;

RI Ekspor Rajungan ke Pasar Amerika Utara

Yuniati Turjandini 27 Nov 2021 Investor Daily

Sebanyak 40 ton daging rajungan asal Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), berhasil menembus pasar Amerika Utara. Saat ini rajungan- kepiting menjadi salah satu komoditas ekspor perikanan utama Indonesia, juga salah satu fokus komoditas yang dikembangkan dalam program terobosan  Kementerian Kelautan dan Perikanan  (KKP) demi peningkatan ekpsor berbasis budidaya.

Pada 2020,  nilai permintaan rajungan-kepiting  dunia US$ 5,40 miliar dan ekspor Indonesia untuk komoditas  ini baru 6,80%, atau US$ 367,50 juta. Nilai permintaan rajungan-kepiting  dunia selama lima tahun terakhir meningkat 5% per tahun yang menunjukkan bahwa pasar rajungan-kepiting masih terbuka dan potensial untuk terus dikembangkan.

Negara importir utama rajungan-kepiting global 2020 adalah Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, dan Kanada, market share Indonesia  terhadap masing-masing negara tersebut baru 11,90%; 5%; 17%; 0,10%; 4,70%. Karenanya, Dirjen Penguatan Daya Saing  Produk KP KPP  Artati Widiarti mengapresiasi munculnya eksportir raungan Arena Crab ke pasar Kanada yang merupakan salah satu importir rajungan-kepiting dunia. (Yetede)

Investasi Asing, Siapa Menikmati

Yoga 26 Nov 2021 Kompas

Di awal kemerdekaan Indonesia, pembangunan ekonomi butuh investasi, dan modal. Maka, diundang investor asing dan swasta Indonesia dengan berbagai kemudahan. Tapi bagian terbesar kredit diberi pada perusahaan asing dari pada bangsa sendiri. Bank asing didirikan dengan modal ekuitas 50 % disediakan pemerintah dengan bunga 24 % per tahun,sambil menunggu terbitnya izin operasi yang prosesnya dua tahun. Begitu beroperasi, bank itu kebanjiran uang tabungan dari masyarakat Indonesia. Dimana kalau debt to equity ratio 90 %, pemilik bank asing hanya menyetor 5 persen dari keseluruhan modal.

Investasi asing dalam bidang lain yang sekarang sedang dimanja dengan berbagai rayuan dan kemudahan kebanyakan bekerja dengan kredit dari bank-bank di Indonesia yang berasal dari uang simpanan dalam berbagai bentuk milik masyarakat Indonesia, faktanya perusahaan-perusahaan itu nantinya mengarah ke penggunaan teknologi informasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), robot dan sejenisnya, Dalam hal pajak,kebijakan yang diberlakukan pemerintah cenderung meringankan beban pajak yang dikenakan kepada para investor asing sebagai iming-iming agar mereka mau masuk di Indonesia.  (Yoga)


Kesempatan Mengoreksi Kelemahan Omnibus Law

Hairul Rizal 26 Nov 2021 Kontan

Mahkamah Konstitusi (MK) mengandaskan pelaksanaan Undang-Undang No 11/2020 tentang Cipta Kerja. Inilah kesempatan mengoreksi kembali sejumlah kelemahan maupun pasal kontroversial yang tertuang dalam beleid sapu jagat atau omnibus law tersebut. Kemarin (25/11), dalam sidang putusan judicial review UU Cpta Kerja, Majelis Hakim MK menyatakan, penyusunan UU Cipta Kerja cacat formil karena mengabaikan prosedur ideal penyusunan UU. MK pun menitahkan pemerintah dan DPR segera memperbaikinya dalam dua tahun usai putusan ini


IPO Tuntas, Giliran Ekspansi

Hairul Rizal 26 Nov 2021 Kontan

Produsen alat tulis kantor merek Bantex, PT Perma Plasindo Tbk (BINO), dan supermarket bahan bangunan, PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO), sudah menggelar IPO pada kamis (25/11). Setelah IPO perusahaan-perusahaan tersebut berencana menggelar ekspansi bisnis. 

Minyak Dunia Diprediksi Tetap Naik

Yuniati Turjandini 25 Nov 2021 Investor Daily

Analis Stephen Schork mengingatkan, harga minyak dunia masih mungkin naik lebih tinggi meskipun Amerika Serikat (AS) dan negara-negara konsumen lain melepaskan jutaan barel minyak dari cadangan stratregisnya guna meredam lonjakan harga saat ini. Cadangan minyak bumi strategis hanya ada untuk mengimbangi gangguan pasokan jangka pendek yang tak terduga.

Menurut laporan, harga minyak tahun ini telah melonjak lebih dari 50%, yang mana angka permintaannya sudah melebihi pasokan. Penyebabnya adalah, semakin banyak negara yang bangkit dari aturan karantina nasional atau lockdown. Disamping itu, lebih banyak negara yang membuka kembali perbatasannya maka ini berarti kembali dimulainya perjalanan internasional.

Sebagai informasi, acuan harga minyak global Brent pada Oktober telah melampaui ambang batas psikologi US$ 80 per barel dan bertahan didekat level itu. Sebelumnya Presiden Joe Biden mengumumkan pada selasa (23/11) bahwa AS akan melepaskan  50 juta barel dari cadangannya, Strategi ini sebagai bagian dari upaya global bersama negara-negara  konsumen energi untuk meredam kenaikan bahan bakar yang cepat. (Yetede)

Kementerian Investasi Minta DAK Tambahan untuk Dinas Satu Pintu Daerah

Yuniati Turjandini 25 Nov 2021 Investor Daily

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia minta Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan anggaran tambahan Dana  Alokasi Khusus (DAK) untuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di daerah agar bisa meningkatkan realisasi investasi.

"Kita harus berterima kasih pada Ibu Menkeu, kalau bisa ditambah lagi," ucap Bahlil pada Rapat  Koordinasi Nasional dan Anugrah Layanan Investasi 2021, Rabu (24/11). Menurutnya DAK non-fisik yang diterima (DPMPTSP) telah berdampak positif pada perbaikan kinerja investasi di daerah pada 2020, sebesar Rp227 triliun dan di 2021 besarnya meningkat menjadi Rp 260 triliun.

Kementerian Investasi menargetkan realisasi investasi pada 2022 dapat mencapai Rp 1.200 triliun. Target tersebut dijalankan  sebagai salah satu upaya  mencapai pertumbuhan ekonomi dikisaran 5,4% sampai 6% di 2020. "Kami punya strategi mengawal investasi end to end, jadi dari 34 provinsi kita bagi,  harus sekitar 600-700 perusahaan kemudian kita kawal. Karena itu kenaikannya kurang lebih sekitar  23% sampai 33%" ucap Bahlil. (Yetede)

BI Optimis Ekonomi Bisa Tembus 5,5%

Yuniati Turjandini 25 Nov 2021 Investor Daily

Bank Indonesia (BI) memperkirakan, kinerja ekonomi Indonesia pada 2022 bisa tumbuh di kisaran 4,7% hingga 5,5% atau lebih tinggi tahun ini yang diperkirakan mencapai 3,4% hingga 4%. Ini didorong berlanjutnya perbaikan ekonomi global yang berdampak pada kinerja ekspor yang tetap kuat, serta meningkatnya permintaan domestik dari kenaikan komsumsi dan investasi.

Hampir sama dengan BI, pemerintah lewat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi 2022 bisa mencapai 5,2%. Tingkat inflasipun akan terkendali pada 2022 dan terjaga pada kisaran 2% hingga 4%. Tingkat inflasi yang terjaga ini didukung oleh pasokan barang yang tetap memadai, respon kebijakan BI, serta koordinasi yang baik.

Terkait stabilitas nilai tukar rupiah, Perry Warjiyo menegaskan,  hal tersebut akan terjaga sesuai dengan komitmen kuat BI ditengah normalisasi kebijakan  moneter The Fed. Kemudian, defisit transaksi berjalan tahun depan juga diperkirakan stabil sebesar 1,5% terhadap PDB. (Yetede)

RI-Inggris Kerja Sama Bentuk Rantai Pasok Listrik

Yuniati Turjandini 25 Nov 2021 Investor Daily

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah Indonesia akan bekerja sama dengan Inggris untuk membangun rantai pasok baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Kerja sama akan dilakukan dalam bentuk Joint Investment antara Indonesia dan Inggris.

"Kemarin Presiden (Jokowi) bicara dengan PM Boris dan saya disitu, kita dorong kerja sama. Dengan begitu, kita bisa masuk pada global supply chain," ucap Luhut dalam Rapat Koordinasi Nasional dan Anugrah Layanan Investasi 2021, Rabu (24/11). Permintaan akan katoda dan bahan mentah di Eropa dan Inggris diperkirakan terus meningkat hingga 2030.

Dia mengatakan, Indonesia terus melakukan hilirisasi ekspor, sehingga produk yang di ekspor memiliki nilai tambah lebih tinggi. Bila ekspor tumbuh tinggi maka akan mengurangi defisit transaksi berjalan, sehingga ketahanan perekonomian domestik tetap terjaga. "Ini akan membuat ekonomi kita relatif lebih tahan dari pada negara-negara lainnya." Ucap Luhut. (Yetede)


Pertamina Siapkan 8 Strategi Tingkatkan Portfolio Energi Hijau

Yuniati Turjandini 25 Nov 2021 Investor Daily

PT Pertamina (persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Power Indonesia (PPI), menargetkan porsi portofolio energi terbarukan dalam bisnisnya bisa mencapai  17% pada 2030 dari posisi saat ini sekitar 10%. Delapan strategi telah disiapkan perusahaan untuk mengejar target tersebut. Sekretaris Perusahaan PPI Dicky Septriadi menuturkan, salah satu strategi itu adalah meningkatkan kepemilikan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dari saat ini 672 megawati (MW) menjadi 1,128 MW pada 2026.

Saat ini perusahaan tengah menggarap tiga proyek PLPT,  yakni Sungai Penuh 1x55 MW, dan Hululais 2x55 MW. Dicky menambahkan, Pertamina pun menjalankan gasifikasi dengan membangun pabrik metanol berkapasitas 1.000 kilo ton per tahun. Perseroan disebut juga akan meningkatkan pemanfaatan bioenergi. Pertamina berencana untuk membangun pembangkit listrik biomass dan/atau biogas dengan total kapasitas 153 MW pada 2026, pengembangan bisodiesel dan biogasoline, serta produksi minyak mentah hijau dari alga dan etanol berkapasitas 1.000 KTPA pada 2025. (Yetede)

Pelindo Targetkan Delapan Pelabuhan Terintegrasi dengan Kawasan Industri

Yuniati Turjandini 25 Nov 2021 Investor Daily

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) menargetkan delapan pelabuhan terintegrasi dengan kawasan industri (KI) dalam lima tahun mendatang  guna memperkuat ekosistem logistik Indonesia. Hal itu meningkatkan koneksi setara pelabuhan dan kinterland acces, terutama KI, sangat penting  dilakukan agar dapat menurunkan biaya logistik nasional.

Direktur Utama Pelindo Arief Suhartono mengatakan, pengintegrasian antara pelabuhan dan KI merupakan salah satu dari empat inisiatif yang dilakukan Pelindo dalam rangka optimalisasi kinerja pelabuhan. "Pada akhirnya akan mampu menurunkan biaya logistik Indonesia," ungkap Arief dalam acara Business Ecosystem Outlook 2022 sesi Akselerasi Pembangunan Infrastruktur 2022, Rabu (24/11).

Merujuk pada Bank Dunia, biaya logistik nasional masih sangat tinggi, yakni 23% dari produk domestik bruto (PDB), jauh diatas Singapura 8%. Malaysia dan India 13%, Jepang dan Korea Selatan 9%, serta Tiongkok 15%. Jika di-breakdown, sektor inventory dan land menjadi penyumbang terbesar dalam mahalnya biaya logistik Indonesia. (Yetede)

Pilihan Editor