Genjot Penyaluran KPR
Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah bersubsidi di Laladon, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (22/11). PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk (BBTN) akan mengoptimalkan penyaluran kredit pemilikan rumah atau KPR bagi masyarakat dengan memberikan pembiayaan rumah subsidi sebanyak 200.000 unit setiap tahun.
Kinerja Emiten Grup Triputra Ditopang CPO dan Logistik
Grup Tiputra berencana mengantarkan salah satu entitasnya yang bergerak di bidang otomotif ke Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu PT Dharma Polimetal. Di pasar modal, saham-saham Grup Triputra disebut memiliki prospek yang baik, bersamaan dengan kinerja dan prospek yang baik pula. Di sektor minyak sawit (CPO), Grup Triputra mencatatkan saham Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG). Kinerja penjualan dan laba kedua perusahaan ini positif hingga akhir kuartal III-2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kebutuhan Pembiayaan Korporasi Mulai Mendaki
Permintaan kredit korporasi sudah makin meningkat. Hal itu tercermin dari survei Bank Indonesia (BI) mengenai kebutuhan akan pembiayaan korporasi pada bulan Oktober 2021 yang tercatat meningkat. Saldo Bersih Tertimbang (SBT) segmen korporasi mencapai 16,7% pada Oktober 2021. Lebih tinggi dibandingkan bulan September sebesar 11,1%. Dalam survei tersebut, sektor konstruksi, perdagangan, reparasi mobil dan penyediaan makanan dan minuman terindikasi memiliki kebutuhan pembiayaan yang meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Korupsi Sektor Pendidikan : Kerugian Negara Rp 1,6 Triliun
Lima tahun terakhir ini, terdapat 240 kasus dugaan korupsi sektor pendidikan yang merugikan negara Rp 1,6 triliun, yang terjadi sepanjang tahun 2016 hingga 2021 dan tiap tahun, korupsi sektor pendidikan meningkat, berdasar kajian Indonesia Corruption Watch (ICW) Senin (22/11). Korupsi tertinggi terjadi pada bantuan operasional sekolah (BOS), 52 kasus, infrastruktur (40 kasus), pengadaan barang dan jasa non-infrastruktur (35 kasus), dana alokasi khusus (34 kasus).
Penyelewengan anggaran terbesar terjadi di dinas pendidikan (125 kasus), sekolah (75 kasus), perguruan tinggi (20 kasus), dan kementerian / kantor wilayah (9 kasus). ”Data ini menunjukkan fakta bahwa korupsi pendidikan juga marak terjadi di sekolah, tempat yang seharusnya mengajarkan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan keadilan,” kata peneliti ICW, Dewi Anggraeni.
”Ini sungguh mengkhawatirkan di mana korupsi pendidikan tak mengenal batas nilai kemanusiaan. Korupsi bahkan tetap berlanjut ditengah pandemi Covid-19,” ujar Dewi. Irjen Kemendikbud ristek & dikti, Chatarina Muliana Girsang mengatakan, korupsi di sektor pendidikan merupakan fenomena gunung es, karena belum semua kasus berhasil diungkap. Besarnya dana transfer daerah diduga menyebabkan tingginya korupsi di sektor pendidikan.
Teh Indonesia Terjual Rp 57 Miliar di Selangor
Kompas, Jakarta - PT Perkebunan Nusantara III Holding berhasil membukukan transaksi penjualan teh senilai 4 juta dollar AS atau Rp 57 miliar pada Selangor International ExpoFood and Beverage (SIE F&B) 2021. Pameran ini berlangsung secara hibrida pada 18-21 November 2021 di Kuala Lumpur, Malaysia. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementrian Perdagangan menyatakan, partisipasi Kementrian Perdagangan dan PT Perkebunan Nusantara III Holding pada pameran ini bertujuan untuk terus mendorong kinerja ekspor Indonesia ke Malaysia, khususnya sektor makanan dan minuman pascapandemi Covid-19.
Menengok "Rampok" Merpati Senilai Rp 1,7 Miliar di Tegal yang Mencuri Hati
Kompas, Jakarta - Dua pekan belakangan, kehadiran burung merpati bernama Rampok di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, mencuri perhatian masyarakat. Burung itu dibeli dengan lebih tinggi dari harga mobil BMW X5 milik jaksa Pinangki yang disita negara, yakni Rp 1,7 miliar. Burung merpati balap kolongan atau yang lebih dikenal sebagai merpati kolongan itu dibeli secara berpatungan. Merpati dibeli dari seorang peternak merpati asal Bekasi, Jawa Barat. Sejak saat itu, Rampok diboyong ke tempat budidaya merpati kolong di Desa Mejasem Timur, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.
Jika dilihat selintas, Rampok tampak sama dengan merpati pada umumnya. Ia memiliki sayap berwarna putih. Sementara bulu-bulu di tubuhnya berwarna putih, coklat, dan abu-abu atau biasa disebut bluwuk plontang oleh kalangan pecinta merpati. Adapun paruhnya berwarna merah muda, mengarah ke jingga. Dalam perlombaan balap kolong, para merpati akan dilepaskan di area yang berjarak 500-1.000 meter dari kolongnya dianggap menang. Agar bisa mengetahui letak kolong, sang joki biasanya memancing merpati yang sedang bertanding dengan merpati pasangannya. Selain kecepatan, ada sejumlah aspek yang memengaruhi penilaian dalam lomba itu seperti akurasi kolong dan keahlian terbang merpati saat menuju ke kolongnya. Tak jarang, ada merpati yang salah masuk kolong. Ada juga merpati yang terbang dan sampai ke kolongnya tetapi tidak dengan gaya terbang yang indah. Burung-burung merpati berisiko hilang saat sedang latihan dan berlomba. Hal itu disebabkan sejumlah faktor, salah satunya cuaca. Saat tiba-tiba hujan atau angin kencang, biasanya merpati kesulitan kembali kepada joki atau ke kandangnya.
Dana Gabungan Bencana Ringankan APBN
Senin (22/11), Menkeu Sri Mulyani menyebut tingginya potensi bencana alam di Indonesia menimbulkan risiko kerugian Rp 20 triliun per tahun. Karena itu, pemerintah menginisiasi dana gabungan (pooling fund) bencana untuk menjawab kebutuhan daerah terhadap dana cepat, khususnya daerah risiko tinggi bencana. Walau pemerintah keluarkan dana cadangan bencana Rp. 5 - 10 triliun per tahun sejak 2004, namun tidak seimbang dengan kerusakan akibat bencana alam.
Analis Kebijakan Ahli Madya Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Kristiyanto, menjelaskan, tahap awal pembentukan pooling fund bencana adalah penerbitan PP No 75 Tahun 2021 tentang Dana Bersama Penanggulangan Bencana, yang mengatur penanggulangan bencana tak hanya dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), juga dari dana pemerintah daerah, hasil investasi dana yang dikelola, hibah, dan penerimaan klaim asuransi.
Pengembangan dana memungkinkan peningkatan ketersediaan dana untuk penanggulangan bencana tanpa membawa beban tambahan bagi APBN. ”Pooling fund telah menambah kapasitas pendanaan penanggulangan bencana pemerintah, baik yang rutin, seperti kegiatan mitigasi dan pembelian premi asuransi, maupun yang tak terduga akibat bencana,” ujar Kristiyanto. (Yoga)
Mesin Penjualan Otomotif Kembali Berderum
Industri otomotif nasional mulai terlihat bangkit di pengujung tahun 2021. Ajang pameran otomotif, plus guyuran insentif PPnBM ikut memompa penjualan mobil di kuartal terakhir tahun ini. Salah satu pabrikan yang merajai pameran adalah Toyota. PT Toyota Astra Motor (TAM) mencatat penjualan mobil di GIIAS 2021 mencapai 3.818 unit. Direktur Pemasaran TAM, Anton Jimmy Suwandi menilai, industri otomotif mulai bangkit. Hal ini tidak hanya mengacu angka penjualan, tetapi juga antusiasme masyarakat yang datang ke pameran.
Persaingan Kian Sengit, Bank Besar Pertebal Modal
Perbankan berlomba meningkatkan amunisi permodalan untuk menghadapi makin sengitnya persaingan bisnis, termasuk menyiapkan diri untuk masuk era perbankan digital. Tak hanya bank kecil, bank besar juga rajin menambah modal inti. Gencarnya penambahan modal ini membuat sejumlah bank berhasil naik kelas Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU IV) dengan bermodal inti di atas Rp 30 triliun pada tahun ini. PermataBank Tbk (BNLI) pada Januari lalu sudah menjadi bank BUKU IV setelah rights issue dan mendapat suntikan modal dari Bangkok Bank. Modal inti bank ini sebesar Rp 43,14 triliun per September 2021. Bank ini akan gunakan modal untuk tingkatkan layanan digital.
Berharap Tumbuh 5% Hingga Tahun Depan
Pemerintah optimistis pemulihan ekonomi pada kuartal IV-2021 akan berlanjut hingga tahun depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan, pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2021 sebesar 5,5% - 6% year on year (yoy) sehingga pertumbuhan 2021 mencapai 4% yoy. Optimisme Airlangga lantaran melihat beberapa indikator ekonomi makro kuartal IV ini juga mulai membaik dibandingkan kuartal III-2021. Misalnya, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada di level 57,2 pada bulan Oktober 2021 lalu. Pada bulan yang sama, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bertengger di level 113,4 pada bulan lalu.









