;

Dana PEN Rp 37 Triliun Bakal Nganggur

Hairul Rizal 23 Nov 2021 Kontan

Penyerapan anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) jelang tutup buku 2021 masih sangat rendah. Hal ini menyebabkan anggaran belanja PEN tak akan terserap semuanya sampai akhir tahun 2021. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memperkirakan anggaran PEN tahun ini hanya akan terserap 95% dari pagu sebesar Rp 744,77 triliun, atau setara dengan Rp 707,53 triliun. Artinya, ada dana PEN sebesar Rp 37,24 triliun yang akan mubazir.


ADB Fasilitasi Utang US$ 500 Juta untuk Indonesia

Hairul Rizal 23 Nov 2021 Kontan

Asian Development Bank (ADB) menyetujui pemberian pinjaman berbasis kebijakan senilai US$ 500 juta, setara Rp 7,11 triliun (kurs Rp 14.220 per dolar AS). Pinjaman itu untuk membantu Indonesia meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), produktivitas tenaga kerja, dan reformasi di bidang pendidikan, pengembangan keterampilan, kesehatan, dan perlindungan sosial.


Menolak Kenaikan Cukai Rokok

Hairul Rizal 23 Nov 2021 Kontan

Massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pertembakauan (KOMPAK) melukukan aksi unjuk rasa di Jakarta, Senin (22/11). Dalam Aksinya mereka menolak rencana kebijakan pemerintah menaikkan tarif cukai rokok dan harga jual eceran rokok tahun 2022.

Pemulihan Ekonomi dalam Bayang-Bayang Konflik AS-RRT

Yuniati Turjandini 23 Nov 2021 Investor Daily

Pertumbuhan ekonomi diperlukan agar ongkos pemulihan yang sebagian dibiayai  dari utang dapat terbayar lunas. Ada harapan lain yang tidak kalah penting, yaitu dua raksasa ekonomi dunia saat ini (AS dan Tiongkok) diharapkan tidak main api. Pemulihan ekonomi membutuhkan peran kepemimpinan mereka ditingkat global dan di kawasan. 

Mereka para pemimpin adidaya, tidak boleh bersifat egois, menjadi negara peradaban adalah hak mereka. Tapi kemajuan peradaban  yang dicapai tidak patut untuk digunakan membuat senjata pemusnah massal karena konflik dua negara besar berebut pengaruh. Dalam konflik bilateral atau multiliteral yang akan berperang antar negara.

Indonesia sebenarnya punya kedekatan pada keduanya, sehingga Indonesia bisa bertindak sebagai juru damai. Hal ini penting dan dimungkinkan karena politik bebas aktif negeri kita. Hal penting lainnya adalah jika ekonomi Indonesia pada kuartal III/2021 mencapai 3,51% (year on year). Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi dikeseluruhan tahun mencapai kisaran  3,7%-4,5%. (Yetede)

2022 Ekonomi Pulih, Bank Mandiri Bidik Sektor Potensial

Yuniati Turjandini 23 Nov 2021 Investor Daily

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mulai tahun depan akan memprioritaskan pemberian kredit ke sejumlah sektor yang berpotensi tumbuh dan belum digarap oleh bank lain. Direktur Managemen resiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin mengatakan, berdasarkan analisa perseroan, sektor yang potensial tersebut tercermin dari tren pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan kredit, resiko kredit dan kontribusi terhadap produk domestik bruto (APBD)."Adapun,sektor yang sudah mencatatkan pertumbuhan kredit, didukung pertumbuhan ekonomi, NPL (non-performingloan) yang terjaga adalah sektor resilien, antara lain perdagangan besar dan eceran, reparasi, konstruksi, transportasi, pergudangan, dan komunikasi," ujar Siddik. Sementara itu terdapat pula sektor yang memiliki pertumbuhan PDB cukup tinggi, pertumbuhan kredit dibawah rata-rata nasional.Bank Mandiri mencatat, sejumlah sektor yang mampu bertahan selama pandemi, antara lain perusahaan perkebunan kelapa sawit dan CPO yang tumbuh 13,5% secara tahunan yoy per September 2021 dengan NPL terjaga 0,69%.

LPS: Kebijakan Fiskal dan Moneter Jaga Pemulihan Ekonomi

Yuniati Turjandini 23 Nov 2021 Investor Daily

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah tidak perlu khawatir terhadap rencana tapering The Fed. Sebab, kebijakan fiskal dan moneter  berjalan secara suportif dan akomodatif terhadap perubahan eksternal. Namun demikian tetap mengingatkan Indonesia harus tetap waspada dan tidak boleh lengah dalam mengantisipasi. 

Gubernur The Fed Jerome Powell, kata dia, juga sudah mengatakan, tapering tidak akan diikuti dengan peningkatan Fed Fund Rate dalam waktu dekat. Sejumlah lembaga internasional memperkirakan, kenaikan FFR terjadi pada kuartal III atau IV tahun depan. The Fed menaikkan bunga bukan untuk membawa ekonomi kemasa resesi, tetapi mengendalikan ekonomi Amerika agar tidak kepanasan.

Sementara I-2021, dia menerangkan, LPS menurunkan tingkat bunga penjamin sebesar 50 basis poin (bps) untuk simpanan dalam rupiah di bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR), serta sebesar 50 bps serta untuk simpanan dalam valuta asing di bank umum sebesar 25 bps menjadi masing-masing 3,5%, 6%, dan 0,2%. Kebijakan tersebut mempertimbangkan arah suku bunga pasar yang menurun, kondisi likuiditas, perbankan yang stabil, dinamika resiko keuangan global yang relatif terkendali.(Yetede)

Malang Menuju Kota Kreatif Digital

Yuniati Turjandini 23 Nov 2021 Investor Daily

Walikota Malang Sutiaji mengungkapkan, pandemi Covid-19 yang mempengaruhi berbagai sektor tidak menyurutkan langkah Kota Malang, Jawa Timur, menuju ke kreatif digital. Bahkan, pandemi ini justru memperkuat ekosistem kreatif digital Kota Malang. Buktinya, kata dia, berbagai gim dan aplikasi yang dikembangkan oleh warga Kota Malang  kini mulai banyak disukai pasar dalam dan luar negeri. Dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif, dia menuturkan, Pemerintah Kota Malang juga mengembangkan Malang Creative Center (MCC) yang menjadi realisasi komitmen infrastuktur ekonomi kreatif. Selain itu,  komunitas ekonomi kreatif dan perguruan tinggi berkolaborasi. "Ada 12 perguruan tinggi di Kota Malang ditambah 6 perguruan tinggi di luar Kota Malang untuk membuat kurikulum bersama terkait pembelajaran apa yang diperlukan oleh market. Ini sudah berjalan dengan baik," kata dia. Kolaborasi Malang Raya ini kekuatan kami. Jadi, sekarang, brandingnya wisata itu buka Kota Malang, tetapi menjadi satu-kesatuan. Menurut Sutiaji, pada 2022 atau 2023 Malang sudah mendunia. (Yetede)

21 Proyek Energi Terbarukan Segera Dilelang

Yuniati Turjandini 23 Nov 2021 Investor Daily

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan sebanyak 21 proyek energi terbarukan berkapasitas total 1,2 gigawatt (GW)  bakal ditawarkan ke investor pada 2021-2030 di mana porsi energi terbarukan mencapai 51,6%. "Ada proyek-proyek energi terbarukan yang ditawarkan oleh PT PLN (Persero) kepada investor sebagai implementasi RUPTL  2021-2030, dengan total kapasitas 1,2 GW untuk periode pengadaan 2021-2022." kata dia dalam The 10th Indonesia EBTKE Conference and Exhibition, Senin (22/11). Direktur Aneka Energi Terbarukan Kementerian ESDM Chrisnawan Adhitya menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN yang terkait pengadaan 21 proyek energi terbarukan tersebut. "Ini akan kami pantau terus terkait proses  pengadaan dan penawaran, karena kami melihat 1,2 GW ini belum cukup. Kami ingin ada paket-paket berikutnya yang akan ditawarkan ke pengembang." jelas dia (Yetede)

PLN Mulai Kurangi Penggunaan PLTU

Yuniati Turjandini 23 Nov 2021 Investor Daily

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mulai mengurangi produksi energi yang berasal dari pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada tahun ini. "Tidak ada pembangunan PLTU yang baru, terkecuali pembangunan PLTU yang yang sudah terkontrak yang merupakan sisa dari penuntasan Program 25 Ribu MW tahap dua," ujar Manager Pengelolaan Perubahan Iklim PLN Kaia Handayani dalam Diskusi Virtual Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "Presidensi G20: EBT Indonesia menuju Net Zero Emission 2060", Senin (22/11).  Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030, PLN telah merencanakan peta jalan mengurangi PLTU dengan  menambahakn instalasi listrik baru yang mengutamakan  energi baru terbarukan Pembangkit energi baru terbarukan yang dimaksud, yakni pembangkit listrik, pembangkit listrik panas bumi 3,3 GW, gas 5,8 GW, air 10,3 GW, surya 4,6 GW, juga energi baru terbarukan lainnya 1,5 GW. Semuanya akan menjadi fokus pembangunan dalam beberapa tahun ke depan. (Yetede)

Mitratel Menjadi Jawara Emiten Manara di Bursa

Hairul Rizal 22 Nov 2021 Kontan

Kapitalisasi pasar PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk bakal langsung menyodok menjadi jawara baru di jajaran emiten pebisnis menara telekomunikasi. Merujuk hasil initial public offering (IPO) emiten yang akan menggunakan kode saham MTEL ini, jatah saham alokasi terpusat bertambah dari sebelumnya 2,5% menjadi 5%. Dengan demikian, total saham yang akan dimiliki masyarakat sebanyak-banyaknya akan bertambah menjadi sebanyak 23.493.524.800 saham. Porsi saham milik PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Metra Digital Investama mencapai 60,02 miliar saham. Dengan demikian, total jenderal saham MTEL yang ditempatkan dan disetor penuh sebanyak-banyaknya adalah 83,52 miliar saham.


Pilihan Editor