,74 miliar, melanjutkan tren surplus sejak Mei 2020 atau surplus selama 16 bulan berturut-turut. Nilai surplus tersebut bahkan rekor tertinggi sejak Desember 2006. sebesar US$ 4,64 miliar.

Performa surplus yang impresif tersebut ditopang peningkatan ekspor Indonesia yang terakselerasi pada Agustus 2021 mencapai US$ 21,42 miliar, meningkat double digit sebesar 20,95% (mtm) atau 64,10% (yoy). Nilai ekspor tersebut sekaligus tercatat sebagai rekor tertinggi baru bagi ekspor Indonesia, menembus rekor tertinggi sepanjang masa yang pernah terjadi sebelumnya pada Agustus 2011 sebesar US$ 18,60 miliar.

"Pencapaian ini mengindikasikan pemulihan ekonomi Indonesia yang terus berlanjut. Ditunjukkan dengan meningkatnya ekspor dan harga komoditas andalan Indonesia seperti batu bara 11,04 % dan CPO 6,85 % (mtm)," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Peningkatan ekspor Indonesia juga mengonfirmasí perbaikan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia Agustus 2021 yang meningkat menjadi 43,7. Di sisi impor Indonesia pada Agustus 2021 juga meningkat 55,26 % (yoy) menjadi US$ 16,68 miliar, Mobilitas masyarakat yang meningkat seiring pelonggaran PPKM jadi indikasi penyebab.

Dikatakan, performa positif ekspor tak lepas peranan berbagai pihak termasuk kontribusi pelaku IKM yang mampu bertahan di masa pandemi Covid-19. Dibuktikan dari kenaikan dua komoditas ekspor berbasis sektor IKM, yakni ekspor kayu dan barang dari kayu. "Upaya mendorong ekspor komoditas IKM tak hanya pada 2 komoditas itu, pemerintah bersama stakeholders terus menyusun program dan insentif yang relevan pada seluruh komoditas IKM berbasis ekspor" tutup Menko.

Strategi Digitalisasi Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Yuniati Turjandini 16 Sep 2021 Investor Daily, 16 September 2021

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) membeberkan sejumlah langkah strategis digitalisasi yang perlu dilakukan oleh perusahaan di Tanah Air untuk menopang percepatan pemulihan ekonomi nasional. Hal ini perlu dilakukan karena Indonesia masih di landa pandemi Covid-19. Dirjen Aptika Kemkominfo Samuel A Pangerapan mengatakan,  karena situasi pandemi yang masih terjadi, pemerintah berharap perusahaan mau mempersiapkan tiga strategi terkait digitalisasi agar bisa mendukung pertumbuhan ekonomi tahun 2022. "Di era digital, terlebih saat pandemi, platform digital telah menjadi salah satu strategi bagi pelaku bisnis besar maupun UMKM untuk bertahan, meningkatkan, dan proses pengembangan bisnis," ujar Semmy, panggilan akrab Samuel, dalam acara virtual Lintasarta Cloudeka Conference, ICT7Business Outlook 2022, Rabu (15/9).

Di sisi lain, Semmy juga menyampaikan, pemerintah sekarang sudah mendorong pemanfaatan komputasi awan (cloud) di lingkungan internalnya. Pasalnya, spending pemerintah untuk membangun server dan pusat data guna penyimpanan data juga dinilai sudah terlalu besar. "Itu dihitung, kalau kita bisa menggunakan cloud, penghematan bisa Rp20 triliun setahun. Ini tentu pemerintah mendorong, karena surat edaran juga memastikan semua pemerintah tidak lagi membeli server, tetapi menggunakan cloud. Artinya, ada suatu peluangan bisnis yang besar," ungkapnya.

"Teknologi itu malah yang paling cepat. Kenapa, bahkan ketika awal pandemi  justru sektor informasi dan telekomunikasi itu justru yang trennya naik," ujar Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance Aviliani. Dia menjelaskan, berdasarkan study McKinsey, ditengah pandemi saat ini, hampir semua sektor, seperti pendidikan, travel, belanja, hingga pekerjaan, mulai beralih dengan memanfaatkan teknologi. "Hampir di semua sektor, tidak hanya keuangan, tapi juga kesehatan, tourism, itu juga akan menggunakan teknologi, dan sekarang sudah dimulai. Industri sekarang sudah memakai robot dengan menggunakan teknologi," imbuhnya. (YTD)

Bisnis Indonesia Award 2021, Tak Goyah Diterpa Pandemi

Yuniati Turjandini 16 Sep 2021 Bisnis Indonesia

Badai pandemi Covid-19 yang menerpa perekonomian Indonesia sejak tahun lalu tak menyurutkan sejumlah korporasi untuk terus meracik strategi apik dan mencetak pertumbuhan kinerja yang solid. Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Group Haryadi B. Sukamdani mengatakan setelah mampu bertahan di tengah pandemi yang berkepanjangan, sejumlah perusahaan justru mampu  membukukan kinerja gemilang tanpa mengabaikan prinsip good corporate govermance. "Diajang kali ini, kami mengambil tema growth in pandemic yang ditetapkan untuk memberikan apresiasi kepada emiten dan nonemiten yang tidak sekedar bertahan, tetapi juga mampu menggapai pertumbuhan di era pandemi Covid-19 yang hingga kini belum juga berakhir," ujarnya, kala membuka Bisnis Indonesia Award 2021, Rabu (15/9).

Dalam ajang yang dilaksanakan secara daring ini, ada tiga katagori besar penerima penghargaan, yakni katagori Bank Terbaik, Emiten Terbaik, dan Specialy Award dengan total 40 penghargaan yang diberikan. Wakil Direktur PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, (BMRI) Alexander W. Askandar mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang diraih perseroan. Adapun Bank Mandiri berhasil menyabet penghargaan pada katagori Bank Terbaik disektor bank persero. Sementara itu, PT Mark Dynamics Tbk sukses meraih penghargaan pada katagori emiten terbaik disektor barang perindustrian.

Presiden Direktur MARK Ridwan Goh mengatakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur cetakan sarung tangan, tumbuh sangat pesat selama pandemi. Penghargaan lain juga sukses diraih Reynaldi Hermansyah, Presiden Direktur PT Indonesia Infrastucture Finance, sebagai The Most Inspiring CEO for Sustainable Development. Dibawah nahkoda Reynaldi dianggap terus mampu menunjukkan komitmennya dalam menciptakan produk-produk inovatif dengan tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan. (YTD)

Tindak Lanjut Tax Amnesty 2016, Repatriasi Terhambat Investasi

Yuniati Turjandini 16 Sep 2021 Bisnis Indonesia

Terbatasnya intrusmen investasi yang tersedia di Indonesia menjadi penyebab minimnya repatriasi harta hasil deklarasi peserta program Tax Amnesty 2016 yang selama ini di parkir di Singapura.  Tak tanggung-tanggung jumlah deklarasi harta peserta tax Amnesty 2016 yang berasal dari Singapura mencapai Rp 766,05 triliun. Hingga saat ini pemerintah belum mempublikasikan realisasi harta yang direpatriasi dari negara tersebut. Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo menjelaskan, pada dasarnya pelaku usaha yang menjadi peserta Tax Amnesty 2016 dan menyimpan hartanya di Singapura bersedia untuk melakukan repatriasi.

"Masukan dari Pengusaha bahwa uang itu harus produktif. Di Indonesia tidak cukup banyak peluang untuk menginvestasikan dana mereka. Terbatas hanya obligasi pemerintah," jelasnya kepada Bisnis, selasa (14/9). Kemudian investasi di pasar keuangan juga masih terbatas. Terlebih, kata  Suryopratomo, pengawasan pasar modal di Tanah Air masih belum seketat Singapura. Adapun, instrumen investasi dana repatriasi tertuang didalam PMK No.119/2016 tentang Tata Cara Pengalihan Harta Wajib Pajak ke dalam Wilayah NKRI dan penempatan pada instrumen investasi di Pasar Keuangan dalam Rangka pengampunan Pajak.

Sementara ini, pemerintah berencana memberikan relaksasi bagi peserta Tax Amnesty 2016 melalui program Sunset Policy atau penghapusan sanksi administrasi perpajakan sebesar 200% dari PPh. Direktur Eksekutif MUC Tax Research Institute Wahyu Nuryanto mengatakan, efektifitas dari Sunset Policy tergantung pada periode atau tenggat waktu yang disediakan oleh pemerintah. "Semua tergantung dari periodenya. Karena sebenarnya inikan tindak lanjut dari Tax Amnesty 2016," kata dia. (YTD)

Pabrik Baterai Kendaraan Listrik, Pertama di Asia Tenggara

Yuniati Turjandini 16 Sep 2021 Bisnis Indonesia

Presiden Joko Widodo meresmikan dimulainya pembangunan pabrik baterai mobil listrik PT HKMI Battery Indonesia di Karawang, Jawa Barat. Proyek tersebut memiliki investasi sebesar US$ 1,1 miliar atau setara Rp15,6 triliun. Pabrik ini merupakan proyek investasi antara konsorsium asal Korea Selatan yakni LG Energy Solution dan Hyunday Motor Group dengan PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesian Battery Corporation (IBC). Pada tahap pertama, kapasitas produksinya akan mencapai 10 GWh. Proyek ini, lanjut Presiden, merupakan salah satu upaya pemerintah mendorongan penghiliran industri. 

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia menambahkan pembangunan pabrik kendaraan listrik ini merupakan bagian dari rencana investasi Korea Selatan senilai total US$ 9,8 miliar atau setara dengan  Rp142 triliun. Dia memproyeksikan setidaknya pada mei 2022 pabrik ini akan bisa memulai operasi. Kim Jonghyun, CEO LG Energy Solution melanjutkan baterai yang diproduksi secara massal ini akan menerapkan teknologi generasi terbaru LG Energy Solution yang berbasis nikel, kobalt, mangan, dan aluminium. Produk tersebut akan dipasang diberbagai kendaraan dengan platform eksklusif Hyunday-Kia mulai 2024. "Ekosistem kendaraan listrik telah berhasil dibangun dan diharapkan Indonesia akan berperan penting sebagai pusat bagi pasar kendaraan listrik Asean dimasa mendatang," tambah Chung Euisun Chairman Hyundai Motor Group.

Platform Dompet Digital, Astra Pay Perkokoh Ekosistem Astra Group

Yuniati Turjandini 16 Sep 2021 Bisnis Indonesia

Astar Pay mengincar sejumlah pengguna hingga 15 juta dalam kurun 3 tahun mendatang. Dompet digital yang dirilis Astra Group itu akan dioptimalkan sebagai sarana pembayaran yang melibatkan ekosistem keuangan group bisnis itu. Astra Pay merupakan platform pembayaran digital yang sudah diuji sejak Juli 2020. Setelah melewati tahapan tersebut, platform itu mulai dikenalkan secara luas mulai Rabu (15/9). Platform Astra Pay ini dikembangkan oleh PT Astra Digital Arta, satu lini usaha dibawah Astra Financial. CEO Astra Pay Meliza Musa Rusli mengatakan bahwa saat ini pengguna teregistrasi di platform Astra Pay sebanyak 2,3 juta pengguna sejak soft launching pada pertengahan tahun lalu.

Direktur PT Astra Internasional Tbk. (ASII) Suparno Djasmin menjelaskan sudah ada dua inovasi dari Astra Finansial sejalan dengan kebutuhan layanan keuangan di masyarakat yang serba digital. "Astra Pay menjadi mobile wallet mobility and finance, karena keperluan dan tingginya e-payment dipercaya dan smart wallet,"katanya. Dalam kesempatan lain Direktur IT, Pengembangan Bisnis, Perencanaan Perusahaan, dan Management Resiko FIF Group Indra Gunawan menjelaskan bahwa peluncuran Astra Pay akan memperkuat ekosistem pembayaran di masyarakat.

Dia optimistis strategi memperbesar Astra Pay justru menjadi jalan agar basis konsumen makin mudah dan terbiasa melakukan transaksi digital. Apalagi, dompet digital ini merupan fintech besutan group Astra sendiri, sehingga sudah pasti aman dan terkonfirmasi sampai ke FIF Group. "Kami paham, sebagai pelaku INKB (Industri keuangan nonbank) juga memiliki tugas untuk menyediakan saluran pendorong literasi keuangan yang mudah dijangkau oleh seluruh konsumen kami, sampai pada akhirnya mampu dijangkau pula buat seluruh rakyat Indonesia. (YTD)

 


CHT Naik Suburkan Rokok Ilegal

Mohamad Sajili 16 Sep 2021 Surya

Rencana pemerintah untuk menaikkan Cukai Hasil Tembakau (CHT) pada 2022 terus mendapat penolakan dari pelaku industri. Di saat daya beli masyarakat yang masih melemah, kenalkan CHT justru dipandang berpeluang menyuburkan peredaran rokok ilegal.

Alih-alih dapat tambahan pemasukan, kenalkan tarif justru berpotensi menambah pengeluaran pemerintah dalam melakukan pengawasan dan penindakan potensi rokok ilegal ini. Tarif CHT tahun depan memang belum ditetapkan, namun pemerintah telah menaikkan target total penerimaan cukai sebesar 11,9 persen menjadi Rp 203,9 triliun. Dengan begitu, tarif CHT dipastikan meningkat karena CHT merupakan komponen utama penerimaan cukai pemerintah dengan kontribusi di atas 95%.

Kenaikan cukai memang memiliki kecenderungan untuk menyuburkan peredaran produk ilegal. Apalagi rokok merupakan barang konsumsi yang relatif tak dipengaruhi harga alias produk inelastis. Menurut Henry, Kenaikan harga rokok tak membuat orang berhenti merokok melainkan beralih mengonsumsi barang serupa dengan harga yang lebih murah bahkan ilegal.


Pilihan Editor