;

Aksi Korporasi, Merger & Akuisisi Meriah Lagi

Yuniati Turjandini 01 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Sepanjang 2021, aksi merger dan akusisi cukup marak baik dari emiten swasta, BUMN, hingga perusahaan rintisan. Hal ini dinilai sebagai langkah kolaboratif dan konsolidasi demi meningkatkan nilai tambah pada masa mendatang. Berdasarkan catatan Bisnis, setidaknya ada aksi merger yang cukup besar dan 24 aksi akuisisi yang melibatkan korporasi besar, termasuk emiten di pasar modal. Terbaru ada aksi merger Pelindo I, II, III dan IV yang menghasilkan Holding Pelabuhan Indonesia dengan total aset mencapai Rp112 triliiun. Sementara aksi akusisi teranyar dilakukan oleh PT Itaman Ronaraya Tbk, (IRRA) yang mengakuisisi 51% saham perusahaan yang terafiliasi PT Oneject Indonesia yang merupakan produsen jarum suntik. 

Heru Firdaus Syarif, Direktur Utama Itama Ronaraya, mejelaskan saham lama dan juga saham baru. Penerbitan saham baru tersebut ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan modal kerja dan juga belanja modal Oneject. "Tahun depan penjualan ekspor alat suntik akan naik signifikan. Selain alat suntik, awal tahun depan Onejct juga suah mulai produksi alat kesehatan lainnya seperti kantung darah untuk kebutuhan PMI dan juga produksi produk reagen test milik Abbott, jadi dana akuisisi juga digunakan untuk pendanaan modal kerja dan belanja modal kerja dan belanja modal Oneject," jelasnya Kamis (30/9)

Pasca akuisisi, IRRA akan menjadi pemegang saham mayoritas di Oneject dengan porsi kepemilikan mencapai 51%. Transaksi pembelian akan dilakukan dalam dua tranche yaitu pembayaran diawal senilai Rp 198, miliar yang dibayarkan saat penandatanganan perjanjian jual beli saham bersyarat dan pembayaran final sebesar nilai total akuisisi yang disepakati dikurangi nilai pembayaran awal. Selain IRRA, ada pula aksi Blibli.com yang akan mengakuisisi 51% saham PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC). Pada perdagangan kemarin terjadi transaksi jumbo saham RANC di pasar negoisasi sekitar Rp2 triliun. (yetede)


Selamat Datang Rezim Pajak Baru

Hairul Rizal 01 Oct 2021 Kontan

Ngebut, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat mencapai kesepakatan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), yang sebelumnya dikenal sebagai RUU tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). RUU HPP ini ditargetkan akan disetujui dalam rapat paripurna pekan depan untuk disahkan sebagai Undang-Undang. Ini artinya, rezim pajak baru akan dimulai. Ada tiga poin besar yang harus dicermati dalam rezim pajak baru. Pertama, program pengungkapan sukarela wajib pajak atau tax amnesty jilid II. Program ini akan berlaku mulai 1 Januari 2022 hingga 30 Juni 2022 dengan pengalihan harta paling lambat 30 September 2022. Kedua, menurunkan batas bawah penghasilan yang dikenakan pajak, yaitu sampai dengan Rp 60 juta per tahun dengan tarif 5%. Pemerintah dan DPR juga sepakat memperluas lapisan yang dikenakan pajak dengan tarif 30% untuk penghasilan lebih dari Rp 500 juta hingga Rp 5 miliar, dan tarif 35% untuk penghasilan lebih dari Rp 5 miliar. Ketiga, menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) atas barang dan jasa menjadi 11% mulai 1 April 2022, dan kembali naik jadi 12% yang pada 1 Januari 2025.


Induk Kredivo Meraih Investasi US$ 125 Juta

Hairul Rizal 01 Oct 2021 Kontan

Terdapat tiga investor berinvestasi ke FinAccel melalui skema PIPE (Private Investment in Public Equity) dengan nilai lebih dari US$125 juta. Ketiga investor tersebut adalah MDI Ventures, Cathay Innovation, dan Endeavour Catalyst. Sekedar mengingatkan, FinAccel merupakan induk Kredivo. Pendanaan tersebut akan digunakan untuk mendukung persiapan rencana penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) perusahaan melalui skema SPAC. “Sejak pendanaan pertama MDI pada putaran Seri B perusahaan lalu, kami terus terkesan dengan visi manajemen dalam membangun platform kredit konsumen digital berbasis AI terbesar di Indonesia lewat pemanfaatan data alternatif,” ungkap Donald Wihardja, CEO MDI Ventures dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Kamis (30/9). Di kesempatan ini, perusahaan juga mengumumkan tiga jajaran baru Dewan Komisaris Kredivo Indonesia. Mereka adalah Arsjad Rasjid, Darmin Nasution dan Karen Brooks yang masih menunggu persetujuan regulator untuk berperan sebagai Dewan Komisaris bagi Kredivo Indonesia, guna membantu perusahaan khususnya dalam hal perencanaan pertumbuhan strategis dan perluasan pasar.


Taspen Batal Gabung BP Jamsostek

Hairul Rizal 01 Oct 2021 Kontan

PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri atau PT Taspen (Persero) batal melebur ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek. Kepastian ini nampak dari keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan uji materi pasal 57 huruf f dan pasal 65 ayat (2) UU Nomor 24 tahun 2011 tentang BPJS. Kedua pasal tersebut mengatur mengenai peleburan Taspen ke BP Jamsostek. Permohonan uji materi ini teregistrasi dengan 72/PUU-XVII/2019 ini diajukan oleh 15 pensiunan pejabat negara dan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS). "Mengabulkan permohonan para pemohon untuk seluruhnya. Menyatakan pasal 57 huruf f dan pasal 65 ayat (2) UU No 24/2011 tentang BPJS bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat," ujar Ketua MK Anwar Usman saat membacakan putusan, Kamis (30/9).


Bahaya Laten Korupsi Politisi

Hairul Rizal 01 Oct 2021 Kompas

Publik belakangan ini tak henti disuguhi penangkapan politikus akibat tersandung kasus korupsi. Sayangnya, partai-partai politik yang punya fungsi merekrut politisi calon pemimpin bangsa seolah tak kunjung berbenah. Pemberian sanksi tegas bagi parpol patut dipertimbangkan agar demokrasi tak terus digerogoti praktik korupsi yang berkepanjangan.Satu bulan terakhir, setidaknya tiga kepala daerah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena tersangkut korupsi. Mereka adalah Bupati Probolinggo,Jawa Timur, Puput Tantriana Sari; Bupati Banjarnegara, Jawa Tengah, Budhi Sarwono;dan Bupati Kolaka Timur,Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur.Tak hanya kepala daerah,politikus yang duduk di lembaga tinggi negara juga terjerat rasuah. Baru satu pekan lalu, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Politikus Partai Golkar itu disangka menyuap bekas penyidik KPK, Stepanus Robin Pattuju, untuk pengurusan perkara korupsi dana alokasi khusus Lampung Timur,Lampung.

Bincang-bincang yang dipandu Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Budiman Tanuredjo itu turut menghadirkan anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini,serta sejumlah narasumber yang tersambung melalui telekonferensi video, yakni politisi PDI-P, Masinton Pasaribu; aktivis antikorupsi Saor Siagian; serta mantan penyidik KPK, Ronald Paul. Sementara itu, Saor Siagian berpendapat, penyelesaian persoalan korupsi kader parpol ini harus holistik. Jika tidak ingin lagi ada kader parpol yang terjerat korupsi, publik tidak boleh menerima uang dari mereka saat tahapan kampanye.Titi kembali mengingatkan bahwa korupsi merupakan persoalan laten bangsa Indonesia. Korupsi merupakan kejahatan luar biasa sehingga strategi untuk memberantas juga harus luar biasa. Tanpa langkah yang luar biasa, korupsi oleh para politikus akan sulit terhenti. Apalagi,selama ini, parpol seolah lepas tangan jika ada kader yang tersandung rasuah.

Bisnis Alat Berat dan Bongkar Muat Melonjak

Hairul Rizal 01 Oct 2021 Kompas

Kenaikan harga batubara tidak hanya berimbas pada emiten pengelola tambang atau kontraktor batubara, tetapi juga pada kenaikan permintaan alat beratuntuk operasional tambang. Selain itu, aktivitas di pelabuhan pun semakin ramai, termasuk pelabuhan yang dikelola PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk atau IPCC. IPCC mencatat, hingga Agustus 2021 terjadi peningkatan arus bongkar muat kargo alat berat. Pada kegiatan impor, alat berat yang ditangani IPCC mencapai 2.932 unit sepanjang delapan bulan di tahun ini atau melonjak 32,79 persen dibandingkan dengan periode delapan bulan di tahun sebelumnya yang hanya 2.205 unit.”Adapun alat berat dengan merek Komatsu menguasai pangsa pasar bongkar muat impor alat berat di Terminal IPCC dengan jumlah 815 unit sepanjang tahun ini hingga Agustus2021,” kata Sekretaris Perusahaan IPCC Sofyan Gumelar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (29/9/2021).

Ngeri! Krisis Energi di Mana-mana, Kini Ancam India

Hairul Rizal 01 Oct 2021 CNBC Indonesia

Krisis energi kini terjadi di sejumlah negara di dunia. Setelah Inggris dan China kini krisis serupa mengancam India. Perusahaan utilitas di negeri itu ramai-ramai mengamankan pasokan batu bara setelah lonjakan permintaan listrik dari industri dan impor yang lambat. Ini karena rekor harga global karena rebound permintaan listrik dan persaingan dengan China- konsumen batu bara terbesar dunia- yang sedang terkena krisis listrik parah.Sementara Indonesia naik 30% dalam tiga bulan terakhir. Patokan harga untuk September bahkan tujuh kali lipat lebih tinggi dari bahan bakar kualitas serupa di Coal India, perusahaan pertambangan dan pemurnian milik pemerintah India."Pedagang yang membeli batu bara dari Coal India di pelelangan spot melakukan 'pembunuhan'. Mereka menjual dengan harga premium 50-100%," kata seorang pejabat senior yang bertanggung jawab atas pengadaan batu bara di sebuah operator utilitas besar India.Meskipun pasokan batu bara India menyusut, pemadaman listrik skala besar belum terjadi. Tapi mengutip Reuters, kekurangan sudah terlihat di Uttar Pradesh, Bihar dan Kashmir.


Manfaatkan Lahan dengan Hidroponik

Fadilla Anggraini 01 Oct 2021 Sumatera Ekspres

PALEMBANG - Warga Kecamatan Sako patut dicontoh. Mereka mampu memanfaatkan bantuan yang diberikan PT PLN dalam meningkatkan pendapatan. Yaitu, hasil peralatan hidroponik. "Alhamdulillah sudah menghasilkan. Dan kini kebun yang dimiliki Kelurahan Sako Baru, mulai dilirik serta bakal diikuti oleh kelurahan lainnya," kata Camat Sako Dr Amiruddin Shandy SSTP MSi, kema rin (30/9).

Menurut Shandy, perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan ini patut dicontoh. Sebab, ikut berkontribusi mengeluarkan bantuan agar masyarakat bisa mendapatkan keterampilan serta pelatihan bagaimana cara bercocok tanam yang baik.

Apalagi lanjut Shandy, penanaman yang dilakukan oleh pihak kelurahan menggunakan media di atas DAM aluran air. "Ini kreatif. Memaksimalkan lahan yang ada," jelasnya.

Shandy, berharap bantuan ini dapat diberikan kepada kelurahan lainnya. Sehingga di era pandemi seperti sekarang ini. masyarakat dapat terbantu dengan pertanian hidroponik. Sementara itu, perwakilan dari PT PLN, Iwan Setiyadi. mengatakan, bantuan CSR ini merupakan salah satu program PT PLN, dalam upaya memberikan bantuan di masa pandemi. "Kita berharap program ini bisa berjalan dan dikelola oleh kelompok tani yang sudah dibentuk tadi," jelasnya.

Terpisah, Ketua Kelompok Tani Kelurahan Sako Baru,.Mizon, mengatakan, awal dibentukkanya kelompok tani, Januari 2021 kemarin. "Sebelumnya ini merupakan kelompok tani wanita. Selanjutnya kita buat inovasi dan akhirnya kita bina untuk men jadi hidroponik. Kita harapkan nantinya ke depan pertanian hidroponik akan dapat membuka peluang usaha dan menambah income bagi masyarakat di tengah pandeni," tukasnya.

Rendah di Petani, Mahal di Pabrik

Fadilla Anggraini 01 Oct 2021 Sumatera Ekspres

KARET, komoditi unggulan bagi sejumlah petani di Sumsel. Kini, harga mulai membaik. Di tingkat petani karet dihargai Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per kg.

Komoditas ini menjadi aset ekonomi yang cukup berharga bagi masyarakat Muratara. Di daerah ini, hampir 70 % warga beprofesi sebagai petani karet.

Apri, petani karet asal Desa Karang Dapo mengaku harga karet awalnya berkisar Rp 6 - 8 ribu per kg di tingkat petani. Namun saat ini harga naik, Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per kg.

Sebenarnya, harga karet ditentukan kadar kering dan kebersihan karet itu sendiri. "Jika banyak tatal itu dihargai Rp 7 - 8 ribu per kilo, sekarang karet lagi naik di pabrik tembus Rp 20 ribu per kg. Banyak warga berharap harga karet naik lagi karena bisa mewujudkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Petani juga berharap ada upaya pemerintah memperpendek selisih harga karet dari tingkat pabrik ke petani. Apalagi, petani selalu menjual karet kepengepul di sekitar desa mereka, ketimbang menjual secara langsung ke pabrik "Harga karet murah di tingkat petani itu karena banyak tangan, dari pengepul dusun, kirim ke pengepul desa, dari pengepul desa masuk ke pengepul besar, dari pengepul besar baru bisa masuk ke pabrik," bebernya.

Diakuinya, harga karet di tingkat petani dengan harga di tingkat pabrik selisihnya cukup jauh, sekitar 50 %. "Jika bisa diperpendek tentunya pendapatan masyarakat bisa lebih besar," harapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara, Suhardiman melalui Kabid Sarana Prasarana dan Penyuluhan, Eko Mahendra mengakui, adanya kenaikan harga khususnya komoditas karet.

Penurunan dipengaruhi dua faktor. Di antaranya harga standar internasional dan kadar karet yang dijual belikan. Untuk KKK (kadar karet kering) 100 % Rp 20.659 per kg, KKK 70 % Rp14.461 per kg, KKK 60 % Rp 12.395 per kg. KKK 50 % Rp 10.330 per kg, dan KKK 40 % diharga Rp 8.264 per kg. "Itu harga internasional, untuk di Muratara mayoritas KKK rendah jadi harganya murah ada kenaikan Rp 18," bebernya.

Pihaknya berharap, petani karet bergabung membentuk kelompok tani dan meningkatkan kualitas karet mereka sehingga harga bisa bersaing di pasaran. "Jika mutu karetnya bagus tentu harganya juga tinggi," katanya.

Kenaikan harga karet juga terjadi di Banyuasin. Di tingkat pengecer, harga karet naik Rp 1.000 per kg. "Alhamdulillah harga karet naik," ujar petani karet.

Jika sebelumnya Rp 10 ribu/kg, sekarang menjadi Rp 11.000. "Kita harapkan terus meningkat ke depannya, "ungkapnya.

Diakuinya, dengan harga tersebut dirinya sangat bersyukur. Apalagi di masa pandemik Covid 19 ini banyak sekali butuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan sembako dan lain sebagainya. "Kenaikan ini sudah hampir seminggu ini," katanya.

Armal, petani karet mengatakan, harga karet tak hanya naik di tingkat pengecer. Tapi juga pada harga tingkat pabrik atau pengepul dengan harga Rp 15 ribu/kg. "Sudah satu minggu ini naik, sekitar Rp 1.000 - Rp 2.000/kg, tergantung kualitasnya, imbuhnya.

Untuk alasan harga karet bisa mengalami kenaikan, dirinya kurang tahu persis. "Tapi saya berharap harga karet ini konsisten, kalau bisa hanya turun lagi," ucapnya

Kenaikan harga karet ternyata tak berlaku di PALI. Di daerah ini karet masih bertahan di harga lama. Untuk harga karet mingguan masih berkisar di angka Rp 6,5 ribu hingga Rp 7,5 ribu per kilograrnnya. Tergantung kualitas getah karet itu sendiri.

Semadi (47), petani karet di Kecamatan Abab mengatakan, dirinya sudah menjadi petani karet sejak puluhan tahun. "Kalau ada info naik kita sambut baik. Tapi saat ini harga jual kita terakhir sama seperti minggu lalu. Tapi di PALI ini harga beda-beda di masing-masing desa, karena pengepul melihat kualitas getah karet, Pak," ujarnya.

Nedi (41) petani lainnya mengatakan, saat ini memasuki musim penghujan, sehingga kualitas getah karet alami penurunan, dan produksi yang ikut menurun. "Kualitas dan produksi turun, tentu berpengaruh terhadap harga. Kita juga tidak bisa berbuat banyak. Karena, faktor alam yang menyebabkan itu. Tentu akan berpengaruh terhadap penghasilan kami, Pak," terangnya.

Hal yang sama juga terjadi di Muara Enim. Di musim penghujan ini produksi karet menurun. Ironisnya harga jual pun ikut mengalami penurunan.

Ketua Kelompok Tani Bina Mulya Desa Darmo, Sulbahri mengatakan harga jual karet bulanan saat ini adalah Rp 13.300 /kg dan untuk karet dua minggu Rp 11.300/kg. "Harga karet bulanan itu turun Rp 600 per kg dibandingkan sebelumnya," ujarnya.

Kondisi ini diperparah dengan musim penghujan yang membuat produksi karet menurun dibanding biasanya. "Kalau musim hujan memang menurun, ini jelas kondisi yang tidak baik karena harga jualnya juga turun," bebernya.

Satu satu jalan meningkatkan produksi dengan cara pemupukan, tapi itu pun juga memiliki masalah karena sulitnya mendapat pupuk subsidi. "Kalau subsidi harus menebus melalui RDKK ke pengecer, kita menebus pupuk bersubsidi itu melalui pengecer," terangnya.

Jika menggunakan pupuk non subsidi harganya cukup mahal. "Ya bagaimana mau menebusnya, harga karet saja turun dan terbilang rendah," ungkapnya. Untuk itulah, petani hanya bergantung pada kondisi alam dan berharap harga jual karet kembali meningkat sehingga kesejahteraan petani juga bisa tercapai. "Ini serba salah, kalau karet dijual harganya turun, kalau tidak dijual tidak bisa makan," tukasnya.

Sementara itu, tingginya curah hujan juga membuat galau petani karet di Empat Lawang. Hujan membuat mereka tidak bisa menyadap karet maksimal. "Hampir setiap hari hujan terus, membuat kami tidak bisa menyadap karet. Hal ini pasti terjadi setiap tahun," kata Heru (34), petani karet di Tebing Tinggi.

Sementara harga belum terlalu naik drastis. Entah apa yang menyebabkan harga jual karet di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati. Sampai saat ini masih stagnan di kisaran harga Rp 6.500 per kg.

Harga karet sejak awal tahun 2021 sampai sekarang hanya di kisaran Rp 6.000 sampai Rp 6.500 per kg. Jika pun alami kenaikan harga, ini tak akan berlangsung lama. "Memang pernah harga naik mencapai Rp.8000 per kg di tingkat petani namun hanya bertahan sekitar dua minggu. Setelah itu harga kembali terjun bebas," ungkapnya.

Pertanian Salah Satu Sektor Perekonomian Menunjukkan Kinerja Positif

Fadilla Anggraini 01 Oct 2021 Sriwijaya Post

SEKTOR pertanian menjadi salah satu sektor perekonomian yang terus menunjukkan kinerja positif selama masa pandemi Covid-19. Pada triwulan II 2021, sektor pertanian ini tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 0,38%. Dari berbagai komoditas pertanian yang terus di kembangkan, komoditi jagung merupakan salah satu komoditas unggulan sektor pertanian yang memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan industri khususnya peternakan unggas.

Dalam kurun waktu 10 tahun ini, perkembangan komoditi jagung khususnya di Provinsi Gorontalo mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Produksi jagung yang semula hanya sebanyak 605.781 ton, saat ini telah mencapai 1,8 juta ton atau meningkat di kisaran angka 300%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam kunjungan kerja di Provinsi Gorontalo, Kamis (30/09/2021), melepas pengiriman antar pulau sebanyak 23.000 ton jagung. "Pelepasan jagung sebesar 23.000 ton yang kita lakukan pada hari ini merupakan sinergi berbagai stakeholder yang kiranya dapat memacu semangat pelaku usaha komoditas pertanian lainnya baik di Provinsi Gorontalo maupun di Indonesia untuk terus bekerja sama bahu membahu dalam membangun sektor pertanian," ujar Airlangga di pelabuhan Tilamuta, Kabupaten Boalemo.

Kegiatan pengiriman jagung ini dapat memberikan keuntungan bagi petani lokal, karena mampu memperbaiki harga jagung di tingkat petani. Pada saat panen raya, harga jagung cenderung turun menyentuh angka Rp 2 900/kg. Namun dengan adanya pengiriman ke luar Gorontalo, harga pembelian jagung saat ini mencapai Rp 4.800/kg sampal dengan Rp 5.300/kg.

Adapun dalam kurun waktu bulan April sampai September tahun 2021 ini, telah dilakukan pengiriman jagung antar pulau untuk memenuhi kebutuhan jagung nasional sebanyak 198 kali dengan total volume 1.002.366 ton.

Acara pelepasan jagung oleh Menko Airlangga ditandai dengan pemecahan kendi ke lambung Kapal Hodasco 19, yang merupakan salah satu dari tiga kapal yang secara bersamaan akan mengirim jagung dari Gorontalo ke beberapa tujuan. Pengiriman dilakukan untuk tujuan Jakarta sebanyak 6.500 ton, tujuan Surabaya sebanyak 10.000 ton, dan tujuan Makassar sebanyak 6.500 ton.

Setelah melaksanakan acara pelepasan jagung, Menko Airlangga mengunjungi sentra vaksinasi yang diadakan oleh Kodim 1313/ Pohuwato. Dalam kegiatan yang bertajuk "Serbuan Vaksin Covid-19 kepada Seluruh Masyarakat di Wilayah Koramil 1313-08 Dulupi" tersebut, vaksinasi dilakukan terhadap 271 warga Desa Pangi, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo. Selain itu, Menko Airlangga juga berkesempatan untuk menyerahkan bantuan beras kepada warga.

Selesai mengunjungi sentra vaksinasi, Menko Airlangga kemudian melanjutkan perjalanan ke Desa Dulupi untuk melakukan panen raya jagung bersama warga masyarakat. "Dengan harga tinggi, kesejahteraan petani meningkat dan ini yang kita dukung karena Pemerintah pro kepada pertanian. Kita dorong masyarakat untuk menanam jagung dan untuk itu akan di buatkan Kredit Usaha Rakyat untuk menanam jagung. Bisa dibayar saat panen, bunganya murah 3%, dan apabila gagal panen ada asuransinya. Jadi kita dorong masyarakat memproduksi jagung sebanyak mungkin," pungkas Menko Airlangga.

Menko Airlangga pada kesempatan tersebut juga menyerahkan secara simbolis Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada para petani jagung. Dengan memanfaatkan KUR yang diberikan, diharapkan dapat mendorong permodalan bagi masyarakat dalam mengelola pertanian.

Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Gorontalo, Anggota DPR RI, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko, serta Forkopimda Provinsi Gorontalo.

Pilihan Editor