;

Prahara di Ukraina, Laba di Amerika

Yoga 20 Mar 2022 Kompas

Perang di Ukraina memberi sedikit jeda atas tekanan terhadap pemerintahan Presiden AS Joe Biden. Perang di daratan Eropa itu juga membuat perusahaan produsen persenjataan AS memanen banyak laba. Dalam 3 pekan perang, Washington telah mengumumkan paket bantuan pertahanan senilai total 1,35 miliar USD untuk Kiev. Awalnya 350 juta USD, lalu 200 juta USD, dan terbaru 800 juta USD. Washington juga menjanjikan bantuan kemanusiaan 250 juta USD untuk Kiev. Tentu saja Ukraina tidak menerimanya dalam bentuk uang tunai, dana itu dipergunakan untuk membeli aneka produk persenjataan buatan AS, lalu dikirimkan ke Ukraina.

Industri pertahanan AS tidak hanya mendapat dana dari pesanan Washington. Finlandia membeli 64 jet tempur F-35 senilai 9,4 miliar USD. Meski dikembangkan bersama NATO, AS adalah pemilik utama jet tempur itu. Jerman pada Maret 2022 membeli 35 jet tempur F-35. Berlin juga akan membeli sistem pertahanan udara. Selain itu, Jerman menjajaki pembelian helikopter dari Lockheed Martin atau Boeing. Polandia menjajaki pembelian pesawat nirawak MQ-9. Negara-negara Eropa juga berminat pada Javelin dan Stinger. Javelin merupakan rudal panggul antitank. Adapun Stinger rudal panggul anti pesawat. Saham produsen persenjataan AS dilaporkan terus naik sejak perang Ukraina meletus. (Yoga)


Teladan Prima Agro Siapkan Capex Rp 300 Milliar

Yuniati Turjandini 20 Mar 2022 Investor Daily

Calon emiten perkebunan sawit, PT Teladan Prima Agro, berencana menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp 200-300 miliar pada tahun ini. Dana capex akan digunakan  untuk nonakuisisi. Direktur Utama Teladan Prima Agro Wishnu Wardhana mengatakan, belanja modal yang diperoleh perseroan selama ini bersumber dari kas internal. Namun jika dibutuhkan,  perseroan saat ini memiliki fasilitas yang cukup besar dari beberapa bank yang ada. Jumlah dari capex tentu dari  waktu ke waktu kita selalu melakukan  adjusment berdasarkan kebutuhan. Capex perseroan pada 2022 mungkin dikisaran Rp 200-300 miliar, hanya untuk capex nonakusisi," ujar dia dalam paparan publik. Seiring dengan hal tersebut, perseroanpun akan menggelar aksi Initial Public Offering (IPO) atau penawaran umum berdana saham  dengan melepaskan sebanyak-banyaknya  2,19 miliar saham. (Yetede)

Ombudsman RI: Bapanas Tetapkan Besaran CBP sebelum Puncak Panen Raya

Yuniati Turjandini 20 Mar 2022 Investor Daily

Ombudsman RI merekomondasikan agar Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menetapkan besaran cadangan  beras pemerintah (CBP) paling lambat 18 April 2022 atau sebelum masa puncak panen raya padi di Tanah Air. Demikian disampaikan anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika dalam konferensi pers menggelar rapat Monitoring Akhir Pelaksanaan Tindakan Korektif Laporan Akhir Hail Pemeriksaan (LAHP) Tata Kelola CBP yang digelar Ombudsman RI di Jakarta, Jumat (18/3). "Hari ini sudah disepakati paling lambat 18 April 2022 atau satu bulan kemudian. Pemerintah RI sudah memiliki penetapan jumlah CBP yang kewenangan menetapkannya ada di Bapanas," Kata Yeka Yendra.Ia menuturkan, salah satu  carut marutnya tata kelola CBP di Indonesia  sejatinya adalah tidak ditetapkannya berapa jumlah CBP. Besaran CBP hanya berupa rekomendasi dari rapat koordinasi terbatas. Padahal seharusnya, jumlah CBP ditetapkan dalam bentuk keputusan setingkat Menteri. (Yetede)

HSBC fasilitasi Green Loan Untuk ECO Paper Indonesia

Yuniati Turjandini 20 Mar 2022 Investor Daily

PT Bank HSBC Indonesia memberikan pinjaman ramah lingkungan sebesar Rp 27 miliar kepada PT Eco Paper Indonesia (ECO), anak perusahaan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO). Transaksi ini mencerminkan komitmen HSBC Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan di Tanah Air. Directur Commercial Banking HSBC Indonesia Eri Budiono menjelaskan, porsi pembiayaan hijau perseroan saat ini masih rendah. "Green Loan kami masih rendah, dan kami juga masih punya dua definisi green loan. Dari HSBC dan OJK yang baru mengeluarkan taksonomi hijau. Memang kalau Indonesia dibandingkan dengan negara lain masih kecil, tapi ini momentum akan meningkat,"Jelas Eri dalam konferensi Pers, Jumat (18/3). HSBC Indonesia beraspirasi mencepatkan ekonomi bebas karbon melalui praktek keuangan yang berkelanjutan. Perseroan mendukung kelancaran pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berdampak signifikan membantu negara mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan dan mitigasi dampak perubahan iklim. (Yetede)

Berlomba Membela Koruptor

Yoga 19 Mar 2022 Kompas

MA dalam putusannya pada 7 Maret 2022, memotong hukuman bekas Menteri KP EdhyPrabowo dari 9  tahun penjara yang diputuskan di tingkat banding menjadi 5 tahun. Haknya untuk dipilih dalam jabatan publik juga dikorting dari tiga tahun menjadi dua tahun. Diskon hukuman itu diberikan karena Edhy dianggap berkinerja baik dengan mencabut Permen KP No 56/PERMEN-KP/2016 tanggal 23 Desember 2016, dan menggantinya dengan Permen KP No 12/PERMEN-KP/2020, yang membolehkan kembali ekspor benih lobster atau benur dari nelayan. Prestasi baik itu yang mendorong si penerima suap 77.000 dollar AS dan Rp 24.625.587.250 dari pengusaha ini diganjar pemotongan hukuman oleh majelis hakim.

Argumentasi menjadikan kinerja Edhy mengaktualisasikan kebaikan hati MA kepadanya memperlihatkan rasionalitas yang rapuh dan gampang ditebak, bahwa para penegak hukum tersebut mengamuflase kepentingan subyektif-transaksionalitasnya dalam jubah kerahiman penegakan hukum yang sejatinya lusuh dan terhina. Sepanjang tahun 2020, rata-rata vonis terdakwa korupsi hanya 3 tahun dan 1 bulan. Sebanyak 760 terdakwa korupsi divonis di bawah 4 tahun. Vonis berat di atas 10 tahun penjara hanya dijatuhkan kepada 18 terdakwa. Fakta tersebut menandakan negara diwakili institusi hukum mereproduksi para elite pejabat, politikus ”komorbid” (dengan cacat integritas bawaan) yang berpotensi mengorupsi dan membangkrutkan bangunan hukum serta keadilan bagi rakyat. (Yoga)


Proporsional Memandang Ekosistem Teknologi Kripto

Hairul Rizal 19 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Keberadaan aset kripto yang se­­benarnya telah memiliki payung hu­­­­kum, be­­la­kang­­an seakan menjadi ke­­ranjang kesalahan dari se­­­­­­genap kasus penipuan in­vestasi. Saat ini, menurut data internal Tokocrypto, 67% in­­vestor aset kripto di In­­do­­nesia, merupakan populasi di bawah usia 34 tahun. Se­­mentara, data dari Badan Pengawas Perdagangan Ber­­jang­­ka Komoditi (Bappebti), mencatat pada 2021 ada 7,5 juta investor aset kripto tergo­­long generasi milenial. Mengacu data itu, faktanya pemain kripto di Indonesia masih sangat belia. Ini akan menjamin adanya pertumbuhan berkelanjutan dari sektor aset kripto dalam waktu ke depan. Karena itu, kekhawatiran tentang goyangan stabilitas keuangan oleh pertumbuhan kripto sangat berdasar, jika pemahaman terhadap keberadaan aset kripto dan ekosistem teknologinya sebatas “investasi maya” dan meyakini bah­­wa kripto adalah mata uang. Hal ini pun membuat aset kripto tidak berbeda dengan bisnis digital yang membangun ekosistem atau bisa dianalogikan sebagai sebuah startup.

Karena itu, setidaknya terdapat lima kategori token kripto yang prospek dan aman untuk investasi. Pertama, token berbasis utility atau kegunaan secara riil. Kedua, token berperan sebagai stablecoin aset digital yang hingga saat ini menunggu terbentuknya Central Bank Digital Currency atau CBDC. Selanjutnya, token yang diperlakukan sebagai sekuritas, hal ini serupa dengan IPO pada pasar modal, namun dalam bentuk tokenisasi. Keempat, token sebagai DeFi (decentralized finance). Dan terakhir, token sebagai NFT yang saat ini tengah populer di global dan Indonesia. Kesemuanya itu masuk dalam ekosistem teknologi blockchain yang berguna untuk berbagai sektor industri, mulai dari keuangan, pendidikan, kesehatan, lingkungan dan lainnya.


Pemulihan Ekonomi: Restrukturisasi Kredit Melandai

Hairul Rizal 19 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan mencatat nominal kredit restrukturisasi kredit terdampak Covid-19 turun Rp8,8 triliun pada Januari 2022 dibandingkan dengan Desember 2021 menjadi Rp654,64 triliun. Sementara itu, jika restrukturisasi kredit posisi Januari 2022 dibandingkan dengan posisi pada Desember 2020, nilainya berkurang Rp175,07 triliun. Penurunan tersebut didorong oleh kredit untuk UMKM yang turun Rp4,79 triliun secara bulanan, dari Rp256,72 triliun pada Desember 2021 menjadi Rp251,394 triliun pada Januari 2022. Jumlah debitur segmen UMKM pada Januari 2022 sebanyak 2,96 juta debitur, turun 1,61 juta debitur dibandingkan dengan Desember 2020.

Kemudian, restrukturisasi di industri pembiayaan pada 21 Februari 2022 diketahui sebesar Rp221,28 triliun, dengan jumlah kontrak 5,25 juta kontrak. Sebelumnya, saat peresmian kantor perwakilan OJK Surabaya, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan bahwa penurunan restrukturisasi kredit terjadi seiring dengan kondisi perekonomian yang mulai pulih. “Ekonominya sudah bagus,” kata Wimboh. Berdasarkan catatan Bisnis, total restrukturisasi kredit perbankan pernah mencapai Rp830,5 triliun pada 2020. Angkanya bahkan pernah mencapai Rp1.113,93 triliun pada Oktober 2020. Kemudian nilai restrukturisasi terus melandai menjadi Rp 663,49 triliun per Desember 2021 dan jumlahnya terus mengalami penurunan hingga Januari 2022.


Akses Pembiayaan Digital : Danareksa & Investree Bermitra Bidik UMKM

Hairul Rizal 19 Mar 2022 Bisnis Indonesia

PT Danareksa Finance (Danareksa Finance) menggandeng mitra perusahaan platform digital atau fintech lending PT Investree Radhika Jaya, sebagai mitra pembiayaan channeling bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM). Kolaborasi terebut dilakukan seiring dengan masif dan esensialnya penggunaan teknologi digital dalam ekosistem sektor jasa keuangan. Direktur Utama PT Danareksa Finance, Bonifacius Prasetyo mengatakan kerja sama itu dalam rangka memperluas jangkauan nasabah ke pelaku UMKM yang saat ini baru mencapai 16% dari total portofolio perseroan.

Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi meyakini pelaku UMKM akan mendapat manfaat besar dari kolaborasi institusi keuangan dan mitra channelling. Sejak pandemi dimulai pada Maret 2020 sampai Maret 2022, Investree pun telah menggandeng total 10 lender institusi baru yang bergabung dan mendanai untuk meningkatkan aset sekaligus mendiversifikasi portofolio. Mitra lender itu di antaranya bank nasional, bank daerah, bank digital, multifinance, hingga perusahaan internasional berdampak sosial.


Konsumen Keluhkan Keandalan Jaringan Internet

Yoga 18 Mar 2022 Kompas

Berdasarkan pengaduan yang diterima YLKI, keluhan terkait telekomunikasi yang menyangkut layanan internet termasuk 5 besar pengaduan terbanyak. Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, dalam webinar ”Apakah Tarif Internet Menjadi Hambatan Utama Terwujudnya Indonesia Terkoneksi?”, Kamis (17/3)  menyampaikan, 53,4 % keluhan menyangkut keandalan infrastruktur jaringan, yaitu kecepatan lambat dan modem bermasalah.

Direktur Eksekutif Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Syachrial Syarif mengakui masih banyak blank spot atau area yang tak tersentuh sinyal komunikasi. Tantangan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi secara luas adalah adanya perda yang mengenakan sewa lahan mahal. Padahal, lahan itu tidak mendapatkan perlindungan. Plt Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo Ismail berkata, pemerintah khawatir hanya 1 operator telekomunikasi penyedia layanan internet di daerah perdesaan karena mahalnya ongkos operasional dominan yang dimiliki operator berupa penggelaran dan perawatan infrastruktur jaringan. (Yoga)


Kebijakan Moneter, BI yang Percaya Diri

Yoga 18 Mar 2022 Kompas

Rapat Dewan Gubernur BI, Kamis (17/3) memutuskan mempertahankan tingkat suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) 3,5 %, suku bunga deposit facility 2,75 %, dan suku bunga lending facility 4,25 %, yang sudah bertahan 13 bulan sejak Februari 2021. BI menilai keputusan tersebut sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan terkendalinya inflasi, serta upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah tekanan eksternal yang meningkat, terutama terkait ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina.

BI selanjutnya terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam rangka mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan, serta meningkatkan kredit/pembiayaan kepada dunia usaha pada sektor prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, ekspor, serta inklusi ekonomi dan keuangan. Tren peningkatan inflasi saat ini  tidak tepat jika direspons dengan kenaikan suku bunga acuan, yang akan menjadi bumerang karena akan menahan proses pemulihan ekonomi yang kini tengah berlangsung. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi memang diperlukan tingkat suku bunga acuan yang rendah. (Yoga)


Pilihan Editor