Program Akhir Tahun Akan Dorong E-Commerce
Transaksi e-commerce, ternyata, juga terkena dampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada Juli 2021. Namun, momentum akhir tahun diharapkan bisa kembali mendongkrak transaksi e-commerce. Bank Indonesia (BI) mencatat ada penurunan transaksi belanja secara daring lewat e-commerce pada kuartal III-2021. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, total nilai transaksi e-commerce periode Juli - September 2021 sebesar Rp 58,2 triliun, turun 22,81% ketimbang kuartal II-2021 sebesar Rp 75,4 triliun.
PPh Badan & PPN Tumbuh di Atas 13%
Penerimaan pajak moncer menjelang akhir tahun sejalan dengan perbaikan aktivitas ekonomi. Penyokong setoran berasal dari pajak penghasilan (PPh) badan dan pajak pertambahan nilai (PPN). Seperti diketahui, realisasi penerimaan pajak per 31 Oktober 2021 tumbuh 15,3% year on year (yoy) menjadi Rp 953,6 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, penerimaan PPh badan dan PPN dalam negeri terus melonjak masing-masing tumbuh 13,4% dan 13,3% yoy.
Hujan Mulai Turun, Harga Minyak Sawit Mentah Naik
Produksi minyak sawit atau crude palm oil (CPO) kerap terganggu selama musim hujan. Tak heran, harga minyak sawit belakangan melambung. Jumat (19/11) lalu, harga CPO di Malaysia Derivatives Exchange menurun 0,10% ke RM 4.993 per ton. Sebelumnya, Kamis (18/11), harga CPO sempat menyentuh harga tertinggi di RM 4.998 per ton. Dalam sepekan, harga CPO menguat 5,04%.
Harga Mulai Naik, Namun Volatilitas Bitcoin Masih Tinggi
Harga bitcoin kembali naik setelah turun secara teknikal. Dalam jangka pendek, volatilitas harga bitcoin diproyeksikan masih tinggi. Berdasarkan laman coinmarketcap, Minggu (21/11), pukul 21.00, harga bitcoin naik 0,60% ke US$ 58.883 per btc. Sebelumnya, Jumat (19/11), harga btc anjlok ke US$ 55.978 per btc setelah sempat naik ke US$ 65.722 per btc pada Senin (15/11). Co-founder CryptoWatch Christopher Tahir mengatakan penurunan harga bitcoin sebelumnya disebabkan oleh pelaku pasar yang merealisasikan keuntungan dan merupakan hal yang wajar terjadi.
Penarikan Kredit Modal Kerja Semakin Ramai
Pemulihan ekonomi membuat bank semakin optimistis mengucurkan kredit modal kerja. Fasilitas kredit ini biasanya dipergunakan untuk membiayai aktiva lancar serta membiayai sementara kegiatan operasional rutin, uang muka, cadangan kas, atau komponen modal kerja lainnya. Permintaan kredit modal kerja mulai mampu mengejar pertumbuhan kredit konsumsi. Bank Indonesia (BI) mencatatkan kredit modal kerja naik 2,6% yoy menjadi Rp 2538,2 triliun per September 2021. Sedangkan pertumbuhan kredit konsumsi naik 2,9% yoy menjadi Rp 1638,2 triliun di sembilan bulan pertama 2021.
RI Berpacu Jadi Pemain Penting Kendaraan Listrik
Indonesia berpeluang jadi pemain penting industri kendaraan listrik global, karena potensi pasar besar, selain bahan baku utama baterai listrik, seperti nikel, kobalt, dan mangan. Kemenperin menargetkan produksi mobil listrik dan bus listrik 600.000 unit dari total 3 juta unit kendaraan bermotor roda empat tahun 2030, motor listrik (roda dua dan tiga) ditargetkan 2,45 juta unit dari total produksi 9,8 juta kendaraan bermotor roda dua dan tiga.
Pemerintah aktif melobi BMW dan Mercedes-Benz, oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, untuk membangun pabrik kendaraan listrik, dan sudah ada empat komitmen investasi pembangunan pabrik kendaraan listrik dengan nilai investasi puluhan triliun rupiah.
Pertama, investasi Hyundai Motor Corporation senilai Rp 21 triliun secara bertahap pada 2020-2021 dan 2021-2030. Menurut rencana, mereka mulai memproduksi kendaraan listrik berbasis baterai pada 2023. Komitmen kedua adalah Mitsubishi dengan nilai investasi Rp 11,2 triliun yang menurut rencana akan dieksekusi pada 2024. Ketiga, Toyota dengan nilai investasi Rp 7 triliun pada 2024 dan Suzuki dengan nilai investasi Rp 7 triliun-Rp 9triliun pada 2022-2026. (Yoga)
Keekonomian Jadi Penentu
Kompas, Jakarta - Harga kendaraan listrik dinilai masih terlalu mahal bagi konsumen di Tanah Air. Inovasi dan insentif diperlukan guna menekan harga kendaraan agar lebih terjangkau. Strategi mendorong permintaan dinilai penting guna mengembangkan ekosistem kendaraan listrik nasional. Oleh karena itu, selain mengolah hasil tambang serta merintis pabrik baterai dan komponennya, pemerintah dan pelaku industri perlu berstrategi untuk membangun pasar di dalam negeri.
Salah satu faktor yang menjadi pertimbangan utama konsumen di Tanah Air membeli kendaraan listrik adalah tingkat keekonomiannya. Harga kendaraa, pajak, dan biaya operasional menjadi indikatornya. Kendaraan listrik harus menarik dari sisi ekonomi agar dibeli dan diterima pasar secara luas. Sejumlah insentif memang sudah diberikan pemerintah, tetapi perlu insentif tambahan untuk melipatgandakan adopsinya. Penambahan infrastruktur, seperti tempat pengisian daya, juga penting guna menopang operasi kendaraan listrik untuk perjalanan ke luar kota. Insentif juga diberikan kepada industri kendaraan listrik berbasis baterai, seperti keringanan pajak, pembebasan bea masuk dan bea masuk ditanggung pemerintah, serta super tax deduction untuk kegiatan penelitian dan pengembangan.
Benang Kusut Perdagangan Maritim
Kompas, Jakarta - Pandemi Covid-19 turut membuat "benang kusut" perdagangan maritim global. Tidak mudah dan butuh waktu untuk mengurai kekusutan ini. Pandemi tidak hanya menurunkan permintaan ruang kapal dan mendongkrak biaya logistik laut. Harga barang impor dan barang di tingkat konsumen pun terkerek naik. Barang-barang di tingkat konsumen yang harganya naik itu terutama barang jadi impor dan produk olahan berbahan baku impor. Lima produk yang mengalami lonjakan harga tertinggi adalah komputer, elektronik, dan optik, furnitur, tekstil dan produk tekstil, produk dari karet dan plastik, serta produk dan perlengkapan farmasi.
Kenaikan biaya logistik itu juga menyebabkan kenaikan biaya produksi, produk setengah jadi, dan produk-produk terkait dengan investasi global. Hal ini diperkirakan memperlambat pemulihan industri manufaktur global. Kenaikan biaya logistik maritim sebesar 10 persen akan menurunkan produksi manufaktur di Amerika Serikat dan Uni Eropa sebesar 1 persen dan di China 0,2 persen. Laporan itu menggambarkan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam rantai pasokan global. Di tengah pertumbuhan transportasi maritim sebesar 4 persen pada 2020-2021.
Harga Referensi Vaksin Booster
Harga vaksin dosis ketiga atau vaksin booster masih belum ditentukan oleh pemerintah. Meski begitu perkiraan harga vaksin tersebut sudah tergambar. Kepala Bagian Operasional PT Bio Farma Erwin Setiawan mengatakan, pihaknya masih menunggu aturan soal vaksin booster Covid-19 untuk masyarakat umum dan pemerintah. Namun sebagai referensi, Erwin menyebutkan bahwa kisaran harga vaksin Gotong Royong yang sudah diumumkan oleh pemerintah adalah sebesar Rp 188.000 perdosis. Sementara biaya jasa pelayanan Rp 177.000. Alhasil, total harga sekitar Rp 305.000
Pertumbuhan E-Dagang Kian Menjajikan
Kompas, Jakarta - Sektor e-dagang menjadi penopang utama ekonomi internet di Indonesia. Sektor ini mendorong pesatnya penggunaan layanan keuangan digital dan jasa logistik. Indonesia menjadi tujuan investasi paling menarik di Kawasan Asia Tenggara. Nilai ekonomi internet di Indonesia, sesuai laporan e-Economy SEA 2021, diproyeksikan tumbuh 49 persen dari 47 miliar dollar AS pada 2020 menjadi 70 miliar dollar AS pada akhir tahun 2021. Kontribusi terbesar datang dari perdagangan elektronik atau e-dagang sebesar 52 persen.
Selama pandemi Covid-19 tahun 2020 hingga semester I-2021, lebih banyak warga beradaptasi memakai layanan internet. Dalam laporan itu, Indonesia mendapat tambahan 21 juta konsumen baru layanan digital (consumer digital) sepanjang 2020 sampai semester I-2021. 72 persen diantaranya berasal dari non-kota besar. Hal itu merupakan penanda positif bagi ekosistem ekonomi internet. Sebanyak 99 persen konsumen baru layanan digital berniat terus menggunakan layanan berbasis internet setidaknya dari tujuh sektor yang menjadi obyek penelitian.
Ketika e-dagang menjadi penopang yang signifikan dalam ekonomi internet, sektor-sektor layanan digital lain ikut berkembang. Ini terutama dimulai dari layanan keuangan digital dan logistik. Penawaran pinjaman kepada konsumen, seperti bayar kemudian (pay later), yang dipopulerkan oleh Kredivo dan Akulaku, telah terhubung dengan lokapasar. Layanan keuangan digital seperti ini juga banyak diminati konsumen.









