;

Jam Tangan Pintar Beri Sinyal Tubuh Butuh Cas

Fadilla Anggraini 01 Oct 2021 Tribun Sumsel

Di masa pandemi seperti ini, setiap orang perlu memperhatikan sinyal yang diberikan tubuhnya lebih baik lagi. Pasalnya, ibarat sebuah ponsel, awalnya, setiap tubuh manusia tercharge full, namun, setelah menjalankan berbagai aktivitas, baterai tubuh akan menurun, dan jika "habis," artinya tubuh meminta kita untuk beristirahat.

Nah, jika sinyal-sinyal ini tidak terdeteksi, tubuh pun akan melemah, membuat munculnya perasaan tak enak yang bisa menjadi gejala awal suatu penyakit.

Selain itu, sinyal-sinyal ini bisa menjadi data yang diperlukan dalam diagnosa. "Dalam diagnosa, diperlukan dua hal, yaitu faktor subjektif dan objektif. Faktor subjektif itu misalnya seperti perasaan pasien, lalu, faktor objektif itu bisa data berupa hasil pengukuran denyut nadi, detak jantung, dan tingkat stres seseorang." Begitu disampaikan Sport Medicine Specialist dr. Grace Joselini C, MMRS, SPKO dalam webinar "Manfaat Gawai di Era Pandemi" yang diselenggarakan oleh Garmin pada Rabu (29/9) Menghitung dan memperhatikan sinyal-sinyal itu sebenarnya tidak sulit. Namun, untuk memudahkan kita dalam memperhatikan sinyal yang diberikan tubuh, gawai seperti smartwatch bisa membantu.

"Ada fitur yang disebut Body Battery di smartwatch Garmin. Itu mengkombinasikan variabilitas denyut nadi, stres dan aktivitas, untuk memperkirakan cadangan energi di tubuh pengguna sepanjang hari," ujar Country Manager Garmin Indonesia Rian Krisna.

Nanti Body Battery akan mencatat dan menampilkan angka dari satu sampai 100 yang mewakili tingkat energi individu. Semakin tinggi angkanya, maka semakin banyak energi yang harus dimiliki pengguna untuk menyelesaikan tugas dan aktivitas," Menurt Rian, daya tubuh ini juga bisa dipengaruhi berbagai macam hal, seperti hari-hari yang berat. Dan terkadang, kegiatan ringan dan menyenangkan seperti bermain dengan anak atau scrolling media sosial pun bisa melelahkan. Lalu, kurang tidur, pola makan tidak sehat, serta tidak mampunya tubuh mengimbangi kebugaran kita pun dapat membuat daya tubuh menurun. Rian juga mengungkapkan bahwa smartwatch ini dapat membantu seseorang untuk memvalidasi apa yang dirasakannya. "Orang-orang tuh perlu validasi. Body battery itu hadir untuk memvalidasi insting-insting seperti 'Ah sepertinya aku harus ke dokter,"" ujar Rian.

Bicara soal fitur dan akurasi, Rian mengatakan bahwa smarwatch Garmin hadir dengan cukup akurat, meski tidak bisa dijadikan tolak ukur penuh terkait kondisi kesehatan seseorang, sehingga tetap harus menemui tenaga medis. Lalu soal aplikasi, Rian mengungkapkan bahwa semua bentuk aplikasi bisa diperoleh dengan mudah. "Tidak perlu mendownload apapun lagi, semua fitur Body Battery telah hadir di smartwatch-nya, ujarnya.

Rambah Bisnis Properti Kos-kosan

Fadilla Anggraini 30 Sep 2021 Tribun

ARTIS penyanyi asal Yogyakarta Citra Scholastika ternyata punya jiwa bisnis selain sebagai musisi atau seniman. Artis berparas manis ini merambah ke ranah baru, bisnis properti kos-kosan, untuk menambah sumber pemasukannya.

Jebolan Indonesia Idol ini memilih kampung halamannya di Yogyakarta jadi pilihan utama Citra memulai bisnis kos pertama bernama "Kos Citra".

Dalam menjalankan bisnis, Citra sadar bahwa performa kos ini perlu lebih dimaksimalkan agar dapat membuat para pencari kos lebih nyaman tinggal di Kos Citra. Dia kemudian menemukan alternatif yang dapat membantu yaitu dengan menggandeng Singgahsini, layanan manajemen properti yang khusus bergerak di bidang kos-kosan dan masih satu grup dengan Mamikos.

"Pandemi Covid-19 ini sudah berjalan hampir 2 tahun dan belum dapat dipastikan kapan selesainya, hal ini membuat saya berpikir bahwa saya juga perlu semakin memaksimalkan performa dari Kos Citra. Sejak Juni kemarin saya akhirnya memutuskan untuk bergabung bersama Singgahsini," kata Citra dalam siaran resmi, akhir pekan lalu.

"Dengan segala layanan yang diberikan oleh Singgahsini membuat saya berbisnis kosan anti ribet. Saya memiliki 8 kamar kos yang bekerjasama dengan Singgahsini dan saya sangat merasa dimudahkan, saya tidak perlu pusing untuk memikirkan manajemen kos hingga aktivitas pemasaran. Hingga saat ini saya hanya perlu memonitoring bisnis kos saya, semuanya sudah berjalan dengan baik dan rapi.".

Citra ingin bisnis ini berjalan lancar karena merupakan salah satu investasi jangka panjang, itulah yang membuatnya mendaftarkan properti kos untuk bergabung dengan Singgahsini. Dengan bantuan pengelolaan dari Singgahsini, Citra berharap properti kosnya selalu memiliki okupansi yang tinggi.

"Saya senang mendapatkan testimoni yang baik dari salah satu Mitra kami. Singgahsini hadir untuk membantu para Mitra Mamikos. Dalam masa pandemi ini, Singgahsini berupaya untuk tetap memberikan yang terbaik bagi Mitra Mamikos terutama dalam hal pelayanan bagi kedua belah pihak yaitu Mitra Mamikos dan juga para penyewa," kata co-founder dan CEO Mamikos, Maria Regina Anggit.

Sejak awal berdiri hingga pandemi, Singgahsini sudah mengelola 240 properti di Indonesia dan mempertahankan okupansi mitra di angka 70 -100 %.

Garda Healthtech Berbisnis Digital

Fadilla Anggraini 30 Sep 2021 Sumatera Ekspres

JAKARTA - Seluruh kegiatan atau kebutuhan yang dapat dipenuhi secara digital kian meningkatkan digital behavior masyarakat. Kebiasaan ini di perkirakan terus bertahan meskipun pandemik mereda. Pada era pandemik saat ini peningkatan daya beli masyarakat akan vitamin dan tes pemeriksaan Covid-19 cenderung tinggi, tetapi hal ini diperkirakan tak sebanding dengan konsumsi masyarakat atas perlindungan asuransi kesehatan.

Belum tersedianya produk asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan proses pembelian polis yang kompleks membuat masyarakat enggan untuk segera melindungi dirinya dengan asuransi kesehatan, CEO Asuransi Astra, Rudy Chen, mengatakan Asuransi Astra menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia akan perlindungan asuransi kesehatan dengan platform digital, asuransi kesehatan perorangan dari Asuransi Astra "Garda Healthtech" resmi diluncukan.

"Produk ini merupakan hasil kolaborasi Asuransi Astra dan Halodoc yang diharapkan jadi pilihan terpercaya masyarakat untuk memenuhi kebutuhan perlindungan kesehatan. Masyarakat secara mudah dapat menemukan Garda Healthtech melalui aplikasi Halodoc," terangnya, kemarin (29/9).

Garda Healthtech hadir dalam tiga paket perlindungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perlindungan kesehatan masyarakat. "Dengan proses pembelian secara digital yang mudah serta harga yang terjangkau, kami harap Garda Healthtech mampu menjadi solusi perlindungan kesehatan yang dapat diandalkan," imbuhnya.

Garda Healthtech merupakan tahapan baru bagi Asuransi Astra dalam memberikan peace of mind kepada pelanggan setelah sukses mengelola produk asuransi kesehatan korporasi Garda Medika selama 13 tahun. "Nikmati harga spesial Rp 299.000 untuk perlindungan kesehatan setahun bagi pembelian polis Garda Healthtech sepanjang periode launching 29 September - 5 Oktober 2021," tutup Rudy.

Optimis Tetap 10 Besar Penghasilan Jagung

Fadilla Anggraini 30 Sep 2021 Sumatera Ekspres

PALEMBANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) setempat optimis mencapai target swasembada jagung dengan produksi satu juta ton jagung pipilan kering di 2021. Dimana pada awal 2021 lalu, Sumsel masih masuk 10 besar nasional daerah penghasil jagung.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, Ir H Mawardi Yahya didampingi Kadis TPH Provinsi Sumsel, Bambang Pra menyebut untuk wilayah Sumsel ada sejumlah kabupaten/kota menjadi sentra tanaman jagung, masing-masing Kabupaten Musi Rawas, OKU Timur, dan Banyuasin. "Ketiga daerah itu baru saja melakukan masa panen jagung," ucap Mawar di dibincangi usai hadir secara virtual pada Panen Raya Jagung Nusantara Serentak se-Indonesia bersama Menteri Pertanian RI, Dr H Syahrul Yasin Limpo.

Dikatakan, luasan panen jagung Sumsel hingga 28 September 2021 sebanyak 112 hektare atau setara 707.546 ton jagung pipilan kering. Karena itu pihaknya optimis Sumsel mencapai target 1 juta ton jagung pipilan kering hingga akhir 2021. Mengingat sebelumnya di tahun 2020 produksi jagung Sumsel mencapai 927 ribu ton pipilan kering.

"Kita masih ada waktu 3 bulan untuk panen lagi, mudah-mudahan dengan produktivitas panen jagung Sumsel yang berada di atas nasional yaitu 6,7 ton per hektare, hal ini dapat tercapai," katanya. Diungkapkan, sejak 2019, Sumsel sudah masuk 10 besar skala nasional sebagai daerah penghasil jagung. "Sumsel juga telah melakukan upaya ekstensifikasi dengan meningkatkan hasil pertanian dan memperluas lahan untuk tanaman padi dan jagung khususnya Kabupaten OKU Selatan, OKU TImur dan Muba," tandasnya

Harga Telur Mulai Merangkak Naik

Fadilla Anggraini 30 Sep 2021 Sumatera Ekspres

MUARADUA - Jika di daerah lain, harga turun terjun bebas. Lain halnya dengan OKU Selatan. Di sini harga telur justru stabil. Tak alami penurunan. "Harga telur masih tinggi, tak terpengaruh seperti di beberapa wilayah lain yang harganya anjlok," ujar Mariati, salah satu pedagang telur di Pasar Tradisional Saka Selabung Muaradua.

Dikatakannya, harga telur jeblok beberapa minggu lalu. "Di kita harga masih Rp 36 ribu per karpet. Satu karpet itu biasanya 2 kg. Jadi satu kilonya itu sekitar Rp 18.000. Memang termasuk masih tinggi, "katanya.

Harga Rp 18.000/kg ini tak berlangsung lama. Karena sejak dua hari terakhir, untuk harga telur ayam di wilayah Muaradua sudah merangkak naik. Ada kenaikan sekitar Rp 1.000 per kilo, atau Rp 2.000 per karpet. "Kalau kemarin ini harganya Rp 17.000 per kg ke untuk ecerannya," bebernya.

Julaiha, pedagang telur lainya di Buay Rawan OKU Selatan mengatakan, sejauh ini tidak ada penurunan harga yang drastis untuk telur ayam negeri. "Eceran Rp 17.000/kg itulah yang terendah. Karena sekarang sudah mulai naik lagi. Kalau harganya stabil jelas kami senang, tidak rugi seperti yang lain. Maklum, pakan ayam kan cukup mahal, " jelasnya.

Di sisi lain, berbeda dengan telur ayam yang sempat harganya turun. Untuk telur bebek di wilayah OKUS sejauh ini tidak mengalami perubahan harga. Yakni dijual Rp 2.000 per biji. Kalau telur bebek biasanya cuma naik kalau ada hari besar. Seperti Lebaran Idulfitri, Idul Adha dan lainya. Tingginya juga paling naik di harga Rp 2.500 per biji saja," pungkasnya.

Khawatirkan Panen Awal Musim

Fadilla Anggraini 30 Sep 2021 Sumatera Ekspres

MUARADUA - Hujan yang rutin mengguyur di wilayah OKU Selatan membawa berkah tersendiri bagi para petani. Namun, jika curah hujan yang terus meninggi, juga membuat khawatir para petani khususnya kopi. "Kita khawatirkan hasil panen kopi awal musim. Hasil panen tidak maksimal," ungkap Evan, petani kopi asal Kecamatan Sungai Are OKU Selatan (29/9) kemarin.

Dikatakannya, untuk OKU Selatan baru selesai panen akhir musim di Agustus 2021. Saat ini untuk kondisi tanaman kopi di OKUS sedang memasuki fase putik buah. "Dari buah kopi sudah timbul, namun masih muda berwarna hijau," katanya.

Di fase buah seperti ini, kopi membutuhkan air hujan untuk pertumbuhan buah. Namun, jika melihat curah hujan disertai hujan angin membuat petani cemas. "Paling khawatir putik buah jadi rontok. Jika rontok hasil panen kedepan berkurang, " Terangnya.

Untuk petani kopi, lanjutnya, sudah banyak melakukan antisipasi agar tanaman putik buah kopi tidak rotok. "Apalagi jika diterpa curah hujan yang terus menerus mengguyur," katanya.

Salah satunya dengan memberikan obat penguat buah dan pemupukan. Agar membuat tanaman kopi lebih subur, dan diharapkan panen maksimal. "Meskipun begitu, kalau curah hujannya tinggi terus menerus. Ya sama juga, buah pasti rontok. Jadi ya pasrah saja, "Jelasnya.

Budi, petani kopi asal Sindang Danau OKU Selatan juga mengatakan hal sama. "Jika putik rontok panen tidak maksimal. Bahkan bisa sampai hasil panen itu kurang drastis sampai 50 %," ujarnya yang menyebutkan harga kopi di angka Rp 19 ribu per kg.

Bantu Solusi Masalah Industri

Fadilla Anggraini 30 Sep 2021 Sumatera Ekspres

PALEMBANG - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unsri bekerja sama Carier Diplomant Cender (CDC) Unsri dan Fasilkom Unsri melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kepala CDC Unsri sekaligus Panitia Kegiatan, Deris Stiawan PhD mengatakan, kegiatan mengambil tema Realisasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka antara Perguruan Tinggi dan Industri atau Pemerintahan.

"Ada 15 industri dan pemerintah serta 53 PT di empat wilayah seperti Sumsel, Lampung, Bangka Belitung, dan Bengkulu," jelasnya di sela-sela kegiatan di The Alts Hotel Palembang, kemarin (29/9). Ada tiga kegiatan PKM, yakni sharing knowledge data insight dan business intelligence. Demo hasil inovasi penelitian cyber security dan virtual reality serta kolaborasi bersama PT dalam strategi peningkatan indikator kinerja utama.

Kegiatan bertujuan menjembatani industri dengan kampus. Institusi (kampus) merdeka belajar kampus merdeka kan ada pemagangan. Dengan harapan jika ada problem dalam industri dapat diselesaikan dan jadi riset mahasiswa lewat magang. "Problem di industri dapat kita bantu selesaikan masalahnya lewat penelitian mahasiswa (pemagangan)," jelasnya.

Beberapa narasumber, yakni Teddy Indira Budiwan SPsi MM dari ICCN Pusat (Dosen Binus) tentang pentingnya pusat karier, Dr Muhammad Uyun, MSi pentingnya faktor psikologi pada permasalahan mahasiswa di masa pandemik, serta Psikolog Rosdiana SPSi MPsi. "Kegiatan ini sudah tiga kali berlangsung dan tahun ini makin banyak industri terlibat membuka kolasi barang antara industri dan kampus," tuturnya.

Ketua Tim Dosen Unsri, Ahmad Heryanto MT menjelaskan, PKM bagian dari pengabdian skema produktif dengan penerapan iptek hasil kegiatan penelitian melalui produk inovasi serta atas dasar permintaan atau kebutuhan masyarakat yang diajukan bekerja sama dengan LPPM Unsri. "Ada peningkatan besar dalam keamanan cyber sejak beberapa dekade terakhir," jelasnya. Di era internet, serangan cyber jadi ancaman serius dan terus berevolusi.

Pemerintah Berkomitmen untuk Mendukung Perkembangan Ekonomi Syariah

Fadilla Anggraini 30 Sep 2021 Sriwijaya Post

Dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah berkomitmen untuk mendukung perkembangan ekonomi syariah. Sebagai negara penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam ekonomi syariah. Indonesia menduduki posisi ke-6 terbesar industri halal pada tahun 2020 dan menduduki urutan ke-7 total asset keuangan syariah terbesar didunia dengan nilai US$ 99 miliar pada tahun 2019. Dengan posisi strategis tersebut, Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pengembangan ekonomi syariah melalui pemberdayaan kemandirian pesantren, pembangunan industri halal, kerja sama perdagangan produk halal, dan harmonisasi standar dan akreditasi halal global.

Program Pesantrenpreneur menjadi upaya yang dilakukan untuk membangun kemandirian ekonomi pesantren dan peningkatan keterampilan santri. Seorang santri dalam generasi saat ini haruslah memiliki jiwa kewirausahaan, memiliki keterampilan atau skill tertentu yang dibutuhkan masyarakat, pintar dan dapat memanfaatkan peluang, memanfaatkan jaringan untuk berkolaborasi, dan mampu menggunakan teknologi.

"Selain itu, Program Pesantrenpreneur juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi pondok pesantren dan juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekitar lingkungan pesantren," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada acara Launching Bulan Pemuda dan Kick-Off Pesantrenpreneur 2021 yang di lakukan secara langsung di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Selasa (28/09/ 2021).

Sebagai institusi yang berasal dari masyarakat dan berada di tengah-tengah masyarakat, keberadaan pesantren selain memberikan pendidikan keislaman, pesantren juga harus menjadi institusi yang dapat memberdayakan masyarakat, terutama di bidang ekonomi.

Pesantrenpreneur dapat memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada seperti memasarkan produknya melalui UKM Mart, menawarkan jasa seperti membuka Mini Pom Bensin, serta Pesantren juga dapat menggunakan kelembagaan usaha melalui Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) yang saat ini proses pendiriannya dipermudah sebagaimana diatur dalam UU Cipta Kerja. UU Cipta Kerja dimplementasikan untuk menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong terjadinya reformasi struktural dan meningkatkan kualitas SDM.

Peningkatan kualitas dan kompetensi santri dapat dilakukan untuk mendorong aktivitas kewirausahaan. Saat ini, rasio kewirausahaan Indonesia masih rendah yakni sebesar 3,47% dari total populasi. Selain itu, wirausahawan Indonesia juga didominasi oleh pelaku usaha di usia 25-34 tahun. Pemuda yang berkualitas tinggi akan memiliki peran penting sebagai game changer sehingga dapat mendorong aktivitas kewirausahaan dan mempercepat penciptaan lapangan kerja. Pemerintah berkomitmen untuk terus
bekerjasama dengan seluruh stakeholder dalam mengembangkan ekosistem syariah berbasis pondok pesantren. Komitmen ini akan membantu dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.

"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang besar kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga atas kesempatan yang diberikan. Semoga acara ini dapat menjadi langkah awal untuk menjadikan Pondok Pesantren menjadi pusat penggerak ekonomi kerakyatan," pungkas Airlangga. 

Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI TB Ace Hasan Syadzily, Menpora RI Periode 1987-1993 Akbar Tandjung, Menpora Periode 1998-1999 (secara virtual) Agung Laksono, Menpora RI Periode 2013-2014 Roy Suryo, Pimpinan Pengasuh Pondok Pesantren Ash-Shidiqiyyah Pusat Ahmad Mahrus Iskandar dan Para Pimpinan Organisasi Kepemudaan Tingkat Nasional.

Optimis Perdagang RI-Australia Menggeliat

Fadilla Anggraini 30 Sep 2021 Sriwijaya Post

JAKARTA, SRIPO -Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, sepanjang 2020, terjadi penurunan perdagangan Indonesia ke Australia sebesar 7,1 milliar dollar AS. atau sekitar 8,8 % akibat pandemi Covid-19. Walau demikian, Mendag optimistis dengan adanya Perjanjian Kerjasama Ekonomi Komprehensif Indonesia (IA-CEPA) perdagangan Indonesia dan Australia bisa kembali bergeliat. 

"Sempat terjadi penurunan 8,8 %. Namun, angka kedua negara pada Januari-Juni 2021 sudah meningkat 65 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah tersebut meningkat cukup signifikan," kata Lutfi saat menggelar konferensi pers bersama Menteri Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Australia Dan Tehan yang disiarkan virtual, Rabu (29/09/2021).

Menurut Lutfi, angka tersebut menjadi pertanda baik bagi kedua negara yang mencerminkan bahwa perdagangan Indonesia-Australia akan kembali menggeliat. "Ini adalah pertanda baik, kami ingin berbuat lebih banyak untuk meningkatkannya dan mencetak sejarah bersama," kata dia.

Senada, Menteri Perdagangan Australia Dan Tehan mengatakan, pihaknya akan segera meningkatkan kerja sama ekonomi dengan lebih komprehensif, salah satunya di sektor investasi. "Menurut saya, yang ingin kita lihat adalah pertumbuhan nyata dalam hubungan investasi, investasi Australia ke Indonesia," kata Dan Tehan seraya menambahkan, terdapat banyak sektor investasi yang potensial di Indonesia, termasuk pendidikan, energi terbarukan, mineral, serta logam tanah jarang.

"Kami, sangat yakin bahwa kami dapat menjadi pemasok beberapa bahan utama yang akan membantu Indonesia mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia, jadi itu hanya beberapa hal yang menurut saya perlu kita kerjakan," ujar Dan Tehan.

Bayar Zakat Gunakan Layanan QRIS

Fadilla Anggraini 30 Sep 2021 Sriwijaya Post

JAKARTA, SRIPO - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) bersinergi mengoptimalkan peran masjid untuk penguatan ekonomi masyarakat. Sebagai langkah awal, BSI dan DMI akan mengimplementasikan layanan QRIS untuk memudahkan masyarakat melakukan transaksi zakat, infak, shadaqah dan aktivitas keuangan lainnya untuk masjid.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengatakan, saat ini masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai pusat peradaban bagi umat Islam. Baca juga: BSI Terima Kustodian Perusahaan Asuransi dan Reasuransi Masjid dapat berfungsi sebagai upaya pemberdayaan masyarakat, peningkatan ekonomi umat, seperti penyelenggara Baitul Maal, unit pelayanan zakat, infaq dan shodaqah.

"Oleh karena itu, masjid menyimpan potensi yang sangat besar dalam meningkatkan kesejahteraan umat sekaligus menjadi pilar penting terwujudnya cita-cita Pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia," kata Hery secara virtual, Rabu (29/09/2021). Hery menyebut era digital yang cepat dan dinamis harus juga direspon oleh industri perbankan syariah e-commerce, fintech, koperasi syariah maupun masjid perlu mengambil peran ini sehingga potensi ekonomi kerakyatan salah satunya potensi ZISWAF yang mencapai Rp 500 triliun dapat dikelola dengan baik, transparan, dan digital.

Melalui kerjasama ini, BSI berkomitmen untuk menyediakan layanan untuk masjid-masjid di bawah naungan DMI berupa Layanan QRIS (Quick Response Indonesia Standard) untuk mempermudah penerimaan Kas dan ZISWAF dari jemaah secara cashless. Hal ini sekaligus menyukseskan tercapainya target 12 juta merchant QRIS yang dicanangkan oleh Bank Indonesia di tahun ini.

Melalui rekening pengelolaan dana masjid, layanan net banking, jasa perbankan syariah, serta Aplikasi Digital Masjid yang dapat menghadirkan keterbukaan informasi keuangan, informasi ibadah maupun kajian masjid yang dapat diakses baik oleh pengurus maupun jemaah masjid secara realtime kapanpun dan di manapun. "Ke depannya, kami berharap dapat bersinergi dengan Dewan Masjid Indonesia dibawah dukungan Kementerian Agama dalam mengoptimalkan pengelolaan dana masjid, sehingga semangat untuk memakmurkan dan dimakmurkan oleh masjid dapat tercapai," kata Hery.

Ketua Umum DMI, Jusuf Kalla menjelaskan, ekonomi syariah memiliki potensi yang sangat besar di Indonesia. Dia bilang, pembiayaan mudharabah yang menjadi salah satu produk unggulan perbankan syariah sebenarnya tidak berbeda jauh dengan modal ventura yang sedang menjadi trend pembiayaan saat ini, tetapi dengan sistem bagi hasil. Dia berharap kerja sama yang dilakukan antara DMI dan BSI bisa menjadi salah satu jalan memakmurkan masjid.

"Yang kita lakukan hari ini semoga mempunyai manfaat, karena masjid memiliki potensi untuk menjadi costumer. Semakin makmur jemaah, akan makin makmur masjidnya. Kerjasama ini penting untuk mendorong jemaah mengamalkan kebaikannya. Jadi sistem syariah ini luar biasa kalau dijalankan dengan sistem yang baik. Kita mengapresiasi BSI yang bisa berkembang," kata Jusuf Kalla.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng mengatakan, upaya BSI membawa produk digitalnya ke masjid akan mempercepat pemberdayaan umat. Pihaknya menyambut positif apa yang dilakukan BSI dan DMI hari ini, karena masjid adalah tempat yang strategis untuk pemberdayaan umat. "Dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi, digitalisasi dan inovasi adalah kuncinya. Ada 3 manfaat inovasi dan digitalisasi, yaitu meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi, dan meningkatkan partisipasi dalam segala aktivitas," ujar Sugeng.

Pilihan Editor