;

Ekspor Petanian RI Tembus 2,58 Miliar Dollar AS

17 Sep 2021 Sriwijaya Post
Ekspor Petanian RI Tembus 2,58 Miliar Dollar AS

JAKARTA, SRIPO - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono melaporkan, ekspor pertanian Indonesia selama Januari-Agustus 2021 mencapai 2,58 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Nilai ini meningkat 7,52 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Kalau dilihat secara kumulatif ekspor kita naiknya cukup signifikan," ujar Margo dalam keterangan pers resmi Kementan yang dikutip Kompas.com, Kamis (16/09/2021). Dia menjelaskan, komoditas kelapa sawit yang tergabung dalam industri pengolahan, turut mengalami pertumbuhan positif, yaitu sebesar 68,98 %, baik secara month to month (MtoM) maupun year on year (YoY).

Kepala BPS memaparkan pula bahwa sumbangan ekspor nonmigas Indonesia periode Januari-Agustus 2021 mencapai 94,45%, di mana sektor pertanian menyumbang 1,82%. Sementara itu, nilai ekspor pertanian Indonesia periode Agustus 2021 mengalami pertumbuhan 17,89% dari bulan sebelumnya, atau mencapai 0,34 miliar dolar AS.

Margo Yuwono menilai meningkatnya ekspor periode Agustus 2021 sejalan dengan aktivitas ekspor produk pertanian yang di kemas dalam program Merdeka Ekspor 2021. Sebagai informasi, program Merdeka Ekspor 2021 yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) pada Sabtu (14/08/2021) lalu, dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi).

Program Merdeka Ekspor 2021 yang digelar di 17 pintu bandara dan pelabuhan Indonesia tersebut menghasilkan devisa negara senilai kurang lebih Rp 7,2 triliun. Margo menjelaskan, kenaikan ekspor pertanian terjadi karena tingginya ekspor komoditas kopi, buah-buahan, dan hasil hutan bukan kayu. Ekspor komoditas kopi naik 30,55%, buah-buahan tahunan tumbuh 70,03%, dan hasil hutan bukan kayu lainnya tumbuh 33,76%.

 "Artinya, kopi buah-buahan dan tanaman hasil hutan bukan kayu secara MtoM tumbuhnya cukup menjanjikan," kata Margo seraya menambahkan, capaian ekspor pertanian yang terus meningkat memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab upah buruh tani juga ikut meningkat.

Margo menyebutkan, terjadi kenaikan upah buruh tani yang cukup signifikan pada Agustus 2021. Secara nominal, kata dia, upah buruh tani meningkat 0,13% atau setara dengan Rp 56.902. Adapun secara riil, upah buruh tani meningkat 0,18% atau setara dengan Rp 52.750. "Kenaikan juga terjadi pada upah buruh bangunan, di mana upah nominalnya mencapai 0,05% dan upah riil mencapai 0,02%," jelas Kepala BPS.

Tags :
Download Aplikasi Labirin :