Tiongkok akan Konsolidasikan Produsen Mobil Listrik
Menteri Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok Xiao Yaqing menyampaikan pada Senin (13/9) bahwa pemerintah akan mendorong konsolidasi karena saat ini sudah terlalu banyak produsen kendaraan listrik. Xiao juga mengatakan, Tiongkok bakal meningkatkan jaringan pengisian ulang (charging) dan mengembangkan penjualan mobil listrik di pasar pedesaan. Namun, indikasi bahwa Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok ingin mendorong konsolidasi sektor, ini telah mengakibatkan saham produsen mobil listrik besar jatuh pada Senin.
"Bisnis kami harus lebih besar dan lebih kuat. Saat ini jumlah bisnis kendaraan energi baru terlalu besar, dan dalam keadaan kecil dan tersebar," ujar Menteri Xiao dalam konferensi pers, yang dikutip CNBC. Sebagai informasi, pekan lalu, regulator pasar Tiongkok menjatuhkan denda pada tiga perusahaan penjualan chip mobil karena telah menaikkan harga sebagai langkah untuk menaikkan produksi mobil di pasar kendaraan terbesar di dunia. Menurut database bisnis Qichacha, puluhan ribu perusahaan berbondong-bondong mengikuti langkah produsen mobil listrik ketika para investor melihat lonjakan dramatis dalam harga saham Nio dan Xpeng, seiring pertumbuhan industri.
Founder penasihat perusahaan Sino Auto Insight di Beijing, Tu Le mengatakan bahwa ini baru versi 2.0 dari pemerintah pusat yang ingin memangkas jumlah pendatang, seperti yang sering dilakukan ketika membatasi lisensi manufaktur dan izin pada 2017. Qichacha sendiri telah mencatat investor-investor yang menggelontorkan lebih dari 82 miliar yuan (US$ 12,7 miliar) ke dalam 50 proyek terkait mobil listrik pada semester pertama tahun ini di Negeri Tirai Bambu. (YTD)
Harga Aluminium Tembus US$ 3.000 Per Ton
Harga aluminium mencapai tepat US$3.000 per ton dalam perdagangan Senin (13/9) Ini adalah level harga tertinggi logam tersebut dalam 13 tahun terakhir. Persediaan yang ketat dan menipis diperburuk oleh kudeta militer baru-baru ini di Guenia, Afrika Barat. Negara Afrika tersebut kaya akan batuan bauksit, dari mana aluminium di proses. Harga aluminium telah melonjak sebelum kudeta terjadi pada awal bulan, naik sekitar 40% sejak Januari 2021 karena aktivitas ekonomi global bangkit kembali dari palung Covid-19. Setelah mencapai level tertinggi sejak 2008, logam dasar yang digunakan dalam barang sehari-hari itu turun menjadi US$ 2.953 per ton dalam transaksi sesi yang di London Metal Exchange. "Ini semua tentang masalah pasokan yang mendorong harga aluminium semakin tinggi," jelas analis Commerzbank Daniel Briesemann kepada AFP, Senin (13/9) Penyebab kenaikan harga juga naiknya tarif listrik di Tiongkok, yang telah menyebabkan penuruan produksi peleburan di wilayah Barat Xinjiang. Adapun peleburan aluminium menghabiskan banyak energi.
Guenia memiliki cadangan bauksit terbesar di dunia, batuan kemerah-merahan atau abu-abu. Aluminium oksida yang terkandung didalamnya dilebur menjadi aluminium. Saat ini militer yang berkuasa di Guenia berada dibawah tekanan diplomatik yang meningkat. Sebelumnya, pasukan khusus yang dipimpin oleh Letnal Kolonel Mamady Doumbouya merebut kekuasaan dan menangkap presiden Alpha Conde. Kenaikan harga komoditas tersebut telah menaikkan inflasi yang melonjak, kekhawatiran yang pada gilirannya meningkatkan dolar karena para investor mengincar suku bunga yang lebih tinggi untuk menjinakkan harga yang tidak terkendali. "Melonjaknya harga komoditas menunjukan sedikit tanda akan berhenti," kata Joshua Mahony, analisis pasar senior di kelompok perdagangan IG. (YTD)
Penjualan Mobil Melonjak 123%
Penjualan mobil domestik melonjak 123% menjadi 83,319 unit pada Agustus 2021, dibandingkan bulan sama tahun lalu 37.277 unit. Hal itu ditopang perbaikan ekonomi dan insentif pajak penjualan barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM-DTP) sebesar 100% untuk mobil berkapasitas mesin di bawah 1,5 liter rakitan lokal. Berdasarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang diolah Group Astra, Senin (13/9), Toyota masih memuncaki pasar mobil domestik, dengan torehan penjualan 29,978 unit Agustus 2021, diikuti Daihatsu 14,408 unit, Mitsubitshi 13,710 unit, Suzuki 10.021 unit, dan Honda 7.337 unit. Adapun merek-merek lain terjual 5.137 unit pada bulan lalu.
"Perpanjangan relaksasi PPnBM 100% hingga Agustus 2021 berhasil menjadi pendorong peningkatan penjualan mobil pada periode tersebut. Kami optimistis kebijakan ini mampu mempercepat pemulihan perekonomian nasional dan menjadi penopang penjualan mobil hingga akhir 2021," tutur Head of Corporate Communications Astra Boy Kelana Soebroto, Senin (13/9). Sementara itu pangsa pasar Astra, kelompok usaha otomotif terbesar di Indonesia mencapai 56% pada Agustus 2021, sedang per Agustus mencapai 53%. Astra merajai pasar berkat dominasi kuat Toyota dan Daihatsu, diikuti Isuzu, UD Trucks, dan Peugeot.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Gaikindo, dan pelaku otomotif meminta PPnBM-DTP 100% mobil bermesin dibawah 1,5 liter dilanjutkan hingga akhir tahun. Sekretaris Jendral Gaikindo Kukuh Kumara optimistis target penjualan mobil 2021 sebanyak 750 unit tercapai. Ini dengan catatan, penjualan mobil mencapai rata-rata mencapai 60 ribu unit per bulan dalam lima bulan kedepan. "Memang, pada Juli 2021, ada PPKM darurat, yang membuat penjualan sedikit menurun, akan tetapi besarannya tidak separah tahun lalu," katanya belum lama ini. (YTD)
BNI Securities Kantongi Izin Operasi di Singapura
BNI Securities Pte Ltd (BSPL), anak usaha PT BNI Sekuritas (BNIS) resmi memperoleh persetujuan operasi dari Monetary Authority of Singapura (MAS) untuk menjalankan bisnis layanan pasar modal di Singapura. Berdasarkan keterangan resmi, Senin (13/9), izin operasi tersebut diraih pada 8 September 2021. Dengan adanya izin operasi BSPI, maka BNI Sekuritas dapat mejalankan kegiatan layanan pasar modal di Singapura, baik bisnis fixed income brokerage, maupun underwriting melalui BSPL.
Melalui BSPL, Group BNI akan menjadikan BSPL, sebagai pusat kegiatan pasar modal internasional BNI, termasuk menyediakan akses bagi nasabah dan emiten ke global investor dengan fokus awal pada fixed income brokorage atau perdagangan surat utang. Tujuan pembukaan BNI Sekuritas Pte Ltd di Singapura merupakan salah satu strategi BNI Sekuritas dan Group BNI untuk memperkuat posisi sebagai regional player yang dapat memberikan layanan perbankan dan pasar keuangan global.
BNI Sekuritas telah mempunyai izin sebagai perantara pedagang efek, pinjaman emisi efek, dan agen penjualan reksa dana sedangkan aktivitas manager investasi dilakukan melalui anak usahanya, PT BNI Asset Management. Bisnis perantara pedagang efek melayani transaksi untuk saham, obligasi negara, maupun obligasi korporasi. Dengan lebih dari 175 ribu account, saat ini bisnis perantara dagang efek BNI Sekuritas pada akhir Agustus 2021 menduduki peringkat ke-6 dari frekwensi transaksi saham dan peringkat ke-9 untuk volume transaksi saham. (YTD)
Pluang Raih Total Pendanaan US$ 55 Juta
Pluang, Perusahaan rintisan berbasis teknologi finansial, kembali meraih tambahan pendanaan sebesar US$ 35 juta. Tambahan tersebut akan menjadikan total dana yang sudah diraup perusahaan sepanjang tahun ini sebesar US$ 55 juta. "Kami beruntung terus penambahan investasi kami di Pluang pada setiap seri pendanaannya, menjadikan Pluang sebagai portfolio utama kami. Kami selalu kagum atas inovasi produk, pertumbuhan bisnis Pluang, dan unit ekonomi yang terbaik di kelasnya. Kami berharap untuk terus bekerja sama dengan tim Pluang dalam tahun-tahun mendatang," ujar Partner Go-Ventures Aditya Kamath dalam keterangan tertulis, Senin (13/9). Sejak didirikan 2019, partner Square Peg Tushar Roy mengungkapkan, hampir tiga juta orang telah terdaftar di Pluang. Pluang mampu menorehkan capaian tersebut dengan biaya operasional yang efisien.
"Dalam pembangunan Pluang, Claudia dan Richard mengkombinasikan pengetahuan yang dalam tentang pasar Indonesia dengan pengetahuan tentang managemen kekayaan dengan pendidikan finansial. Kami sangat antusias menanti gebrakan baru berikutnya yang akan memperkenalkan ke pasar Indonesia,"jelas Tushar Roy. Aditya menambahkan diversifikasi adalah kunci utama bagi investor pemula untuk belajar meminimalisasi resiko dalam berinvestasi. Pluang berkomitmen untuk selalu berada di garda terdepan agar investor dapat melakukan diversifikasi portfolionya secara praktis. Pluang selalu menekankan kepada para penggunanya tentang pentingnya edukasi terkait investasi dan penciptaan kekayaan jangka panjang. (YTD)
Modalku Sasar 6,5 Juta UMKM Pengguna BukuWarung
Penyelenggara fintech peer-to-peer (P2P) lending Modalku menjalin kerja sama dengan penyedia ekosistem finansial digital UMKM yakni BukuWarung. Dalam hal ini, Modalku berupaya menyasar penyaluran pembiayaan terhadap 6,5 juta UMKM pengguna BukuWarung. Co-Founder dan COO Modalku Iwan Kurniawan mejnelaskan, kolaborasi ini menjadi langkah solutif menawarkan akses pembiayaan pengadaan barang dan jasa serta membantu perputaran arus kas usaha yang positif. Modalku senantiasa mengajak para UMKM untuk #BangkitBersinar dalam kondisi saat ini dengan solusi pembiayaan secara online.
UMKM segmen mikro merupakan salah satu segmen yang sulit mendapatkan akses ke pembiayaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Modalku bertajuk Dampak Ekonomi dan Sosial Pembiayaan UMKM dan Sosial Fintech P2P Lending pada 350 pelaku UMKM peminjam Modalku, menunjukkan bahwa 50% usaha mikro mengalami hambatan ketika mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan konvensional karena tidak memiliki laporan yang tersusun rapi.
"Selain fitur pencatatan keuangan digital yang menjadi kendala BukuWarung, kemudahan akses terhadap pembiayaan digital akan membantu 6,5 juta pengguna kami untuk mengembangkan usahanya sehingga mereka mampu mencapai kesejahteraan finansial yang lebih baik. Lebih dari itu kolaborasi BukuWarung dan Modalku juga menjadi wujud upaya bersama untuk memajukan ekonomi digital Indonesia lewat pemberdayaan UMKM," jelas Presiden dan Co-Founder BukuWarung Chinmay Chauhan. Para pelaku UMKM dapat memanfaatkan pinjaman tanpa agunan hingga Rp100 juta dengan durasi pinjaman (tenor) hingga 30 hari.
Pertanian Topang Ekonomi RI Selama Pandemi
Wakil Presiden RI Maruf Amin menilai sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi nasional selama pandemi. Menurutnya, sektor ini telah membantu memenuhi kebutuhan pangan rakyat dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Ma'ruf mengingatkan tiga hal penting yang menjadi tujuan utama pembangunan pertanian Indonesia. Ketiganya meliputi pemenuhan pangan rakyat secara total, peningkatan kesejahteraan petani dan peningkatan ekspor berkelanjutan.
Soal stok pangan, Ma'ruf mengatakan saat ini ketersediaan beras di Indonesia sudah cukup terjamin. Hal ini terlihat dari jumlah stok beras dan nilai total ekspor. Hal inilah yang terlihat pada minggu ketiga di bulan Agustus 2021, di mana stok beras kita mencapai 7,60 juta ton, kemudian total ekspor berdasarkan catatan BPS mencapai 2,24 miliar dolar.
BRI Sah Jadi Induk Holding Ultra Mikro
Holding Ultra Mikro yang melibatkan tiga entitas BUMN yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM resmi terbentuk. Hal ini seiring dilakukannya penandatanganan Akta Inbreng saham pemerintah pada Pegadaian dan PNM sebagai penyertaan modal negara kepada BRI selaku induk holding di Jakarta hari ini.
Penandatanganan dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir bersama dengan Direktur Utama BRI Sunarso.
Milestone bersejarah bagi UMKM ini tidak mengubah porsi kepemilikan pemerintah atas saham pengendali di BRI. Di sisi lain, setelah holding terbentuk, negara tetap memiliki satu lembar saham merah putih seri A atau golden share di Pegadaian dan PNM.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan hal ini menjadi tonggak bersejarah berdirinya Holding Ultra Mikro yang memiliki visi ekonomi kerakyatan. Ia mengatakan Holding Ultra Mikro akan memberikan berbagai kemudahan dan biaya pinjaman dana yang lebih murah dengan jangkauan yang lebih luas, pendalaman layanan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Industri Bahan Peledak, Dahana Ekspor Lagi ke Australia
PT Dahana (Persero) mengekspor bahan peledak Cartridge Emulsion sebanyak 250 ton ke Australia atas pesenan Johnex Explosives Australia. Direktur Operasi PT Dahana (Persero) Bambang Agung mengatakan ekspor tahun ini merupakan prestasi tersendiri untuk perseroan di tengah situasi pandemi Covid-19. "Keberhasilan melaksanakan ekspor ke empat kalinya ini lahir dari kepercayaan konsumen Dahana di Australia atas kualitas bahan peledak yang kami produksi." katanya.
Cartridge Emulsion Dahana memiliki keunggulan dengan standar kualitas yang sangat tinggi, dengan menggunakan bahan baku terbaik, proses produksi yang sangat presisi dan kualitas yang tinggi. Pada prosesnya, Dahana melibatkan konsumen untuk melakukan quality control melalui pertemuan daring, sehingga mutunya dapat dipastikan sesuai dengan keinginan konsumen "Harapan kami kedepannya, tidak hanya mengirim Cartridge Emulsion saja, tetapi produk bahan peledak lainnya juga dapat eksis di Australia." katanya.
Perwakilan Johnex Australia di Indonesia Benny Benyamin menambahkan pihaknya mengimpor 250 ton Catridge Emulsion dari Dahana karena dipicu tingginya permintaan di Benua Kanguru "Meningkatnya permintaan ini juga disebabkan oleh performa produk Dahana yang baik dan mampu melampui para pesaingnya dengan produk sejenis dari negara tetangga." kata Benny. (YTD)
Bisnis Pusat Data, Ada Perang Di Data Center
Ibarat ada gula ada semut, bisnis pangkalan data di Indonesia diserbu banyak peminat. Sayangnya, tidak semua peminat sukses menggeluti bisnis yang lagi naik daun selama masa pandemi Covid-19. Adalah PT Indosat Tbk, justru dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk melego bisnisnya di sektor pangkalan data atau data center. Pada Rabu (8/9), Bloomberg melaporkan emiten telekomunikasi berkode saham ISAT itu bakal menjual bisnis pangkalan data ditengah proses konsolidasi di industri telekomunikasi Tanah Air. Perusahaan Telekomunikasi tersebut disebut-sebut berusaha untuk menjual aset yang bukan bagian dari bisnis inti mereka, seperti menara dari nirkabel dan pangkalan data. Namun, pertimbangan penjualan pangkalan data oleh Indosat masih berada pada tahap awal pembahasan.
Sementara itu, SVP Head of Corporate Communication Indosat Steve Saerang mengatakan perusahaan belum bisa memberikan konfirmasi terkait dengan informasi tersebut. "Setiap kemungkinan transaski penjualan atau perusahaan struktur aset atau management memerlukan pengumuman resmi korporasi." ujarnya kepada Bisnis. Princeton Digital Group Data Centres merupakan perusahaan yang fokus dalam bisnis pusat data. Namun Group Head Corporations XL Axiata Triwahyuningsih mengatakan belum memiliki rencana untuk menjual kembali data pusat. Dia menjelaskan pertimbangan XL Axiata melepas pusat bisnis data dan melakukan pengelolaan bisnis pusat data membutuhkan kompetensi khusus.
Sementara itu, Ketua Bidang Network dan Infrastruktur Indonesia Digital Empowerment Community (IDIEC) Aryanto A. Setyawan meyakini operator seluler tidak terlalu membutuhkan pusat data. Adapun kekurangannya, adalah ketergantungan mengenai ketersedian dari semua aspek pusat data, termasuk pola kerja sama bisnis sebagai penyewa. ''Akan ada perubahan pengelolaan, tentu hal ini akan menimbulkan pertanyaan bagaimana kualitas layanan ke depan? Seharusnya lebih baik." Kata Ian Yosef M. Edward Ketua Pusat Kejian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi. (YTD)









