;

Bisnis Logistik Terpacu Efek Pandemi Covid-19

Ekonomi Hairul Rizal 17 Sep 2021 Kontan, 16 September 2021
Bisnis Logistik Terpacu Efek Pandemi Covid-19

Bisnis jasa kurir dan logistik semakin riuh. Pemain lawas PT Pos Indonesia mulai melakukan terobosan menyiasati persaingan bisnis yang sangat ketat. Di sisi lain, saat ini pemain jasa kurir dan logistik telah dikuasai para konglomerat nasional. Sekretaris Perusahaan PT Pos Indonesia, Tata Sugiarta mengungkapkan, sektor logistik adalah salah satu bisnis yang tumbuh hingga 30% secara nasional akibat pandemi Covid-19. “Jadi bisa kami katakan, pemain bisnis logistik termasuk Pos Indonesia “menikmati” dampak dari pertumbuhan ini, bahkan kami bisa survive,” ungkap dia kepada KONTAN, Selasa (14/9). “Keunggulan kami, pengiriman tak hanya di dalam kota, tapi juga antar kota bahkan ke luar negeri, di mana sudah mencakup ke 230 negara lewat platform kami. Kami menargetkan pendapatan bisa tumbuh 22,3% di sepanjang tahun 2021," ujar Tata.

Sementara Vice President of Marketing JNE, Eri Palgunadi menilai, faktor yang menunjang bisnis JNE di antaranya perkembangan e-commerce yang begitu cepat. Selain itu, meningkatnya kebutuhan pengiriman masyarakat akibat pandemi Covid-19. “Kami menargetkan peningkatan jumlah kiriman paket 30%-40%,” ucap dia kepada KONTAN, Selasa (14/9). Eri menjelaskan, JNE akan menempuh beberapa strategi agar mencapai pertumbuhan 30%-40%. Misalnya, menggelar sejumlah program seperti promo diskon ongkir, cashback dan sebagainya. Upaya ini diharapkan mendorong minat masyarakat untuk berbelanja. JNE juga menyediakan Pesona (Pesanan Oleh-Oleh Nusantara), cash on delivery (COD), digital payment, friendly logistic dan sebagainya. Sedangkan CEO J&T Express Indonesia, Robin Lo mengemukakan, selama periode semester pertama tahun ini, pengiriman J&T Express tumbuh sekitar 25% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan trafik pengiriman tersebut didominasi dari belanja online. “Pengiriman per hari saat ini mencapai rata-rata 2,5 juta paket. Bila ditotal per bulan, maka rata-rata sekitar 75 juta paket,” ungkap dia kepada KONTAN, Selasa (14/9).


Tags :
#Bisnis
Download Aplikasi Labirin :